{"id":5885,"date":"2007-01-01T15:25:41","date_gmt":"2007-01-01T15:25:41","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2007\/01\/01\/5885\/"},"modified":"2007-01-01T15:25:41","modified_gmt":"2007-01-01T15:25:41","slug":"5885","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/5885\/","title":{"rendered":""},"content":{"rendered":"<p>Bukan anak despro namanya kalau tidak dituntut untuk kreatif. Salah satu contohnya adalah komunitas unik bertajuk Toys Community. Komunitas yang didirikan oleh anak-anak jurusan desain produk industri ini terhitung masih baru. Di awali oleh keisengan Hidayatul Akbar dan Danny Dwi Rahmanto mengikuti even Djarum Black Urban Art sekitar akhir 2006. Dalam kompetisi character design sahabat kental ini memutuskan untuk mengikutkan papertoys kreasi mereka.<\/p>\n<p>\u201cTapi ternyata character design yang dimaksudkan berbentuk dua dimensi bukan tiga dimensi,\u201djelas Yayak, sapaan akrab Hidayatul Akbar.<\/p>\n<p>Namun dari situlah kedua anak muda ini menjadi semakin tertarik pada papertoys atau mainan kertas. Gong pertama mereka dimulai saat tryout ujian masuk despro bulan Januari lalu. Melihat apresiasi yang cukup besar dari warga despro yang lain, mereka mulai berani untuk menunjukkan eksistensi mereka sebagai penggemar papertoys. Di mulai dengan mengajak serta teman maupun adik kelas, akhirnya mereka memutuskan untuk mengadakan rekruitmen terbuka. Saat itulah resmi berdirinya Toys Community, sekitar awal September 2007.<\/p>\n<p>Ketika ditanya mengapa memilih toys, Yayak menjawab lugas. \u201cSebenarnya kita udah nyoba berbagai macam mulai mural, grafiti, tapi rasanya kok udah banyak banget yang seperti itu. Kalau toys mungkin masih jarang.\u201d<\/p>\n<p>Di usianya yang masih hijau ini Toys Community ternyata sudah mulai melanglang buana. Dimulai dengan pameran 1001 IDE yang diselenggarakan di SCC, berlanjut ke pameran di UK Petra bulan November lalu&nbsp; dan selanjutnya Taman Budaya menjadi next destination dalam agenda mereka.<\/p>\n<p>Menurut Yayak sendiri tidak ada kriteria khusus dalam pembuatan papertoys di Toys Community. Masing-masing individu diberikan kebebasan untuk berkreasi . \u201cYang penting orisinil, jangan asal jiplak aja dari internet,\u201d tambah Blacky, sapaan akrab Danny Dwi Rahmanto. Namun untuk ke depannya mereka berencara membuat rule-rule tersendiri agar pengembangan&nbsp; papertoys di Toys Community ini lebih terarah.<\/p>\n<p> \u201dSebenarnya Toys Community nggak hanya mewadahi penggemar papertoys. Namanya juga Toys Community, jadi kita juga concern dengan jenis toys yang lain, seperti boneka dari flanel atau dari clay. Cuma entah mengapa dalam pengembangannya memang papertoys inilah yang paling diminati,\u201d jelas Yayak lagi.<\/p>\n<p>Bicara soal kendala, Yayak dan Blacky mengakui bahwa masalah koordinasi menjadi yang utama. \u201cKadang kalo nggak disuruh berkarya kebanyakan anggota nggak gerak,\u201d kata Yayak. Mereka juga mengakui bahwa waktu juga menjadi kendala \u201cKarena kita masih ngutamain kuliah, lah. Apalagi tugas despro banyak,\u201d tambah Blacky. Namun sejauh ini mereka dan anggota lainnya masih bisa mengatasi kendala-kendala tersebut. \u201cBiaya juga menjadi masalah, tapi yang penting semuanya ditanggung bareng-bareng,\u201dtimpal Blacky lagi sambil tertawa.<\/p>\n<p>Harapan ke depannya Toys Community akan lebih berkembang dan dapat diteruskan oleh adik-adik kelas mereka, mengingat sebagai mahasiswa angkatan 2003 Yayak dan Blacky sudah mendekati tahap tugas akhir. \u201cSemoga jadi lebih maju dan nggak berhenti sampai di sini saja,\u201d pungkas Yayak menutup pembicaraan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika kita melangkahkan kaki memasuki lobby jurusan Desain Produk Industri maka kita tidak mungkin luput menatap spot kecil tepat di depan papan pengumuman. Walaupun kecil tetapi display itu cukup menarik perhatian karena bentuknya yang unik dan berisi belasan boneka kertas mungil beraneka ragam. Ya itulah papertoys.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-5885","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>- ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/5885\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"- ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketika kita melangkahkan kaki memasuki lobby jurusan Desain Produk Industri maka kita tidak mungkin luput menatap spot kecil tepat di depan papan pengumuman. Walaupun kecil tetapi display itu cukup menarik perhatian karena bentuknya yang unik dan berisi belasan boneka kertas mungil beraneka ragam. Ya itulah papertoys.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/5885\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2007-01-01T15:25:41+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/5885\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/5885\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/30d3fdc35e7f8f31c41abfd28db2eeb9\"},\"headline\":\"No title\",\"datePublished\":\"2007-01-01T15:25:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/5885\/\"},\"wordCount\":433,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/5885\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/5885\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/5885\/\",\"name\":\"- ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"datePublished\":\"2007-01-01T15:25:41+00:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/5885\/\"]}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/30d3fdc35e7f8f31c41abfd28db2eeb9\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"- ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/5885\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"- ITS News","og_description":"Ketika kita melangkahkan kaki memasuki lobby jurusan Desain Produk Industri maka kita tidak mungkin luput menatap spot kecil tepat di depan papan pengumuman. Walaupun kecil tetapi display itu cukup menarik perhatian karena bentuknya yang unik dan berisi belasan boneka kertas mungil beraneka ragam. Ya itulah papertoys.","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/5885\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2007-01-01T15:25:41+00:00","author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/5885\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/5885\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/30d3fdc35e7f8f31c41abfd28db2eeb9"},"headline":"No title","datePublished":"2007-01-01T15:25:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/5885\/"},"wordCount":433,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/5885\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/5885\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/5885\/","name":"- ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"datePublished":"2007-01-01T15:25:41+00:00","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/5885\/"]}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/30d3fdc35e7f8f31c41abfd28db2eeb9","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5885","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5885"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5885\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5885"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5885"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5885"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}