{"id":28338,"date":"2011-04-02T14:42:12","date_gmt":"2011-04-02T14:42:12","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2011\/04\/02\/mc-d\/"},"modified":"2011-04-02T14:42:12","modified_gmt":"2011-04-02T14:42:12","slug":"mc-d","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/","title":{"rendered":"Mc D"},"content":{"rendered":"<p>\u00e2\u20ac\u0153Emak Dami sudah tua, tak mampu lagi melayani pembeli,\u00e2\u20ac\u009d kata salah seorang putrinya yang kini menggantikannya di warung. Ya, begitulah mahasiswa biasa memanggilnya, Mak Dami. Kemudian beberapa dari mereka memplesetkannya jadi Mc D. Kira-kira itu klise bagi mahasiswa yang jarang (baca: tidak mampu) mampir ke resto cepat saji. Namun melampiaskan keterbatasan dananya dengan halusinasi. \u00e2\u20ac\u0153Anggap saja di Mc D <em>beneran<\/em>,\u00e2\u20ac\u009d kata seorang pengunjung warung \u00e2\u20ac\u0153Mc D\u00e2\u20ac\u009d.<\/p>\n<p>Warung yang lebih mirip seperti gubuk ini, menyimpan rekor tersendiri. Menurut beberapa jajak pendapat, dulu kabarnya yang paling murah dan favorit bagi mahasiswa. Setidaknya lebih manusiawi ketimbang resto-resto di dalam kampus yang katanya \u00e2\u20ac\u0153kena pajak\u00e2\u20ac\u009d. Konon, harga gorengan di Mc D dulu pernah mencapai rekor lima puluh perak per lembar. Sementara untuk teh hangat, gratis dan tak terbatas. Tapi tidak pakai gula.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153<em>Yah <\/em>itu <em>kan <\/em>dulu, sebelum Krismon,\u00e2\u20ac\u009d kata Andi bernada sinis, mahasiswa yang kelihatannya berasal dari keluarga <em>middle class<\/em>, agak berduit.<\/p>\n<p>Tono diam saja di balik boncengan Andi. Sebenarnya dari tadi ia menahan lapar. Mengikuti kebiasaan banyak mahasiswa di ITS, Tono hanya makan dua kali sehari. Katanya <em>sih<\/em>, sibuk di lab jadi tak sempat cari makan. Padahal, sebenarnya kantongnya lagi <em>cekak<\/em>! <\/p>\n<p>Setelah berputar-putar lama mencari warung yang pas, baik secara lidah maupun finansial, sampailah mereka di sebuah warung. Si Mbak-Mbak cantik penjaga warung menyapa ramah. \u00e2\u20ac\u009dMakan apa Mas?\u00e2\u20ac\u009d.<\/p>\n<p>Andi kelihatan lahap meneliti tiap menu yang ada. \u00e2\u20ac\u009dSaya, sayurnya pakai lodeh campur sup. Ikannya, daging satu, ayam tepung satu, sama perkedel,\u00e2\u20ac\u009d. Tono yang perhitungan, sedang uji kekuatan. Dompetnya dibuka, cuma ada tiga lembar uang seribuan. Tono <em>ngelus <\/em>dada. \u00e2\u20ac\u009dMbak, saya tempe saja satu,\u00e2\u20ac\u009d. Si Mbak bingung dan balik bertanya,\u00e2\u20ac\u009d<em>Cuma <\/em>itu aja? Tidak pakai sayur?\u00e2\u20ac\u009d. Ditanya seperti itu, Tono malah balik bertanya,\u00e2\u20ac\u009dKalau pakai kecap, gratis <em>kan <\/em>Mbak?\u00e2\u20ac\u009d. Jadilah menu ala Farah Quin Keputih: Nasi ditambah tempe, ditaburi kecap di atasnya.<\/p>\n<p>Ketika mereka bersiap mengambil tempat duduk, Si Mbak bertanya lagi,\u00e2\u20ac\u009dMinumnya apa Mas?\u00e2\u20ac\u009d. \u00e2\u20ac\u009dJus Melon!\u00e2\u20ac\u009d sahut Andi. Dan, Tono lagi-lagi menampakkan jiwa <em>down to earth<\/em>-nya. \u00e2\u20ac\u009dAir putih <em>aja <\/em>Mbak,\u00e2\u20ac\u009d. Hidangan mereka akhirnya tersaji di depan muka. Selang lima menit kemudian, semua hidangan habis tanpa pertumpahan darah. Bukan karena di-<em>gondol<\/em> kucing, tapi memang&#8230;sudahlah, memang kasihan mahasiswa-mahasiswa itu. Sudah kuliah seharian, lelah-kantuk bercampur jadi satu, saat inilah pelampiasannya. Candaan sebagian mereka berkata, \u00e2\u20ac\u009dLogika berbanding lurus dengan logistik,\u00e2\u20ac\u009d.<\/p>\n<p>Sampailah jatuh tempo pembayaran. Andi bertanya lebih dulu. Kemudian Si Mbak menjawab sambil sibuk dengan kalkulatornya,\u00e2\u20ac\u009dHmmm, semuanya lima belas ribu,\u00e2\u20ac\u009d. Andi mudah saja membuka dompetnya, namun sedikit mengernyitkan dahi. \u00e2\u20ac\u009dAda kembaliannya <em>nggak<\/em> Mbak?