{"id":54647,"date":"2021-01-13T18:10:50","date_gmt":"2021-01-13T11:10:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?p=54647"},"modified":"2022-06-17T23:23:00","modified_gmt":"2022-06-17T16:23:00","slug":"peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/","title":{"rendered":"Peneliti ITS Anjurkan Pengembalian Tata Guna Lahan Pegunungan"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_54651\" aria-describedby=\"caption-attachment-54651\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-54651 size-large\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.24-1024x682.jpeg\" alt=\"Peneliti Senior dari Pusat Studi Mitigasi, Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS, Dr Ir Amien Widodo MSi\" width=\"1024\" height=\"682\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.24-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.24-300x200.jpeg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.24-768x512.jpeg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.24-355x237.jpeg 355w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.24.jpeg 1250w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-54651\" class=\"wp-caption-text\">Peneliti Senior dari Pusat Studi Mitigasi, Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS, Dr Ir Amien Widodo MSi<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p><strong>Kampus ITS, ITS News &#8211; <\/strong>Ekosistem hutan gunung tak hanya penting bagi flora dan fauna yang menempati habitat tersebut. Secara keseluruhan, ekosistem ini dapat melindungi manusia dari berbagai bencana alam. Melihat kepentingan tersebut, dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meneliti pengaruh dari perubahan tata guna lahan hutan pegunungan terhadap kestabilan tanah di daerah pegunungan, serta menganjurkan adanya pengembalian tata guna lahan tersebut.<\/p><\/blockquote>\n<p>Dosen yang juga peneliti senior dari Pusat Studi Mitigasi, Kebencanaan, dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS Dr Ir Amien Widodo MSi menjelaskan, penebangan hutan gunung yang termasuk\u00a0 kawasan lindung akan mengganggu ekosistem kawasan hutan tersebut terlepas dari statusnya yang bersifat legal atau tidak. \u201cHal ini sudah terjadi berpuluh-puluh tahun, seperti perubahannya menjadi kawasan wisata, hotel, vila, pemukiman modern, dan perkampungan padat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Salah satu akibat perubahan tata guna lahan ini, lanjutnya, adalah terganggunya stabilitas tanah gunung yang berubah menjadi kritis dan siap longsor. Hal ini terjadi karena kestabilan tanah gunung sendiri sangat bergantung terhadap iklim dan pohon. Tanah gunung, hutan dan iklim secara bersama akan membentuk simbiosis mutualisme dalam satu ekosistem hutan asli. \u201cBisa dibayangkan kalau salah satu faktor tersebut dihilangkan,\u201d ucap Amien.<\/p>\n<p>Dosen Departemen Teknik Geofisika ITS ini pun menjelaskan peran pohon dalam kestabilan tanah gunung. Tanah gunung sendiri terbentuk dari pelapukan batuan yang disebabkan oleh akar pohon. Pohon akan terus berusaha mencari nutrisi mineral tanah lewat akar yang ujungnya mengeluarkan enzim untuk melapukkan batuan.<\/p>\n<p>Seiring dengan berjalannya waktu, pohon akan bertambah besar dan akarnya akan bertambah panjang. Akhirnya tanah pun akan menjadi tebal dan hutan menjadi lebat menutupi seluruh gunung. \u201cTanah gunung yang tebal ini bisa stabil di lereng yang tajam karena ditahan oleh akar serabut hutan, sedangkan akar tunjang akan berfungsi sebagai <em>anchor<\/em> ke lapisan tanah yang ada di bawahnya,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Di hutan, daun dan ranting pohon yang jatuh ke dasar hutan akan membentuk lapisan serasah tebal yang akan ke tanah melewati lapisan serasah yang akhirnya meresap ke dalam tanah, mengisi cadangan air bawah tanah. Hutan di gunung mampu meresap air hujan semusim sedalam tanah sebesar 80 persen, dan sebagian kecil air hujan dialirkan sebagai air permukaan secara proporsional di sekeliling gunung sebagai mata air. \u201cSumber air ini yang akan menyuplai dan menambah debit air sungai di sekeliling gunung,\u201d ujar Amien.<\/p>\n<p>Melihat besarnya peran pohon dalam kestabilan tanah gunung serta ekosistemnya, Amien mengatakan bahwa perubahan tata guna lahan gunung bisa berakibat fatal. Penggantian hutan asli di pegunungan menjadi kawasan wisata dapat menyebabkan tanah gunung tidak terlindungi dan tidak stabil. Tanah gunung akhirnya siap longsor dan hanya menunggu pemicu seperti hujan dan atau gempa.