{"id":78373,"date":"2023-02-12T20:00:17","date_gmt":"2023-02-12T13:00:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?p=78373"},"modified":"2023-02-17T15:52:35","modified_gmt":"2023-02-17T08:52:35","slug":"latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/","title":{"rendered":"Latto\u2013latto, Harapan Bangkitnya Permainan Tradisional"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_78375\" aria-describedby=\"caption-attachment-78375\" style=\"width: 1599px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-78375\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Lintas-Balikpapan.jpg\" alt=\"\" width=\"1599\" height=\"1200\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Lintas-Balikpapan.jpg 1599w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Lintas-Balikpapan-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Lintas-Balikpapan-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Lintas-Balikpapan-768x576.jpg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Lintas-Balikpapan-1536x1153.jpg 1536w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Lintas-Balikpapan-355x266.jpg 355w\" sizes=\"(max-width: 1599px) 100vw, 1599px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78375\" class=\"wp-caption-text\">Permainan Latto-latto yang kini digandrungi oleh anak-anak di Indonesia (Sumber: Lintas Balikpapan)<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p><b>Kampus ITS, Opini \u2013<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Di tengah gempuran kemajuan teknologi, eksistensi permainan tradisional kian tergerus. Di zaman yang serba digital ini, kita lebih sering menemui anak-anak memegang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">smartphone <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ketimbang bermain petak umpet. Entah itu sesuatu yang positif atau sebaliknya, perkembangan zaman membuat pola bermain anak-anak berubah. Tetapi, entah keajaiban apa yang terjadi, permainan tradisional mulai digandrungi kembali. Bunyi khas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">klak<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">,<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> klak<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">klak<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dari permainan ini menjalar ke seluruh negeri.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Latto-latto namanya, permainan yang kini populer kembali setelah sekian dekade redup eksistensinya. Latto-latto mendapatkan namanya dari bahasa Bugis yang berarti bunyi dari ketukan. Sementara itu, di Makassar permainan ini disebut sebagai Katto-katto, yang memiliki arti sama dengan Latto-Latto. Mainan yang pertama kali dikenalkan di Amerika Serikat dengan nama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Clackers Ball<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini berbentuk dua bandul yang diikatkan pada tali kemudian diadu hingga berbenturan dan berbunyi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">klak klak klak.<\/span><\/i><\/p>\n<figure id=\"attachment_78374\" aria-describedby=\"caption-attachment-78374\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-78374\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Groovy-History.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"419\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Groovy-History.jpg 800w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Groovy-History-300x157.jpg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Groovy-History-768x402.jpg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Groovy-History-355x186.jpg 355w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78374\" class=\"wp-caption-text\">Latto-latto atau Clackers Ball di Amerika Serikat memiliki tali yang lebih tebal daripada di Indonesia (Sumber: Groovy History)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sejak 1960-an, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Clackers Ball<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> beberapa kali bertransformasi agar dapat dimainkan dengan lebih aman oleh anak-anak. Memasuki dekade 90-an, mainan ini dirancang ulang menjadi berbahan plastik hingga mulai populer di kalangan anak-anak Indonesia. Namun, kepopuleran mainan ini tidak bertahan lama. Memasuki milenium 2000, permainan tradisional perlahan mulai tergeser dengan permainan modern seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">video game<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan semakin hilang eksistensinya di dekade 2010-an, tak terkecuali dengan Latto-latto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di periode ini, kita mulai melihat perkembangan game online yang semakin menjamur di berbagai platform. Kemudahan bermain game online di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">smartphone <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">hingga<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> PC <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">membuat anak-anak lebih memilih bermain di rumah dibanding bermain di luar rumah bersama teman sebayanya. Pun, jika anak-anak bermain di luar rumah kebanyakan membawa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">smartphone-<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">nya masing-masing.