\u00e2\u20ac\u009d sambil menyodorkan uang merah seratus ribu. \u00e2\u20ac\u009d<em>Lho<\/em>, Mas&#8230;<em>Ndak<\/em> ada uang kecil <em>ta<\/em>?\u00e2\u20ac\u009d. \u00e2\u20ac\u009d<em>Ndak<\/em> ada Mbak, <em>Tuh<\/em> lihat&#8230;semuanya merah\u00e2\u20ac\u009d kata Andi sambil memperlihatkan dompetnya di depan mata lentik Si Mbak. <\/p>\n<p>Tono geleng-geleng kepala. Mungkin dalam hatinya, ia berkata sambil memukul-mukul meja makan,\u00e2\u20ac\u009dDunia ini sungguh tidak adil!\u00e2\u20ac\u009d. Tono pun membayar tagihannya. Kata Si Mbak, dari menu paket hemat yang dipilih Tono, cukup 2.500 rupiah saja. Tersisalah uang Tono 500 rupiah di tanggal 28 bulan itu. Berarti, kiriman baru datang sekitar tiga hari lagi dan Tono sudah siap-siap kencangkan ikat pinggang. Puasa. <\/p>\n<p>Sekarang, setiap kali makan, hampir pasti keluar minimal 5000 rupiah. Kita sulit menemukan bonusan ote-ote atau air putih gratis, bahkan parkir motor pun kini minta jatah sendiri. Inflasi memang gila-gilaan. Tapi ada untungnya juga <em>sih<\/em>. Idiom <em>no free lunch<\/em>, membuat mahasiswa berputar otak mencari uang untuk berkompromi dengan kebutuhan yang makin mahal. Entah <em>ngajar<\/em> privat kecil-kecilan, bikin usaha dagang, <em>nunut<\/em> proyekan dosen atau sial-sialnya ya <em>ngebon<\/em> dulu di berbagai warung makan. <\/p>\n<p>Pertanyaannya, akankah mitos di tengah kita tentang makan dua kali sehari, porsi tukang bangunan, menu murah-meriah, sampai prasmanan \u00e2\u20ac\u009danda senang, kami pun senang\u00e2\u20ac\u009d, masih bisa bertahan di kampus yang mulai merubah perwajahannya ini? Dulu, kami, anak-anak ITS, terkenal atas kebersahajaannya. Beda dengan kampus sebelah, walaupun sama-sama negeri, tapi nampak penampilan yang njomplang. <\/p>\n<p>Katanya sih, anak-anak ITS itu terkenal kurus-kurus kurang gizi, dengan mode baju hem kotak-kotak yang pudar warnanya akibat air cucian yang kurang baik dan jemuran yang kurang mendukung atau bahkan dengan bau badannya yang khas akibat terlalu sibuk berkutat dengan tugas-tugas kuliahnya. Tapi yang bikin bangga, otak anak ITS yang terkenal cemerlang! <em>Lah<\/em>, <em>wong<\/em>&#8230;institut ini bukan sekolah modeling atau akademi sekertaris dan <em>public relation<\/em> yang mewajibkan mahasiswanya berpenampilan \u00e2\u20ac\u009dwah\u00e2\u20ac\u009d. Apalah arti sebuah penampilan, kita buktikan saja di agenda-agenda kompetisi mahasiswa. <\/p>\n<p>Di tempat lain, sekarang Mak Dami sedang menahan sakitnya. Perih akibat di-<em>gencet<\/em> persaingan dengan warung-warung bermodal besar. Ketika ditanya, mengapa tidak mengembangkan warung sederhana ini jadi lebih besar? Misalnya, sederhana saja, seperti memasang papan nama di depan warungnya atau memperluas lahannya biar pengunjung tidak desak-desakan seperti di bus kota. Tapi Si Anak Mak Dami menjawab,\u00e2\u20ac\u009d<em>Ndak <\/em>usahlah Mas. Biar begini saja lebih enak. Jadi mahasiswa tidak sungkan mampir,\u00e2\u20ac\u009d. Iya, ya&#8230;memang, kadang keramahan lebih penting dari cita rasa, apalagi gengsi.<\/p>\n<p>Sepertinya gelombang anak-anak orang kaya yang masuk kampus akan menindas keramahan Mak Dami. Mereka lebih suka minum kopi seharga 20 ribu rupiah di Mall sebelah kampus. Atau sekedar mencicipi menu ringan pengganjal perut yang harganya juga tidak kepalang mahalnya. Itulah hidup. Setiap waktu, Si bodoh, Si miskin, Si kecil akan dilahap Si pintar, Si kaya, dan Si penguasa. Tak ada ampun.<\/p>\n<p>Alangkah lebih indahnya bila ITS tetap lestari bersama kebersahajaanya. Tapi <em>wallahualam<\/em>, kalau biaya pendidikan di sini naik lagi, dan jatah kursi untuk si itu-itu saja, siapa yang bisa menjamin kebersahajaan itu? Moderen <em>sih<\/em> boleh-boleh saja, tapi jangan lupa diri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bahtiar Rifai Septiansyah<br \/>\u00e2\u20ac\u009dEs teh anget satu Mbak!