{"id":41162,"date":"2019-08-29T20:18:28","date_gmt":"2019-08-29T13:18:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?p=41162"},"modified":"2022-06-15T05:39:21","modified_gmt":"2022-06-14T22:39:21","slug":"doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/","title":{"rendered":"Doktor ITS Kembangkan Metode Ketahanan Bangunan di Tanah Lunak"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_41171\" aria-describedby=\"caption-attachment-41171\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-41171\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.11.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"853\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.11.jpeg 1280w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.11-300x200.jpeg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.11-768x512.jpeg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.11-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.11-355x237.jpeg 355w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41171\" class=\"wp-caption-text\">Yusti Yudiawati (berdiri) sedang mempresentasikan hasil uji data disertasinya dalam sidang terbuka promosi doktor di Departemen Teknik Sipil ITS<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p><strong>Kampus ITS, ITS News &#8211;<\/strong> Luas area tanah lunak di Indonesia yang bisa menyebabkan penurunan bangunan diperkirakan sekitar 10 persen dari total daratan di Indonesia. Karena itulah, Yusti Yudiawati ST MT dari program doktoral Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan metode tiang friction dalam disertasi yang dipresentasikannya pada sidang terbuka promosi doktor di Ruang Sidang Teknik Sipil ITS, Kamis (29\/8).<\/p><\/blockquote>\n<p>Yusti mengatakan, riset yang dilakukannya tersebut dilatar belakangi banyaknya bangunan yang miring di Kota Banjarmasin. Kondisi itu disebabkan fondasi bangunan diletakkan di lapisan tanah yang lunak. Oleh sebab itu, Yusti melakukan penelitian dan pengujian ini di Universitas Lambumangkurat, Banjarmasin. \u201cDari riset ini dapat diprediksi perilaku jangka panjang penurunan tiang bangunan,\u201d jelas Yusti.<\/p>\n<p>Penelitian yang dibimbing oleh Prof Ir Indrasurya B Mochtar MSc PhD dan Prof Ir Noor Endah Mochtar MSc PhD ini menjelaskan bahwa fondasi yang tertanam pada tanah lunak memiliki banyak permasalahan. Salah satunya penurunan fondasi gedung yang tidak sama. Penurunan ini menyebabkan kerusakan dari struktural bangunan. Sedangkan prediksi besarnya penurunan pada tiang letakan jauh lebih sulit daripada menentukan daya dukung tiang. \u201cKarena penurunan tiang ditentukan oleh pembebanan jangka panjang,\u201d papar alumni magister Teknik Sipil ITS ini.<\/p>\n<p>Yusti mengungkapkan bahwa untuk menghadapi hal tersebut diperlukan adanya penelitian pada fondasi sesungguhnya (real pile). Kondisi tersebut dapat dilakukan dengan cara pengujian pembebanan di lapangan. Cara ini juga dilakukan dengan pengamatan penurunan jangka panjang yang terjadi pada kepala tiang. \u201cHasil uji pembebanan jangka panjang akan dievaluasi terhadap hasil uji pembebanan jangka pendek,\u201d tutur Yusti.<\/p>\n<figure id=\"attachment_41170\" aria-describedby=\"caption-attachment-41170\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-41170\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.50.21.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"853\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.50.21.jpeg 1280w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.50.21-300x200.jpeg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.50.21-768x512.jpeg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.50.21-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.50.21-355x237.jpeg 355w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41170\" class=\"wp-caption-text\">Yusti Yudiawati sedang mempresentasikan hasil uji data disertasinya dalam sidang terbuka promosi doktor di Departemen Teknik Sipil ITS<\/figcaption><\/figure>\n<p>Yusti melanjutkan, penelitannya ini bertujuan untuk mendapatkan kurva load displacement hasil uji pembebanan langsung tiang lekatan tunggal dan kelompok. Dengan kurva itu akan diketahui perilaku jangka pendek dan jangka panjangnya. \u201cSelain itu juga akan didapatkan metode prediksi load displacement jangka pendek tiang lekatan tunggal,\u201d kata doktor ITS kelahiran Malang ini.<\/p>\n<p>Kurva tersebut, menurut Yusti, dapat juga digunakan untuk mendapatkan metode perencanaan fondasi kelompok tiang lekatan yang boleh mengalami penurunan tapi tidak terjadi differential settlement. \u201cDifferential settlement ini adalah kondisi fondasi bangunan berada dalam mode tidak rata,\u201d terang Yusti.