{"id":80108,"date":"2023-05-20T07:09:06","date_gmt":"2023-05-20T00:09:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?p=80108"},"modified":"2023-05-20T04:55:25","modified_gmt":"2023-05-19T21:55:25","slug":"menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/","title":{"rendered":"Menemukan Harmoni dalam Memahami Pace Orang Lain"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_80110\" aria-describedby=\"caption-attachment-80110\" style=\"width: 958px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-80110 size-full\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/04\/960x0.jpg\" alt=\"\" width=\"958\" height=\"639\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/04\/960x0.jpg 958w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/04\/960x0-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/04\/960x0-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/04\/960x0-355x237.jpg 355w\" sizes=\"(max-width: 958px) 100vw, 958px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-80110\" class=\"wp-caption-text\">Memahami <em>pace<\/em> orang lain dalam lingkungan pekerjaan (forbes.com)<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p><b>Kampus ITS, Opini \u2013 <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Dalam dunia yang semakin sibuk dan terkoneksi ini, kemampuan untuk berempati menjadi sangat penting. Empati ini pun juga tentang bagaimana kita memahami dan menghargai perbedaan orang dalam mencapai sesuatu. Perbedaan pada ritme kerja atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pace <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">setiap orang merupakan salah satu yang harus dipahami dalam konteks bersosialisasi manusia.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">\u201cEmpathy is about understanding the unique pace of others and meeting them where they are, not where we want them to be<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">,\u201d ungkap profesor riset di Houston Graduate College of Social Work, Brene Brown. Menurut penulis buku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Gifts of Imperfection <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini, setiap individu memiliki kecepatan berbeda dalam menghadapi tantangan, mengatasi emosi, dan menghadapi perubahan dalam hidupnya. Dalam konteks berempati, penting untuk mengakui bahwa setiap orang memiliki keunikannya sendiri dan tidak ada yang bisa dipaksakan dari hal tersebut.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Pace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> merujuk pada kecepatan atau ritme seseorang dalam berbicara, bergerak, dan bertindak, termasuk tentang pilihan dan langkah hidup yang mereka ambil. Bukan tanpa alasan, memahami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> orang lain adalah esensi utama dalam mengembangkan empati di era ini. Yakni saat dunia sudah berjalan sangat cepat dan pergerakan semua orang berbeda tergantung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pace <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang mereka pilih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan mengenali dan menghargai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> orang lain, kita dapat lebih peka terhadap perasaan, kebutuhan, dan preferensi mereka. Kita bisa menjadi pendengar yang lebih baik, merasa lebih dekat dengan orang lain, dan memahami perspektif mereka dengan lebih baik. Dalam konteks komunikasi, ini sangat penting karena kita dapat memberikan respon dengan pengertian dan menghindari kesalahpahaman yang dapat timbul akibat perbedaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> antara kita dan lawan bicara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam memahami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> orang lain, ungkapan dari Brene Brown menekankan pentingnya menghormati keberagaman individu dan menghadapi mereka dengan penuh pengertian, penghormatan, dan kesabaran. Hal ini dapat membantu membangun hubungan yang lebih baik, mengurangi konflik, dan meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebuah studi yang dilakukan oleh Liden di tahun 2016 dalam jurnal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Academy of Management Journal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, didapatkan bahwa perbedaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dalam tim kerja dapat mempengaruhi produktivitas dan kepuasan kerja anggota tim kerja tersebut. Dalam studi ini, para peneliti mengamati tim kerja di sebuah perusahaan konsultasi manajemen yang terdiri dari anggota tim yang memiliki gaya kerja cepat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">(high pace)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan anggota tim yang memiliki gaya kerja lambat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">(low pace).<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa dengan tidak adanya empati, perbedaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dalam tim kerja dapat menyebabkan konflik dan ketidaksepahaman antara anggota tim, yang dapat menghambat komunikasi, kolaborasi, dan efisiensi kerja. Namun, ketika anggota tim mampu memahami dan menghargai perbedaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mereka, tim cenderung lebih produktif dan anggota tim merasa lebih puas dengan pekerjaan mereka.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_80109\" aria-describedby=\"caption-attachment-80109\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-80109\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/04\/1218_boston-marathon-2-1000x687-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"687\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/04\/1218_boston-marathon-2-1000x687-1.jpg 1000w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/04\/1218_boston-marathon-2-1000x687-1-300x206.jpg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/04\/1218_boston-marathon-2-1000x687-1-768x528.jpg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/04\/1218_boston-marathon-2-1000x687-1-355x244.jpg 355w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-80109\" class=\"wp-caption-text\">Boston maraton pada tahun 2009 (wbur.org)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Studi lain yang dilakukan oleh para peneliti di University of California, Berkeley pada tahun 2017 mempelajari dinamika kelompok pelari dalam sebuah maraton. Para peneliti mengamati peserta maraton dalam beberapa kelompok berdasarkan kecepatan mereka, yaitu kelompok pelari cepat, sedang, dan lambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pelari cepat dan lambat berinteraksi dengan cara yang berbeda selama perlombaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dari hasil studi ini, dapat dilihat bahwa memahami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> orang lain yang berbeda-beda adalah penting dalam berbagai konteks, termasuk dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">event<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> olahraga seperti maraton. