{"id":37641,"date":"2019-03-11T17:21:26","date_gmt":"2019-03-11T10:21:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?p=37641"},"modified":"2019-03-17T17:32:56","modified_gmt":"2019-03-17T10:32:56","slug":"teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/","title":{"rendered":"Teliti Terumbu Karang sebagai Bioindikator Pencemaran Panas"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_37642\" aria-describedby=\"caption-attachment-37642\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-37642\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.37.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"853\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.37.jpeg 1280w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.37-300x200.jpeg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.37-768x512.jpeg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.37-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.37-355x237.jpeg 355w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-37642\" class=\"wp-caption-text\">Dian Saptarini saat mempresentasikan materi disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di ITS<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p><strong>Kampus ITS, ITS News &#8211;<\/strong> Pembuangan air bahang dari aktivitas industri ke daerah pesisir pantai berkontribusi dalam kenaikan suhu air di pesisir yang bisa merusak terumbu karang. Berangkat dari hal tersebut, Dr Dra Dian Saptarini MSc meneliti terumbu karang sebagai parameter biologi untuk pengendalian pencemaran panas.<\/p><\/blockquote>\n<p>Penelitian untuk disertasi tersebut dipaparkan dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat ITS, Senin (11\/3).<\/p>\n<p>Indonesia secara geografis berada di daerah yang beriklim tropis, ungkap Dian, sehingga Indonesia memiliki keanekaragaman hayati berupa terumbu karang yang melimpah di daerah pesisir. Disisi lain, wilayah pesisir banyak dimanfaatkan dalam pengembangan wilayah maupun kegiatan, salah satunya kegiatan industri. Sebagian industri menggunakan air laut sebagai bahan baku air pendingin mesin dan melepaskan air pendingin dengan suhu tinggi ke perairan pesisir.<\/p>\n<figure id=\"attachment_37644\" aria-describedby=\"caption-attachment-37644\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-37644\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.18.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"853\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.18.jpeg 1280w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.18-300x200.jpeg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.18-768x512.jpeg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.18-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.18-355x237.jpeg 355w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-37644\" class=\"wp-caption-text\">Dian Saptarini (kiri) saat mempresentasikan materi disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di ITS<\/figcaption><\/figure>\n<p>Air bahang ialah air laut yang telah digunakan dalam proses pendinginan mesin yang dibuang kembali ke laut. Pembuangan air bahang selain dari industri, juga berasal dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Kebutuhan energi yang tinggi menyebabkan pembangunan PLTU yang masif di Indonesia. \u201cDewasa ini, Indonesia sudah memiliki sekitar 37 PLTU, dan ada kemungkinan untuk bertambah,\u201d ujar perempuan yang juga dosen Biologi ITS ini.<\/p>\n<p>Menurut kajian-kajian sebelumnya, lanjut Dian, karang sangat sensitif pada perubahan suhu. \u201cOleh karenanya diteliti penggunaan terumbu karang sebagai parameter biologi untuk pencemaran panas, sehingga bisa dihasilkan pendekatan yang mengintegrasikan pengaruh peningkatan suhu dan kerusakan karang dalam tahapan manajemen pembuangan air bahang di pesisir,\u201d terang perempuan yang juga koordinator program ITS Smart Eco Campus ini.<\/p>\n<p>Menurut Dian, karang dapat dianalogikan sebagai hutan hujan tropisnya laut atau ocean forest. Peran dari karang bagi bumi sama seperti peran hutan hujan tropis, yaitu sebagai tempat tinggal dan berkembangbiaknya biota laut, kemampuan menyerap karbon.. Namun, pembuangan air bahang dari industri ke laut dapat menyebabkan kerusakan pada terumbu karang berupa hambatan dalam pertumbuhan, metabolisme dan juga coral bleaching atau pemutihan karang.<\/p>\n<p>Coral bleaching adalah proses menghilangnya warna karang menjadi putih yang diakibatkan oleh degradasi populasi zooxanthellae yang bersimbiosis dengan karang. Degradasi ini menyebabkan karang menjadi mati dan fungsinya dalam mereduksi emisi karbon, dan tempat tinggal serta berkembang biak biota laut menjadi hilang.<\/p>\n<p>Dari penelitiannya tersebut, Dian mengidentikasi adanya variasi komposisi karang berdasar sifat adaptifnya pada perairan yang mengalami kenaikan suhu dan tidak. Karang yang berada di daerah yang mengalami kenaikan suhu akibat air bahang di dominasi oleh karang dengan sifat adaptif stress tolerator yg dimiliki oleh karang2 masif, sedangkan karang yang berada di perairan dengan suhu optimum memiliki komposisi karang dari tipe adaptif stress tolerator, rudera dan kompetitor. Salah satu jenis karang yg bersifat ruderal adaah karang bercabang.