<\/p>\n<p>Metode penelitian ini dilakukan dengan mengamati perilaku load displacement tiang lekatan, tunggal, dan kelompok di lapangan. Perilaku tersebut dapat diketahui dengan melaksanakan tiga program pengujian. Program tersebut berupa penyelidikan tanah, pengujian pembebanan tiang ultimate, serta pengujian pembebanan dan pengamatan jangka panjang. \u201cPengujian tersebut dilakukan dengan beberapa variasi beban dan waktu waktu pengamatan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dari penelitian tersebut Yusti menyimpulkan, penurunan akibat pembebanan jangka pendek tiang kelompok lebih besar daripada tiang tunggal dengan reduksi kapasitas aksial kelompok tiang lekatan mencapai 50 persen. Deformasi jangka panjang pada tiang lekatan mengakibatkan penurunan jangka panjang melebih penurunan yang diijinkan, \u201cKami juga membuat formulasi konstanta rangkak U jangka panjang untuk perhitungan dalam penelitian ini,\u201d imbuh Yusti.<\/p>\n<figure id=\"attachment_41172\" aria-describedby=\"caption-attachment-41172\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-41172\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.43.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"853\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.43.jpeg 1280w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.43-300x200.jpeg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.43-768x512.jpeg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.43-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.43-355x237.jpeg 355w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41172\" class=\"wp-caption-text\">Yusti Yudiawati (empat dari kanan) bersama dosen promotor, dosen pembimbing, dan para dosen penguji<\/figcaption><\/figure>\n<p>Disampaikan Yusti, manfaat besar dari penelitian ini adalah ketika membangun gedung baru dapat diprediksi penurunannya. Apabila keadaan gedung tersebut boleh turun, maka dapat dibatasi penurunan dari konstruksi tersebut. Apabila tidak boleh turun dapat didesain dengan TZ curve dalam perencanaannya. Sehingga bangunan tersebut tidak akan turun atau dapat mengalami penurunan ,tapi tidak menyebabkan kondisi bangunan miring. \u201cRiset ini bisa dikembangkan dengan rasio beban gempa, sehingga bisa diletakkan di daerah gempa,\u201d jelas Yusti lagi.<\/p>\n<p>Harapannya, penelitian ini dapat diimplementasikan di Indonesia dan disosialisasikan, sehingga dapat dimasukkan dalam perencanaan gedung di daerah tanah lunak. Dengan begitu, bangunan yang dibangun di tanah lunak dapat kokoh berdiri dan sedikit atau tidak sama sekali mengalami penurunan dalam jangka waktu yang sangat lama. \u201cDengan begitu akan mencegah bangunan miring dalam waktu cepat, sehingga bahan bangunannya tidak akan cepat rusak,\u201d pungkasnya. (qin\/HUMAS ITS)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus ITS, ITS News &#8211; Luas area tanah lunak di Indonesia yang bisa menyebabkan penurunan bangunan diperkirakan sekitar 10 persen dari total daratan di Indonesia. Karena itulah, Yusti Yudiawati ST MT dari program doktoral Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan metode tiang friction dalam disertasi yang dipresentasikannya pada sidang terbuka promosi doktor di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":41172,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[14,26,60,1],"tags":[220,246],"class_list":["post-41162","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","category-kampus-kita","category-kkn-abmas","category-riset-dan-teknologi","tag-humas","tag-qin"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Doktor ITS Kembangkan Metode Ketahanan Bangunan di Tanah Lunak - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Doktor ITS Kembangkan Metode Ketahanan Bangunan di Tanah Lunak - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kampus ITS, ITS News &#8211; Luas area tanah lunak di Indonesia yang bisa menyebabkan penurunan bangunan diperkirakan sekitar 10 persen dari total daratan di Indonesia. Karena itulah, Yusti Yudiawati ST MT dari program doktoral Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan metode tiang friction dalam disertasi yang dipresentasikannya pada sidang terbuka promosi doktor di [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-08-29T13:18:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-06-14T22:39:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.43.