{"id":34342,"date":"2018-07-26T13:08:57","date_gmt":"2018-07-26T13:08:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?p=34342"},"modified":"2018-07-27T08:55:04","modified_gmt":"2018-07-27T08:55:04","slug":"mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/","title":{"rendered":"Mahasiswa ITS Ciptakan Metode Pengeringan Padi Ramah Lingkungan"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_34343\" aria-describedby=\"caption-attachment-34343\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-34343\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.22.55.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"960\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-34343\" class=\"wp-caption-text\">Tim mahasiswa ITS yang merancang pengering padi ramah lingkungan.<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p><strong>Kampus ITS, ITS News &#8211;<\/strong> Sebagai negara yang mayoritas penduduknya mengonsumsi beras sebagai bahan pangan utama, tanaman padi tentunya menjadi salah satu komoditas terbesar di Indonesia. Namun sayangnya, masih banyak proses pengolahan padi menjadi beras seperti pengeringan gabah yang dilakukan secara konvensional. Kondisi ini mengilhami tiga mahasiswa ITS untuk menciptakan metode pengeringan gabah yang efektif dan ramah lingkungan.<\/p><\/blockquote>\n<p>Dengan inovasi memanfaatkan fenomena <em>wind corona<\/em> sebagai solusi baru pengeringan gabah, tim yang terdiri dari Ahmad Bariq Al Fahri, Pinanggih Rahayu dan I Wayan Ersa Saputra itu pun berhak atas dana hibah pengembangan dari Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) 2018.<\/p>\n<p>Ahmad Bariq Al Fahri, selaku ketua tim memaparkan selama ini terdapat dua metode pengeringan gabah yang diterapkan di Indonesia. \u201cSelain menggunakan sinar matahari langsung, ada petani yang memanfaatkan alat pengering berbasis teknologi termal,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Sayangnya, menurut mahasiswa yang kerap disapa Bariq ini, dari hasil riset timnya ditemukan adanya celah pada dua metode tersebut. Pengeringan menggunakan sinar matahari langsung, membutuhkan waktu minimal tiga hari untuk mendapatkan gabah yang kering sempurna. Dengan catatan kondisi panas matahari stabil dan cukup selama waktu pengeringan.<\/p>\n<p>\u201cCuaca di Indonesia yang tidak menentu beberapa tahun belakang ini tentunya sangat merugikan petani yang mengandalkan metode ini (dengan menggunakan sinar matahari langsung, red),\u201d ungkap Bariq.<\/p>\n<p>Sebenarnya, kata Bariq, alat pengering modern berbasis termal juga bisa menjadi solusi. Namun, penggunaan alat pengering modern ini mengakibatkan penurunan nilai gizi dari gabah, kehigienisan tidak terjamin, serta membutuhkan konsumsi energi listrik yang cukup tinggi. \u201cPadahal saat ini dunia sedang ramai mengurangi penggunaan energy, termasuk energi listrik,\u201d tutur mahasiswa Teknik Elektro ITS tersebut.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-34345\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.23.07-e1532610296788.jpeg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"736\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.23.07-e1532610296788.jpeg 960w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.23.07-e1532610296788-300x230.jpeg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.23.07-e1532610296788-768x589.jpeg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.23.07-e1532610296788-355x272.jpeg 355w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/p>\n<p>Lain halnya dengan pengering berbasis wind corona temuan Bariq dan tim. Dengan menggunakan alat ini, proses pengeringan padi hanya berlangsung selama sejam tanpa mengurangi nilai gizi dan struktur gabah. \u201cDengan metode yang kami kembangkan ini, tidak ada penurunan kualitas gizi, selain itu juga lebih ramah lingkungan,\u201d jelas Bariq yang melakukan uji kualitas gizi di Laboratorium Kimia Instrumen ITS.<\/p>\n<p>Bariq menjelaskan, wind corona sendiri merupakan fenomena tegangan tinggi yang timbul ketika level tegangan belum mencapai kondisi untuk dapat mengalirkan alur listrik (pre- breakdown). Wind corona ini akan menimbulkan suatu medan di antara dua elektroda. \u201cDalam kasus ini, elektroda berbentuk jarum pada bagian atas dan lingkaran sebagai tempat diletakkannya gabah,\u201d urai pria 21 tahun tersebut.<\/p>\n<p>Dalam prosesnya, jelas Bariq, usai meletakkan gabah basah di antara kedua elektroda, tegangan akan dinaikkan secara perlahan hingga mencapai kondisi pre-breakdown. Kemunculan wind corona akan ditandai dengan desis listrik lalu gabah didiamkan hingga mengering. \u201cDibandingkan dengan pengeringan konvensional, metode ini berhasil menurunkan massa air dua kali lipat lebih banyak,\u201d aku Bariq.<\/p>\n<p>Di akhir, Bariq berharap penelitian ini dapat digunakan sebagai metode baru yang efektif dan ramah lingkungan dalam proses pengeringan gabah. \u201cSemoga terdapat tindak lanjut dari pemerintah atau badan dan institusi terkait untuk penelitian yang lebih lanjut,\u201d pungkas pria yang bercita-cita untuk berpartisipasi dalam ketahanan pangan dan konservasi energi nasional ini. (lys\/Humas ITS)<\/p>\n<figure id=\"attachment_34344\" aria-describedby=\"caption-attachment-34344\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-34344\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.23.21.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"960\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.23.21.jpeg 1280w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.23.21-300x225.jpeg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.23.21-768x576.jpeg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.23.21-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.23.21-355x266.jpeg 355w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-34344\" class=\"wp-caption-text\">Alat pengering gabah yang ramah lingkungan.<\/figcaption><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus ITS, ITS News &#8211; Sebagai negara yang mayoritas penduduknya mengonsumsi beras sebagai bahan pangan utama, tanaman padi tentunya menjadi salah satu komoditas terbesar di Indonesia. Namun sayangnya, masih banyak proses pengolahan padi menjadi beras seperti pengeringan gabah yang dilakukan secara konvensional. Kondisi ini mengilhami tiga mahasiswa ITS untuk menciptakan metode pengeringan gabah yang efektif [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":34343,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[14,12,1],"tags":[],"class_list":["post-34342","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","category-headline","category-riset-dan-teknologi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mahasiswa ITS Ciptakan Metode Pengeringan Padi Ramah Lingkungan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mahasiswa ITS berhasil menciptakan metode pengeringan gabah padi yang efektif dan ramah lingkungan. Teknologi ini untuk mengganti metode konvensional.