{"id":70547,"date":"2022-07-23T08:56:19","date_gmt":"2022-07-23T01:56:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?p=70547"},"modified":"2022-07-23T08:57:24","modified_gmt":"2022-07-23T01:57:24","slug":"perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/","title":{"rendered":"Perihal Kabar Pertelevisian Indonesia, Masih Ramai?"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_70548\" aria-describedby=\"caption-attachment-70548\" style=\"width: 6720px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-70548\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/07\/pexels-karolina-grabowska-5202954.jpg\" alt=\"\" width=\"6720\" height=\"4480\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-70548\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi semakin berkurangnya peminat berbagai program televisi (sumber: Pexels\/Karolina Grabowska)<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p><b>Kampus ITS, Opini <\/b>\u2013<span style=\"font-weight: 400\"> Kilas balik pada tahun 2016 lalu, para kreator YouTube ramai menggaungkan slogan \u201cYouTube lebih dari TV\u201d. Seiring berjalannya tahun, tak bisa dibantah bahwa konsumsi masyarakat terhadap program televisi (TV) semakin menurun. Terlepas dari berkembangnya platform penayangan yang semakin beragam, apa yang sebenarnya menjadikan daya tarik masyarakat terhadap TV kian berkurang?<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sekitar satu dekade silam, sebut saja acara TV seperti On the Spot menjadi salah satu program yang kehadirannya sangat ditunggu oleh masyarakat. Melalui topik andalan yang mengulas berbagai fakta unik di dunia, program tersebut identik dengan penayangan kembali video hasil saduran dari berbagai akun YouTube.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada awalnya kegunaan utama ponsel hanya sekadar untuk telepon dan SMS, sementara kegiatan membuka media sosial (medsos) ini tak seberapa sering. Sehingga penayangan video saduran dari YouTube di TV pun masih terbilang hal yang mengesankan. Namun kini semua yang dulu terlihat menarik di TV, terasa menjadi lebih mudah diakses melalui gawai masing-masing penonton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ironinya, fakta tersebut tak membuat dunia pertelevisian mengubah metode penayangan beberapa program mereka yang menggantungkan pada konten medsos. Justru banyak stasiun TV yang tetap mempertahankan cara tersebut. Hal inilah yang pada akhirnya membuat masyarakat mempertanyakan secara intens urgensi dan kualitas dari penayangan suatu program di TV.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Belum cukup sampai di sana, mudahnya akses berita melalui situs daring membuat program berita di TV pun mulai kehilangan penonton setia. Menurut <\/span><a href=\"https:\/\/reutersinstitute.politics.ox.ac.uk\/sites\/default\/files\/2022-06\/Digital_News-Report_2022.pdf\"><span style=\"font-weight: 400\">Digital News Report 2022<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> yang dirilis Reuters Institute bulan Juni lalu, <\/span><span style=\"font-weight: 400\">69 persen responden Indonesia mayoritas mengonsumsi berita dalam bentuk teks karena cenderung dapat diakses lebih cepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berkurangnya antusiasme masyarakat Indonesia <\/span><a href=\"https:\/\/www.liputan6.com\/news\/read\/4882493\/menkominfo-disrupsi-media-konsumsi-cetak-turun-50-persen-1-dekade-ini\"><span style=\"font-weight: 400\">hingga 24 persen<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> terhadap program televisi dalam sepuluh tahun terakhir juga berkaitan dengan semakin maraknya sinetron kontroversial nirfaedah. Seperti pada awal tahun 2021 lalu ketika publik dibuat geram dengan hadirnya <\/span><a href=\"https:\/\/www.remotivi.or.id\/meja-redaksi\/686\/suara-hati-istri-zahra-menggamblangkan-ketidakberesan-sinetron-dan-kpi\"><span style=\"font-weight: 400\">sinetron<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> yang dinilai mempromsikan poligami dan menormasilasi pernikahan anak.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_70549\" aria-describedby=\"caption-attachment-70549\" style=\"width: 2389px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-70549\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/07\/pexels-ksenia-chernaya-4740522.jpg\" alt=\"\" width=\"2389\" height=\"1595\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-70549\" class=\"wp-caption-text\">Peringatan Hari Tanpa Televisi Nasional sebagai bentuk mengkritisi tayangan televisi yang kurang berkualitas terutama bagi anak-anak (sumber: Pexels\/Ksenia Chernaya)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebenarnya dalam mengkritisi tayangan televisi yang kurang berkualitas, pada tahun 2008 lalu Yayasan Pendidikan Media Anak telah menggagas peringatan Hari Tanpa Televisi yang diperingati setiap tanggal 23 Juli. Bukan