{"id":28575,"date":"2013-01-25T19:56:19","date_gmt":"2013-01-25T19:56:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2013\/01\/25\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/"},"modified":"2013-01-25T19:56:19","modified_gmt":"2013-01-25T19:56:19","slug":"belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/","title":{"rendered":"Belajar dari Banjir Jakarta untuk Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Hingga saat ini daerah sekitar sebagian Kecamatan Penjaringan yang meliputi empat kelurahan yaitu Kelurahan Pluit, Kelurahan Penjaringan, Kelurahan Penjagalan, dan Kelurahan Kapuk masih terendam banjir dengan ketinggian bervariasi. Bahkan, pada beberapa titik ketinggian air mencapai dua meter.<\/p>\n<p>Luapan Waduk Pluit, Kali Angke Hilir dan hujan setempat pun menjadi penyebab banjir Jakarta ini. Jebolnya tanggul Banjir Kanal Barat (BKB) di Jalan Latuharhary menyebabkan banjir menggenangi sebagian kawasan Jalan Sudirman, Bunderan Hotel Indonesia, Jalan Thamrin dan sekitarnya. <\/p>\n<p>Kejadian ini praktis mengakibatkan kerugian baik secara material dan immaterial. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono&nbsp; memperkirakan&nbsp; kerugian material mencapai Rp1 triliun.<\/p>\n<p>Jika dilihat dari sudut pandang berbeda, ada pelajaran berharga dari banjir Jakarta yang sudah&nbsp; berulang kali tetapi penyelesaiannya selalu tidak ke penyebab masalah. Faktor hujan memang tidak bisa dihindari. Apalagi, bulan Januari dan Februari curah hujan sedang berada di puncaknya. Sehingga yang harus diperhatikan bagaimana kondisi tata ruang dan masyarakatnya. <\/p>\n<p>Berdasarkan hasil pengamatan, sedikitnya ada beberapa masalah utama terkait perilaku buruk masyarakat. Yaitu, terjadi perubahan tata guna lahan di kawasan resapan air di kawasan Puncak Gunung Pangrango. Kawasan hutan diubah menjadi kawasan terbangun. Akibatnya, daerah resapan air berkurang. Air hujan mengalir menjadi air banjir yang mengerosi tanah dan mengendapkannya ke sungai. Sehingga, terjadilah pendangkalan sungai.<\/p>\n<p>Masalah lain, banyaknya penduduk yang bermukim di bantaran sungai. Akibatnya lebar sungai akan semakin menyempit. Demikian pula dengan perilaku masyarakat yang kerap membuang sampah sembarangan termasuk ke Kali Ciliwung. Sampah seperti kasur, sofa, lemari, bantal, <em>styrofoam<\/em>, plastik ditemukan didalamnya.<\/p>\n<p>Pesatnya pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk juga memberikan pengaruh yang tidak kalah besarnya. Keadaan tersebut menekan sungai, ikut mengurangi jumlah hutan kota, mengingkatkan konsumsi air tanah hingga berlebih dan tidak terkontrol yang akan mengakibatkan penurunan tanah di beberapa tempat di Jakarta.<\/p>\n<p>Dengan kondisi tersebut, maka tidak heran apabila sungai tidak dapat menampung air saat hujan besar datang. Sungai akan menjebolkan tanggul dan menyebabkan banjir.<\/p>\n<p>Permasalahannya, kebiasaan buruk tersebut dilakukan semua kalangan. Dari para pejabat dan birokrat sampai masyarakat, dari profesor sampai provokator, dari konglomerat sampai yang melarat. Intinya, semua level baik kalangan yang berpendidikan maupun yang tidak, semua melakukan ini dengan sadar. <\/p>\n<p>Yang cukup mengherankan, banjir Jakarta ini ibarat agenda tahunan. Sudah berulang kali tetapi tidak kunjung teratasi. Pemerintah Jakarta hanya melakukan tindakan parsial. Misalnya melakukan pengerukan sungai dan pembersihan sampah.<\/p>\n<p>Padahal, seandainya kawasan resapan hanya digunakan untuk hutan saja maka erosi dan sedimentasi sungai tidak akan terjadi. Sehingga pengerukan sungai tidak perlu dilakukan lagi. Pun jika dilakukan program edukasi secara sistematis dan termonitor tentang pembuangan sampah kepada masyarakat maka proyek pembersihan sampah tidak perlu dilakukan. <\/p>\n<p>Rencana Jokowi membangun terowongan multiguna justru akan sia-sia kalau sedimentasi dan perilaku buang sampah masyarakat masih tetap terjadi. Bisa jadi akan menimbulkan masalah baru. Karena semua terlibat, maka upaya revitalisasi kawasan resapan dan revitalisasi sungai menjadi sulit dilakukan. Alasannya karena pemerintah pun juga tidak mau melakukan.<\/p>\n<p>Hal ini seharusnya menjadi pelajaran bagi daerah aliran sungai besar lain yang banyak terdapat di Indonesia. Kalau mereka terus membiarkan kejadian yang sama tanpa mengatasinya maka kondisinya akan seperti Jakarta yang selalu bermasalah dengan banjir.