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mahasiswa ITS Ciptakan Metode Pengeringan Padi Ramah Lingkungan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mahasiswa ITS berhasil menciptakan metode pengeringan gabah padi yang efektif dan ramah lingkungan. Teknologi ini untuk mengganti metode konvensional.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-07-26T13:08:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-07-27T08:55:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.22.55-e1532610356382.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"784\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"itsmis\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"itsmis\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/\"},\"author\":{\"name\":\"itsmis\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/6bdbe2d99383f19ec825ec3e47b367b7\"},\"headline\":\"Mahasiswa ITS Ciptakan Metode Pengeringan Padi Ramah Lingkungan\",\"datePublished\":\"2018-07-26T13:08:57+00:00\",\"dateModified\":\"2018-07-27T08:55:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/\"},\"wordCount\":517,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.22.55-e1532610356382.jpeg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\",\"Headline\",\"Riset dan Teknologi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/\",\"name\":\"Mahasiswa ITS Ciptakan Metode Pengeringan Padi Ramah Lingkungan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.22.55-e1532610356382.jpeg\",\"datePublished\":\"2018-07-26T13:08:57+00:00\",\"dateModified\":\"2018-07-27T08:55:04+00:00\",\"description\":\"Mahasiswa ITS berhasil menciptakan metode pengeringan gabah padi yang efektif dan ramah lingkungan. Teknologi ini untuk mengganti metode konvensional.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.22.55-e1532610356382.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.22.55-e1532610356382.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":784,\"caption\":\"Tim mahasiswa ITS yang merancang pengering padi ramah lingkungan.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mahasiswa ITS Ciptakan Metode Pengeringan Padi Ramah Lingkungan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/6bdbe2d99383f19ec825ec3e47b367b7\",\"name\":\"itsmis\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/96d27614c306157d66f29c13854e68a5044dd1f51bd2792cacfde51cdba0681a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/96d27614c306157d66f29c13854e68a5044dd1f51bd2792cacfde51cdba0681a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"itsmis\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsmis\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mahasiswa ITS Ciptakan Metode Pengeringan Padi Ramah Lingkungan","description":"Mahasiswa ITS berhasil menciptakan metode pengeringan gabah padi yang efektif dan ramah lingkungan. Teknologi ini untuk mengganti metode konvensional.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mahasiswa ITS Ciptakan Metode Pengeringan Padi Ramah Lingkungan","og_description":"Mahasiswa ITS berhasil menciptakan metode pengeringan gabah padi yang efektif dan ramah lingkungan. Teknologi ini untuk mengganti metode konvensional.","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2018-07-26T13:08:57+00:00","article_modified_time":"2018-07-27T08:55:04+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":784,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.22.55-e1532610356382.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"itsmis","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"itsmis","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/"},"author":{"name":"itsmis","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/6bdbe2d99383f19ec825ec3e47b367b7"},"headline":"Mahasiswa ITS Ciptakan Metode Pengeringan Padi Ramah Lingkungan","datePublished":"2018-07-26T13:08:57+00:00","dateModified":"2018-07-27T08:55:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/"},"wordCount":517,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.22.55-e1532610356382.jpeg","articleSection":["Berita Utama","Headline","Riset dan Teknologi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/","name":"Mahasiswa ITS Ciptakan Metode Pengeringan Padi Ramah Lingkungan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.22.55-e1532610356382.jpeg","datePublished":"2018-07-26T13:08:57+00:00","dateModified":"2018-07-27T08:55:04+00:00","description":"Mahasiswa ITS berhasil menciptakan metode pengeringan gabah padi yang efektif dan ramah lingkungan. Teknologi ini untuk mengganti metode konvensional.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.22.55-e1532610356382.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-07-26-at-16.22.55-e1532610356382.jpeg","width":1280,"height":784,"caption":"Tim mahasiswa ITS yang merancang pengering padi ramah lingkungan."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mahasiswa-ciptakan-metode-pengeringan-padi-ramah-lingkungan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mahasiswa ITS Ciptakan Metode Pengeringan Padi Ramah Lingkungan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/6bdbe2d99383f19ec825ec3e47b367b7","name":"itsmis","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/96d27614c306157d66f29c13854e68a5044dd1f51bd2792cacfde51cdba0681a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/96d27614c306157d66f29c13854e68a5044dd1f51bd2792cacfde51cdba0681a?s=96&d=mm&r=g","caption":"itsmis"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsmis\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34342","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34342"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34342\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34353,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34342\/revisions\/34353"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34343"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34342"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34342"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34342"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}