{"id":81988,"date":"2023-07-19T21:00:05","date_gmt":"2023-07-19T14:00:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?p=81988"},"modified":"2023-07-20T19:56:02","modified_gmt":"2023-07-20T12:56:02","slug":"dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/","title":{"rendered":"Dampak Kemasan Plastik di Balik Euforia Belanja Daring"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_81989\" aria-describedby=\"caption-attachment-81989\" style=\"width: 2560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-81989\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-cottonbro-studio-5076511-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1707\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-cottonbro-studio-5076511-scaled.jpg 2560w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-cottonbro-studio-5076511-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-cottonbro-studio-5076511-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-cottonbro-studio-5076511-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-cottonbro-studio-5076511-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-cottonbro-studio-5076511-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-cottonbro-studio-5076511-355x237.jpg 355w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-81989\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi kegiatan belanja online (sumber: pexels.com)<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p><b>Kampus ITS, Opini \u2014 <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Pandemi yang berlangsung tiga tahun terakhir telah mengubah kebiasaan masyarakat di berbagai aspek, termasuk urusan belanja. Mulai dari kebutuhan dapur hingga kosmetik dapat dipenuhi hanya dengan klik-klik aplikasi. Sepintas semuanya terlihat baik-baik saja, tetapi bagaimana dengan limpahan plastik kemasan yang dihasilkan dari belanja secara daring? Ke mana mereka bermuara?<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dilansir dari <a href=\"https:\/\/validnews.id\/opini\/menyikapi-dampak-e-commerce-terhadap-lingkungan\">validnews.id<\/a>, konon menurut sejumlah studi dan klaim yang dilakukan oleh ritel daring sekelas Amazon, pengantaran barang hasil belanja daring yang dilakukan oleh satu kurir mampu menggantikan lalu lintas yang dilakukan oleh 100 kendaraan. Hal ini memunculkan keyakinan bahwa belanja daring dapat mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun, tunggu dulu. Bayangkan jika semua orang berpikiran untuk cenderung belanja daring secara masif, sedangkan proses pengemasan yang berlangsung tetap sama. Tetap dengan penjual yang kebanyakan menggunakan plastik sekali pakai, <em>bubble wrap<\/em> berlapis-lapis sebagai pengaman produk, sedangkan pembeli tak punya kuasa untuk memilih kemasan yang lebih ramah lingkungan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_81990\" aria-describedby=\"caption-attachment-81990\" style=\"width: 2560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-81990\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-tima-miroshnichenko-6170466-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1707\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-tima-miroshnichenko-6170466-scaled.jpg 2560w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-tima-miroshnichenko-6170466-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-tima-miroshnichenko-6170466-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-tima-miroshnichenko-6170466-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-tima-miroshnichenko-6170466-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-tima-miroshnichenko-6170466-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-tima-miroshnichenko-6170466-355x237.jpg 355w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-81990\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi kemasan pengiriman paket yang tak jarang masih menggunakan berlapis-lapis plastik (sumber: pexels.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><a href=\"https:\/\/katadata.co.id\/ariayudhistira\/analisisdata\/6143540c50b02\/bahaya-lingkungan-di-balik-maraknya-belanja-online\">Laporan<\/a> dari <em>World Wide Fund for Nature<\/em> (WWF) di tahun 2020 juga menyatakan Indonesia merupakan salah satu konsumen kemasan plastik terbanyak di Asia, yaitu sebanyak 12,5 kilogram per kapita. Belum lagi jejak karbon yang dihasilkan dari pengiriman dengan berbagai jenis kendaraan, dari motor, mobil, kereta, kapal, hingga pesawat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Oh, kita belum bicara soal plastik yang ada di\u00a0 laut. <em>World Economic Forum<\/em> pada 2016 juga menyebut bahwa lebih dari 150 juta ton plastik tersebar di lautan. Dilansir dari <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/teknologi\/20191115155042-199-448708\/7-inovasi-kantong-plastik-dari-singkong-hingga-kulit-ikan\">CNN<\/a> Indonesia, rasio plastik dibandingkan dengan ikan diprediksi dapat mencapai 1:3 pada tahun 2025. Tak bisa dipungkiri, belanja daring punya andil besar terhadap emisi karbon secara global, baik melalui industri dan transportasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perilaku belanja daring adalah dampak perkembangan teknologi yang tak bisa dibantah apapun alasannya. Penetrasi internet dan kepemilikan ponsel yang terus meningkat menjadi pemicu utamanya. Namun, situasi tersebut semestinya tak membuat masyarakat abai dengan dampak lingkungan yang terjadi. Selalu ada langkah kecil yang jika dilakukan oleh banyak orang dapat memberikan pengaruh besar.