{"id":28716,"date":"2015-11-05T21:08:40","date_gmt":"2015-11-05T21:08:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2015\/11\/05\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/"},"modified":"2015-11-05T21:08:40","modified_gmt":"2015-11-05T21:08:40","slug":"surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/","title":{"rendered":"Surabaya, Metropolitan yang Belum Mengenal Jamban"},"content":{"rendered":"<p>Menyandang gelar Adipura Kencana kategori Kota Metropolitan selama tiga kali berturut-turut rupanya bukan jaminan kota pahlawan beres mengurus urusan kesehatan dan lingkungan. Ironisnya, Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyampaikan bahwa dari 161 kelurahan di Surabaya, 25% nya masih ditemukan masyarakat yang belum mengenal jamban. Senada dengan hal tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum menyampaikan bahwa 76,3% sungai di Surabaya tercemar bahan organik yang salah satunya berasal dari kotoran manusia. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan syarat Kota Adipura yang mengharuskan adanya konsistensi kualitas air di Surabaya.<\/p>\n<p>Tak heran jika pemerintah Surabaya getol menuntaskan program sanitasi demi tercapainya daerah Open Defecation Free (ODF).&nbsp; ODF, kondisi dimana setiap individu dalam komunitasnya tidak buang air besar sembarangan, rupanya belum mampu dilakoni Surabaya. Bahkan, kota berusia ratusan tahun ini masih kalah dengan kota-kota lain seperti Pacitan, Magetan, Ngawi dan Madiun yang sudah dinyatakan bebas ODF sejak 2014 silam.<\/p>\n<p>Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah Kota Surabaya.&nbsp;Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menjalankan program 100-0-100 besutan Kementerian Pekerjaan Umum. Program yang menarget pemerintah mencapai 100 persen akses air minum, 0 persen kawasan permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak yang dipatok tuntas pada tahun 2019 nanti. Meski dipandang ambisius, pemerintah Surabaya tampak optimis menggandeng akademisi, mahasiswa, dan masyarakat guna mencapai target tersebut.<\/p>\n<p>Pentingnya upaya pemerintah memang dirasa sangat diperlukan. Pasalnya, menurut World Bank kerugian ekonomi yang diderita akibat kurangnya layanan sanitasi yang memadai bahkan mencapai 2,3 persen dari PDB tahunan atau sekitar 6,3 miliar dolar Amerika. Angka yang terbilang fantastis hanya untuk menyelesaikan urusan jamban.<\/p>\n<p>Tak hanya masalah finansial, WHO juga mencatat 88% angka kematian anak akibat diare disebabkan karena sulitnya mengakses air bersih dan terbatasnya sistem sanitasi di lingkungannya. Karena itu, di sinilah reputasi mahasiswa teknik kampus teknologi terbesar di Surabaya dipertaruhkan. Tak hanya sebagai penyambung lidah masyarakat ke pemerintah, mahasiswa juga dituntut mampu menciptakan teknologi tepat guna untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Kini sudah bukan waktunya lagi mengeluh pada pemerintah, karena masa depan Surabaya juga bergantung pada keseriusan mahasiswa.<\/p>\n<p><strong>Arina Wida Imania<\/strong><\/p>\n<p><strong><\/strong><strong>Mahasiswi Teknik Lingkungan<\/strong><\/p>\n<p><strong>Angkatan 2014<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Membahas permasalahan sanitasi di Indonesia memang tidak akan ada habisnya. Terlihat, Indonesia menduduki peringkat kedua dunia sebagai negara dengan sanitasi terburuk menurut Progress Drinking Water and Sanitation 2014 Update&nbsp; keluaran WHO dan Unicef. Tak heran, jika pemerintah terdengar gencar menggembar-gemborkan berbagai program perbaikan sanitasi. Lalu, jika Indonesia sendiri belum bisa menuntaskan urusan sanitasinya, bagaimana dengan Surabaya Sang Kota Adipura?<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28717,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-28716","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Surabaya, Metropolitan yang Belum Mengenal Jamban - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Surabaya, Metropolitan yang Belum Mengenal Jamban - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Membahas permasalahan sanitasi di Indonesia memang tidak akan ada habisnya. Terlihat, Indonesia menduduki peringkat kedua dunia sebagai negara dengan sanitasi terburuk menurut Progress Drinking Water and Sanitation 2014 Update&nbsp; keluaran WHO dan Unicef. Tak heran, jika pemerintah terdengar gencar menggembar-gemborkan berbagai program perbaikan sanitasi. Lalu, jika Indonesia sendiri belum bisa menuntaskan urusan sanitasinya, bagaimana dengan Surabaya Sang Kota Adipura?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-11-05T21:08:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/15783.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"540\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"305\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a\"},\"headline\":\"Surabaya, Metropolitan yang Belum Mengenal Jamban\",\"datePublished\":\"2015-11-05T21:08:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/\"},\"wordCount\":334,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/15783.jpeg\",\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/\",\"name\":\"Surabaya, Metropolitan yang Belum Mengenal Jamban - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/15783.jpeg\",\"datePublished\":\"2015-11-05T21:08:40+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/15783.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/15783.jpeg\",\"width\":540,\"height\":305},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Surabaya, Metropolitan yang Belum Mengenal Jamban\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Surabaya, Metropolitan yang Belum Mengenal Jamban - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Surabaya, Metropolitan yang Belum Mengenal Jamban - ITS News","og_description":"Membahas permasalahan sanitasi di Indonesia memang tidak akan ada habisnya. Terlihat, Indonesia menduduki peringkat kedua dunia sebagai negara dengan sanitasi terburuk menurut Progress Drinking Water and Sanitation 2014 Update&nbsp; keluaran WHO dan Unicef. Tak heran, jika pemerintah terdengar gencar menggembar-gemborkan berbagai program perbaikan sanitasi. Lalu, jika Indonesia sendiri belum bisa menuntaskan urusan sanitasinya, bagaimana dengan Surabaya Sang Kota Adipura?","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2015-11-05T21:08:40+00:00","og_image":[{"width":540,"height":305,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/15783.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a"},"headline":"Surabaya, Metropolitan yang Belum Mengenal Jamban","datePublished":"2015-11-05T21:08:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/"},"wordCount":334,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/15783.jpeg","articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/","name":"Surabaya, Metropolitan yang Belum Mengenal Jamban - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/15783.jpeg","datePublished":"2015-11-05T21:08:40+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/15783.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/15783.jpeg","width":540,"height":305},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/surabaya-metropolitan-yang-belum-mengenal-jamban\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Surabaya, Metropolitan yang Belum Mengenal Jamban"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28716","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28716"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28716\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28717"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28716"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28716"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28716"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}