{"id":80339,"date":"2023-05-13T15:00:45","date_gmt":"2023-05-13T08:00:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?p=80339"},"modified":"2023-05-13T16:35:38","modified_gmt":"2023-05-13T09:35:38","slug":"jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/","title":{"rendered":"Jalan Pintas Penghakiman Figur Publik lewat Cancel Culture"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_80340\" aria-describedby=\"caption-attachment-80340\" style=\"width: 678px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-80340 \" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/cancel-900x675-1.png\" alt=\"\" width=\"678\" height=\"509\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/cancel-900x675-1.png 900w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/cancel-900x675-1-300x225.png 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/cancel-900x675-1-768x576.png 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/cancel-900x675-1-355x266.png 355w\" sizes=\"(max-width: 678px) 100vw, 678px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-80340\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi figur publik yang terkena cancel culture (Sumber: The Foothill Dragon Press)<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p><b>Kampus ITS, Opini<\/b> <b>\u2014<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Tren budaya pengenyahan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cancel culture<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) sedang menghantui para figur publik. Label mereka sebagai \u2018sosok pemengaruh\u2019 menuntut figur publik untuk selalu menjadi teladan yang jauh dari cela. Nyatanya, figur publik tak selalu mampu menjaga diri bebas dari kesalahan.\u00a0<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saya kerap berpikir, jika melakukan kesalahan, haruskah karier figur publik dienyahkan dalam sekejap mata lewat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cancel culture<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">? Barangkali, mereka masih \u2018pantas\u2019 untuk mendapatkan kesempatan kedua?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Batas kebenaran dan kesalahan dipisahkan garis yang tipis. Tanpa adanya pembuktian melalui riset atau proses hukum, penilaian antara keduanya didominasi oleh subjektifitas. Meski belum jelas sepenuhnya, penjatuhan sanksi sepihak kerap diambil sebagai pemberi efek jera. Terlebih jika menyangkut figur publik yang telah dianggap sebagai \u2018dewa sempurna\u2019 nan tanpa celah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam jurnal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Cancel Culture in the Frame of Comparison of Indonesia and South Korea<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cancel culture <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">berguna sebagai budaya yang dibawa oleh sebuah komunitas dalam upaya membatalkan atau menarik dukungan kepada seorang figur publik. Sikap ini diambil sebagai sanksi sosial dan hukuman terpintas bagi figur publik yang telah melakukan suatu kesalahan. Tak sedikit figur publik yang telah merasakan dampak kultur ini, di antaranya ada J.K. Rowling, Kim Seonho, hingga JRX SID.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pemberian sanksi ini biasanya berawal dari cuitan di media sosial. Komentar demi komentar pedas dari warganet ditujukan kepada figur publik yang tengah tersandung sebuah kasus yang dinilai tak pantas dilakukan oleh seorang pemengaruh masa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, kulture ini juga dapat berasal dari respon perbuatan sang idola di masa lampau yang diungkapkan oleh seseorang yang mengaku sebagai korban. Meskipun belum tentu benar, sang figur tetap menjadi samsak hujatan nan empuk dari warganet yang tersulut emosi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ironisnya, pilihan yang semula dianggap sebagai jalan terbaik untuk memberi efek jera justru bisa membawa malapetaka bagi mereka yang belum tentu bersalah. Sebut saja kasus yang menimpa aktor mancanegara, Johnny Depp. Ia terancam kehilangan kariernya karena telah terlebih dulu di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cancel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">,<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">bahkan sebelum putusan pengadilan menyatakan fakta kasusnya. Contoh ini merupakan sedikit bukti nyata buruknya penilaian dan pengambilan keputusan lewat kultur ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebelum memberikan penghakiman, lebih baik coba menganalisis sebesar apa masalah dan dampak yang akan ditimbulkannya. Figur publik tetap seorang manusia yang tak luput dari kesalahan, maka kesempatan kedua tetap patut dipertimbangkan. Pemantauan sikap setelah mereka kembali aktif ke dunia hiburan pun diperlukan sebagai evaluasi pembelajaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tak dapat dipungkiri, kultur masyarakat\u00a0 memegang pengaruh besar dalam menyikapi sebuah masalah. Meski demikian, penilaian benar atau salah dan layak atau tidak layaknya akan kembali pada pilihan individual. Penyampaian pendapat pribadi di ruang publik seharusnya dipenuhi kesadaran bahwa akan berdampak pada banyak lini. Bak melempar pisau ke sembarang arah, siapapun dapat menjadi korban. Bak garis tipis penjatuhan sanksi atau memberi maaf, berlakulah bijak agar tak ada yang terluka. <\/span><b>(*)<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Ditulis oleh:<\/b><b><br \/>\n<\/b><b>Shafa Annisa Ramadhani<\/b><b><br \/>\n<\/b><b>Departemen Teknik Kimia <\/b><b><br \/>\n<\/b><b>Angkatan 2022<\/b><b><br \/>\n<\/b><b>Reporter ITS Online<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus ITS, Opini \u2014 Tren budaya pengenyahan (cancel culture) sedang menghantui para figur publik. Label mereka sebagai \u2018sosok pemengaruh\u2019 menuntut figur publik untuk selalu menjadi teladan yang jauh dari cela. Nyatanya, figur publik tak selalu mampu menjaga diri bebas dari kesalahan.