{"id":6727,"date":"2008-07-02T08:48:21","date_gmt":"2008-07-02T08:48:21","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2008\/07\/02\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/"},"modified":"2008-07-02T08:48:21","modified_gmt":"2008-07-02T08:48:21","slug":"pengembangan-energi-alternatif-ethanol","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/","title":{"rendered":"Pengembangan Energi Alternatif  Ethanol"},"content":{"rendered":"<p>Tingkat efisiensi ethanol dibandingkan dengan minyak tanah pun cukup jauh. Satu liter ethanol setara dengan empat hingga enam liter minyak tanah. Hal ini tergantung dengan jenis limbah yang digunakan,misalnya Singkong. \u00e2\u20ac\u009dKami sudah bandingkan dan ternyata hemat sekali,\u00e2\u20ac\u009d papar Ir Sri Nurhatika MP, salah satu pengembang konsep ini. Apalagi, cara pembuatan ethanol ini cukup mudah.<\/p>\n<p>Menurut dosen Biologi ITS ini, ethanol dapat dibuat dari bahan yang mengandung karbohidrat. \u00e2\u20ac\u009dApapun bisa, asal ada kandungan karbohidrat dan pati,\u00e2\u20ac\u009d ujarnya Dalam percobaannya, perempuan yang akrab disapa Ika ini menggunakan ketela raksasa atau yang lazim disebut masyarakat Jawa sebagai Singkong <em>gendruwo<\/em>. <\/p>\n<p>Alasannya, selain tingkat karbohidratnya tinggi, ketela ini tidak dapat dikonsumsi karena beracun. Namun, Ika menegaskan bahan selain ketela pun dapat dimanfaatkan. \u00e2\u20ac\u009dPokoknya manfaatkan saja limbah yang masih punya karbohidrat dan pati,\u00e2\u20ac\u009d jelasnya. Ika mencontohkan, ethanol ini di wilayah Probolinggo dapat dibuat dari limbah tetes tebu. <\/p>\n<p>Pertama-tama limbah yang mengandung karbohidrat dihancurkan hingga menjadi bubur, setelah itu dipanaskan dengan uap air dan enzim amylase ditambahkan. Enzim ini menurutnya berfungsi untuk mengubah karbohidrat menjadi gula. Kemudian diberi ragi atau jamur <em>Saccharomyces<\/em>. \u00e2\u20ac\u009dUntuk sementara ini, ragi tape biasa pun bisa digunakan. Tapi kami sedang mengkaji lebih lanjut ragi khusus untuk ethanol,\u00e2\u20ac\u009d lanjutnya.<\/p>\n<p>Dari proses inilah dihasilkan ethanol dengan kadar 10 %-15%. Kemudian proses selanjutnya adalah mengguanakan alat destilasi untuk menghilangkan kadar air atau kontaminan. \u00e2\u20ac\u009dDari proses ini ethanol yang dihasilkan adalah sekitar 90 %, namun untuk kompor ini diperlukan ethanol dengan kadar 95%,oleh karena itu perlu ditambahkan batu kapur,\u00e2\u20ac\u009d jelasnya.Batu kapur sendiri disini berfungsi sebagai bahan tambahan untuk mendehidrasi air sehingga ethanol berkadar 95% dapat dihasilkan. Dalam proses pembuatan ethanol juga tak dapat diperoleh dengan cara yang cepat. \u00e2\u20ac\u009dPaling tidak membutuhkan waktu 3-5 hari untuk membuatnya,\u00e2\u20ac\u009d tambahnya.<\/p>\n<p>Selain itu ITS pun menguji kandungan ethanol ini. Dari pengujian yang dilakukan oleh jurusan Kimia ITS bisa dikatakan bahwa ethanol ini aman untuk digunakan.\u00e2\u20ac\u009dEthanol ini terbukti bebas dari Pb (unsur timbal, Red),\u00e2\u20ac\u009djelasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, kompor yang digunakan pun bukan kompor untuk minyak tanah. Kompor ethanol ini khusus dirancang untuk bahan bakar ini berbeda dengan kompor minyak tanah karena tak memakai sumbu. \u00e2\u20ac\u009dKami bekerjasama dengan Koperasi Manunggal Sejahtera untuk produksi kompor tanpa sumbu ini&quot;, jelas Ika. Selain itu kerja sama ini juga mengembangkan desain kompor yang lebih estetika. <\/p>\n<p>Keunggulan bahan bakar ethanol ini selain lebih ekonomis juga terbukti tanpa jelaga. Walaupun pemanasan ethanol diakui Ika lebih lama dibandingkan minyak tanah. \u00e2\u20ac\u009dUntuk memasak mie, kompor minyak tanah membutuhkan waktu 10 menit. Sedangkan kompor ethanol 2-3 menit lebih lama,\u00e2\u20ac\u009d imbuhnya. <\/p>\n<p>Ika mengungkapkan, dalam MOU dengan ITS, koperasi Manunggal Sejahtera bekerjasama dengan beberapa jurusan di ITS seperti jurusan Teknik Mesin, Kimia, Desain Produk,serta Biologi. \u00e2\u20ac\u009dMereka bertugas mengembangkan sesuai dengan kapasitas mereka masing-masing,&quot; tambahnya Kompor berbahan bakar ethanol ini sudah diuji cobakan ke 4000 titik di Jakarta. Hasilnya cukup memuaskan. \u00e2\u20ac\u009dKami ajari cara bikin bahan bakarnya hingga ke penggunaannya,\u00e2\u20ac\u009d lanjut Ika. <\/p>\n<p>Dengan keberhasilan ini, awal bulan November nanti, giliran Jawa Timur yang akan menjadi daerah uji coba, adalah Surabaya. Khusus untuk wilayah Surabaya, Ika sedang menguji beberapa sampah yang dapat dijadikan sebagai bahan bakar ethanol. \u00e2\u20ac\u009dKami