{"id":61915,"date":"2021-10-05T10:04:57","date_gmt":"2021-10-05T03:04:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?p=61915"},"modified":"2021-10-05T10:04:57","modified_gmt":"2021-10-05T03:04:57","slug":"perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/","title":{"rendered":"Perempuan dan Wabah Pernikahan Dini"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_61917\" aria-describedby=\"caption-attachment-61917\" style=\"width: 549px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-61917\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/09\/Ilustrasi-pernikahan-dini-e1627799213964.jpg\" alt=\"\" width=\"549\" height=\"371\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-61917\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi pernikahan dini (sumber: radarlampung.co.id)<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p><strong>Kampus ITS, Opini<\/strong> \u2013 <span style=\"font-weight: 400\">Kasus pernikahan dini yang terus melonjak di tengah pandemi tak ayal membuat banyak orang tergelitik. Meskipun pemerintah sudah merevisi batas usia minimal perkawinan, namun nyatanya regulasi ini belum sepenuhnya menekan praktik pernikahan dini di Indonesia. Fenomena ini jika dilanggengkan akan berdampak buruk, terutama bagi perempuan. Bagaimana kondisi pernikahan dini di Indonesia dan implikasinya pada kehidupan anak perempuan?<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Melindungi anak perempuan agar tidak terjerat praktik pernikahan dini bukanlah hal yang mudah. Bagaimana tidak, sepanjang Januari hingga Juni 2020, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama telah mencatat 34 ribu permohonan dispensasi pernikahan dini. Dari jumlah tersebut, 97 persen permintaan dikabulkan dengan 60 persennya adalah pernikahan anak perempuan di bawah 18 tahun. Hal tersebut membuktikan bahwa pernikahan dini masih menjadi permasalahan sosial yang pelik, kompleks, serta multi dimensi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada beberapa alasan mengapa perempuan lebih dirugikan dalam kasus ini. Pertama, perempuan yang menikah dini berkorelasi dengan angka kehamilan di bawah umur. Hal tersebut meningkatkan risiko penyakit, seperti kanker serviks, eklampsia, puerperal endometritis, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">systemic infections<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Lebih lanjut, perempuan yang melahirkan sebelum usia 15 tahun berisiko meninggal lima kali lebih besar dibandingkan usia 20 tahun ke atas. Tak berhenti sampai situ, bayi yang dilahirkannya memiliki risiko mengalami mortalitas dan morbiditas 50 persen lebih tinggi serta cenderung prematur dengan berat badan lahir yang rendah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, perempuan yang menikah dini juga berpeluang lebih tinggi mengalami putus sekolah, kekerasan dalam rumah tangga, dan melanggengkan jerat kemiskinan. Hal ini akan berdampak secara psikologis yang bisa menimbulkan kecemasan, stress, dan depresi. Hal tersebut diakibatkan kematangan psikologis yang belum maksimal dan stabil. Fenomena ini juga berpotensi merenggut hak anak atau yang kerap disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">the best interest of the child<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Atau dengan kata lain, para korban dipaksa menjadi dewasa dan cenderung kehilangan jati dirinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Banyak variabel yang ditengarai menjadi dasar pernikahan dini, salah satunya adalah faktor ekonomi. Karena merasa tak mampu membiayai hidup anak gadisnya, sebagian orang tua memilih jalan menikahkan putrinya sedini mungkin. Di sisi lain, perempuan yang menikah dini juga tak lepas dari faktor agama dan budaya. Dari segi budaya Jawa, ada pandangan yang menempatkan perempuan hanya sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">konco wingking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (perempuan harus selalu di belakang suaminya). Sedangkan dari sisi agama, pernikahan dini anak perempuan sering kali dikait-kaitkan dan dipandang sebagai kodrat dan bentuk keihsanan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_61916\" aria-describedby=\"caption-attachment-61916\" style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-61916\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/09\/97850011894-perkawinan_anak_di_indonesia.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/09\/97850011894-perkawinan_anak_di_indonesia.jpg 594w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/09\/97850011894-perkawinan_anak_di_indonesia-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/09\/97850011894-perkawinan_anak_di_indonesia-355x237.jpg 355w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-61916\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi pernikahan dini (sumber: riaurealita.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Banyaknya rintangan yang dihadapi dalam menghapus praktik pernikahan dini menunjukkan bahwa perlu adanya langkah preventif yang ditempuh sejak dini. Langkah preventif ini harus terintegrasi dan dilakukan secara kolaborasi oleh guru selaku pendidik, orang tua, maupun pemerintah. Guru diharapkan memberikan edukasi dan pengarahan lebih lanjut kepada siswanya mengenai dampak pernikahan dini. Terlebih, di masa pandemi saat ini, guru seharusnya lebih aktif memantau aktivitas siswanya, baik lewat media sosial ataupun kegiatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">sharing.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Orang tua juga dapat berperan dalam memberikan edukasi dan pemahaman ekstra mengenai dampak pernikahan dini. Tak boleh dilupakan, orang tua seharusnya dapat menciptakan lingkungan yang suportif dan menjauhkan stigma bahwa anak gadis yang tak segera menikah akan menjadi \u201cperawan tua\u201d dalam lingkungan keluarga. Sedangkan pemerintah harus terus berupaya memberikan pencerahan kepada masyarakat dan lebih memperketat izin dispensasi kawin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perlu diingat, perempuan bukanlah \u2018objek\u2019 dan \u2018wahana\u2019 yang bisa dikendalikan. Perempuan berhak memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki melalui nilai dan norma dalam menentukan usia pernikahan. Sebab pernikahan bukanlah hal yang indah saja, namun dalam menjalani ikrar tersebut diperlukan kesiapan dari segi fisik, mental, maupun finansial. Dan pada akhirnya, permasalahan ini haruslah diselesaikan secara bersama. Mari ubah sudut pandang kita,<\/span><strong><i>\u00a0it&#8217;s time to break the silence on child marriage!