{"id":57475,"date":"2021-03-27T07:24:27","date_gmt":"2021-03-27T00:24:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?p=57475"},"modified":"2021-03-27T07:42:06","modified_gmt":"2021-03-27T00:42:06","slug":"undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"Profesor MIT Ulas Produksi Amonia Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_57477\" aria-describedby=\"caption-attachment-57477\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-57477\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/4-1.png\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/4-1.png 1920w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/4-1-300x169.png 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/4-1-768x432.png 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/4-1-1024x576.png 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/4-1-355x200.png 355w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-57477\" class=\"wp-caption-text\">Profil Prof Karthish Manthiram, pembicara pada International Guest Lecture dengan topik <em>Ammonia from Renewable<\/em>, Kamis (25\/3).<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p><strong>Kampus ITS, ITS News \u2013\u00a0<\/strong>Permintaan NH<sub>3<\/sub> (amonia) global semakin tinggi, khususnya di Kawasan Asia Pasifik yang mencapai lebih dari 50 persen permintaan global. Meski demikian, produksi amonia meninggalkan jejak emisi karbon yang cukup besar. Guna meningkatkan pemahaman mengenai hal tersebut, Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar International Guest Lecture dengan mengusung topik <em>Ammonia from Renewable<\/em>, Kamis (25\/3).<\/p><\/blockquote>\n<p>Prof Karthish Manthiram yang didapuk sebagai pembicara menjelaskan, amonia berperan sangat penting dalam sebagian besar industri, seperti industri pupuk, logam, plastik, pertambangan, kertas, kulit, dan masih banyak lagi. Sebab fungsinya yang banyak ini, volume produksinya secara global juga tinggi, hampir mencapai 150.000 kiloton \u201cBahkan emisi karbon yang dihasilkan hampir mencapai 350 ton metrik karbon dioksida ekuivalen. Oleh sebab itu, diperlukan proses alternatif produksi yang berkelanjutan dan terdesentralisasi,\u201d papar pria yang akrab disapa Manthiram ini.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Manthiram memaparkan, produksi amonia merupakan produksi yang tersentralisasi, dimana manufaktur memiliki fasilitas tunggal untuk memproduksi dan mendistribusikan produk mereka. Sebagai akibatnya, infrastruktur distribusi amonia yang buruk, menyebabkan harga pupuk berbahan dasar amonia, terutama bagi negara-negara di Benua Afrika selain Afrika Utara (Sub-Sahara Afrika) mencapai dua kali rata-rata harga global. \u201cAkibatnya, penggunaan pupuk akan rendah dan hasil panen akan buruk, sehingga terjadi malnutrisi yang parah di Sub-Sahara Afrika,\u201d jelasnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_57478\" aria-describedby=\"caption-attachment-57478\" style=\"width: 1259px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-57478 size-full\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/5-e1616753757272.png\" alt=\"\" width=\"1259\" height=\"714\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/5-e1616753757272.png 1259w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/5-e1616753757272-300x170.png 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/5-e1616753757272-768x436.png 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/5-e1616753757272-1024x581.png 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/5-e1616753757272-355x201.png 355w\" sizes=\"(max-width: 1259px) 100vw, 1259px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-57478\" class=\"wp-caption-text\">Gambaran proses produksi ammonia yang berujung tingginya harga pendistribusian<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Proses Produksi Amonia Sebagai Penyimpan Energi<\/strong><\/p>\n<p>Laki laki yang berfokus di bidang keteknikkimiaan ini menjelaskan, proses produksi amonia yang paling umum digunakan adalah proses Haber-Bosch. Pada proses ini, amonia dibuat dari CH\u2084 (gas alam metana) sebagai sumber H<sub>2<\/sub> (hidrogen) dengan memerlukan H<sub>2<\/sub>O (uap air) dan melepaskan CO<sub>2 <\/sub>(karbon dioksida) sebagai produk sampingan. Hidrogen yang dihasilkan kemudian direaksikan dengan N<sub>2<\/sub> (nitrogen) yang kemudian menghasilkan amonia.