{"id":8112,"date":"2009-08-27T21:17:56","date_gmt":"2009-08-27T21:17:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2009\/08\/27\/dari-angklung-sampai-origami\/"},"modified":"2009-08-27T21:17:56","modified_gmt":"2009-08-27T21:17:56","slug":"dari-angklung-sampai-origami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/","title":{"rendered":"Dari Angklung Sampai Origami"},"content":{"rendered":"<p>Selama satu minggu pertama, kesibukan tim Go-ITS memang lebih fokus pada kuliah tentang mitigasi bencana. Setiap hari, dari pukul 10.00 sampai pukul 15.00, KU dan ITS bergantian memberikan materi tentang mitigasi bencana. Setelah itu, mahasiswa Indonesia dan Jepang pun diberi tugas untuk membuat laporan dari materi tersebut. Memang sedikit menjenuhkan. Untuk mengatasi hal itu, KU pun membuat jadwal khusus untuk memberikan hiburan kepada mahasiswa dari msing-masing universitas.<\/p>\n<p>Rabu sore (26\/8), para peserta KSW diajak mengunjungi Kobe Maritime Museum. Museum ini bertempat di bagian depan Fukae Campus Kobe University. \u00e2\u20ac\u0153Kebetulan saya yang menjadi direkturnya,\u00e2\u20ac\u009d ujar Prof. Kenji Ishida lalu tersenyum. Ternyata, pria ramah yang selama ini banyak mendampingi tim Go-ITS adalah pimpinan dari museum ini.<\/p>\n<p>Seperti kebanyakan museum, tampak luar seperti tidak terurus. Maklum, jarang ada gedung museum yang seramai pusat perbelanjaan. Namun ketika masuk ke dalamnya, semua pengunjung akan dibuat tercengang. Pemandangan pertama adalah sebuah kotak etalase besar yang berisi model-model kapal dari berbagai masa.<\/p>\n<p>Kalau mengarkan mata ke kiri, pengunjung seperti dilempar balik ke masa kapal kayu pada tiga abad lampau. Semua sejarah kapal tradisional Jepang terekam di gedung yang berdiri pada tahun 1958 ini. Sedangkan kalau berbalik arah ke kanan, disana banyak contoh model kapal dari awal sejarah kapal moderen sampai ke kapal model terbaru. Bukan hanya model kapal, museum ini dilengkapi dengan model peralatan navigasi, peralatan pembuatan kapal kuno, rute kapal di Jepang dan literature tua tentang cara pembuatan kapal.<\/p>\n<p><strong>Lagu itu Berjudul Kawaii Ano Ko<\/strong><br \/>Tim Go-ITS membawa misi berlipat. Selain, bertugas untuk bertukar dan menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang mitigasi bencana, mereka juga harus memperkenalkan budaya Indonesia pada bangsa Jepang.<\/p>\n<p>Tiga kardus besar yang selama ini mereka bawa-bawa harus dikenalkan pada mahasiswa KU. Tiga kardus itu berisi angklung dalam dua oktaf. Rabu sore mereka berlatih dengan beberapa mahasiswa KU untuk penampilan di kapal latihan Fukae Maru. Pada saat bertandang ke Pulau Awaji (1\/9) mereka (mahasiswa KU dan ITS) berkolaborasi memainkan dua lagu Jepang dan Indonesia.<\/p>\n<p>Inilah kali pertama mereka bertemu dan kali pertama mereka bermain musik bersama. Latihan pertama terbilang sukses. Bahkan beberapa mahasiswa anggota tim Go-ITS dibuat takjub dengan kemampuan mahasisa KU bermain angklung. Empat orang Indonesia dan enam orang Jepang menyanyikan lagu yang cukup terkenal di Jepang. Lagu itu berjudul Kawaii Ano Ko.<\/p>\n<p>Mungkin judulnya terlihat aneh, tapi ketika dimainkan, semua orang Indonesia pasti kenal lagu ini. \u00e2\u20ac\u0153Noo..naa..manis siapa yang punya&#8230;,\u00e2\u20ac\u009d ujar Prof Kenji Ishida. Semua anggota Go-ITS pun tertawa,\u00e2\u20ac\u009dOh..lagu <em>iki to<\/em>,\u00e2\u20ac\u009d. Kabarnya, lagu ini memang peninggalan tentara Jepang yang sempat mampir ke Indonesia. Dan cukup tiga kali latihan, tim kolaborasi ITS-KU ini mengaku sudah siap tampil. \u00e2\u20ac\u0153Mereka (tim kolaborasi) sudah bagus. Tinggal latihan beberapa lagu lainnya,\u00e2\u20ac\u009d ujar Maria Bernadet, Mahasiswa Arsitektur ITS yang bertugas menjadi <em>conductor<\/em>.<\/p>\n<p>Kamis sore (27\/8), giliran Jepang yang memperkenalkan budayanya. Tim Go-ITS diajak berkenalan dengan budaya kaligrafi huruf kanji Jepang dan seni lipat atau yang biasa disebut Origami. \u00e2\u20ac\u0153Huruf ini sudah ada sejak 4000 tahun yang lalu,\u00e2\u20ac\u009d ujar Prof Sakamoto sambil menunjukkan bentuk-bentuk dasar huruf kanji ketika diciptakan empat abad lampau. Baginya, kaligrafi itu adalah sebuah hobi. Bahkan saking cintanya terhadap kaligrafi, Dosen Teknik Elektro KU mengaku hobi itu jauh lebih diprioritaskan ketimbang tugas utamanya yaitu mengajar. \u00e2\u20ac\u0153Yang pertama adalah kaligrafi dan yang kedua adalah mengajar,\u00e2\u20ac\u009d candanya.