cari sampah yang masih punya karbohidrat,\u00e2\u20ac\u009d ujar wanita berkacamata ini. Targetnya ke depan, imbuh Ika, 50 % pengguna minyak tanah akan beralih ke ethanol. Sehingga tidak perlu lagi menggantungkan diri pada ketersediaan minyak tanah. Tidak perlu lagi antri minyak tanah. Masyarakat bisa bikin sendiri bahan bakar,\u00e2\u20ac\u009d pungkasnya. (yud\/rif)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ethanol, senyawa kimia yang selama ini dikenal sebagai bahan minuman beralkohol dan juga bahan campuran kosmetik dan parfum ini,ternyata dapat diubah menjadi bahan bakar pengganti minyak tanah. Bekerja sama dengan Koperasi Manunggal Sejahtera, ITS tengah mengembangkan bahan bakar alternatif dari bio ethanol sebagai pengganti minyak tanah.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6728,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-6727","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pengembangan Energi Alternatif Ethanol - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengembangan Energi Alternatif Ethanol - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ethanol, senyawa kimia yang selama ini dikenal sebagai bahan minuman beralkohol dan juga bahan campuran kosmetik dan parfum ini,ternyata dapat diubah menjadi bahan bakar pengganti minyak tanah. Bekerja sama dengan Koperasi Manunggal Sejahtera, ITS tengah mengembangkan bahan bakar alternatif dari bio ethanol sebagai pengganti minyak tanah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2008-07-02T08:48:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/4823.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"220\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"160\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/c029161286bb6f56baf7c8d9b5acbeaa\"},\"headline\":\"Pengembangan Energi Alternatif Ethanol\",\"datePublished\":\"2008-07-02T08:48:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/\"},\"wordCount\":553,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/4823.jpeg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/\",\"name\":\"Pengembangan Energi Alternatif Ethanol - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/4823.jpeg\",\"datePublished\":\"2008-07-02T08:48:21+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/4823.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/4823.jpeg\",\"width\":220,\"height\":160},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengembangan Energi Alternatif Ethanol\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/c029161286bb6f56baf7c8d9b5acbeaa\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengembangan Energi Alternatif Ethanol - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengembangan Energi Alternatif Ethanol - ITS News","og_description":"Ethanol, senyawa kimia yang selama ini dikenal sebagai bahan minuman beralkohol dan juga bahan campuran kosmetik dan parfum ini,ternyata dapat diubah menjadi bahan bakar pengganti minyak tanah. Bekerja sama dengan Koperasi Manunggal Sejahtera, ITS tengah mengembangkan bahan bakar alternatif dari bio ethanol sebagai pengganti minyak tanah.","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2008-07-02T08:48:21+00:00","og_image":[{"width":220,"height":160,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/4823.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/c029161286bb6f56baf7c8d9b5acbeaa"},"headline":"Pengembangan Energi Alternatif Ethanol","datePublished":"2008-07-02T08:48:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/"},"wordCount":553,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/4823.jpeg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/","name":"Pengembangan Energi Alternatif Ethanol - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/4823.jpeg","datePublished":"2008-07-02T08:48:21+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/4823.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/4823.jpeg","width":220,"height":160},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pengembangan-energi-alternatif-ethanol\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengembangan Energi Alternatif Ethanol"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/c029161286bb6f56baf7c8d9b5acbeaa","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6727","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6727"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6727\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6728"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6727"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}