\u00e2\u20ac\u009d <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ini bukan kisah tentang sebuah korporasi besar asal Amerika yang juga kawan perang-perangannya Kolonel Sanders. Ini warung kecil di atas selokan dekat Masjid Baitul Muttaqin yang jadi langganan para mahasiswa Keputih. Sederhana memang, tapi cukup mewakili kebijaksanaan di balik megahnya metropolitan. &nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28339,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-28338","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mc D - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mc D - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ini bukan kisah tentang sebuah korporasi besar asal Amerika yang juga kawan perang-perangannya Kolonel Sanders. Ini warung kecil di atas selokan dekat Masjid Baitul Muttaqin yang jadi langganan para mahasiswa Keputih. Sederhana memang, tapi cukup mewakili kebijaksanaan di balik megahnya metropolitan. &nbsp;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2011-04-02T14:42:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/8258.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"213\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/c029161286bb6f56baf7c8d9b5acbeaa\"},\"headline\":\"Mc D\",\"datePublished\":\"2011-04-02T14:42:12+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/\"},\"wordCount\":890,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/8258.jpeg\",\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/\",\"name\":\"Mc D - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/8258.jpeg\",\"datePublished\":\"2011-04-02T14:42:12+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/8258.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/8258.jpeg\",\"width\":213,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mc D\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/c029161286bb6f56baf7c8d9b5acbeaa\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mc D - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mc D - ITS News","og_description":"Ini bukan kisah tentang sebuah korporasi besar asal Amerika yang juga kawan perang-perangannya Kolonel Sanders. Ini warung kecil di atas selokan dekat Masjid Baitul Muttaqin yang jadi langganan para mahasiswa Keputih. Sederhana memang, tapi cukup mewakili kebijaksanaan di balik megahnya metropolitan. &nbsp;","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2011-04-02T14:42:12+00:00","og_image":[{"width":213,"height":180,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/8258.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/c029161286bb6f56baf7c8d9b5acbeaa"},"headline":"Mc D","datePublished":"2011-04-02T14:42:12+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/"},"wordCount":890,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/8258.jpeg","articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/","name":"Mc D - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/8258.jpeg","datePublished":"2011-04-02T14:42:12+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/8258.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/8258.jpeg","width":213,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/mc-d\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mc D"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/c029161286bb6f56baf7c8d9b5acbeaa","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28338","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28338"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28338\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28339"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28338"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28338"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28338"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}