bermaksud antitelevisi, momentum ini diharapkan menjadi kesempatan untuk melakukan kegiatan yang lebih positif, terutama dalam pemenuhan hak-hak anak. Mengingat saat ini waktu yang digunakan seorang anak untuk menonton TV jauh <a href=\"https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/52939-ID-pola-menonton-televisi-pada-anak-stndi-k.pdf\">lebih besar<\/a> daripada waktu yang mereka habiskan untuk belajar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pandangan terhadap fenomena semakin berkurangnya antusiasme masyarakat terhadap program TV yang juga berhubungan dengan kualitasnya jelas merupakan persoalan yang abu-abu. Mencoba melihat dari dua sisi yang berbeda, fenomena tersebut dapat disikapi sebagai masalah, tetapi juga dapat menjadi tantangan bagi dunia pertelevisian di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sampai saat ini tak dimungkiri televisi merupakan konsumsi sehari-hari masyarakat, apalagi bagi mereka yang masih mengandalkan jaringan non internet sebagai media mendapatkan informasi global. Di balik itu, dunia penyiaran Indonesia sebenernya memiliki potensi yang besar dalam hal sumber daya manusia (SDM) yang kreatif dan properti yang mumpuni.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bagaimanapun, kebebasan pers yang ada di Indonesia haruslah dimanfaatkan dengan baik dan bertanggung jawab, termasuk oleh dunia penyiaran. Dengan potensi SDM yang dimiliki, sudah barang tentu pihak TV memiliki tanggung jawab untuk berpartisipasi mencerdaskan kehidupan bangsa dengan tontonan yang berkualitas dan mendidik. <strong>(*)<\/strong><\/span><\/p>\n<p><b>Ditulis oleh:<br \/>\n<\/b><b>Fathia Rahmanisa<br \/>\n<\/b><b>Departemen Sistem Informasi<br \/>\n<\/b><b>Angkatan 2021<br \/>\n<\/b><b>Reporter ITS Online<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus ITS, Opini \u2013 Kilas balik pada tahun 2016 lalu, para kreator YouTube ramai menggaungkan slogan \u201cYouTube lebih dari TV\u201d. Seiring berjalannya tahun, tak bisa dibantah bahwa konsumsi masyarakat terhadap program televisi (TV) semakin menurun. Terlepas dari berkembangnya platform penayangan yang semakin beragam, apa yang sebenarnya menjadikan daya tarik masyarakat terhadap TV kian berkurang? Sekitar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":353,"featured_media":70550,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[1482,224],"class_list":["post-70547","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-fia","tag-naj"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Perihal Kabar Pertelevisian Indonesia, Masih Ramai? - ITS News<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kilas balik pada tahun 2016 lalu, para kreator YouTube ramai menggaungkan slogan \u201cYouTube lebih dari TV\u201d. Seiring berjalannya tahun, tak bisa dibantah bahwa konsumsi masyarakat terhadap program televisi (TV) semakin menurun. Terlepas dari berkembangnya platform penayangan yang semakin beragam, apa yang sebenarnya menjadikan daya tarik masyarakat terhadap TV kian berkurang?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perihal Kabar Pertelevisian Indonesia, Masih Ramai? - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kilas balik pada tahun 2016 lalu, para kreator YouTube ramai menggaungkan slogan \u201cYouTube lebih dari TV\u201d. Seiring berjalannya tahun, tak bisa dibantah bahwa konsumsi masyarakat terhadap program televisi (TV) semakin menurun. Terlepas dari berkembangnya platform penayangan yang semakin beragam, apa yang sebenarnya menjadikan daya tarik masyarakat terhadap TV kian berkurang?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-07-23T01:56:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-07-23T01:57:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/07\/HTT.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"itsfia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"itsfia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/\"},\"author\":{\"name\":\"itsfia\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/241b6f8fbd7d7c189ac861f0dab93848\"},\"headline\":\"Perihal Kabar Pertelevisian Indonesia, Masih Ramai?\",\"datePublished\":\"2022-07-23T01:56:19+00:00\",\"dateModified\":\"2022-07-23T01:57:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/\"},\"wordCount\":544,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/07\/HTT.png\",\"keywords\":[\"fia\",\"naj\"],\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/\",\"name\":\"Perihal Kabar Pertelevisian Indonesia, Masih Ramai? - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/07\/HTT.png\",\"datePublished\":\"2022-07-23T01:56:19+00:00\",\"dateModified\":\"2022-07-23T01:57:24+00:00\",\"description\":\"Kilas balik pada tahun 2016 lalu, para kreator YouTube ramai menggaungkan slogan \u201cYouTube lebih dari TV\u201d. Seiring berjalannya tahun, tak bisa dibantah bahwa konsumsi masyarakat terhadap program televisi (TV) semakin menurun. Terlepas dari berkembangnya platform penayangan yang semakin beragam, apa yang sebenarnya menjadikan daya tarik masyarakat terhadap TV kian berkurang?