Bidang ini melakukan desain produk yang inovatif dan berkualitas serta survei untuk memahami kebutuhan dan preferensi masyarakat terhadap produk dan jasa yang ditawarkan. Hasil survei digunakan untuk mengembangkan produk yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan pasar, memastikan produk yang dihasilkan relevan dan bermanfaat bagi pengguna
Kegiatan pelatihan yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia melalui serangkaian materi, praktik lapangan, dan pendampingan teknis sepanjang tahun 2026.
Program ini merupakan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) strategis kolaborasi antara PDPM ITS dan PT Pelindo yang bertujuan mendiversifikasi sumber pendapatan nelayan pesisir Surabaya dan Gresik melalui inovasi teknologi akuakultur budi daya kepiting soka berbasis Recirculating Aquaculture System (RAS).
Penelitian ini merupakan kegiatan unggulan Pusat Studi PDPM LPPM ITS yang bertujuan memberdayakan kondisi sosial-ekonomi masyarakat eks-lokalisasi Dolly-Jarak Surabaya pasca-penutupan melalui pengembangan produk unggulan batik berpendekatan Kansei Engineering serta perancangan skema kemitraan Triple Helix.
Sosialisasi bersama Nelayan Kelurahan Romokalisari dan Tambak Osowilangun
Program pemberdayaan yang dilaksanakan di Tiga Kelurahan sasaran—Romokalisari, Tambak Osowilangun (Surabaya), dan Tenggulunan (Gresik)—ini membekali kelompok nelayan lokal dengan keterampilan teknis dan sarana prasarana budi daya kepiting soka menggunakan teknologi vertikal “Apartemen Kepiting”. Dengan mengintegrasikan sistem sirkulasi air tertutup (RAS) yang ramah lingkungan dan hemat tempat, teknologi ini tidak hanya mengoptimalkan kualitas lingkungan pemeliharaan (suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut) serta menekan risiko kanibalisme antar-kepiting, tetapi juga mendorong nilai tambah ekonomi yang signifikan. Mengingat kepiting soka hasil proses molting dapat dikonsumsi secara utuh dan memiliki harga jual hingga tiga kali lipat dibanding kepiting biasa, program terstruktur yang mencakup sosialisasi, pelatihan, perakitan rak galvalum secara gotong royong, pendampingan pencatatan keuangan, hingga bantuan saluran pemasaran ini diproyeksikan mampu menciptakan kelembagaan sosial-ekonomi nelayan yang mandiri dan berkelanjutan.
Proses pengerjaan Batik oleh Siswa Lulusan SMK Kriya Batik
Sebagai bentuk keberlanjutan dari penelitian tahun sebelumnya di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, program ini berfokus pada revitalisasi ekonomi lokal kawasan eks-lokalisasi Dolly-Jarak menggunakan konsep One Gang One Product (ONGOP) dengan menjadikan produk Batik Dolly sebagai pilot project. Melalui penggabungan metode survei Kansei Engineering pada target konsumen milenial dan kerja sama bersama desainer produk serta lulusan SMK Kriya Batik, tim berhasil merumuskan motif khas geometris flora (daun jarak arum dan kupu-kupu) yang dituangkan dalam 6 desain kain batik tulis/cap dan 10 prototype produk turunan seperti tas laptop, totebag, hingga document sleeve. Selain mengembangkan bank desain produk unggulan bernilai komersial tinggi, program ini juga merancang skema kolaborasi terpadu (Triple Helix) yang menyatukan peran perguruan tinggi (ITS), pemerintah (Pemerintah Kota Surabaya), serta mitra swasta/lembaga keuangan (seperti PT Pelindo III dan Bank Indonesia) guna menjamin keberlanjutan usaha, pelatihan keterampilan, penyerapan tenaga kerja lokal, dan perluasan jangkauan pemasaran UKM.