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering kali berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki kecepatan, kemampuan, atau pandangan dunia yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melibatkan empati, pengertian, dan penghargaan terhadap perbedaan individu dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setiap individu memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang unik, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti latar belakang budaya, kepribadian, dan kebiasaan pribadi. Sebagai manusia yang haus akan ilmu, kita dapat melatih diri untuk menjadi pendengar yang aktif, serta dapat mengamati dan mengenali tanda-tanda <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> orang lain. Perbedaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini adalah sebuah\u00a0 variasi yang normal dalam komunikasi antar individu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam dunia yang terus berkembang ini, di mana perbedaan menjadi semakin nyata, kemampuan untuk memahami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> orang lain menjadi sangat penting. Dalam maraton kehidupan, setiap individu memiliki ritme dan kecepatan mereka sendiri. Dengan melibatkan empati, pengertian, dan penghargaan terhadap perbedaan, kita dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan saling menghargai. Upaya kita sangat\u00a0 dibutuhkan untuk bisa menjalin hubungan yang lebih kuat, membangun kedekatan yang lebih dalam, dan mewujudkan dunia yang lebih harmonis. <\/span><b>(*)<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Ditulis oleh:<\/b><b><br \/>\n<\/b><b>Faadhillah Syhab Azzahra<\/b><b><br \/>\n<\/b><b>Mahasiswa Statistika<\/b><b><br \/>\n<\/b><b>Angkatan 2020<\/b><b><br \/>\n<\/b><b>Reporter ITS Online<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus ITS, Opini \u2013 Dalam dunia yang semakin sibuk dan terkoneksi ini, kemampuan untuk berempati menjadi sangat penting. Empati ini pun juga tentang bagaimana kita memahami dan menghargai perbedaan orang dalam mencapai sesuatu. Perbedaan pada ritme kerja atau pace setiap orang merupakan salah satu yang harus dipahami dalam konteks bersosialisasi manusia. \u201cEmpathy is about understanding [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":312,"featured_media":80110,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[519,1288],"class_list":["post-80108","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-ri","tag-zah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menemukan Harmoni dalam Memahami Pace Orang Lain - ITS News<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Perbedaan pada ritme kerja atau pace setiap orang merupakan salah satu yang harus dipahami dalam konteks bersosialisasi manusia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menemukan Harmoni dalam Memahami Pace Orang Lain - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perbedaan pada ritme kerja atau pace setiap orang merupakan salah satu yang harus dipahami dalam konteks bersosialisasi manusia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-05-20T00:09:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/04\/960x0.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"958\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"639\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"itszah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"itszah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/\"},\"author\":{\"name\":\"itszah\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/1bc5dbfccb162883924c5ae1981c5e9a\"},\"headline\":\"Menemukan Harmoni dalam Memahami Pace Orang Lain\",\"datePublished\":\"2023-05-20T00:09:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/\"},\"wordCount\":699,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/04\/960x0.jpg\",\"keywords\":[\"ri\",\"zah\"],\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/\",\"name\":\"Menemukan Harmoni dalam Memahami Pace Orang Lain - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/04\/960x0.jpg\",\"datePublished\":\"2023-05-20T00:09:06+00:00\",\"description\":\"Perbedaan pada ritme kerja atau pace setiap orang merupakan salah satu yang harus dipahami dalam konteks bersosialisasi manusia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/04\/960x0.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/04\/960x0.jpg\",\"width\":958,\"height\":639,\"caption\":\"Memahami pace orang lain (forbes.com)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menemukan Harmoni dalam Memahami Pace Orang Lain\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/1bc5dbfccb162883924c5ae1981c5e9a\",\"name\":\"itszah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/63a3943992a5afac8ec7a86b18c1764d4b1ed1ea8228b347e5e946984bb6397f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/63a3943992a5afac8ec7a86b18c1764d4b1ed1ea8228b347e5e946984bb6397f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"itszah\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itszah\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menemukan Harmoni dalam Memahami Pace Orang Lain - ITS News","description":"Perbedaan pada ritme kerja atau pace setiap orang merupakan salah satu yang harus dipahami dalam konteks bersosialisasi manusia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menemukan Harmoni dalam Memahami Pace Orang Lain - ITS News","og_description":"Perbedaan pada ritme kerja atau pace setiap orang merupakan salah satu yang harus dipahami dalam konteks bersosialisasi manusia.","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2023-05-20T00:09:06+00:00","og_image":[{"width":958,"height":639,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/04\/960x0.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"itszah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"itszah","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/"},"author":{"name":"itszah","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/1bc5dbfccb162883924c5ae1981c5e9a"},"headline":"Menemukan Harmoni dalam Memahami Pace Orang Lain","datePublished":"2023-05-20T00:09:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/"},"wordCount":699,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/04\/960x0.jpg","keywords":["ri","zah"],"articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/","name":"Menemukan Harmoni dalam Memahami Pace Orang Lain - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/04\/960x0.jpg","datePublished":"2023-05-20T00:09:06+00:00","description":"Perbedaan pada ritme kerja atau pace setiap orang merupakan salah satu yang harus dipahami dalam konteks bersosialisasi manusia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/04\/960x0.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/04\/960x0.jpg","width":958,"height":639,"caption":"Memahami pace orang lain (forbes.com)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/menemukan-harmoni-dalam-memahami-pace-orang-lain\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menemukan Harmoni dalam Memahami Pace Orang Lain"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/1bc5dbfccb162883924c5ae1981c5e9a","name":"itszah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/63a3943992a5afac8ec7a86b18c1764d4b1ed1ea8228b347e5e946984bb6397f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/63a3943992a5afac8ec7a86b18c1764d4b1ed1ea8228b347e5e946984bb6397f?s=96&d=mm&r=g","caption":"itszah"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itszah\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80108","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/312"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80108"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80108\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":80667,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80108\/revisions\/80667"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80110"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80108"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80108"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80108"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}