\u00a0 Saya kerap berpikir, jika melakukan kesalahan, haruskah karier figur publik dienyahkan dalam sekejap mata [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":397,"featured_media":80340,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[1951,232],"class_list":["post-80339","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-ann","tag-dik"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jalan Pintas Penghakiman Figur Publik lewat Cancel Culture - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jalan Pintas Penghakiman Figur Publik lewat Cancel Culture - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kampus ITS, Opini \u2014 Tren budaya pengenyahan (cancel culture) sedang menghantui para figur publik. Label mereka sebagai \u2018sosok pemengaruh\u2019 menuntut figur publik untuk selalu menjadi teladan yang jauh dari cela. Nyatanya, figur publik tak selalu mampu menjaga diri bebas dari kesalahan.\u00a0 Saya kerap berpikir, jika melakukan kesalahan, haruskah karier figur publik dienyahkan dalam sekejap mata [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-05-13T08:00:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-05-13T09:35:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/cancel-900x675-1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"675\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"itsann\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"itsann\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/\"},\"author\":{\"name\":\"itsann\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/50e54fce55430bb5444b997274ed3224\"},\"headline\":\"Jalan Pintas Penghakiman Figur Publik lewat Cancel Culture\",\"datePublished\":\"2023-05-13T08:00:45+00:00\",\"dateModified\":\"2023-05-13T09:35:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/\"},\"wordCount\":475,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/cancel-900x675-1.png\",\"keywords\":[\"ann\",\"dik\"],\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/\",\"name\":\"Jalan Pintas Penghakiman Figur Publik lewat Cancel Culture - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/cancel-900x675-1.png\",\"datePublished\":\"2023-05-13T08:00:45+00:00\",\"dateModified\":\"2023-05-13T09:35:38+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/cancel-900x675-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/cancel-900x675-1.png\",\"width\":900,\"height\":675},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jalan Pintas Penghakiman Figur Publik lewat Cancel Culture\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/50e54fce55430bb5444b997274ed3224\",\"name\":\"itsann\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e964347019db5572e6ee59e57a95c4e050198ff9339043977e81f427b56b91ef?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e964347019db5572e6ee59e57a95c4e050198ff9339043977e81f427b56b91ef?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"itsann\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsann\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jalan Pintas Penghakiman Figur Publik lewat Cancel Culture - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jalan Pintas Penghakiman Figur Publik lewat Cancel Culture - ITS News","og_description":"Kampus ITS, Opini \u2014 Tren budaya pengenyahan (cancel culture) sedang menghantui para figur publik. Label mereka sebagai \u2018sosok pemengaruh\u2019 menuntut figur publik untuk selalu menjadi teladan yang jauh dari cela. Nyatanya, figur publik tak selalu mampu menjaga diri bebas dari kesalahan.\u00a0 Saya kerap berpikir, jika melakukan kesalahan, haruskah karier figur publik dienyahkan dalam sekejap mata [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2023-05-13T08:00:45+00:00","article_modified_time":"2023-05-13T09:35:38+00:00","og_image":[{"width":900,"height":675,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/cancel-900x675-1.png","type":"image\/png"}],"author":"itsann","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"itsann","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/"},"author":{"name":"itsann","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/50e54fce55430bb5444b997274ed3224"},"headline":"Jalan Pintas Penghakiman Figur Publik lewat Cancel Culture","datePublished":"2023-05-13T08:00:45+00:00","dateModified":"2023-05-13T09:35:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/"},"wordCount":475,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/cancel-900x675-1.png","keywords":["ann","dik"],"articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/","name":"Jalan Pintas Penghakiman Figur Publik lewat Cancel Culture - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/cancel-900x675-1.png","datePublished":"2023-05-13T08:00:45+00:00","dateModified":"2023-05-13T09:35:38+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/cancel-900x675-1.png","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/05\/cancel-900x675-1.png","width":900,"height":675},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/jalan-pintas-penghakiman-figur-publik-lewat-cancel-culture\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jalan Pintas Penghakiman Figur Publik lewat Cancel Culture"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/50e54fce55430bb5444b997274ed3224","name":"itsann","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e964347019db5572e6ee59e57a95c4e050198ff9339043977e81f427b56b91ef?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e964347019db5572e6ee59e57a95c4e050198ff9339043977e81f427b56b91ef?s=96&d=mm&r=g","caption":"itsann"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsann\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/397"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80339"}],"version-history":[{"count":15,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80339\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":86515,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80339\/revisions\/86515"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80340"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}