{"id":8285,"date":"2009-10-30T18:51:44","date_gmt":"2009-10-30T18:51:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2009\/10\/30\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/"},"modified":"2009-10-30T18:51:44","modified_gmt":"2009-10-30T18:51:44","slug":"desain-sebagai-pemecah-masalah-publik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/","title":{"rendered":"Desain Sebagai Pemecah Masalah Publik"},"content":{"rendered":"<p><em>&quot;Design is designing design,&quot;<\/em> celetuk dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut. Maksudnya, desain adalah sebuah barang, hasil karya dari kegiatan mendesain yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kualitas hidup manusia.<\/p>\n<p>Dalam kegiata mendesain juga terdapat tahap-tahap yang harus dilalui. &quot;Tahap yang wajib diketahui dan dilaksanakan seorang desain adalah New Product Development (NDP),&quot; ungkap dosen yang aktif di kesenian daerah sebagai pemain ludruk tersebut.<\/p>\n<p>NDP meliputi tahapan-tahapan mulai dari duplikasi, varian, modifikasi, dan inovasi. Tahap pertama adalah duplikasi, atau tahap meniru sebuah produk secara mendetail dan menyeluruh. Tahap ini hanyalah digunakan untuk melatih skill. Kemudian dilanjutkan dengan tahap selanjutnya yang lebih menantang, yaitu varian dan modifikasi. Pada dua tahap tersebut, seorang desainer sudah mulai bereksperimen dan membuat varian desain.<\/p>\n<p>&quot;Tujuan puncak dari kegiatan NDP adalah menjadi desainer yang inovatif,&quot; tegas pria yang pernah mendapat penghargaan dari World International Intelectual Property Organisation untuk desain kursi terbaik yang tempat duduknya bisa dinaikturunkan pada tahun 2004.<\/p>\n<p>Dia menambahkan, duplikasi hanyalah tingkat terendah dalam desain, dan merupakan pekerjaan tukang. Sedangkan seseorang bisa dikatakan sebagai desainer apabila sudah mencapai tahapan puncak, yaitu inovatif. &quot;Tentunya untuk mencapai tingkatan tersebut tidak semudah membalik telapak tangan. Diperlukan ketekunan dan kerja keras untuk meraihnya,&quot; ujar pria lulusan Chiba University, Jepang (2008) untuk program S3 itu.<\/p>\n<p><em>&quot;How designers thinks?&quot;<\/em> tanyanya lantang. Dalam dunia desain, terdapat dua akar pemikiran yang mendasar, Glass Box dan Black Box. Glass Box merupakan cara pikir yang sesuai dengan aturan sehingga menghasilkan produk yang diharapkan. Berbeda dengan Black Box, cara pikir ini lebih mengandalkan skill dan intuisi. Sehingga hasilnya pun belum pasti, bisa jadi gagal atau bahkan jauh lebih baik dari produk yang diharapkan.<\/p>\n<p>&quot;Glass Box merupakan pola pikir mahasiswa teknik yang sudah ada rumusnya dan menjadi makanannya sehari-hari. Sedangkan mahasiswa seni dan desain lebih cocok untuk pemikiran Black Box,&quot; tegas peraih penghargaan Top 10 International Folk Song, Tokyo. Namun, mahasiswa desain juga diharuskan menguasai pemikiran Glass Box juga. &quot;Hal inilah yang membedakan pemikiran kita,&quot; tambahnya.<\/p>\n<p>Apabila seorang desainer sudah mencapai tahapan inovatif kreatif, maka diharapkan akan mampu menghasilkan produk yang inovatif pula. Sehingga nantinya dapat memecahkan problem untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, mulai dari hal terkecil sampai yang paling besar. Dengan teori-teori menarik dan pendekatan yang komunikatif, mahasiswa riset tugas akhir ini bisa mempunyai visi yang jauh ke depan. Begitu pula mahasiswa-mahasiswa Despro yang ada di tahun pertama dan kedua. (niv\/mtb)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk kesekian kalinya, Jurusan Desain Produk Industri ITS menerima kunjungan spesial dalam kegiatan perkuliahannya, Jumat (30\/10). Kali ini Andar bagus Sriwarno SSn MSn PhD, seorang desainer produk industri pertama yang dipatenkan oleh pemerintah Indonesia, yang mengisi kuliah tamu mata kuliah Riset Tugas Akhir untuk mahasiswa Desain Produk Industri di tingkat akhir. Uniknya, mayoritas peserta kuliah tamu ini justru mahasiswa Despro tahun-tahun awal.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8286,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-8285","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Desain Sebagai Pemecah Masalah Publik - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Desain Sebagai Pemecah Masalah Publik - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Untuk kesekian kalinya, Jurusan Desain Produk Industri ITS menerima kunjungan spesial dalam kegiatan perkuliahannya, Jumat (30\/10). Kali ini Andar bagus Sriwarno SSn MSn PhD, seorang desainer produk industri pertama yang dipatenkan oleh pemerintah Indonesia, yang mengisi kuliah tamu mata kuliah Riset Tugas Akhir untuk mahasiswa Desain Produk Industri di tingkat akhir. Uniknya, mayoritas peserta kuliah tamu ini justru mahasiswa Despro tahun-tahun awal.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2009-10-30T18:51:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/6022.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"448\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"327\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a\"},\"headline\":\"Desain Sebagai Pemecah Masalah Publik\",\"datePublished\":\"2009-10-30T18:51:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/\"},\"wordCount\":403,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/6022.jpeg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/\",\"name\":\"Desain Sebagai Pemecah Masalah Publik - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/6022.jpeg\",\"datePublished\":\"2009-10-30T18:51:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/6022.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/6022.jpeg\",\"width\":448,\"height\":327},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Desain Sebagai Pemecah Masalah Publik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Desain Sebagai Pemecah Masalah Publik - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Desain Sebagai Pemecah Masalah Publik - ITS News","og_description":"Untuk kesekian kalinya, Jurusan Desain Produk Industri ITS menerima kunjungan spesial dalam kegiatan perkuliahannya, Jumat (30\/10). Kali ini Andar bagus Sriwarno SSn MSn PhD, seorang desainer produk industri pertama yang dipatenkan oleh pemerintah Indonesia, yang mengisi kuliah tamu mata kuliah Riset Tugas Akhir untuk mahasiswa Desain Produk Industri di tingkat akhir. Uniknya, mayoritas peserta kuliah tamu ini justru mahasiswa Despro tahun-tahun awal.","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2009-10-30T18:51:44+00:00","og_image":[{"width":448,"height":327,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/6022.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a"},"headline":"Desain Sebagai Pemecah Masalah Publik","datePublished":"2009-10-30T18:51:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/"},"wordCount":403,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/6022.jpeg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/","name":"Desain Sebagai Pemecah Masalah Publik - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/6022.jpeg","datePublished":"2009-10-30T18:51:44+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/6022.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/6022.jpeg","width":448,"height":327},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/desain-sebagai-pemecah-masalah-publik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Desain Sebagai Pemecah Masalah Publik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8285","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8285"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8285\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8286"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8285"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8285"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8285"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}