{"id":52659,"date":"2020-10-24T15:51:07","date_gmt":"2020-10-24T08:51:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?p=52659"},"modified":"2020-10-30T16:44:53","modified_gmt":"2020-10-30T09:44:53","slug":"teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/","title":{"rendered":"Teliti Keberlanjutan Ekologis Kawasan Mangrove Gunung Anyar dengan R Software"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_52660\" aria-describedby=\"caption-attachment-52660\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52660 size-full\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Kondisi-eksisting-pada-kawasan-konservasi-mangrove-Gunung-Anyar.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"960\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Kondisi-eksisting-pada-kawasan-konservasi-mangrove-Gunung-Anyar.jpeg 1280w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Kondisi-eksisting-pada-kawasan-konservasi-mangrove-Gunung-Anyar-300x225.jpeg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Kondisi-eksisting-pada-kawasan-konservasi-mangrove-Gunung-Anyar-768x576.jpeg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Kondisi-eksisting-pada-kawasan-konservasi-mangrove-Gunung-Anyar-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Kondisi-eksisting-pada-kawasan-konservasi-mangrove-Gunung-Anyar-355x266.jpeg 355w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-52660\" class=\"wp-caption-text\">Kondisi eksisting pada kawasan konservasi mangrove Gunung Anyar<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p><b>Kampus ITS, ITS News<\/b> \u2014 Kawasan konservasi mangrove di Kecamatan Gunung Anyar merupakan bagian dari kawasan konservasi mangrove Pantai Timur Surabaya. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga telah merencanakan kawasan ini sebagai salah satu pusat ekowisata edukasi mangrove. Namun, pertumbuhan penduduk Kecamatan Gunung Anyar yang tinggi menjadi penyebab banyaknya perubahan guna lahan yang kurang sesuai dengan fungsinya. Melihat kondisi yang berbenturan ini, Firda Afifa SPWK meneliti keberlanjutan ekologis di kawasan konservasi ini dengan bantuan R software.<\/p><\/blockquote>\n<p>Firda, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa Kecamatan Gunung Anyar merupakan lokasi dengan pengurangan luas hutan mangrove tertinggi se-Surabaya, yakni sebesar 120 hektare atau setara 52 persen dari luasan awal. \u201cAngka ini didapat berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Syamsu pada 2018,\u201d terang lulusan Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini.<\/p>\n<p>Perubahan guna lahan yang tidak tepat ini tentunya dapat menimbulkan dampak negatif bagi keberlanjutan ekologis. Perumahan dan apartemen yang dibangun di kawasan ini dapat mengakibatkan penurunan permukaan tanah akibat pengadaan air tanah. Selain itu, Kecamatan Gunung Anyar tergolong rawan abrasi karena gelombang air lautnya yang tinggi. Tak heran Walikota Surabaya, Dr (HC) Ir Tri Rismaharini MT, sangat menggalakkan penanaman mangrove di kawasan tersebut.<\/p>\n<figure id=\"attachment_52662\" aria-describedby=\"caption-attachment-52662\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-52662 size-full\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kanan-bersama-Kasubag-Penelitian-dan-Pengembangan-Bappeko-Surabaya-sebagai-responden-ahli.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"960\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kanan-bersama-Kasubag-Penelitian-dan-Pengembangan-Bappeko-Surabaya-sebagai-responden-ahli.jpeg 1280w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kanan-bersama-Kasubag-Penelitian-dan-Pengembangan-Bappeko-Surabaya-sebagai-responden-ahli-300x225.jpeg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kanan-bersama-Kasubag-Penelitian-dan-Pengembangan-Bappeko-Surabaya-sebagai-responden-ahli-768x576.jpeg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kanan-bersama-Kasubag-Penelitian-dan-Pengembangan-Bappeko-Surabaya-sebagai-responden-ahli-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kanan-bersama-Kasubag-Penelitian-dan-Pengembangan-Bappeko-Surabaya-sebagai-responden-ahli-355x266.jpeg 355w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-52662\" class=\"wp-caption-text\">Firda Afifa SPWK (kanan) bersama Kasubag Penelitian dan Pengembangan Bappeko Surabaya sebagai responden ahli<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sebagai solusi, Firda menggunakan R software untuk menunjang penelitian tugas akhirnya. Pada awalnya, ia mengaku cukup kesulitan dalam proses eksekusi karena harus belajar dari nol. Mengingat di PWK ITS sendiri belum pernah dilakukan penelitian sejenis dengan menggunakan aplikasi ini.