{"id":31441,"date":"2017-03-24T20:14:21","date_gmt":"2017-03-24T20:14:21","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2017\/03\/24\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/"},"modified":"2017-03-24T20:14:21","modified_gmt":"2017-03-24T20:14:21","slug":"haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/","title":{"rendered":"Haruskah Tepat Waktu ketika Semua Orang Terlambat?"},"content":{"rendered":"<p>Bicara soal terlambat, pasti pihak terdekat dari telat adalah tepat<br \/>\nwaktu. dua urusan ini agaknya jauh bertentangan. Tinggal pilih, mau<br \/>\ntelat atau tepat waktu? anehnya, dewasa ini Indonesia cenderung memilih<br \/>\nterlambat daripada tepat waktu. tak jauh-jauh, di ITS saja banyak kata<br \/>\nmaklum terhadap keterlambatan. Bahkan tercipta istilah unik untuk zona<br \/>\nwaktu di ITS, WITS (Waktu ITS) dengan ciri khas &quot;jam karet&quot;-nya.<\/p>\n<p>Tak<br \/>\n hanya sekali dua kali terlambat dilakukan, namun sudah tiga kali dan<br \/>\nberkali-kali hingga menjadi kebiasaan. Sampai-sampai kata \u00e2\u20ac\u02dctelat\u00e2\u20ac\u2122<br \/>\nkiranya sedikit ganjil jika tak dipasangkan dengan kata \u00e2\u20ac\u02dcbudaya\u00e2\u20ac\u2122,<br \/>\nmenjadi budaya telat. Hebat bukan? Sampai membudaya saking mendarah<br \/>\ndagingnya.<\/p>\n<p>Terlambat bisa terjadi kala mendatangi acara, kelas<br \/>\nkuliah, rapat, sekolah, dan masih banyak lagi. Makin gawat ketika<br \/>\nterlambat pada acara yang sebelumnya telah dijadwalkan. Harusnya waktu<br \/>\nbisa diluangkan, kalau bisa lebih cepat datang. Tapi nyatanya? Apa<br \/>\nkarena &quot;datang nanti saja, pasti banyak yang telat&quot; membuat seseorang<br \/>\nmakin tenang?<\/p>\n<p>Satu contoh dampak dari telat adalah telat ketika<br \/>\nrapat. Banyak dari mahasiswa ITS yang datang malam pulang pagi demi<br \/>\nrapat situ, rapat sini. Terdapat dua kategori rapat. Pertama rapat<br \/>\nfungsi hasil dan kedua rapat fungsi waktu.<\/p>\n<p>Rapat fungsi hasil<br \/>\nakan mengutamakan hasil daripada durasi rapat. Rapat bisa dimulai<br \/>\nkapanpun walaupun telat dan diakhiri kapanpun setelah mencapai mufakat.<br \/>\nTerlambat pada rapat fungsi hasil mungkin akan berdampak pada durasi<br \/>\nrapat yang akan memiliki elastisitas sangat tinggi (molor, red). <\/p>\n<p>Kalau<br \/>\n rapat fungsi waktu, rapat akan lebih mengutamakan durasi. Waktu mulai<br \/>\ndan selesai rapat telah diatur sedemikian rupa. Terlambat pada rapat<br \/>\nfungsi waktu akan berdampak pada penundaan rapat di lain hari. Pasti hal<br \/>\n mendasar seperti contoh ini sudah diketahui. Kerugian pun telah<br \/>\ndisadari. Tapi sekali lagi, terlambat masih berulang kali terjadi.<\/p>\n<p>Toh karena sudah banyak yang lebih memilih terlambat, apa gunanya menjadi tepat waktu seorang diri?<\/p>\n<p>Ketika telat, tidak ada yang merasa dirugikan<\/p>\n<p>Baik<br \/>\n seseorang yang datang tepat waktu maupun seseorang yang terlambat<br \/>\ndatang, selama ini tidak ada yang merasa dirugikan. Bagi orang yang<br \/>\ndatang tepat waktu, ketika keterlambatan seseorang tidak terlalu<br \/>\nberdampak pada jalannya acara, maka terlambat atau tepat waktu tidak<br \/>\nterlalu bermasalah. Begitupula bagi seseorang yang terlambat. Selama<br \/>\nketerlambatannya tidak menjadikannya penuh sesal karena terlambat<br \/>\nmemperoleh informasi dan lain sebagainya, maka terlambat saja tak apa.<br \/>\nSelama tidak ada yang merasa rugi, tepat waktu bukan menjadi hal yang<br \/>\nberarti.<\/p>\n<p>Tidak ada protes atas sebuah keterlambatan<\/p>\n<p>Satu<br \/>\ndari jutaan kasus terlambat, adakah protes yang berani dilayangkan untuk<br \/>\n seseorang yang terlambat? Sehubungan dengan kasus pertama, ketika tidak<br \/>\n ada yang merasa dirugikan, tentu tidak akan ada protes maupun teguran<br \/>\nyang terdengar. Apa karena budaya sungkannya, Indonesia jadi tak perlu<br \/>\nber-protes-ria hanya demi sebuah keterlambatan?