{"id":80587,"date":"2023-05-24T08:00:45","date_gmt":"2023-05-24T01:00:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?p=80587"},"modified":"2023-05-24T17:41:21","modified_gmt":"2023-05-24T10:41:21","slug":"fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/","title":{"rendered":"Fatherless: Mempertanyakan Keberadaan Ayah dalam Kehidupan Anak"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_80597\" aria-describedby=\"caption-attachment-80597\" style=\"width: 1966px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-80597 size-full\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Ilustrasi-keluarga-fatherless-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1966\" height=\"1106\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Ilustrasi-keluarga-fatherless-1.jpg 1966w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Ilustrasi-keluarga-fatherless-1-300x169.jpg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Ilustrasi-keluarga-fatherless-1-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Ilustrasi-keluarga-fatherless-1-768x432.jpg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Ilustrasi-keluarga-fatherless-1-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Ilustrasi-keluarga-fatherless-1-355x200.jpg 355w\" sizes=\"(max-width: 1966px) 100vw, 1966px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-80597\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi seorang anak yang murung karena terdampak fenomena fatherless (sumber: detikNews)<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p><b>Kampus ITS, Opini \u2014 <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Dinobatkannya Indonesia menjadi<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> fatherless country<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ketiga di dunia menandakan bahwa banyak anak Indonesia yang tidak merasakan sosok ayah dalam kehidupannya. Namun, anggapan bahwa ayah hanya bertanggung jawab dalam memberi nafkah menjadi tonggak utama pengasuhan di Indonesia. Lantas, bagaimana dengan nasib para anak tersebut?<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Psikolog dari Amerika Edward Elmer Smith mengungkapkan,<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> fatherless country<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan kondisi di mana masyarakat suatu negara tidak merasakan keberadaan dan keterlibatan figur ayah dalam kehidupan sehari-sehari anak. Bukan hanya tidak terlibat secara ruang dan waktu, ketidakhadiran sosok ayah ternyata turut memengaruhi kondisi psikis dan psikologis seorang anak.<\/span><\/p>\n<p><b>Father Hunger dan Dampaknya yang Berbahaya<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Para anak yang terbiasa tidak memiliki figur ayah dalam hidupnya biasanya berujung merasakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">father hunger<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Father hunger<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau kelaparan akan sosok ayah menyebabkan para anak mengalihkan kebutuhannya tersebut kepada hal lain sebagai pelampiasan. Di mana kenyataannya, pengalihan tersebut justru menyebabkan masalah baru yang membahayakan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_80596\" aria-describedby=\"caption-attachment-80596\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-80596\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Gangguan-kejiwaan-sebagai-salah-satu-bentuk-dampak-negatif-dari-fatherless.png\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"719\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Gangguan-kejiwaan-sebagai-salah-satu-bentuk-dampak-negatif-dari-fatherless.png 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Gangguan-kejiwaan-sebagai-salah-satu-bentuk-dampak-negatif-dari-fatherless-300x211.png 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Gangguan-kejiwaan-sebagai-salah-satu-bentuk-dampak-negatif-dari-fatherless-768x539.png 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Gangguan-kejiwaan-sebagai-salah-satu-bentuk-dampak-negatif-dari-fatherless-355x249.png 355w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-80596\" class=\"wp-caption-text\">Gangguan kejiwaan sebagai salah satu dampak buruk dari fenomena fatherless (sumber: prosehat)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kelaparan akan sosok ayah sendiri mengakibatkan kondisi psikologis anak menjadi tidak matang. Tidak matangnya kondisi psikologis anak menyebabkan anak memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">self-esteem <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau penghargaan terhadap diri sendiri<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">yang rendah. Selain itu, anak juga lebih mudah takut dan cemas, tidak merasa aman baik secara psikologis maupun psikis, penyimpangan seksual, gangguan kejiwaan, hingga kenakalan remaja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berbagai masalah di atas, lahir karena ketidakseimbangan peran antara ayah dan ibu, sehingga anak tidak merasakan \u201ckeutuhan\u201d. Melansir dari laman Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, ibu dengan sisi emosionalnya berperan untuk mengajarkan anak mengenai kasih, sayang, dan empati. Sedangkan, ayah dengan sisi logikanya, mengajarkan anak mengenai kemandirian, kedisiplinan, dan pengambilan keputusan yang logis.<\/span><\/p>\n<p><b>Lantas, Apa Akar Permasalahannya?