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/07\/HTT.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/07\/HTT.png\",\"width\":4096,\"height\":2731},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perihal Kabar Pertelevisian Indonesia, Masih Ramai?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/241b6f8fbd7d7c189ac861f0dab93848\",\"name\":\"itsfia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44572ac5b29b863b9844e09a97a525427a7cf7cfb97053867003901da7be2c26?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44572ac5b29b863b9844e09a97a525427a7cf7cfb97053867003901da7be2c26?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"itsfia\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsfia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perihal Kabar Pertelevisian Indonesia, Masih Ramai? - ITS News","description":"Kilas balik pada tahun 2016 lalu, para kreator YouTube ramai menggaungkan slogan \u201cYouTube lebih dari TV\u201d. Seiring berjalannya tahun, tak bisa dibantah bahwa konsumsi masyarakat terhadap program televisi (TV) semakin menurun. Terlepas dari berkembangnya platform penayangan yang semakin beragam, apa yang sebenarnya menjadikan daya tarik masyarakat terhadap TV kian berkurang?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perihal Kabar Pertelevisian Indonesia, Masih Ramai? - ITS News","og_description":"Kilas balik pada tahun 2016 lalu, para kreator YouTube ramai menggaungkan slogan \u201cYouTube lebih dari TV\u201d. Seiring berjalannya tahun, tak bisa dibantah bahwa konsumsi masyarakat terhadap program televisi (TV) semakin menurun. Terlepas dari berkembangnya platform penayangan yang semakin beragam, apa yang sebenarnya menjadikan daya tarik masyarakat terhadap TV kian berkurang?","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2022-07-23T01:56:19+00:00","article_modified_time":"2022-07-23T01:57:24+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/07\/HTT.png","width":1024,"height":683,"type":"image\/png"}],"author":"itsfia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"itsfia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/"},"author":{"name":"itsfia","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/241b6f8fbd7d7c189ac861f0dab93848"},"headline":"Perihal Kabar Pertelevisian Indonesia, Masih Ramai?","datePublished":"2022-07-23T01:56:19+00:00","dateModified":"2022-07-23T01:57:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/"},"wordCount":544,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/07\/HTT.png","keywords":["fia","naj"],"articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/","name":"Perihal Kabar Pertelevisian Indonesia, Masih Ramai? - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/07\/HTT.png","datePublished":"2022-07-23T01:56:19+00:00","dateModified":"2022-07-23T01:57:24+00:00","description":"Kilas balik pada tahun 2016 lalu, para kreator YouTube ramai menggaungkan slogan \u201cYouTube lebih dari TV\u201d. Seiring berjalannya tahun, tak bisa dibantah bahwa konsumsi masyarakat terhadap program televisi (TV) semakin menurun. Terlepas dari berkembangnya platform penayangan yang semakin beragam, apa yang sebenarnya menjadikan daya tarik masyarakat terhadap TV kian berkurang?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/07\/HTT.png","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/07\/HTT.png","width":4096,"height":2731},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perihal-kabar-pertelevisian-indonesia-masih-ramai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perihal Kabar Pertelevisian Indonesia, Masih Ramai?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/241b6f8fbd7d7c189ac861f0dab93848","name":"itsfia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44572ac5b29b863b9844e09a97a525427a7cf7cfb97053867003901da7be2c26?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44572ac5b29b863b9844e09a97a525427a7cf7cfb97053867003901da7be2c26?s=96&d=mm&r=g","caption":"itsfia"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsfia\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70547","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/353"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=70547"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70547\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":70578,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70547\/revisions\/70578"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/70550"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=70547"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=70547"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=70547"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}