<\/p>\n<p>Tidak ada rasa malu, menghargai, dan tidak enak pada orang lain<\/p>\n<p>Keterlambatan<br \/>\n dengan permintaan maaf saja tak jarang membuat orang lain kesal.<br \/>\nBagaimana dengan yang datang terlambat dan tanpa ba bi bu langsung<br \/>\nmenduduki tempat? Orang-orang yang memilih tepat waktu tentu memiliki<br \/>\nkesibukan pula, namun waktunya terbuang sia-sia hanya untuk menunggu<br \/>\noknum-oknum yang hobi terlambat. Banyak diantara orang-orang yang<br \/>\nterlambat tidak merasa malu atas keterlambatannya. Bisa dikatakan tidak<br \/>\npula menghargai orang yang secara sukarela meluangkan waktunya untuk<br \/>\ntepat waktu. Menengok negara-negara yang terenal dengan disiplinnya,<br \/>\nmindset semacam \u00e2\u20ac\u0153saya tidak ingin diperlakukan seperti itu, maka saya<br \/>\ntidak akan melakukannya\u00e2\u20ac\u009drasanya begitu melekat. Ibaratnya, ketika<br \/>\nseseorang tidak mau menunggu orang yang terlambat, maka orang tersebut<br \/>\ntidak akan terlambat.<\/p>\n<p>Merasa penting dan patut untuk ditunggu<\/p>\n<p>Ketika<br \/>\n semua orang datang tepat waktu dan satu orang datang terlambat, penting<br \/>\n atau tidak posisinya dalam acara, secara tak langsung ada rasa bangga<br \/>\nkarena semua telah menunggunya. Tidak masuk akal tapi begitulah manusia.<br \/>\n Sepenting itukah posisinya sehingga pantas ditunggu? Menelisik prosesi<br \/>\ntunggu-menunggu di Indonesia sendiri, bukan hal aneh jika tercetus<br \/>\nkalimat &quot;makin tinggi posisi, makin banyak toleransi&quot;.<\/p>\n<p>Saking<br \/>\nmembudayanya, pembenaran hal-hal yang umum tak jarang ditemukan.<br \/>\nUtamanya perihal keterlambatan. Membenarkan kebiasaan terlambat adalah<br \/>\nhal yang wajar. Namun tetap saja, setiap perbuatan buruk akan menemui<br \/>\ndampaknya, apalagi jika sudah dalam kategori budaya.<\/p>\n<p>Terlambat<br \/>\nbisa disebabkan karena dua hal. Karena individu dan sistem. Beberapa<br \/>\nindividu atau komponen yang terlibat, akan membentuk sistem. Individu<br \/>\nakan memilih terlambat karena kurang maksimalnya sistem yang menaungi<br \/>\nindividu. Masing-masing individu memang harus sadar, namun apakah sadar<br \/>\nsaja cukup jika sistem yang dibuat longgar?<\/p>\n<p>Ada dua cara yang<br \/>\ndapat digunakan dalam mengoptimalkan sistem. Yang pertama adalah sistem<br \/>\ninsentif dan disinsentif. Dalam sistem insentif , orang yang tepat waktu<br \/>\n akan diberi penghargaan agar termotivasi untuk selalu tepat waktu.<br \/>\nsedangkan sistem disinsentif akan mengenakan hukuman bagi para oknum<br \/>\nyang melakukan kesalahan. Dalam hal ini adalah pelaku terlambat.<\/p>\n<p>Sebagai<br \/>\n contoh, ITS Online sendiri menerapkan sistem disinsentif dengan<br \/>\nmemberikan hukuman bagi kru yang datang terlambat saat rapat redaksi<br \/>\ndengan memotng HR liputannya. Secara langsung maupun tak langsung, para<br \/>\nkru akan berusaha untuk datang tepat waktu.<\/p>\n<p>Sudah tahu bagaimana<br \/>\ndampaknya, sudah pula cara mengatasinya,&nbsp; Jadi, maukah kita bersama<br \/>\nmeluruskan budaya terlambat menjadi Indonesia berbudaya tepat waktu?<br \/>\natau dengan sikap gotong royong kita lebih memilih terlambat bersama dan<br \/>\n tak acuh terhadap disiplin waktu?<\/p>\n<p>Tim Redaksi ITS Online<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Disadari atau tidak, kalimat serupa &quot;datang nanti saja, pasti banyak yang telat&quot; terlampau sering berkeliaran melintasi kuping. Andaikata semua orang berpikir demikian, lantas masihkah tepat waktu menjadi urusan yang begitu penting?