<\/p>\n<p>Dr Amien Widodo<br \/>Ketua Pusat Studi Kebumian, Bencana dan Perubahan Iklim<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjir di wilayah Jakarta sejak Selasa, (15\/1) telah menimbulkan kerugian dan kerusakan pada banyak sektor. Tercatat, 20 orang meninggal dunia baik karena arus sungai maupun karena dampak sekuder seperti tersengat listrik, kekurangan oksigen karena menghirup gas Karbon monoksida dari genset di ruangan tertutup. Sebanyak 100.274 Kepala Keluarga atau 245.119 jiwa juga terpaksa mengungsi.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28576,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-28575","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Belajar dari Banjir Jakarta untuk Indonesia - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Belajar dari Banjir Jakarta untuk Indonesia - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Banjir di wilayah Jakarta sejak Selasa, (15\/1) telah menimbulkan kerugian dan kerusakan pada banyak sektor. Tercatat, 20 orang meninggal dunia baik karena arus sungai maupun karena dampak sekuder seperti tersengat listrik, kekurangan oksigen karena menghirup gas Karbon monoksida dari genset di ruangan tertutup. Sebanyak 100.274 Kepala Keluarga atau 245.119 jiwa juga terpaksa mengungsi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-01-25T19:56:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/11541.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"219\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"165\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a\"},\"headline\":\"Belajar dari Banjir Jakarta untuk Indonesia\",\"datePublished\":\"2013-01-25T19:56:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/\"},\"wordCount\":517,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/11541.jpeg\",\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/\",\"name\":\"Belajar dari Banjir Jakarta untuk Indonesia - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/11541.jpeg\",\"datePublished\":\"2013-01-25T19:56:19+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/11541.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/11541.jpeg\",\"width\":219,\"height\":165},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Belajar dari Banjir Jakarta untuk Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Belajar dari Banjir Jakarta untuk Indonesia - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Belajar dari Banjir Jakarta untuk Indonesia - ITS News","og_description":"Banjir di wilayah Jakarta sejak Selasa, (15\/1) telah menimbulkan kerugian dan kerusakan pada banyak sektor. Tercatat, 20 orang meninggal dunia baik karena arus sungai maupun karena dampak sekuder seperti tersengat listrik, kekurangan oksigen karena menghirup gas Karbon monoksida dari genset di ruangan tertutup. Sebanyak 100.274 Kepala Keluarga atau 245.119 jiwa juga terpaksa mengungsi.","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2013-01-25T19:56:19+00:00","og_image":[{"width":219,"height":165,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/11541.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a"},"headline":"Belajar dari Banjir Jakarta untuk Indonesia","datePublished":"2013-01-25T19:56:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/"},"wordCount":517,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/11541.jpeg","articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/","name":"Belajar dari Banjir Jakarta untuk Indonesia - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/11541.jpeg","datePublished":"2013-01-25T19:56:19+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/11541.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/11541.jpeg","width":219,"height":165},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/belajar-dari-banjir-jakarta-untuk-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Belajar dari Banjir Jakarta untuk Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28575","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28575"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28575\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28576"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}