<\/p>\n<p>Ia memperkenalkan bagaimana sejarah huruf kanji. Satu huruf kanji bisa bermakna satu kata atau bahkan satu arti khusus. \u00e2\u20ac\u0153Misalnya mata. Ketika huruf kanji bermakna mata digabung dengan huruf kanji bermakna manusia maka berarti \u00e2\u20ac\u02dcmelihat\u00e2\u20ac\u2122,\u00e2\u20ac\u009d lanjutnya. Begitu juga dengan lambing sungai. Huruf kanji sungai terdiri dari tiga garis melengkung yang terletak sejajar. Namun seiring berjalannya waktu, kanji itu berubah menjadi tiga garis lurus sejajar. Lalu berubah lagi menjadi tiga garis lurus yang putus lalu disambung ke arah kanan dan kiri bawah mengibaratkan anak sungai.<\/p>\n<p>Semua nama orang Jepang pun memiliki kanji dan makna khusus. Sakamoto sendiri memiliki nama lengkap Sakamoto Kenya. Kenya bermakna tanah. Dan 4000 tahun lalu, tanah disimbolkan dengan bentuk ular. \u00e2\u20ac\u0153Saya lahir di tahun ular,\u00e2\u20ac\u009d tambahnya.<\/p>\n<p>Tim Go-ITS juga diajarkan teknik kaligrafi. Mulai dari cara memegang kuas sampai pada menggambar sesuai urutan garis untuk membentuk huruf kanji. \u00e2\u20ac\u0153Sulit juga, tapi lama-lama bisa kok,\u00e2\u20ac\u009d ujar Fatchur Rizal, salah satu anggota Go-ITS. Terkhir, sebagai kenang-kenangan, para mahasiswa ITS menggambar kanji satu per satu di sebuah kertas yang terdapat kaligrafi kanji negara Jepang dan Indonesia di tengahnya. \u00e2\u20ac\u0153Hal ini sebagai lambang persahabatan,\u00e2\u20ac\u009d tutur Sakamoto.<\/p>\n<p><strong>Miura Ori, Origami Luar Angkasa<\/strong><br \/>Pelajaran kedua tentang seni lipat kertas. Salah satunya, Miura Ori, nama yang cantik untuk sebuah kertas yang dilipat-lipat. Tapi teknik yang diperkenalkan di tahun 1970 oleh Profesor Koryo Miura ini ternyata berjasa di dunia ulang alik Jepang. Karena dialah Solar Cell mampu dibawa keluar angkasa. Bisa dibayangkan bagaimana panel surya yang sangat lebar itu dibawa oleh pesawat ulang alik. \u00e2\u20ac\u0153Teknik melipat inilah yang memudahkan untuk membawa panel surya itu,\u00e2\u20ac\u009d tambahnya.<\/p>\n<p>Teknik melipat inilah yang juga memelopori teknik melipat di luar pattern yang ada. Sakamoto pun mempraktekan cara melipatnya dengan memberikan kertas seukuran A4 kepada tim Go-ITS. Mereka mengaku kesulitan karena lipatannya berbelok-belok membagi kertas menjadi empat kolom dan tiga baris. \u00e2\u20ac\u0153Garis-garisnya tidak lurus, jadi melipatnya susah,\u00e2\u20ac\u009d ujar Ade Wira, mahasiswi Teknik Kelautan ITS. Setelah dilipat, maka kertas itu dibuka dengan menarik ujung-ujungnya. <\/p>\n<p>Sakamoto menunjukkan burung kertas yang sangat terkenal di Jepang. Bahkan ada burung kertas mini dengan tingkat kerumitan pembuatan yang tinggi. Mereka diberikan panduan pembuatan. Kebanyakan memang seputar binatang-binatang seperti burung, ikan, katak, kuda dll. Selain itu juga ada bentuk pakaian dan terakhir adalah topi. \u00e2\u20ac\u0153Topi ini digunakan untuk bermain anak-anak kecil. Biasanya disertai pedang-pedangan,\u00e2\u20ac\u009d tambah Sakamoto.<\/p>\n<p>Keunikan tidak berhenti disini. Kertas origami dengan beragam corak itu ternyata memiliki arti. \u00e2\u20ac\u0153Yang paling disukai orang Jepang adalah corak bunga Sakura,\u00e2\u20ac\u009d. Corak itu terdiri dari berbagai warna terang, seperti merah muda, hijau terang dan biru muda. <\/p>\n<p>Ada corak lain yang memiliki makna magis. Contohnya, Sebuah corak berwarna merah terang dan bergambar kado yang diikat rapih. Orang Jepang percaya bahwa corak itu melambangkan sebuah kado dari Dewa Laut. \u00e2\u20ac\u0153Dan Kado itu boleh dibuka ketika kita berumur empat puluh tahun. Saya tidak tahu kenapa harus empat puluh tahun,\u00e2\u20ac\u009d tutupnya. (bah)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kegiatan Kobe Student Week (KSW) tidak melulu berkutat dengan materi mitigasi bencana. Kobe University (KU) telah menyiapkan beberapa acara santai yang tetap memberikan suasana persahabatan antar dua institusi, ITS dan KU. Bahkan bukan hanya hubungan dua institusi pendidikan itu tapi juga hubungan baik antar dua negara yaitu Indonesia dan Jepang.