{"id":56337,"date":"2021-03-31T07:21:31","date_gmt":"2021-03-31T00:21:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?p=56337"},"modified":"2021-03-31T07:21:31","modified_gmt":"2021-03-31T00:21:31","slug":"pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/","title":{"rendered":"Pentingnya Pengembangan PUI untuk Menjaga Peradaban Nusantara"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_56338\" aria-describedby=\"caption-attachment-56338\" style=\"width: 1366px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-56338\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/Screenshot-2319.png\" alt=\"\" width=\"1366\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/Screenshot-2319.png 1366w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/Screenshot-2319-300x169.png 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/Screenshot-2319-768x432.png 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/Screenshot-2319-1024x576.png 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/Screenshot-2319-355x200.png 355w\" sizes=\"(max-width: 1366px) 100vw, 1366px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-56338\" class=\"wp-caption-text\">Pemaparan materi tentang unsur budaya asli Indonesia oleh Dr Ir Amien Widodo MSi<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400\"><strong>Kampus ITS, ITS News \u2014<\/strong> Indonesia menyimpan banyak peninggalan sejarah yang belum terkuak. Tak sedikit pula yang sudah punah karena kurangnya penelitian mengenai sejarah peradaban nusantara. Melihat realita tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendiskusikan pentingnya pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI) untuk menjaga peninggalan peradaban nusantara.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mengawali diskusi, Dr Blasius Suprapta MHum mengungkapkan, sejarah panjang nusantara telah melahirkan beraneka ragam budaya dan pengetahuan lokal. Contoh dari segi geohistori yaitu berkembangnya teknologi penempatan situs-situs kota dan pelabuhan pada abad XIII-XIV. \u201cHampir semua lokasi pelabuhan berada di titik pertemuan dua sungai (supit urang) dengan kondisi tanah kedap air agar bangunan tidak terkikis,\u201d terang dosen Universitas Negeri Malang ini memaparkan hasil penelitiannya di Kalimantan Barat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kemudian, Dr Tukul Rameyo Adi, Staf Ahli Bidang Sosio-Antropologi Kementerian Bidang Koordinator Kemaritiman dan Investasi menambahkan contoh peninggalan sejarah dari segi kemaritiman. Di antaranya adalah pegaraman rakyat, sasi atau larangan mengambil sumber daya mineral untuk kelestarian, petuanan laut atau pengelolaan zona baik di darat maupun di laut, serta patanjala atau cara manajemen air. \u201cBerbagai potensi tersebut apabila dikembangkan akan berdampak besar pada penguatan ekonomi nasional,\u201d sambungnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lebih lanjut menurutnya, pemerintah telah merencanakan strategi untuk mewujudkan meningkatnya peran kebudayaan dalam pembangunan melalui kapitalisasi nilai-nilai luhur budaya bangsa dan pengembangan etos kerja. Namun, pelaksanaan strategi itu mengalami hambatan akibat rendahnya literasi mengenai peradaban, utamanya karena sistem pendidikan Indonesia saat ini. \u201cParahnya lagi, beberapa budaya dan pengetahuan lokal itu mulai diadopsi oleh bangsa barat,\u201d lanjut alumnus ITS dalam acara yang diselenggarakan oleh\u00a0 Departemen Teknik Geofisika itu.<\/span><\/p>\n<p>Dr Tukul Rameyo Adi, staf ahli menteri bidang sosio-antropologi menambahi contoh dari segi kemaritiman. \u201cDi antaranya adalah pegaraman rakyat, sasi (larangan mengambil sumber daya mineral untuk kelestarian), petuanan laut (pengelolaan zona baik di darat maupun di laut), dan patanjala (cara manajemen air),\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Berbagai potensi tersebut apabila dikembangkan akan berdampak besar pada penguatan ekonomi nasional. Pemerintah sebenarnya telah merencanakan strategi untuk mencapai visi Indonesia di 2045 yaitu mewujudkan meningkatnya peran kebudayaan dalam pembangunan melalui kapitalisasi nilai-nilai luhur budaya bangsa dan pengembangan etos kerja.<\/p>\n<p>Namun, pelaksanaan strategi itu mengalami hambatan akibat rendahnya literasi mengenai peradaban, utamanya karena sistem pendidikan Indonesia saat ini. \u201cParahnya lagi, beberapa budaya dan pengetahuan lokal itu mulai diadopsi oleh bangsa barat,\u201d lanjut alumnus ITS ini.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 16px\">Melihat kondisi tersebut, Dr Ir Amien Widodo MSi, dosen\u00a0 Departemen Teknik Geofisika ITS mengungkapkan ITS sudah mulai meneliti dari penemuan hingga penyebab kepunahan pada beberapa situs arkeologi di Jawa Timur. Beberapa di antaranya yaitu Candi Dadi Tulungagung, Candi Pari, Sumur Upas Kedaton, dan Situs Kumitir Mojokerto. \u201cTak hanya itu, ITS juga berencana mengembangkan PUI Peradaban Nusantara yang berfokus pada pengembangan peradaban melalui sains dan teknologi,\u201d ujarnya.<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Pengembangan PUI ini penting melihat kondisi darurat peradaban Indonesia saat ini. Prosesnya tentu tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan harus bekerja sama dengan berbagai pihak. Adanya PUI Peradaban Nusantara diharapkan bisa mengeksplor lebih banyak temuan dan mencegah punahnya peninggalan peradaban Bangsa Indonesia. \u201cSelain itu, kita juga bisa masuk ke dunia pendidikan untuk mengenalkan peradaban,\u201d pungkasnya mengakhiri kegiatan pada Sabtu, (6\/3) lalu. (*)<\/span><\/p>\n<p><b>Reporter: ion3<\/b><\/p>\n<p><b>Redaktur: Heny Tri Hendardi<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus ITS, ITS News \u2014 Indonesia menyimpan banyak peninggalan sejarah yang belum terkuak. Tak sedikit pula yang sudah punah karena kurangnya penelitian mengenai sejarah peradaban nusantara. Melihat realita tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendiskusikan pentingnya pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI) untuk menjaga peninggalan peradaban