<\/p>\n<p>Profesor yang bekerja di Massachusetts Institute of Technology (MIT) ini menambahkan, amonia yang dihasilkan juga dapat berfungsi sebagai pembawa hidrogen (<em>hydrogen<\/em> <em>carrier<\/em>). Pemanfaatan amonia sebagai <em>hydrogen carrier <\/em>ini akan memberikan keuntungan dalam proses pendistribusian hidrogen. \u201cDengan menerapkan metode tersebut, biaya pendistribusian dapat dipangkas hingga sepersepuluhnya, dari yang awalnya 0,1 USD <em>(United States dollar, <\/em>red) per kilowatt jam menjadi 0,01 USD per kilowatt jam,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, metode tersebut juga dapat mereduksi jumlah kehilangan hidrogen akibat kompresi menjadi 2 sampai 3 persen, dibandingkan pendistribusian tanpa amonia yang mencapai sebesar 7 sampai 19 persen. \u201cDengan metode ini, kandungan energi yang terkandung juga akan meningkat, dari 1,3 kilowatt jam per liter pada tekanan 700 bar menjadi 3,22 kilowatt jam per liter pada tekanan 10 bar\u201d tambah laki-laki yang juga alumnus Stanford University ini.<\/p>\n<p>Mengingat betapa pentingnya peran amonia, akademisi yang masuk dalam Forbes 30 Under 30 in Science ini mengembangkan proses produksi amonia yang berkelanjutan dengan mengembangkan sintesis amonia elektrokimia yang dimediasi litium bersama dengan anggota tim lainnya. Riset tersebut merupakan pengembangan dari jurnal <em>Electroanalytical Chemistry<\/em> yang diinisiasi Akira Tsuneto pada 1994 silam.<\/p>\n<figure id=\"attachment_57488\" aria-describedby=\"caption-attachment-57488\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-57488\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/6.png\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/6.png 1920w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/6-300x169.png 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/6-768x432.png 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/6-1024x576.png 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/6-355x200.png 355w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-57488\" class=\"wp-caption-text\">Skema dan purwarupa alat produksi amonia yang dikembangkan oleh Prof Karthish Manthiran dan tim<\/figcaption><\/figure>\n<p>Metode yang dikembangkan oleh Manthiram dan tim yaitu menggunakan reaktor dengan dua pelat yang disusun secara paralel (sel elektrokimia). Sel elektrokimia tersebut melibatkan katoda tembaga dan platina sebagai anoda. Didalam reaktor tersebut berisi larutan LiF<sub>4<\/sub> (litium tetrafluoroborate), THF (tetrahidrofuran), C<sub>2<\/sub>H<sub>5<\/sub>OH (etanol), serta gas nitrogen. \u201cProses tersebut merupakan proses kontinu yang terjadi di permukaan elektroda,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia menerangkan bahwa proses tersebut diawali dengan pelapisan ion litium sehingga terbentuk logam litium yang kemudian bereaksi dengan nitrogen membentuk Li<sub>3<\/sub>N (litium nitrida). Selanjutnya, litium nitrida akan bereaksi dengan etanol sehingga menghasilkan amonia. \u201cMetode ini memiliki FE (efisiensi faraday, red) mencapai 47 persen dan laju sintesis 30 nanomol per sentimeter kuadrat sekon, dibandingkan dengan metode Tsuneto yang hanya 8,4 persen dan 0,55 nanomol per sentimeter kuadrat sekon,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Meskipun begitu, metode yang dikembangkan oleh Manthiram dan tim ini hanya memiliki efisiensi energi sebesar dua persen. Kedepannya, ia berharap timnya dapat mengembangkan lagi metode ini, sehingga masalah tersebut dapat teratasi.\u00a0 <strong>(*)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Reporter : ion 28<\/strong><\/p>\n<p><strong>Redaktur : Akhmad Rizqi Shafrizal<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus ITS, ITS News \u2013\u00a0Permintaan NH3 (amonia) global semakin tinggi, khususnya di Kawasan Asia Pasifik yang mencapai lebih dari 50 persen permintaan global. Meski demikian, produksi amonia meninggalkan jejak emisi karbon yang cukup besar. Guna meningkatkan pemahaman mengenai hal tersebut, Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar International Guest Lecture dengan mengusung topik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":253,"featured_media":57488,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[1258,236],"class_list":["post-57475","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","tag-ion-28","tag-mad"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Profesor MIT Ulas Produksi Amonia Berkelanjutan - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Profesor MIT Ulas Produksi Amonia Berkelanjutan - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kampus ITS, ITS News \u2013\u00a0Permintaan NH3 (amonia) global semakin tinggi, khususnya di Kawasan Asia Pasifik yang mencapai lebih dari 50 persen permintaan global. Meski demikian, produksi amonia meninggalkan jejak emisi karbon yang cukup besar. Guna meningkatkan pemahaman mengenai hal tersebut, Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar International Guest Lecture dengan mengusung topik [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-03-27T00:24:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-03-27T00:42:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/6.