<\/p>\n<figure id=\"attachment_54652\" aria-describedby=\"caption-attachment-54652\" style=\"width: 853px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-54652 size-large\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.43-853x1024.jpeg\" alt=\"Gambar kawasan di Kabupaten Sumedang yang mengalami bencana longsor akibat hutan yang telah mengalami perubahan tata guna lahan\" width=\"853\" height=\"1024\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.43-853x1024.jpeg 853w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.43-250x300.jpeg 250w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.43-768x922.jpeg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.43-267x320.jpeg 267w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.43.jpeg 1066w\" sizes=\"(max-width: 853px) 100vw, 853px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-54652\" class=\"wp-caption-text\">Gambar kawasan di Kabupaten Sumedang yang mengalami bencana longsor akibat hutan yang telah mengalami perubahan tata guna lahan<\/figcaption><\/figure>\n<p>Tanpa adanya pepohonan, akan muncul retakan-retakan di tanah kering yang akan semakin melebar. Saat musim hujan datang, air hujan akan mengalir dan sebagian akan meresap retakan tanah lereng, sehingga tanah lereng bertambah berat dan mulai bergerak dengan ditunjukkan adanya tanah ambles.<\/p>\n<p>Air hujan yang meresap ke dalam tanah akan menurunkan daya ikat (kohesi) tanah, sehingga tanah lereng akan longsor seperti cairan. \u201cLongsoran ini akan membawa turun apa saja yang ada di atasnya, seperti batu batu besar, pohon, kayu kayu gelondongan, atau bahkan rumah,\u201d tutur dosen yang aktif meneliti terkait kebencanaan ini.<\/p>\n<p>Itulah mengapa Amien sangat mengharapkan adanya tindakan dari pemerintah untuk mengembalikan fungsi kawasan hutan gunung mengingat banyak yang sudah beralih fungsi. Menurutnya, sekarang banyak kawasan pegunungan yang sudah menjadi milik pribadi, pejabat dan pengembang. \u201cPemerintah harus tegas untuk mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai kawasan hutan yang berfungsi sebagai lindung dan resapan,\u201d tandasnya mengingatkan. <strong>(ri\/HUMAS ITS)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus ITS, ITS News &#8211; Ekosistem hutan gunung tak hanya penting bagi flora dan fauna yang menempati habitat tersebut. Secara keseluruhan, ekosistem ini dapat melindungi manusia dari berbagai bencana alam. Melihat kepentingan tersebut, dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meneliti pengaruh dari perubahan tata guna lahan hutan pegunungan terhadap kestabilan tanah di daerah pegunungan, serta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":54651,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[14,26,60],"tags":[220,519],"class_list":["post-54647","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","category-kampus-kita","category-kkn-abmas","tag-humas","tag-ri"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Peneliti ITS Anjurkan Pengembalian Tata Guna Lahan Pegunungan - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Peneliti ITS Anjurkan Pengembalian Tata Guna Lahan Pegunungan - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kampus ITS, ITS News &#8211; Ekosistem hutan gunung tak hanya penting bagi flora dan fauna yang menempati habitat tersebut. Secara keseluruhan, ekosistem ini dapat melindungi manusia dari berbagai bencana alam. Melihat kepentingan tersebut, dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meneliti pengaruh dari perubahan tata guna lahan hutan pegunungan terhadap kestabilan tanah di daerah pegunungan, serta [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-01-13T11:10:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-06-17T16:23:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.24.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"833\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"itsmis\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"itsmis\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/\"},\"author\":{\"name\":\"itsmis\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/f963f1330a6bb10ee3d4ef8ad13b923e\"},\"headline\":\"Peneliti ITS Anjurkan Pengembalian Tata Guna Lahan Pegunungan\",\"datePublished\":\"2021-01-13T11:10:50+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-17T16:23:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/\"},\"wordCount\":620,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.24.jpeg\",\"keywords\":[\"HUMAS\",\"ri\"],\"articleSection\":[\"Berita Utama\",\"Kampus Kita\",\"KKN Abmas\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/\",\"name\":\"Peneliti ITS Anjurkan Pengembalian Tata Guna Lahan Pegunungan - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.24.jpeg\",\"datePublished\":\"2021-01-13T11:10:50+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-17T16:23:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.24.