News

Pembukaan KKN Desa Emas Kabupaten Mojokerto

Sel, 18 Okt 2022
8:36 am
Uncategorized

Sorry, no posts matched your criteria.

Share :
Oleh : adminpdpm   |

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto (tengah) bersama Tim Desa Emas

 

ITS-Mojokerto. Perwakilan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya  dari departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Studi Pembangunan, dan Teknik Lingkungan, Senin 17 Oktober 2022 mengikuti pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Emas (eliminasi stunting) Kabupaten Mojokerto. Pelaksanaan pembukaan ini dilaksanakan di ruang pertemuan UPT Puskesmas Sooko, Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan, M.H., Prof. Dr. Sri Sumarmi, S.KM, M.Si. dari Universitas Airlangga, Dr. dr. Minarni Wartiningsih, M.Kes., FISPH., FISCM. dari Universitas Ciputra, Dr. dr. Ni Njoman Juliasih, M.Kes. dari Universitas Ciputra, Dr. Ir. Eko Budi Santoso, Lic.rer.reg dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Dr. Sutikno, M.Si. dari Pusat Kajian Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Yuni Setyaningsih, S.KPm., M.Sc dosen Studi Pembangunan ITS dan kepala desa dari sepuluh desa yang terpilih untuk lokasi KKN.

Dr. Ir. Eko Budi Santoso, Lic.rer.reg PIC Desa Emas Mojokerto menyampaikan sambutan

 

Acara pembukaan KKN Desa Emas Mojokerto dimulai dengan sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto,  dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan, M.H. Dalam sambutannya, beliau berharap dengan adanya pelaksanaan kegiatan KKN Desa Emas Mojokerto dapat menurunkan angka stunting di Kabupaten Mojokerto hingga dibawah 10%. Acara dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai  “Pemberian Petunjuk Teknis terkait Multi Mikro Nutrien (MMN) di Kabupaten Mojokerto” oleh  Prof. Dr. Sri Sumarmi, S.KM., M.Si. dari Universitas Airlangga. Pada sosialisasi ini dijelaskan mengenai intervensi spesifik pencegahan stunting sejak dini, LADUNI (Layanan Terpadu Pra-nikah), dan pentingnya multivitamin untuk ibu hamil. Sosialisasi selanjutnya oleh Dr. dr. Minarni Wartiningsih, M.Kes., FISPH., FISCM. dari Universitas Ciputra mengenai “Penanganan Stunting Terintegrasi di Indonesia” yang menjelaskan mengenai koordinasi dalam penurunan stunting di Indonesia. Lalu sosialisasi selanjutnya oleh Dr. Ir. Eko Budi Santoso, Lic.rer.reg dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember selaku pembicara mengenai “Analisis Situasi untuk Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Mojokerto” yang menjelaskan mengenai analisis kondisi stunting di Kabupaten Mojokerto dan fokus kegiatan selama KKN yang terdiri dari empat pilar. Empat pilar tersebut yaitu membangun komitmen dan kepemimpinan pemerintah desa/ kelurahan dalam penurunan stunting di desa, pendampingan rumah dataku serta menyediakan data kependudukan yang valid dan terbarukan, kampanye anti stunting secara partisipatoris melalui media sosial TikTok, pengembangan dan pembinaan lingkungan sehat melalui penyediaan air bersih (air minum). Setelah sosialisasi tersebut, acara berikutnya yaitu penandatanganan komitmen penanganan stunting oleh sepuluh kepala desa dari desa terpilih sebagai lokasi KKN, dilanjutkan dengan penyerahan mahasiswa KKN oleh bapak  Dr. Sutikno, M.Si kepada kepala desa.

Mahasiswa ITS yang akan melaksanakan KKN Desa Emas di Kabupaten Mojokerto

 

Sepuluh desa terpilih sebagai lokasi KKN yaitu Desa Brayung, Medali, Dawarblandong, Gunungsari, Madureso, Bangeran, Pucuk, Lakardowo, Pekukuhan, dan Ngimbangan. Sepuluh desa prioritas ini dipilih berdasarkan desa yang memiliki resiko tinggi terjadinya stunting dari 36 desa yang dipilih. Nantinya mahasiswa KKN sejumlah 36 orang akan dibagi di sepuluh desa tersebut, sehingga satu desa terdapat 3 sampai 4 orang. Acara penyerahan mahasiswa KKN tersebut dilanjutkan dengan dokumentasi dan penutup.

TTD Komitmen Kades dalam penurunan stunting

 

Program KKN Desa Emas mahasiswa ITS di bawah koordinasi Pusat Kajian Potensi Daerah dam Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) ITS. Kegiatan ini selaras dengan peta jalan pengabdian masyarakat Pusat Kajian PDPM ITS yaitu pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini juga sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s) yaitu tujuan nomer (1) menghapus kemiskinan, (2) mengakhiri kelaparan, (3) kesehatan yang baik dan kesejahteraan, (5) kesetaraan gender dan tujuan nomer (6) akses air bersih dan sanitasi. (Sgh)

Peserta sosialisasi Desa Emas Mojokerto

Latest News

Sorry, no posts matched your criteria.