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Latto-latto kembali populer<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun, entah apa alasannya, sejak akhir tahun 2022 yang lalu, permainan Latto-latto kembali populer di Indonesia. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa pun menjajal permainan ini. Kini, sejauh jejak melangkah, rasa-rasanya suara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">klak klak klak<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dari mainan ini dapat terdengar dari setiap sudut. Di ujung gang, dari jalanan perumahan, hingga di taman-taman kota pun banyak saya temui anak-anak yang bermain Latto-latto.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_78376\" aria-describedby=\"caption-attachment-78376\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-78376 size-full\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Presiden-Jokowi-yang-sempat-menjajal-permainan-Latto-Latto-Sumber-Tribun-Gorontalo.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"393\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Presiden-Jokowi-yang-sempat-menjajal-permainan-Latto-Latto-Sumber-Tribun-Gorontalo.jpg 700w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Presiden-Jokowi-yang-sempat-menjajal-permainan-Latto-Latto-Sumber-Tribun-Gorontalo-300x168.jpg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Presiden-Jokowi-yang-sempat-menjajal-permainan-Latto-Latto-Sumber-Tribun-Gorontalo-355x199.jpg 355w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78376\" class=\"wp-caption-text\">Presiden Jokowi yang sempat menjajal permainan Latto-latto (Sumber: Tribun Gorontalo)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tidak hanya dari testimoni pribadi, saking populernya mainan ini, Presiden Jokowi pun sempat ditawari untuk bermain Latto-latto oleh anak yang ia temui dalam kunjungannya ke Subang, Jawa Barat. Bahkan, di beberapa tempat, permainan ini dilombakan serta berhasil mengundang partisipan dari berbagai kalangan. Kepopuleran permainan ini menjadi fenomena di Indonesia, yang menurut saya merupakan sebuah pertanda positif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kepopuleran Latto-latto ini membuktikan, ternyata permainan tradisional masih memiliki tempat di zaman yang serba modern ini. Permainan-permainan tradisional lain, yang mungkin sering generasi saya dan generasi di atas saya mainkan sewaktu kecil, juga berpotensi untuk \u201chidup\u201d kembali. Permainan tradisional dapat dikemas kembali dengan sesuatu yang baru, menyesuaikan perubahan zaman, sehingga dapat menarik perhatian anak-anak di zaman sekarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tentu saja, kita tidak dapat memungkiri perkembangan zaman dan perubahan perilaku yang dibawanya. Namun, tidak ada salahnya jika permainan tradisional mulai marak kembali dimainkan anak-anak Indonesia. Hemat saya, permainan-permainan tradisional yang populer di kalangan anak-anak dahulu, seperti kelereng, petak umpet, ataupun engklek meningkatkan interaksi sosial anak-anak dengan teman sebayanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Interaksi tatap muka secara langsung seperti inilah yang kini mulai terkikis oleh perkembangan zaman. Interaksi sosial yang didapatkan anak-anak dari memainkan permainan tradisional akan berbeda dengan yang didapatkan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">game online.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Tidak ada salahnya juga anak-anak bermain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">game online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk bersenang-senang dan melatih kreativitas. Namun, bermain permainan tradisional juga memiliki pengaruh yang positif untuk meningkatkan kepekaan sosial dan lingkungan di zaman yang serba digital ini. <\/span><b>(*)<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Ditulis oleh:<br \/>\nFerdian Wibowo<br \/>\nMahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota<br \/>\nAngkatan 2020<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus ITS, Opini \u2013 Di tengah gempuran kemajuan teknologi, eksistensi permainan tradisional kian tergerus. Di zaman yang serba digital ini, kita lebih sering menemui anak-anak memegang smartphone ketimbang bermain petak umpet. Entah itu sesuatu yang positif atau sebaliknya, perkembangan zaman membuat pola bermain anak-anak berubah. Tetapi, entah keajaiban apa yang terjadi, permainan tradisional mulai digandrungi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":319,"featured_media":78375,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[232,1292],"class_list":["post-78373","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-dik","tag-fer"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Latto\u2013latto, Harapan Bangkitnya Permainan Tradisional - ITS News<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Latto-latto namanya, permainan yang kini populer kembali setelah sekian dekade redup eksistensinya. Latto-latto kembali populer di Indonesia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Latto\u2013latto, Harapan Bangkitnya Permainan Tradisional - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Latto-latto namanya, permainan yang kini populer kembali setelah sekian dekade redup eksistensinya. Latto-latto kembali populer di