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.24.jpeg\",\"width\":1250,\"height\":833,\"caption\":\"Peneliti Senior dari Pusat Studi Mitigasi, Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS, Dr Ir Amien Widodo MSi\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Peneliti ITS Anjurkan Pengembalian Tata Guna Lahan Pegunungan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/f963f1330a6bb10ee3d4ef8ad13b923e\",\"name\":\"itsmis\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/96d27614c306157d66f29c13854e68a5044dd1f51bd2792cacfde51cdba0681a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/96d27614c306157d66f29c13854e68a5044dd1f51bd2792cacfde51cdba0681a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"itsmis\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsmis\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Peneliti ITS Anjurkan Pengembalian Tata Guna Lahan Pegunungan - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Peneliti ITS Anjurkan Pengembalian Tata Guna Lahan Pegunungan - ITS News","og_description":"Kampus ITS, ITS News &#8211; Ekosistem hutan gunung tak hanya penting bagi flora dan fauna yang menempati habitat tersebut. Secara keseluruhan, ekosistem ini dapat melindungi manusia dari berbagai bencana alam. Melihat kepentingan tersebut, dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meneliti pengaruh dari perubahan tata guna lahan hutan pegunungan terhadap kestabilan tanah di daerah pegunungan, serta [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2021-01-13T11:10:50+00:00","article_modified_time":"2022-06-17T16:23:00+00:00","og_image":[{"width":1250,"height":833,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.24.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"itsmis","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"itsmis","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/"},"author":{"name":"itsmis","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/f963f1330a6bb10ee3d4ef8ad13b923e"},"headline":"Peneliti ITS Anjurkan Pengembalian Tata Guna Lahan Pegunungan","datePublished":"2021-01-13T11:10:50+00:00","dateModified":"2022-06-17T16:23:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/"},"wordCount":620,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.24.jpeg","keywords":["HUMAS","ri"],"articleSection":["Berita Utama","Kampus Kita","KKN Abmas"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/","name":"Peneliti ITS Anjurkan Pengembalian Tata Guna Lahan Pegunungan - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.24.jpeg","datePublished":"2021-01-13T11:10:50+00:00","dateModified":"2022-06-17T16:23:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.24.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-13-at-17.26.24.jpeg","width":1250,"height":833,"caption":"Peneliti Senior dari Pusat Studi Mitigasi, Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS, Dr Ir Amien Widodo MSi"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/peneliti-its-anjurkan-pengembalian-tata-guna-lahan-pegunungan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Peneliti ITS Anjurkan Pengembalian Tata Guna Lahan Pegunungan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/f963f1330a6bb10ee3d4ef8ad13b923e","name":"itsmis","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/96d27614c306157d66f29c13854e68a5044dd1f51bd2792cacfde51cdba0681a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/96d27614c306157d66f29c13854e68a5044dd1f51bd2792cacfde51cdba0681a?s=96&d=mm&r=g","caption":"itsmis"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsmis\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54647","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54647"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54647\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54684,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54647\/revisions\/54684"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54651"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54647"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54647"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54647"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}