<\/p>\n<figure id=\"attachment_37645\" aria-describedby=\"caption-attachment-37645\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-37645\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.52.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"853\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.52.jpeg 1280w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.52-300x200.jpeg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.52-768x512.jpeg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.52-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.52-355x237.jpeg 355w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-37645\" class=\"wp-caption-text\">Suasana Sidang Terbuka Promosi Doktor dengan promovenda Dian Saptarini<\/figcaption><\/figure>\n<p>Coral bleaching adalah proses menghilangnya warna karang menjadi putih yang diakibatkan oleh degradasi populasi zooxanthellae yang bersimbiosis dengan karang. Degradasi ini menyebabkan karang menjadi mati dan fungsinya dalam mereduksi emisi karbon, dan tempat tinggal serta berkembang biak biota laut menjadi hilang.<\/p>\n<p>Dari penelitiannya tersebut, Dian mengidentikasi adanya variasi komposisi karang berdasar sifat adaptifnya pada perairan yang mengalami kenaikan suhu dan tidak. Karang yang berada di daerah yang mengalami kenaikan suhu akibat air bahang di dominasi oleh karang dengan sifat adaptif stress tolerator yg dimiliki oleh karang2 masif, sedangkan karang yang berada di perairan dengan suhu optimum memiliki komposisi karang dari tipe adaptif stress tolerator, rudera dan kompetitor. Salah satu jenis karang yg bersifat ruderal adaah karang bercabang.<\/p>\n<p>Dari pengamatannya tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberadaan karang yang berbeda karakteristiknya ini menjelaskan informasi lingkungan yang berbeda. Dengan penelitian lanjutan, Dian menemukan bahwa peningkatan suhu yang dapat ditolerir oleh karang kurang lebih 2,3\u2103 dari batas atas parameter lingkungan\/suhu. \u201cSuhu ideal karang tumbuh ialah 26 \u2013 30\u2103, dengan batas ambang ekologi yang dapat ditolerir karang untuk pertumbuhan yang optimum adalah 32\u2103,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Di akhir presentasinya, Dian mengungkapkan hasil penelitiannya ini berlaku secara universal, meski masih sebatas pada area tropis. Selain itu, masih banyak hal yang bisa dikembangkan lagi untuk melengkapi penelitiannya ini. Dian mengatakan, topik seperti bagaimana karang bisa beradaptasi dengan perubahan lingkungan atau fase perkembangan karang adalah beberapa contoh topik yang bisa diteliti untuk melengkapi temuan ini.<\/p>\n<figure id=\"attachment_37643\" aria-describedby=\"caption-attachment-37643\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-37643\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.06.10.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"720\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.06.10.jpeg 1280w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.06.10-300x169.jpeg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.06.10-768x432.jpeg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.06.10-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.06.10-355x200.jpeg 355w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-37643\" class=\"wp-caption-text\">Dian Saptarini (membawa buket bunga) bersama keluarga dan para kolega usai sidang doktor<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dikatakan Dian, kebutuhan energi di Indonesia yang tinggi menjadi salah satu penyebab tingginya pembuangan air bahang yang masif. Dengan diketahuinya ambang batas ekologi karang, ia berharap pembangunan untuk memenuhi kebutuhan energi ke depannya bukan sekedar membangun. \u201cTapi juga memerhartikan di mana kita membangun, dan dampak apa yang bisa terjadi akibat pembangunan itu,\u201d pungkas Dian. (ram\/HUMAS ITS)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus ITS, ITS News &#8211; Pembuangan air bahang dari aktivitas industri ke daerah pesisir pantai berkontribusi dalam kenaikan suhu air di pesisir yang bisa merusak terumbu karang. Berangkat dari hal tersebut, Dr Dra Dian Saptarini MSc meneliti terumbu karang sebagai parameter biologi untuk pengendalian pencemaran panas. Penelitian untuk disertasi tersebut dipaparkan dalam Sidang Terbuka Promosi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":217,"featured_media":37642,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[14,12,1],"tags":[220,210],"class_list":["post-37641","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","category-headline","category-riset-dan-teknologi","tag-humas","tag-ram"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Teliti Terumbu Karang sebagai Bioindikator Pencemaran Panas - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Teliti Terumbu Karang sebagai Bioindikator Pencemaran Panas - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kampus ITS, ITS News &#8211; Pembuangan air bahang dari aktivitas industri ke daerah pesisir pantai berkontribusi dalam kenaikan suhu air di pesisir yang bisa merusak terumbu karang. Berangkat dari hal tersebut, Dr Dra Dian Saptarini MSc meneliti terumbu karang sebagai parameter biologi untuk pengendalian pencemaran panas. Penelitian untuk disertasi tersebut dipaparkan dalam Sidang Terbuka Promosi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-03-11T10:21:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-03-17T10:32:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.37.