<\/span><\/p>\n<p><b>Bukan Saatnya Konsumen Berdiam Diri<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Proses pengemasan belanja daring yang sepenuhnya dilakukan penjual tak berarti membuat konsumen acuh tak acuh terhadap aspek keberlanjutan. Kita sebagai konsumen selalu punya kuasa untuk memilih toko ritel daring yang mengutamakan pengemasan dengan produk-produk ramah lingkungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat ini, telah banyak penjual yang menggunakan plastik berbahan dasar singkong hingga tepung jagung. Pemilihan kemasan kardus atau tas kertas juga telah diadopsi oleh banyak perusahaan ritel. Bahkan saat ini, telah banyak produk kebersihan hingga kecantikan yang kemasannya dibuat dari plastik daur ulang kemasan sebelumnya.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_81991\" aria-describedby=\"caption-attachment-81991\" style=\"width: 1157px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-81991 \" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/plastik-daun-singkong.jpg\" alt=\"\" width=\"1157\" height=\"771\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/plastik-daun-singkong.jpg 750w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/plastik-daun-singkong-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/plastik-daun-singkong-355x237.jpg 355w\" sizes=\"(max-width: 1157px) 100vw, 1157px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-81991\" class=\"wp-caption-text\">Contoh penggunaan kemasan ramah lingkungan berbahan dasar singkong (sumber: shutterstock\/Fira Anjani)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berbagai <em>e-commerce<\/em> pun merespons fenomena ini dengan terus mengimbau para mitranya untuk meminimalkan penggunaan plastik. Sebut saja Lazada dan Grab yang berkolaborasi mempromosikan pengiriman paket yang lebih ramah lingkungan. Seperti dikutip dari <a href=\"https:\/\/katadata.co.id\/ariayudhistira\/analisisdata\/6143540c50b02\/bahaya-lingkungan-di-balik-maraknya-belanja-online\">katadata.co.id<\/a>, divisi logistik Lazada menyewa sepeda motor listrik dari Grab untuk mengurangi karbon emisi pengiriman barangnya ke konsumen Lazada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tentu bukan pekerjaan kecil untuk membuat masyarakat sadar terhadap fenomena melimpahnya emisi karbon yang disebabkan plastik hasil belanja daring. Namun selalu ada cara untuk mengalirkan kebaikan, dimulai dari itikad diri sendiri untuk lebih sadar terhadap penggunaan produk berkelanjutan dan disebarkan kepada orang-orang terdekat.<strong>(*)<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Ditulis oleh:<br \/>\n<\/b><b>Fathia Rahmanisa<br \/>\n<\/b><b>Departemen Sistem Informasi<br \/>\n<\/b><b>Reporter ITS Online<br \/>\n<\/b><b>Angkatan 2021<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus ITS, Opini \u2014 Pandemi yang berlangsung tiga tahun terakhir telah mengubah kebiasaan masyarakat di berbagai aspek, termasuk urusan belanja. Mulai dari kebutuhan dapur hingga kosmetik dapat dipenuhi hanya dengan klik-klik aplikasi. Sepintas semuanya terlihat baik-baik saja, tetapi bagaimana dengan limpahan plastik kemasan yang dihasilkan dari belanja secara daring? Ke mana mereka bermuara? Dilansir dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":353,"featured_media":81989,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[1278,1482],"class_list":["post-81988","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-fa","tag-fia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dampak Kemasan Plastik di Balik Euforia Belanja Daring - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dampak Kemasan Plastik di Balik Euforia Belanja Daring - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kampus ITS, Opini \u2014 Pandemi yang berlangsung tiga tahun terakhir telah mengubah kebiasaan masyarakat di berbagai aspek, termasuk urusan belanja. Mulai dari kebutuhan dapur hingga kosmetik dapat dipenuhi hanya dengan klik-klik aplikasi. Sepintas semuanya terlihat baik-baik saja, tetapi bagaimana dengan limpahan plastik kemasan yang dihasilkan dari belanja secara daring? Ke mana mereka bermuara? Dilansir dari [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-19T14:00:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-07-20T12:56:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-cottonbro-studio-5076511-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"itsfia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"itsfia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/\"},\"author\":{\"name\":\"itsfia\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/6d0ea93f99166e188b4c70aa01b9b625\"},\"headline\":\"Dampak