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"itsojt\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"itsojt\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/\"},\"author\":{\"name\":\"itsojt\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/0b4208f5524092a9656f2055fd8bcd9e\"},\"headline\":\"Profesor MIT Ulas Produksi Amonia Berkelanjutan\",\"datePublished\":\"2021-03-27T00:24:27+00:00\",\"dateModified\":\"2021-03-27T00:42:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/\"},\"wordCount\":657,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/6.png\",\"keywords\":[\"ion28\",\"mad\"],\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/\",\"name\":\"Profesor MIT Ulas Produksi Amonia Berkelanjutan - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/6.png\",\"datePublished\":\"2021-03-27T00:24:27+00:00\",\"dateModified\":\"2021-03-27T00:42:06+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/6.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/6.png\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Skema dan prototipe alat produksi ammonia yang dikembangkan oleh Professor Manthiran dan tim\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Profesor MIT Ulas Produksi Amonia Berkelanjutan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/0b4208f5524092a9656f2055fd8bcd9e\",\"name\":\"itsojt\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d6a4a0fa056a333d3ff2f925f5150aac4fc6ffdd0381365f7982f38bcc6a778e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d6a4a0fa056a333d3ff2f925f5150aac4fc6ffdd0381365f7982f38bcc6a778e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"itsojt\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsojt\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Profesor MIT Ulas Produksi Amonia Berkelanjutan - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Profesor MIT Ulas Produksi Amonia Berkelanjutan - ITS News","og_description":"Kampus ITS, ITS News \u2013\u00a0Permintaan NH3 (amonia) global semakin tinggi, khususnya di Kawasan Asia Pasifik yang mencapai lebih dari 50 persen permintaan global. Meski demikian, produksi amonia meninggalkan jejak emisi karbon yang cukup besar. Guna meningkatkan pemahaman mengenai hal tersebut, Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar International Guest Lecture dengan mengusung topik [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2021-03-27T00:24:27+00:00","article_modified_time":"2021-03-27T00:42:06+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/6.png","type":"image\/png"}],"author":"itsojt","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"itsojt","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/"},"author":{"name":"itsojt","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/0b4208f5524092a9656f2055fd8bcd9e"},"headline":"Profesor MIT Ulas Produksi Amonia Berkelanjutan","datePublished":"2021-03-27T00:24:27+00:00","dateModified":"2021-03-27T00:42:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/"},"wordCount":657,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/6.png","keywords":["ion28","mad"],"articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/","name":"Profesor MIT Ulas Produksi Amonia Berkelanjutan - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/6.png","datePublished":"2021-03-27T00:24:27+00:00","dateModified":"2021-03-27T00:42:06+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/6.png","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/6.png","width":1920,"height":1080,"caption":"Skema dan prototipe alat produksi ammonia yang dikembangkan oleh Professor Manthiran dan tim"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/undang-professor-mit-guna-tingkatkan-pemahaman-amonia-berkelanjutan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Profesor MIT Ulas Produksi Amonia Berkelanjutan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/0b4208f5524092a9656f2055fd8bcd9e","name":"itsojt","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d6a4a0fa056a333d3ff2f925f5150aac4fc6ffdd0381365f7982f38bcc6a778e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d6a4a0fa056a333d3ff2f925f5150aac4fc6ffdd0381365f7982f38bcc6a778e?s=96&d=mm&r=g","caption":"itsojt"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsojt\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57475","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/253"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57475"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57475\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57517,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57475\/revisions\/57517"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57488"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57475"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57475"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57475"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}