Indonesia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-02-12T13:00:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-02-17T08:52:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Lintas-Balikpapan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1599\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"itsfer\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"itsfer\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/\"},\"author\":{\"name\":\"itsfer\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/2483de84797c9b48d15fbf2cc3968372\"},\"headline\":\"Latto\u2013latto, Harapan Bangkitnya Permainan Tradisional\",\"datePublished\":\"2023-02-12T13:00:17+00:00\",\"dateModified\":\"2023-02-17T08:52:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/\"},\"wordCount\":616,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Lintas-Balikpapan.jpg\",\"keywords\":[\"dik\",\"fer\"],\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/\",\"name\":\"Latto\u2013latto, Harapan Bangkitnya Permainan Tradisional - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Lintas-Balikpapan.jpg\",\"datePublished\":\"2023-02-12T13:00:17+00:00\",\"dateModified\":\"2023-02-17T08:52:35+00:00\",\"description\":\"Latto-latto namanya, permainan yang kini populer kembali setelah sekian dekade redup eksistensinya. Latto-latto kembali populer di Indonesia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Lintas-Balikpapan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Lintas-Balikpapan.jpg\",\"width\":1599,\"height\":1200,\"caption\":\"Permainan Latto-Latto yang kini digandrungi oleh anak-anak di Indonesia (Sumber: Lintas Balikpapan)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Latto\u2013latto, Harapan Bangkitnya Permainan Tradisional\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/2483de84797c9b48d15fbf2cc3968372\",\"name\":\"itsfer\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c874d36ab037e7f1662215395f85c2e40dba6d125223fd08c58a659c1fb69589?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c874d36ab037e7f1662215395f85c2e40dba6d125223fd08c58a659c1fb69589?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"itsfer\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsfer\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Latto\u2013latto, Harapan Bangkitnya Permainan Tradisional - ITS News","description":"Latto-latto namanya, permainan yang kini populer kembali setelah sekian dekade redup eksistensinya. Latto-latto kembali populer di Indonesia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Latto\u2013latto, Harapan Bangkitnya Permainan Tradisional - ITS News","og_description":"Latto-latto namanya, permainan yang kini populer kembali setelah sekian dekade redup eksistensinya. Latto-latto kembali populer di Indonesia.","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2023-02-12T13:00:17+00:00","article_modified_time":"2023-02-17T08:52:35+00:00","og_image":[{"width":1599,"height":1200,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Lintas-Balikpapan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"itsfer","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"itsfer","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/"},"author":{"name":"itsfer","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/2483de84797c9b48d15fbf2cc3968372"},"headline":"Latto\u2013latto, Harapan Bangkitnya Permainan Tradisional","datePublished":"2023-02-12T13:00:17+00:00","dateModified":"2023-02-17T08:52:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/"},"wordCount":616,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Lintas-Balikpapan.jpg","keywords":["dik","fer"],"articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/","name":"Latto\u2013latto, Harapan Bangkitnya Permainan Tradisional - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Lintas-Balikpapan.jpg","datePublished":"2023-02-12T13:00:17+00:00","dateModified":"2023-02-17T08:52:35+00:00","description":"Latto-latto namanya, permainan yang kini populer kembali setelah sekian dekade redup eksistensinya. Latto-latto kembali populer di Indonesia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Lintas-Balikpapan.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/01\/Sumber-Lintas-Balikpapan.jpg","width":1599,"height":1200,"caption":"Permainan Latto-Latto yang kini digandrungi oleh anak-anak di Indonesia (Sumber: Lintas Balikpapan)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/latto-latto-harapan-bangkitnya-permainan-tradisional\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Latto\u2013latto, Harapan Bangkitnya Permainan Tradisional"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/2483de84797c9b48d15fbf2cc3968372","name":"itsfer","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c874d36ab037e7f1662215395f85c2e40dba6d125223fd08c58a659c1fb69589?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c874d36ab037e7f1662215395f85c2e40dba6d125223fd08c58a659c1fb69589?s=96&d=mm&r=g","caption":"itsfer"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsfer\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78373","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/319"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78373"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78373\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":79033,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78373\/revisions\/79033"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78375"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78373"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78373"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78373"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}