Kemasan Plastik di Balik Euforia Belanja Daring\",\"datePublished\":\"2023-07-19T14:00:05+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-20T12:56:02+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/\"},\"wordCount\":561,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-cottonbro-studio-5076511-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"fa\",\"fia\"],\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/\",\"name\":\"Dampak Kemasan Plastik di Balik Euforia Belanja Daring - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-cottonbro-studio-5076511-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2023-07-19T14:00:05+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-20T12:56:02+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-cottonbro-studio-5076511-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-cottonbro-studio-5076511-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707,\"caption\":\"Ilustrasi kegiatan belanja online (sumber: pexels.com)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dampak Kemasan Plastik di Balik Euforia Belanja Daring\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/6d0ea93f99166e188b4c70aa01b9b625\",\"name\":\"itsfia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44572ac5b29b863b9844e09a97a525427a7cf7cfb97053867003901da7be2c26?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44572ac5b29b863b9844e09a97a525427a7cf7cfb97053867003901da7be2c26?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"itsfia\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsfia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dampak Kemasan Plastik di Balik Euforia Belanja Daring - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dampak Kemasan Plastik di Balik Euforia Belanja Daring - ITS News","og_description":"Kampus ITS, Opini \u2014 Pandemi yang berlangsung tiga tahun terakhir telah mengubah kebiasaan masyarakat di berbagai aspek, termasuk urusan belanja. Mulai dari kebutuhan dapur hingga kosmetik dapat dipenuhi hanya dengan klik-klik aplikasi. Sepintas semuanya terlihat baik-baik saja, tetapi bagaimana dengan limpahan plastik kemasan yang dihasilkan dari belanja secara daring? Ke mana mereka bermuara? Dilansir dari [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2023-07-19T14:00:05+00:00","article_modified_time":"2023-07-20T12:56:02+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-cottonbro-studio-5076511-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"itsfia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"itsfia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/"},"author":{"name":"itsfia","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/6d0ea93f99166e188b4c70aa01b9b625"},"headline":"Dampak Kemasan Plastik di Balik Euforia Belanja Daring","datePublished":"2023-07-19T14:00:05+00:00","dateModified":"2023-07-20T12:56:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/"},"wordCount":561,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-cottonbro-studio-5076511-scaled.jpg","keywords":["fa","fia"],"articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/","name":"Dampak Kemasan Plastik di Balik Euforia Belanja Daring - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-cottonbro-studio-5076511-scaled.jpg","datePublished":"2023-07-19T14:00:05+00:00","dateModified":"2023-07-20T12:56:02+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-cottonbro-studio-5076511-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/07\/pexels-cottonbro-studio-5076511-scaled.jpg","width":2560,"height":1707,"caption":"Ilustrasi kegiatan belanja online (sumber: pexels.com)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dampak-kemasan-plastik-dibalik-euforia-belanja-daring\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dampak Kemasan Plastik di Balik Euforia Belanja Daring"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/6d0ea93f99166e188b4c70aa01b9b625","name":"itsfia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44572ac5b29b863b9844e09a97a525427a7cf7cfb97053867003901da7be2c26?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44572ac5b29b863b9844e09a97a525427a7cf7cfb97053867003901da7be2c26?s=96&d=mm&r=g","caption":"itsfia"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsfia\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81988","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/353"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81988"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81988\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":82025,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81988\/revisions\/82025"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81989"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81988"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81988"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81988"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}