nusantara. Mengawali diskusi, Dr Blasius Suprapta MHum mengungkapkan, sejarah panjang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":253,"featured_media":56338,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[214,457],"class_list":["post-56337","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","tag-hen","tag-ion3"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pentingnya Pengembangan PUI untuk Menjaga Peradaban Nusantara - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pentingnya Pengembangan PUI untuk Menjaga Peradaban Nusantara - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kampus ITS, ITS News \u2014 Indonesia menyimpan banyak peninggalan sejarah yang belum terkuak. Tak sedikit pula yang sudah punah karena kurangnya penelitian mengenai sejarah peradaban nusantara. Melihat realita tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendiskusikan pentingnya pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI) untuk menjaga peninggalan peradaban nusantara. Mengawali diskusi, Dr Blasius Suprapta MHum mengungkapkan, sejarah panjang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-03-31T00:21:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/Screenshot-2319.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1366\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"itsojt\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"itsojt\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/\"},\"author\":{\"name\":\"itsojt\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/e939f6e8be9321af9456980bdf5748ab\"},\"headline\":\"Pentingnya Pengembangan PUI untuk Menjaga Peradaban Nusantara\",\"datePublished\":\"2021-03-31T00:21:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/\"},\"wordCount\":519,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/Screenshot-2319.png\",\"keywords\":[\"hen\",\"ion3\"],\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/\",\"name\":\"Pentingnya Pengembangan PUI untuk Menjaga Peradaban Nusantara - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/Screenshot-2319.png\",\"datePublished\":\"2021-03-31T00:21:31+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/Screenshot-2319.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/Screenshot-2319.png\",\"width\":1366,\"height\":768,\"caption\":\"Pemaparan materi tentang unsur budaya asli Indonesia oleh Dr Ir Amien Widodo MSi\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pentingnya Pengembangan PUI untuk Menjaga Peradaban Nusantara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/e939f6e8be9321af9456980bdf5748ab\",\"name\":\"itsojt\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d6a4a0fa056a333d3ff2f925f5150aac4fc6ffdd0381365f7982f38bcc6a778e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d6a4a0fa056a333d3ff2f925f5150aac4fc6ffdd0381365f7982f38bcc6a778e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"itsojt\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsojt\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pentingnya Pengembangan PUI untuk Menjaga Peradaban Nusantara - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pentingnya Pengembangan PUI untuk Menjaga Peradaban Nusantara - ITS News","og_description":"Kampus ITS, ITS News \u2014 Indonesia menyimpan banyak peninggalan sejarah yang belum terkuak. Tak sedikit pula yang sudah punah karena kurangnya penelitian mengenai sejarah peradaban nusantara. Melihat realita tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendiskusikan pentingnya pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI) untuk menjaga peninggalan peradaban nusantara. Mengawali diskusi, Dr Blasius Suprapta MHum mengungkapkan, sejarah panjang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2021-03-31T00:21:31+00:00","og_image":[{"width":1366,"height":768,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/Screenshot-2319.png","type":"image\/png"}],"author":"itsojt","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"itsojt","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/"},"author":{"name":"itsojt","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/e939f6e8be9321af9456980bdf5748ab"},"headline":"Pentingnya Pengembangan PUI untuk Menjaga Peradaban Nusantara","datePublished":"2021-03-31T00:21:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/"},"wordCount":519,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/Screenshot-2319.png","keywords":["hen","ion3"],"articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/","name":"Pentingnya Pengembangan PUI untuk Menjaga Peradaban Nusantara - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/Screenshot-2319.png","datePublished":"2021-03-31T00:21:31+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/Screenshot-2319.png","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/03\/Screenshot-2319.png","width":1366,"height":768,"caption":"Pemaparan materi tentang unsur budaya asli Indonesia oleh Dr Ir Amien Widodo MSi"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pentingnya-pengembangan-pui-untuk-menjaga-peradaban-nusantara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pentingnya Pengembangan PUI untuk Menjaga Peradaban Nusantara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/e939f6e8be9321af9456980bdf5748ab","name":"itsojt","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d6a4a0fa056a333d3ff2f925f5150aac4fc6ffdd0381365f7982f38bcc6a778e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d6a4a0fa056a333d3ff2f925f5150aac4fc6ffdd0381365f7982f38bcc6a778e?s=96&d=mm&r=g","caption":"itsojt"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsojt\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56337","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/253"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56337"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56337\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57718,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56337\/revisions\/57718"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56338"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}