{"id":48332,"date":"2020-03-07T04:12:59","date_gmt":"2020-03-06T21:12:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?p=48332"},"modified":"2020-03-29T01:06:50","modified_gmt":"2020-03-28T18:06:50","slug":"kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/","title":{"rendered":"Kupas Tuntas Metode Sampling dan Fakta Kelelawar"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_48333\" aria-describedby=\"caption-attachment-48333\" style=\"width: 690px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-48333\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/03\/a5628e9937a83e8787653ee52029a3084fb20123.jpeg\" alt=\"\" width=\"690\" height=\"350\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/03\/a5628e9937a83e8787653ee52029a3084fb20123.jpeg 690w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/03\/a5628e9937a83e8787653ee52029a3084fb20123-300x152.jpeg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/03\/a5628e9937a83e8787653ee52029a3084fb20123-355x180.jpeg 355w\" sizes=\"(max-width: 690px) 100vw, 690px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-48333\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi kelelawar di malam hari (Sumber gambar: Dictio.Id)<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p><b>Kampus ITS, ITS News \u2014 <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Kelelawar, hewan yang termasuk golongan mamalia terbang tersebut kini sedang hangat dibicarakan perihal hubungannya dengan wabah yang sedang marak. Demi mengedukasi mahasiswa mengenai kelelawar, Departemen Biologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar kuliah tamu bertajuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Metode Sampling dan Ekologi Chiroptera<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Tak hanya membahas <\/span><span style=\"font-weight: 400\">metode sampling yang berbeda dari binatang lain, kuliah tamu ini juga membahas mengenai fakta menarik kelelawar, Rabu (4\/3).<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mengawali materinya<\/span><span style=\"font-weight: 400\">, Kurnia Ahmadin SSi memaparkan bahwa metode sampling merupakan cara menangkap kelelawar yang akan dijadikan bahan penelitian. \u201cPenelitian itu sendiri ditujukan untuk mengeksplorasi jenis atau spesies kelelawar yang belum diketahui,\u201d ujar lelaki yang akrab disapa Kurnia tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Metode sampling, <\/span><span style=\"font-weight: 400\">lanjut Kurnia,<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> diperlukan untuk menghindari kecelakan saat proses penangkapan kelelawar. Ia menambahkan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">bahwa <\/span><span style=\"font-weight: 400\">masing-masing jenis kelelawar memiliki cara penangkapan yang berbeda. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Di Indonesia sendiri<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> terdapat dua jenis kelelawar, yakni kelelawar makro dan kelelawar mikro. \u201cKeduanya memiliki ciri khas dan karakteristik yang berbeda,\u201d urainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Alumnus Universitas Negeri Yogyakarta ini memaparkan bahwa kelelawar makro adalah jenis yang biasa memakan buah-buahan. K<\/span><span style=\"font-weight: 400\">arena <\/span><span style=\"font-weight: 400\">memiliki ukuran tubuh yang cukup besar, kelelawar jenis ini biasanya kurang lincah. Di Indonesia, kelelawar yang berperawakan seperti beruang atau anjing ini memiliki banyak macam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berkebalikan dengan kelelawar makro, Kurnia mengatakan bahwa jenis mikro memiliki tubuh yang kecil dan lincah, bertelinga besar, serta berwajah seperti babi. Kelelawar mikro memiliki penglihatan yang tidak terlalu baik, sehingga lebih mengandalkan kemampuan ekolokasinya. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Ekolokasi sendiri adalah <\/span><span style=\"font-weight: 400\">kemampuan mengeluarkan dan mendengarkan pantulan bunyi yang dipantulkan oleh objek-objek di sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk cara menangkapnya, <\/span><span style=\"font-weight: 400\">kelelawar <\/span><span style=\"font-weight: 400\">makro<\/span><span style=\"font-weight: 400\">, yang biasa berada di tempat terbuka seperti sawah, dapat ditangkap menggunakan jaring kabut atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">mist net<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yakni jaring perangkap yang sangat halus. Adapun untuk kelelawar <\/span><span style=\"font-weight: 400\">mikro<\/span><span style=\"font-weight: 400\">, Kurnia menyampaikan bahwa lebih cocok ditangkap menggunakan jaring hapa. Berhabitat di hutan membuat kelelawar jenis ini cukup terhambat dengan pepohonan, sehingga jaring hapa dapat digunakan di celah sempit antara pepohonan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mengenai keselamatan, laki-laki yang juga <\/span><span style=\"font-weight: 400\">merupakan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">anggota Komunitas Birdpacker ini menjelaskan bahwa ada ketentuan yang perlu ditaati untuk meminimalisir kecelakaan pada proses penangkapan. Diantaranya memakai jas lab, mengenakan penutup kepala, menggunakan masker serta sarung tangan tebal. \u201cSarung tangan itu bertujuan untuk menghindari cakaran dan gigitan kelelawar,\u201d tuturnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Laki-laki yang telah berkecimpung dalam pengamatan kelelawar selama tujuh tahun ini mengingatkan bahwa kelelawar dapat menularkan virus rabies. Sehingga saat hendak melakukan penangkapan, disarankan untuk terlebih dahulu melakukan vaksinasi anti rabies. \u201cKarena vaksin tersebut memiliki masa aktif satu tahun, maka harus diperbaharui setiap tahun,\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fakta menarik lain yang juga diungkapkan dalam kuliah tamu ini adalah bahwa kelelawar merupakan reservoir virus. Singkatnya, kelelawar itu menjaga kontak virus langsung dengan manusia. Kelelawar memiliki imunitas yang tinggi sehingga kebal terhadap virus. \u201cIa terjangkit, namun dapat menjaga agar virus itu tidak keluar dari tubuhnya,\u201d ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kurnia juga menuturkan bahwa beberapa kelelawar merupakan penyerbuk alami bagi beberapa tanaman yang bunganya mekar di malam hari seperti durian, petai, dan pisang. Selain itu, kelelawar juga menjadi pemangsa alami bagi 500 lebih jenis serangga. \u201cItu sebabnya kelelawar dapat mencegah pembludakan serangga,\u201d paparnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di akhir presentasinya, Kurnia menyampaikan bahwa kelelawar di tiap negara memiliki karakteristik yang berbeda, atau bisa disebut endemik. Sehingga hasil penelitian akan menjadi berbeda antara satu negara dengan negara lainnya. Akan tetapi, penelitian mengenai kelelawar di Indonesia masih minim. \u201cKarena minimnya penelitian tentang kelelawar di Indonesia, semoga minat mahasiswa akan meningkat untuk menjadi calon peneliti dan pengamat kelelawar,\u201d pungkasnya.