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Meskipun memiliki peran yang begitu penting, nyatanya peran ayah masih belum maksimal. Peran ayah yang seharusnya mencintai, melatih, dan menjadi model bagi anak hanya terkotakkan menjadi figur pencari nafkah. Hal ini pun didukung dengan didikan zaman dahulu yang mengglorifikasi peran seorang ayah sebagai pencari nafkah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cAyah baru pulang kerja dan masih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">capek, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">biarkan istirahat dulu!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cSuami itu kerjanya cari uang, istri yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ngurus <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">anak.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cKok suaminya yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ngurus <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">anak, istrinya ke mana?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cHebat, ya, suaminya mau bantu pekerjaan rumah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Keikutsertaan ayah dalam pengasuhan, dinilai sebagai kegagalan seorang ibu dalam mengurus anak. Ayah sebagai laki-laki dianggap tidak pantas mengurus anak dan keperluan rumah tangga lainnya. Padahal, mengasuh anak merupakan tanggung jawab bersama. Namun, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan para ayah karena menyeruaknya fenomena ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Budaya patriarki lah yang bertanggung jawab karena menempatkan laki-laki atas dominansi kehidupan dan membuat mereka lalai, sehingga beranggapan bahwa hanya ibu yang bertugas mengurus anak. Selain itu, pola patrilineal yang kental turut menjadi alasan mengapa peran laki-laki lebih diagungkan, sehingga enggan membantu pekerjaan yang dinilai &#8220;remeh&#8221; seperti pekerjaan rumah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Para Ayah Bisa Lakukan Ini<\/b><\/p>\n<figure id=\"attachment_80595\" aria-describedby=\"caption-attachment-80595\" style=\"width: 975px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-80595 \" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Interaksi-Ayah-dan-Anak.jpg\" alt=\"\" width=\"975\" height=\"646\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Interaksi-Ayah-dan-Anak.jpg 702w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Interaksi-Ayah-dan-Anak-300x199.jpg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Interaksi-Ayah-dan-Anak-355x235.jpg 355w\" sizes=\"(max-width: 975px) 100vw, 975px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-80595\" class=\"wp-caption-text\">Interaksi ayah dan anak yang dapat mempererat hubungan kekeluargaan (sumber: halodoc)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun, bukan berarti isu ini tidak dapat diatasi. Para ayah dapat mewujudkan interaksi dan perannya melalui lima hal, yaitu membantu anak dalam menyelesaikan masalah, menjadi teman bermain bagi anak, dan mengajarkan anak mengenai perilaku apa saja yang bisa diterapkan dalam kehidupan sosial. Selain itu, ayah juga bisa turut membantu dengan menyiapkan segala kebutuhan dan membimbing anak agar siap menghadapi tantangan hidup di masa depan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan begitu, kondisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fatherless <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang dapat merenggut masa depan para anak ini bisa diberantas. Para ayah harus terus merefleksikan kembali perannya sebagai orang tua dan turut andil dalam pengasuhan. Selain demi menjaga pertumbuhan anak tetap seimbang, interaksi ayah secara signifikan pun dapat membantu memperhangat hubungan antara ayah dan anak. <\/span><b>(*)<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Ditulis oleh:<\/b><b><br \/>\n<\/b><b>Hibar Buana Puspa<\/b><b><br \/>\n<\/b><b>Departemen Teknik Transportasi Laut<\/b><b><br \/>\n<\/b><b>Reporter ITS Online<\/b><b><br \/>\n<\/b><b>Angkatan 2022<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus ITS, Opini \u2014 Dinobatkannya Indonesia menjadi fatherless country ketiga di dunia menandakan bahwa banyak anak Indonesia yang tidak merasakan sosok ayah dalam kehidupannya. Namun, anggapan bahwa ayah hanya bertanggung jawab dalam memberi nafkah menjadi tonggak utama pengasuhan di Indonesia. Lantas, bagaimana dengan nasib para anak tersebut? Psikolog dari Amerika Edward Elmer Smith mengungkapkan, fatherless [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":396,"featured_media":80597,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[1963,507],"class_list":["post-80587","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-bar","tag-sin"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Fatherless: Mempertanyakan Keberadaan Ayah dalam Kehidupan Anak - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Fatherless: Mempertanyakan Keberadaan Ayah dalam Kehidupan Anak - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kampus ITS, Opini \u2014 Dinobatkannya Indonesia menjadi fatherless country ketiga di dunia menandakan bahwa banyak anak Indonesia yang tidak merasakan sosok ayah dalam kehidupannya. Namun, anggapan bahwa ayah hanya bertanggung jawab dalam memberi nafkah menjadi tonggak utama pengasuhan di Indonesia. Lantas, bagaimana dengan nasib para anak tersebut? Psikolog dari Amerika Edward Elmer Smith mengungkapkan, fatherless [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-05-24T01:00:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-05-24T10:41:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Ilustrasi-keluarga-fatherless-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1966\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1106\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"itsbar\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"itsbar\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/\"},\"author\":{\"name\":\"itsbar\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/c8237677de2041ab355723f26961b5f4\"},\"headline\":\"Fatherless: Mempertanyakan Keberadaan Ayah dalam Kehidupan Anak\",\"datePublished\":\"2023-05-24T01:00:45+00:00\",\"dateModified\":\"2023-05-24T10:41:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/\"},\"wordCount\":621,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Ilustrasi-keluarga-fatherless-1.jpg\",\"keywords\":[\"bar\",\"sin\"],\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/\",\"name\":\"Fatherless: Mempertanyakan Keberadaan Ayah dalam Kehidupan Anak - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Ilustrasi-keluarga-fatherless-1.jpg\",\"datePublished\":\"2023-05-24T01:00:45+00:00\",\"dateModified\":\"2023-05-24T10:41:21+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Ilustrasi-keluarga-fatherless-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Ilustrasi-keluarga-fatherless-1.jpg\",\"width\":1966,\"height\":1106,\"caption\":\"Ilustari seorang anak yang murung karena tidak ada sosok ayah di kehidupannya. (sumber: detikNews)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Fatherless: Mempertanyakan Keberadaan Ayah dalam Kehidupan Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/c8237677de2041ab355723f26961b5f4\",\"name\":\"itsbar\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2e58fbd82035cfeb1e36d334574ed48eb3f44109451694163b9acd4e40436aa1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2e58fbd82035cfeb1e36d334574ed48eb3f44109451694163b9acd4e40436aa1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"itsbar\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsbar\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Fatherless: Mempertanyakan Keberadaan Ayah dalam Kehidupan Anak - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Fatherless: Mempertanyakan Keberadaan Ayah dalam Kehidupan Anak - ITS News","og_description":"Kampus ITS, Opini \u2014 Dinobatkannya Indonesia menjadi fatherless country ketiga di dunia menandakan bahwa banyak anak Indonesia yang tidak merasakan sosok ayah dalam kehidupannya. Namun, anggapan bahwa ayah hanya bertanggung jawab dalam memberi nafkah menjadi tonggak utama pengasuhan di Indonesia. Lantas, bagaimana dengan nasib para anak tersebut? Psikolog dari Amerika Edward Elmer Smith mengungkapkan, fatherless [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2023-05-24T01:00:45+00:00","article_modified_time":"2023-05-24T10:41:21+00:00","og_image":[{"width":1966,"height":1106,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Ilustrasi-keluarga-fatherless-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"itsbar","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"itsbar","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/"},"author":{"name":"itsbar","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/c8237677de2041ab355723f26961b5f4"},"headline":"Fatherless: Mempertanyakan Keberadaan Ayah dalam Kehidupan Anak","datePublished":"2023-05-24T01:00:45+00:00","dateModified":"2023-05-24T10:41:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/"},"wordCount":621,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Ilustrasi-keluarga-fatherless-1.jpg","keywords":["bar","sin"],"articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/","name":"Fatherless: Mempertanyakan Keberadaan Ayah dalam Kehidupan Anak - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Ilustrasi-keluarga-fatherless-1.jpg","datePublished":"2023-05-24T01:00:45+00:00","dateModified":"2023-05-24T10:41:21+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Ilustrasi-keluarga-fatherless-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/Ilustrasi-keluarga-fatherless-1.jpg","width":1966,"height":1106,"caption":"Ilustari seorang anak yang murung karena tidak ada sosok ayah di kehidupannya. (sumber: detikNews)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/fatherless-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fatherless: Mempertanyakan Keberadaan Ayah dalam Kehidupan Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/c8237677de2041ab355723f26961b5f4","name":"itsbar","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2e58fbd82035cfeb1e36d334574ed48eb3f44109451694163b9acd4e40436aa1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2e58fbd82035cfeb1e36d334574ed48eb3f44109451694163b9acd4e40436aa1?s=96&d=mm&r=g","caption":"itsbar"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsbar\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80587","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/396"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80587"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80587\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":80764,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80587\/revisions\/80764"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80597"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80587"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80587"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80587"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}