<\/p>\n<p>Terdapat tiga tahapan dalam analisis R software. Analisis tersebut meliputi ordinasi <i>Multidimensional Scaling<\/i> (MDS), simulasi <i>Monte Carlo<\/i>, dan <i>Levering Factor<\/i>. Ordinasi MDS adalah proses menentukan koordinat posisi tiap obyek dalam suatu peta multi dimensi. Hasil dari analisis MDS berisi tentang koordinat X dan Y pada masing-masing objek di kuadran MDS yang menggambarkan status keberlanjutan dari ekologis.<\/p>\n<p>Kemudian, untuk memastikan hasil MDS valid, dibutuhkan analisis lanjutan yakni simulasi <i>Monte Carlo<\/i> guna menguji tingkat kepercayaan dari suatu nilai. Langkah terakhir dari rangkaian analisis R software adalah analisis <i>leverage<\/i> yang berfungsi untuk melihat variabel yang paling berpengaruh pada keberlanjutan ekologis kawasan konservasi mangrove Gunung Anyar.<\/p>\n<p>Namun, sebelum data dianalisis di dalam R software, diperlukan pencarian variabel yang berpengaruh melalui wawancara pada beberapa ahli dengan teknik Delphi. \u201cProses ini perlu dilakukan agar data yang dihasilkan lebih valid dan bisa dibandingkan dengan hasil <i>software<\/i> nantinya,\u201d tutur mahasiswa yang merampungkan studinya pada semester tujuh ini.<\/p>\n<figure id=\"attachment_52661\" aria-describedby=\"caption-attachment-52661\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-52661 size-full\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Ekowisata-mangrove-yang-sudah-dibangun-di-wilayah-Gunung-Anyar.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"960\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Ekowisata-mangrove-yang-sudah-dibangun-di-wilayah-Gunung-Anyar.jpeg 1280w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Ekowisata-mangrove-yang-sudah-dibangun-di-wilayah-Gunung-Anyar-300x225.jpeg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Ekowisata-mangrove-yang-sudah-dibangun-di-wilayah-Gunung-Anyar-768x576.jpeg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Ekowisata-mangrove-yang-sudah-dibangun-di-wilayah-Gunung-Anyar-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Ekowisata-mangrove-yang-sudah-dibangun-di-wilayah-Gunung-Anyar-355x266.jpeg 355w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-52661\" class=\"wp-caption-text\">Ekowisata mangrove yang sudah dibangun di wilayah Gunung Anyar<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dalam proses wawancara, ada beberapa pihak yang Firda libatkan. Diantaranya yaitu dosen Departemen Biologi ITS sebagai akademisi, Badan Perencanaan Kota (Bappeko), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, berdasarkan hasil ordinasi MDS, nilai indeks keberlanjutan dimensi ekologis pada kawasan konservasi mangrove Kecamatan Gunung Anyar menunjukkan skor indeks terendah sebesar 9,05027 dan tertinggi sebesar 12,23795. Hal ini mengindikasikan bahwa kawasan konservasi mangrove Gunung Anyar masuk dalam kategori paling buruk atau tidak berkelanjutan berdasarkan teori Kavanagh dan Pitcher.<\/p>\n<p>Faktor-faktor yang paling berpengaruh menurut analisis <i>leverage<\/i> adalah tekanan lahan mangrove, fungsi konservasi mangrove, keberhasilan penanaman kembali, dan penduduk sekitar. Kemudian, dilakukan analisis triangulasi dengan membandingkan kondisi saat ini, kebijakan, dan praktik yang tepat. \u201cHal ini akan menentukan rekomendasi yang relevan bagi kawasan konservasi mangrove Gunung Anyar kedepannya,\u201d tambahnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_52663\" aria-describedby=\"caption-attachment-52663\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52663 size-full\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kiri-bersama-Staff-Bidang-Pertanian-DKPP-Kota-Surabaya-sebagai-responden-ahli.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"960\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kiri-bersama-Staff-Bidang-Pertanian-DKPP-Kota-Surabaya-sebagai-responden-ahli.jpeg 1280w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kiri-bersama-Staff-Bidang-Pertanian-DKPP-Kota-Surabaya-sebagai-responden-ahli-300x225.jpeg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kiri-bersama-Staff-Bidang-Pertanian-DKPP-Kota-Surabaya-sebagai-responden-ahli-768x576.jpeg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kiri-bersama-Staff-Bidang-Pertanian-DKPP-Kota-Surabaya-sebagai-responden-ahli-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kiri-bersama-Staff-Bidang-Pertanian-DKPP-Kota-Surabaya-sebagai-responden-ahli-355x266.jpeg 355w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-52663\" class=\"wp-caption-text\">Firda Afifa SPWK (kiri) bersama Staff Bidang Pertanian DKPP Kota Surabaya sebagai responden ahli<\/figcaption><\/figure>\n<p>Hasil analisis R software pada penelitian Firda menunjukkan secara gamblang bahwa kondisi keberlanjutan ekologis kawasan konservasi mangrove Gunung Anyar masih jauh dari kata ideal. Perlu adanya upaya konservasi yang lebih ketat lagi untuk memperbaiki kondisi saat ini.