<\/span> (ai\/id)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus ITS, ITS News \u2014 Kelelawar, hewan yang termasuk golongan mamalia terbang tersebut kini sedang hangat dibicarakan perihal hubungannya dengan wabah yang sedang marak. Demi mengedukasi mahasiswa mengenai kelelawar, Departemen Biologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar kuliah tamu bertajuk Metode Sampling dan Ekologi Chiroptera. Tak hanya membahas metode sampling yang berbeda dari binatang lain, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":256,"featured_media":48333,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[509,228],"class_list":["post-48332","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","tag-ai","tag-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kupas Tuntas Metode Sampling dan Fakta Kelelawar - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kupas Tuntas Metode Sampling dan Fakta Kelelawar - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kampus ITS, ITS News \u2014 Kelelawar, hewan yang termasuk golongan mamalia terbang tersebut kini sedang hangat dibicarakan perihal hubungannya dengan wabah yang sedang marak. Demi mengedukasi mahasiswa mengenai kelelawar, Departemen Biologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar kuliah tamu bertajuk Metode Sampling dan Ekologi Chiroptera. Tak hanya membahas metode sampling yang berbeda dari binatang lain, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-03-06T21:12:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-03-28T18:06:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/03\/a5628e9937a83e8787653ee52029a3084fb20123.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"690\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"350\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/\"},\"author\":{\"name\":\"\",\"@id\":\"\"},\"headline\":\"Kupas Tuntas Metode Sampling dan Fakta Kelelawar\",\"datePublished\":\"2020-03-06T21:12:59+00:00\",\"dateModified\":\"2020-03-28T18:06:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/\"},\"wordCount\":564,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/03\/a5628e9937a83e8787653ee52029a3084fb20123.jpeg\",\"keywords\":[\"ai\",\"id\"],\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/\",\"name\":\"Kupas Tuntas Metode Sampling dan Fakta Kelelawar - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/03\/a5628e9937a83e8787653ee52029a3084fb20123.jpeg\",\"datePublished\":\"2020-03-06T21:12:59+00:00\",\"dateModified\":\"2020-03-28T18:06:50+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/03\/a5628e9937a83e8787653ee52029a3084fb20123.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/03\/a5628e9937a83e8787653ee52029a3084fb20123.jpeg\",\"width\":690,\"height\":350,\"caption\":\"Ilustrasi kelelawar di malam hari (sumber : Dictio.Id)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kupas Tuntas Metode Sampling dan Fakta Kelelawar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kupas Tuntas Metode Sampling dan Fakta Kelelawar - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kupas Tuntas Metode Sampling dan Fakta Kelelawar - ITS News","og_description":"Kampus ITS, ITS News \u2014 Kelelawar, hewan yang termasuk golongan mamalia terbang tersebut kini sedang hangat dibicarakan perihal hubungannya dengan wabah yang sedang marak. Demi mengedukasi mahasiswa mengenai kelelawar, Departemen Biologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar kuliah tamu bertajuk Metode Sampling dan Ekologi Chiroptera. Tak hanya membahas metode sampling yang berbeda dari binatang lain, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2020-03-06T21:12:59+00:00","article_modified_time":"2020-03-28T18:06:50+00:00","og_image":[{"width":690,"height":350,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/03\/a5628e9937a83e8787653ee52029a3084fb20123.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/"},"author":{"name":"","@id":""},"headline":"Kupas Tuntas Metode Sampling dan Fakta Kelelawar","datePublished":"2020-03-06T21:12:59+00:00","dateModified":"2020-03-28T18:06:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/"},"wordCount":564,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/03\/a5628e9937a83e8787653ee52029a3084fb20123.jpeg","keywords":["ai","id"],"articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/","name":"Kupas Tuntas Metode Sampling dan Fakta Kelelawar - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/03\/a5628e9937a83e8787653ee52029a3084fb20123.jpeg","datePublished":"2020-03-06T21:12:59+00:00","dateModified":"2020-03-28T18:06:50+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/03\/a5628e9937a83e8787653ee52029a3084fb20123.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/03\/a5628e9937a83e8787653ee52029a3084fb20123.jpeg","width":690,"height":350,"caption":"Ilustrasi kelelawar di malam hari (sumber : Dictio.Id)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kupas Tuntas Metode Sampling dan Fakta Kelelawar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48332","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/256"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48332"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48332\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48928,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48332\/revisions\/48928"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48333"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48332"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48332"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}