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Farah Sabara Putri Puspita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Farah Sabara Putri Puspita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/\"},\"author\":{\"name\":\"Farah Sabara Putri Puspita\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/84212ecd9eee3df645c91974f5a4c62e\"},\"headline\":\"Teliti Terumbu Karang sebagai Bioindikator Pencemaran Panas\",\"datePublished\":\"2019-03-11T10:21:26+00:00\",\"dateModified\":\"2019-03-17T10:32:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/\"},\"wordCount\":799,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.37.jpeg\",\"keywords\":[\"HUMAS\",\"ram\"],\"articleSection\":[\"Berita Utama\",\"Headline\",\"Riset dan Teknologi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/\",\"name\":\"Teliti Terumbu Karang sebagai Bioindikator Pencemaran Panas - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.37.jpeg\",\"datePublished\":\"2019-03-11T10:21:26+00:00\",\"dateModified\":\"2019-03-17T10:32:56+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.37.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.37.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":853,\"caption\":\"Dian Saptarini saat mempresentasikan materi disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di ITS\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Teliti Terumbu Karang sebagai Bioindikator Pencemaran Panas\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/84212ecd9eee3df645c91974f5a4c62e\",\"name\":\"Farah Sabara Putri Puspita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bccbd626b3625ebfae584fefb21ea840a886d722e6520b2785c1e05fbdfac8da?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bccbd626b3625ebfae584fefb21ea840a886d722e6520b2785c1e05fbdfac8da?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Farah Sabara Putri Puspita\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsram\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Teliti Terumbu Karang sebagai Bioindikator Pencemaran Panas - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Teliti Terumbu Karang sebagai Bioindikator Pencemaran Panas - ITS News","og_description":"Kampus ITS, ITS News &#8211; Pembuangan air bahang dari aktivitas industri ke daerah pesisir pantai berkontribusi dalam kenaikan suhu air di pesisir yang bisa merusak terumbu karang. Berangkat dari hal tersebut, Dr Dra Dian Saptarini MSc meneliti terumbu karang sebagai parameter biologi untuk pengendalian pencemaran panas. Penelitian untuk disertasi tersebut dipaparkan dalam Sidang Terbuka Promosi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2019-03-11T10:21:26+00:00","article_modified_time":"2019-03-17T10:32:56+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.37.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Farah Sabara Putri Puspita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Farah Sabara Putri Puspita","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/"},"author":{"name":"Farah Sabara Putri Puspita","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/84212ecd9eee3df645c91974f5a4c62e"},"headline":"Teliti Terumbu Karang sebagai Bioindikator Pencemaran Panas","datePublished":"2019-03-11T10:21:26+00:00","dateModified":"2019-03-17T10:32:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/"},"wordCount":799,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.37.jpeg","keywords":["HUMAS","ram"],"articleSection":["Berita Utama","Headline","Riset dan Teknologi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/","name":"Teliti Terumbu Karang sebagai Bioindikator Pencemaran Panas - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.37.jpeg","datePublished":"2019-03-11T10:21:26+00:00","dateModified":"2019-03-17T10:32:56+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.37.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-11-at-17.05.37.jpeg","width":1280,"height":853,"caption":"Dian Saptarini saat mempresentasikan materi disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di ITS"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/teliti-terumbu-karang-sebagai-bioindikator-pencemaran-termal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Teliti Terumbu Karang sebagai Bioindikator Pencemaran Panas"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/84212ecd9eee3df645c91974f5a4c62e","name":"Farah Sabara Putri Puspita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bccbd626b3625ebfae584fefb21ea840a886d722e6520b2785c1e05fbdfac8da?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bccbd626b3625ebfae584fefb21ea840a886d722e6520b2785c1e05fbdfac8da?s=96&d=mm&r=g","caption":"Farah Sabara Putri Puspita"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsram\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/217"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37641"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37641\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37819,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37641\/revisions\/37819"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37642"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}