<\/p>\n<p>Di akhir, Firda memberikan rekomendasi berupa pembangunan ekowisata mangrove di Gunung Anyar yang terintegrasi sebagai solusi terbaik. Solusi ini juga menjadi jalan tengah dari kepentingan alam dan ekonomi. Namun, perlu diingat bahwa dalam penerapan ekowisata perlu ada kebijakan khusus agar kegiatan wisata tersebut tidak menambah beban bagi keberlanjutan ekologi. (ram\/lut)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus ITS, ITS News \u2014 Kawasan konservasi mangrove di Kecamatan Gunung Anyar merupakan bagian dari kawasan konservasi mangrove Pantai Timur Surabaya. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga telah merencanakan kawasan ini sebagai salah satu pusat ekowisata edukasi mangrove. Namun, pertumbuhan penduduk Kecamatan Gunung Anyar yang tinggi menjadi penyebab banyaknya perubahan guna lahan yang kurang sesuai dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":217,"featured_media":52662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[5,14,1],"tags":[222,210],"class_list":["post-52659","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-alumni","category-berita-utama","category-riset-dan-teknologi","tag-lut","tag-ram"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Teliti Keberlanjutan Ekologis Kawasan Mangrove Gunung Anyar dengan R Software - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Teliti Keberlanjutan Ekologis Kawasan Mangrove Gunung Anyar dengan R Software - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kampus ITS, ITS News \u2014 Kawasan konservasi mangrove di Kecamatan Gunung Anyar merupakan bagian dari kawasan konservasi mangrove Pantai Timur Surabaya. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga telah merencanakan kawasan ini sebagai salah satu pusat ekowisata edukasi mangrove. Namun, pertumbuhan penduduk Kecamatan Gunung Anyar yang tinggi menjadi penyebab banyaknya perubahan guna lahan yang kurang sesuai dengan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-10-24T08:51:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-10-30T09:44:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kanan-bersama-Kasubag-Penelitian-dan-Pengembangan-Bappeko-Surabaya-sebagai-responden-ahli.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"960\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Farah Sabara Putri Puspita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Farah Sabara Putri Puspita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/\"},\"author\":{\"name\":\"Farah Sabara Putri Puspita\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/0c8c5b03a66e52bc391608f2810e15d0\"},\"headline\":\"Teliti Keberlanjutan Ekologis Kawasan Mangrove Gunung Anyar dengan R Software\",\"datePublished\":\"2020-10-24T08:51:07+00:00\",\"dateModified\":\"2020-10-30T09:44:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/\"},\"wordCount\":678,\"commentCount\":2,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kanan-bersama-Kasubag-Penelitian-dan-Pengembangan-Bappeko-Surabaya-sebagai-responden-ahli.jpeg\",\"keywords\":[\"lut\",\"ram\"],\"articleSection\":[\"Alumni\",\"Berita Utama\",\"Riset dan Teknologi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/\",\"name\":\"Teliti Keberlanjutan Ekologis Kawasan Mangrove Gunung Anyar dengan R Software - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kanan-bersama-Kasubag-Penelitian-dan-Pengembangan-Bappeko-Surabaya-sebagai-responden-ahli.jpeg\",\"datePublished\":\"2020-10-24T08:51:07+00:00\",\"dateModified\":\"2020-10-30T09:44:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kanan-bersama-Kasubag-Penelitian-dan-Pengembangan-Bappeko-Surabaya-sebagai-responden-ahli.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kanan-bersama-Kasubag-Penelitian-dan-Pengembangan-Bappeko-Surabaya-sebagai-responden-ahli.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":960,\"caption\":\"Firda Afifa SPWK (kanan) bersama Kasubag Penelitian dan Pengembangan Bappeko Surabaya sebagai responden ahli\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Teliti Keberlanjutan Ekologis Kawasan Mangrove Gunung Anyar dengan R Software\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/0c8c5b03a66e52bc391608f2810e15d0\",\"name\":\"Farah Sabara Putri Puspita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bccbd626b3625ebfae584fefb21ea840a886d722e6520b2785c1e05fbdfac8da?