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"itsmis\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"itsmis\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/\"},\"author\":{\"name\":\"itsmis\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/fe1c453700341b31a925eeabc771d2f0\"},\"headline\":\"Doktor ITS Kembangkan Metode Ketahanan Bangunan di Tanah Lunak\",\"datePublished\":\"2019-08-29T13:18:28+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-14T22:39:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/\"},\"wordCount\":656,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.43.jpeg\",\"keywords\":[\"HUMAS\",\"qin\"],\"articleSection\":[\"Berita Utama\",\"Kampus Kita\",\"KKN Abmas\",\"Riset dan Teknologi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/\",\"name\":\"Doktor ITS Kembangkan Metode Ketahanan Bangunan di Tanah Lunak - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.43.jpeg\",\"datePublished\":\"2019-08-29T13:18:28+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-14T22:39:21+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.43.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.43.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":853,\"caption\":\"Yusti Yudiawati (empat dari kanan) bersama dosen promotor, dosen pembimbing, dan para dosen penguji\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Doktor ITS Kembangkan Metode Ketahanan Bangunan di Tanah Lunak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/fe1c453700341b31a925eeabc771d2f0\",\"name\":\"itsmis\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/96d27614c306157d66f29c13854e68a5044dd1f51bd2792cacfde51cdba0681a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/96d27614c306157d66f29c13854e68a5044dd1f51bd2792cacfde51cdba0681a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"itsmis\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsmis\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Doktor ITS Kembangkan Metode Ketahanan Bangunan di Tanah Lunak - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Doktor ITS Kembangkan Metode Ketahanan Bangunan di Tanah Lunak - ITS News","og_description":"Kampus ITS, ITS News &#8211; Luas area tanah lunak di Indonesia yang bisa menyebabkan penurunan bangunan diperkirakan sekitar 10 persen dari total daratan di Indonesia. Karena itulah, Yusti Yudiawati ST MT dari program doktoral Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan metode tiang friction dalam disertasi yang dipresentasikannya pada sidang terbuka promosi doktor di [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2019-08-29T13:18:28+00:00","article_modified_time":"2022-06-14T22:39:21+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.43.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"itsmis","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"itsmis","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/"},"author":{"name":"itsmis","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/fe1c453700341b31a925eeabc771d2f0"},"headline":"Doktor ITS Kembangkan Metode Ketahanan Bangunan di Tanah Lunak","datePublished":"2019-08-29T13:18:28+00:00","dateModified":"2022-06-14T22:39:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/"},"wordCount":656,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.43.jpeg","keywords":["HUMAS","qin"],"articleSection":["Berita Utama","Kampus Kita","KKN Abmas","Riset dan Teknologi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/","name":"Doktor ITS Kembangkan Metode Ketahanan Bangunan di Tanah Lunak - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.43.jpeg","datePublished":"2019-08-29T13:18:28+00:00","dateModified":"2022-06-14T22:39:21+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.43.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-29-at-17.51.43.jpeg","width":1280,"height":853,"caption":"Yusti Yudiawati (empat dari kanan) bersama dosen promotor, dosen pembimbing, dan para dosen penguji"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/doktor-its-kembangkan-metode-ketahanan-bangunan-di-tanah-lunak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Doktor ITS Kembangkan Metode Ketahanan Bangunan di Tanah Lunak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/fe1c453700341b31a925eeabc771d2f0","name":"itsmis","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/96d27614c306157d66f29c13854e68a5044dd1f51bd2792cacfde51cdba0681a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/96d27614c306157d66f29c13854e68a5044dd1f51bd2792cacfde51cdba0681a?s=96&d=mm&r=g","caption":"itsmis"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsmis\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41162","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41162"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41162\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41180,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41162\/revisions\/41180"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41172"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41162"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41162"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41162"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}