<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":31442,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-31441","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-editorial"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Haruskah Tepat Waktu ketika Semua Orang Terlambat? - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Haruskah Tepat Waktu ketika Semua Orang Terlambat? - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Disadari atau tidak, kalimat serupa &quot;datang nanti saja, pasti banyak yang telat&quot; terlampau sering berkeliaran melintasi kuping. Andaikata semua orang berpikir demikian, lantas masihkah tepat waktu menjadi urusan yang begitu penting?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-03-24T20:14:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/101632.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"512\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"384\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/30d3fdc35e7f8f31c41abfd28db2eeb9\"},\"headline\":\"Haruskah Tepat Waktu ketika Semua Orang Terlambat?\",\"datePublished\":\"2017-03-24T20:14:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/\"},\"wordCount\":824,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/101632.jpeg\",\"articleSection\":[\"Editorial\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/\",\"name\":\"Haruskah Tepat Waktu ketika Semua Orang Terlambat? - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/101632.jpeg\",\"datePublished\":\"2017-03-24T20:14:21+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/101632.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/101632.jpeg\",\"width\":512,\"height\":384},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Haruskah Tepat Waktu ketika Semua Orang Terlambat?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/30d3fdc35e7f8f31c41abfd28db2eeb9\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Haruskah Tepat Waktu ketika Semua Orang Terlambat? - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Haruskah Tepat Waktu ketika Semua Orang Terlambat? - ITS News","og_description":"Disadari atau tidak, kalimat serupa &quot;datang nanti saja, pasti banyak yang telat&quot; terlampau sering berkeliaran melintasi kuping. Andaikata semua orang berpikir demikian, lantas masihkah tepat waktu menjadi urusan yang begitu penting?","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2017-03-24T20:14:21+00:00","og_image":[{"width":512,"height":384,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/101632.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/30d3fdc35e7f8f31c41abfd28db2eeb9"},"headline":"Haruskah Tepat Waktu ketika Semua Orang Terlambat?","datePublished":"2017-03-24T20:14:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/"},"wordCount":824,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/101632.jpeg","articleSection":["Editorial"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/","name":"Haruskah Tepat Waktu ketika Semua Orang Terlambat? - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/101632.jpeg","datePublished":"2017-03-24T20:14:21+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/101632.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/101632.jpeg","width":512,"height":384},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/haruskah-tepat-waktu-ketika-semua-orang-terlambat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Haruskah Tepat Waktu ketika Semua Orang Terlambat?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/30d3fdc35e7f8f31c41abfd28db2eeb9","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31441","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31441"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31441\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31442"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31441"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31441"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31441"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}