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8113,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-8112","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dari Angklung Sampai Origami - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari Angklung Sampai Origami - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kegiatan Kobe Student Week (KSW) tidak melulu berkutat dengan materi mitigasi bencana. Kobe University (KU) telah menyiapkan beberapa acara santai yang tetap memberikan suasana persahabatan antar dua institusi, ITS dan KU. Bahkan bukan hanya hubungan dua institusi pendidikan itu tapi juga hubungan baik antar dua negara yaitu Indonesia dan Jepang.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2009-08-27T21:17:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5886.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"240\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"160\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/30d3fdc35e7f8f31c41abfd28db2eeb9\"},\"headline\":\"Dari Angklung Sampai Origami\",\"datePublished\":\"2009-08-27T21:17:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/\"},\"wordCount\":992,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5886.jpeg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/\",\"name\":\"Dari Angklung Sampai Origami - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5886.jpeg\",\"datePublished\":\"2009-08-27T21:17:56+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5886.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5886.jpeg\",\"width\":240,\"height\":160},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dari Angklung Sampai Origami\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/30d3fdc35e7f8f31c41abfd28db2eeb9\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dari Angklung Sampai Origami - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dari Angklung Sampai Origami - ITS News","og_description":"Kegiatan Kobe Student Week (KSW) tidak melulu berkutat dengan materi mitigasi bencana. Kobe University (KU) telah menyiapkan beberapa acara santai yang tetap memberikan suasana persahabatan antar dua institusi, ITS dan KU. Bahkan bukan hanya hubungan dua institusi pendidikan itu tapi juga hubungan baik antar dua negara yaitu Indonesia dan Jepang.","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2009-08-27T21:17:56+00:00","og_image":[{"width":240,"height":160,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5886.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/30d3fdc35e7f8f31c41abfd28db2eeb9"},"headline":"Dari Angklung Sampai Origami","datePublished":"2009-08-27T21:17:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/"},"wordCount":992,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5886.jpeg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/","name":"Dari Angklung Sampai Origami - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5886.jpeg","datePublished":"2009-08-27T21:17:56+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5886.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5886.jpeg","width":240,"height":160},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-angklung-sampai-origami\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dari Angklung Sampai Origami"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/30d3fdc35e7f8f31c41abfd28db2eeb9","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8112","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8112"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8112\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8113"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8112"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8112"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8112"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}