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bccbd626b3625ebfae584fefb21ea840a886d722e6520b2785c1e05fbdfac8da?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Farah Sabara Putri Puspita\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsram\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Teliti Keberlanjutan Ekologis Kawasan Mangrove Gunung Anyar dengan R Software - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Teliti Keberlanjutan Ekologis Kawasan Mangrove Gunung Anyar dengan R Software - ITS News","og_description":"Kampus ITS, ITS News \u2014 Kawasan konservasi mangrove di Kecamatan Gunung Anyar merupakan bagian dari kawasan konservasi mangrove Pantai Timur Surabaya. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga telah merencanakan kawasan ini sebagai salah satu pusat ekowisata edukasi mangrove. Namun, pertumbuhan penduduk Kecamatan Gunung Anyar yang tinggi menjadi penyebab banyaknya perubahan guna lahan yang kurang sesuai dengan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2020-10-24T08:51:07+00:00","article_modified_time":"2020-10-30T09:44:53+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":960,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kanan-bersama-Kasubag-Penelitian-dan-Pengembangan-Bappeko-Surabaya-sebagai-responden-ahli.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Farah Sabara Putri Puspita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Farah Sabara Putri Puspita","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/"},"author":{"name":"Farah Sabara Putri Puspita","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/0c8c5b03a66e52bc391608f2810e15d0"},"headline":"Teliti Keberlanjutan Ekologis Kawasan Mangrove Gunung Anyar dengan R Software","datePublished":"2020-10-24T08:51:07+00:00","dateModified":"2020-10-30T09:44:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/"},"wordCount":678,"commentCount":2,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kanan-bersama-Kasubag-Penelitian-dan-Pengembangan-Bappeko-Surabaya-sebagai-responden-ahli.jpeg","keywords":["lut","ram"],"articleSection":["Alumni","Berita Utama","Riset dan Teknologi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/","name":"Teliti Keberlanjutan Ekologis Kawasan Mangrove Gunung Anyar dengan R Software - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kanan-bersama-Kasubag-Penelitian-dan-Pengembangan-Bappeko-Surabaya-sebagai-responden-ahli.jpeg","datePublished":"2020-10-24T08:51:07+00:00","dateModified":"2020-10-30T09:44:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kanan-bersama-Kasubag-Penelitian-dan-Pengembangan-Bappeko-Surabaya-sebagai-responden-ahli.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/Firda-Afifa-SPWK-kanan-bersama-Kasubag-Penelitian-dan-Pengembangan-Bappeko-Surabaya-sebagai-responden-ahli.jpeg","width":1280,"height":960,"caption":"Firda Afifa SPWK (kanan) bersama Kasubag Penelitian dan Pengembangan Bappeko Surabaya sebagai responden ahli"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-keberlanjutan-ekologis-kawasan-mangrove-gunung-anyar-dengan-r-software\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Teliti Keberlanjutan Ekologis Kawasan Mangrove Gunung Anyar dengan R Software"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/0c8c5b03a66e52bc391608f2810e15d0","name":"Farah Sabara Putri Puspita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bccbd626b3625ebfae584fefb21ea840a886d722e6520b2785c1e05fbdfac8da?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bccbd626b3625ebfae584fefb21ea840a886d722e6520b2785c1e05fbdfac8da?s=96&d=mm&r=g","caption":"Farah Sabara Putri Puspita"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsram\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52659","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/217"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52659"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52659\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52861,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52659\/revisions\/52861"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52659"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52659"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52659"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}