<\/i><\/strong><\/p>\n<p><strong>Ditulis oleh:<\/strong><\/p>\n<p><strong>Erchi Ad\u2019ha Loyensya<\/strong><\/p>\n<p><strong>Mahasiswa S-1 Departemen Teknik Mesin<\/strong><\/p>\n<p><strong>Angkatan 2019<\/strong><\/p>\n<p><strong>Reporter ITS Online<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus ITS, Opini \u2013 Kasus pernikahan dini yang terus melonjak di tengah pandemi tak ayal membuat banyak orang tergelitik. Meskipun pemerintah sudah merevisi batas usia minimal perkawinan, namun nyatanya regulasi ini belum sepenuhnya menekan praktik pernikahan dini di Indonesia. Fenomena ini jika dilanggengkan akan berdampak buruk, terutama bagi perempuan. Bagaimana kondisi pernikahan dini di Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":264,"featured_media":61917,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[515,210],"class_list":["post-61915","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-chi","tag-ram"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Perempuan dan Wabah Pernikahan Dini - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perempuan dan Wabah Pernikahan Dini - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kampus ITS, Opini \u2013 Kasus pernikahan dini yang terus melonjak di tengah pandemi tak ayal membuat banyak orang tergelitik. Meskipun pemerintah sudah merevisi batas usia minimal perkawinan, namun nyatanya regulasi ini belum sepenuhnya menekan praktik pernikahan dini di Indonesia. Fenomena ini jika dilanggengkan akan berdampak buruk, terutama bagi perempuan. Bagaimana kondisi pernikahan dini di Indonesia [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-10-05T03:04:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/09\/Ilustrasi-pernikahan-dini-e1627799213964.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"497\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"339\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"itschi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"itschi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/\"},\"author\":{\"name\":\"itschi\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/9f26a037a10ac2b20411ac68ae61d96e\"},\"headline\":\"Perempuan dan Wabah Pernikahan Dini\",\"datePublished\":\"2021-10-05T03:04:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/\"},\"wordCount\":603,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/09\/Ilustrasi-pernikahan-dini-e1627799213964.jpg\",\"keywords\":[\"chi\",\"ram\"],\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/\",\"name\":\"Perempuan dan Wabah Pernikahan Dini - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/09\/Ilustrasi-pernikahan-dini-e1627799213964.jpg\",\"datePublished\":\"2021-10-05T03:04:57+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/09\/Ilustrasi-pernikahan-dini-e1627799213964.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/09\/Ilustrasi-pernikahan-dini-e1627799213964.jpg\",\"width\":497,\"height\":339,\"caption\":\"Ilustrasi pernikahan dini (sumber: radarlampung.co.id)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perempuan dan Wabah Pernikahan Dini\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/9f26a037a10ac2b20411ac68ae61d96e\",\"name\":\"itschi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2f48effc81cf61d6bcd9ce4d9d2550472b5cecaf4e6e0d3ef17b63f3148c7a5d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2f48effc81cf61d6bcd9ce4d9d2550472b5cecaf4e6e0d3ef17b63f3148c7a5d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"itschi\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itschi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perempuan dan Wabah Pernikahan Dini - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perempuan dan Wabah Pernikahan Dini - ITS News","og_description":"Kampus ITS, Opini \u2013 Kasus pernikahan dini yang terus melonjak di tengah pandemi tak ayal membuat banyak orang tergelitik. Meskipun pemerintah sudah merevisi batas usia minimal perkawinan, namun nyatanya regulasi ini belum sepenuhnya menekan praktik pernikahan dini di Indonesia. Fenomena ini jika dilanggengkan akan berdampak buruk, terutama bagi perempuan. Bagaimana kondisi pernikahan dini di Indonesia [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2021-10-05T03:04:57+00:00","og_image":[{"width":497,"height":339,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/09\/Ilustrasi-pernikahan-dini-e1627799213964.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"itschi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"itschi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/"},"author":{"name":"itschi","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/9f26a037a10ac2b20411ac68ae61d96e"},"headline":"Perempuan dan Wabah Pernikahan Dini","datePublished":"2021-10-05T03:04:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/"},"wordCount":603,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/09\/Ilustrasi-pernikahan-dini-e1627799213964.jpg","keywords":["chi","ram"],"articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/","name":"Perempuan dan Wabah Pernikahan Dini - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/09\/Ilustrasi-pernikahan-dini-e1627799213964.jpg","datePublished":"2021-10-05T03:04:57+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/09\/Ilustrasi-pernikahan-dini-e1627799213964.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/09\/Ilustrasi-pernikahan-dini-e1627799213964.jpg","width":497,"height":339,"caption":"Ilustrasi pernikahan dini (sumber: radarlampung.co.id)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/perempuan-dan-wabah-pernikahan-dini\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perempuan dan Wabah Pernikahan Dini"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/9f26a037a10ac2b20411ac68ae61d96e","name":"itschi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2f48effc81cf61d6bcd9ce4d9d2550472b5cecaf4e6e0d3ef17b63f3148c7a5d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2f48effc81cf61d6bcd9ce4d9d2550472b5cecaf4e6e0d3ef17b63f3148c7a5d?s=96&d=mm&r=g","caption":"itschi"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itschi\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61915","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/264"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61915"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61915\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62064,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61915\/revisions\/62064"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61917"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}