{"id":28272,"date":"2010-12-31T20:03:28","date_gmt":"2010-12-31T20:03:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2010\/12\/31\/vivere-pericoloso\/"},"modified":"2010-12-31T20:03:28","modified_gmt":"2010-12-31T20:03:28","slug":"vivere-pericoloso","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/","title":{"rendered":"Vivere Pericoloso!"},"content":{"rendered":"<p>Sudah biasa, Soekarno memang begitu. Saat masa-masa pra-kemerdekaan, pidato Soekarno biasanya campur aduk dari berbagai bahasa serta retorika. Padahal, pendengarnya itu, tukang sayur, kusir delman, petani, pedagang asongan, tukang becak. Tapi dengan itu, Soekarno mampu membangkitkan karakter kuat sebuah bangsa. Semua sahabat dan lawan-lawannya wajib sepakat, bahwa Soekarno adalah pembangkit harga diri terbaik yang pernah dunia miliki. <\/p>\n<p>Saya tertarik dengan istilah TAVIP (Tahun Vivere Pericoloso). Bukan karena pidato kenegaraan Soekarno saat 17 Agustus 1964 ini dipolitisir Hollywood dengan judul \u00e2\u20ac\u0153The Year of Living Dangerously\u00e2\u20ac\u009d. Bukan pula karena Mel Gibson main bagus dalam film itu, kemudian akhirnya menang Piala Oscar. Tapi karena beberapa dekade sebelumnya, Benito \u00e2\u20ac\u0153Il Duce\u00e2\u20ac\u009d Mussolini juga meneriakan dengan oktaf tinggi. \u00e2\u20ac\u0153Vivere Pericoloso! (hidup penuh marabahaya)\u00e2\u20ac\u009d. Kemudian disalin Soekarno. <\/p>\n<p>Dalam catatan hariannya, Mussolini menulis,\u00e2\u20ac\u009dUntuk membuat suatu bangsa menjadi besar, perlu untuk mengirim mereka ke peperangan,\u00e2\u20ac\u009d. Soekarno juga pernah berkata,\u00e2\u20ac\u009dBangsa besar bermain dengan angka besar,\u00e2\u20ac\u009d. Ia mengambil jalan yang membuat para ekonom ketar-ketir. Dengan tekad baja, ia mengikrarkan Trisakti: Kedaulatan Politik, Kemandirian Ekonomi, dan Kepribadian Berbudaya. Dari corong depan mulutnya, termuntahkan kata-kata ksatria,\u00e2\u20ac\u009d<em>Go to hell with your aid<\/em>!\u00e2\u20ac\u009d. <\/p>\n<p>Pekerjaan beresiko memang harus menelan pil pahit. Ia sedikit salah langkah, kemudian tergelincir. Inflasi mencapai titik kulminasi, rakyat pakai karung goni, serta makan dengan garam dan terasi. Sikap konfrontatifnya menghadirkan banyak musuh, juga banyak sahabat. Walau di dalam negeri pemerintahannya kelimpungan, dunia tetap memberi hormat pada negara ini. Kata pengamat barat, Soekarno adalah orang besar yang berani melawan resiko dan pandai membesarkan hati rakyatnya.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153<em>Kamoe ingin Hindia merdeka? Jakinlah saudara-saudara, bahwa mengedjar Hindia merdeka boekanlah pekerdjaan jang gampang. Pekerdjaan ini meminta kamoe poenja kemaoean, keoeletan, roh, dan djiwa. Kemerdekaan boekanlah barang jang ditawar-tawarkan di pinggir djalan. Kemederkaan boekanlah pelakat yang ditempelkan di podjok djalan<\/em>,\u00e2\u20ac\u009d tulis Bung Karno di majalah politik Fikiran Ra\u00e2\u20ac\u2122jat, 15 Juni 1932. &nbsp;<\/p>\n<p>Bukankah untuk menikmati protein bergizi dalam kuning telur, kita harus memecahkan cangkangnya terlebih dahulu? Bila ada hal nikmat yang didapat cuma-cuma, biasanya kemudian menjadi laknat. Sebab, untuk buang air saja, kita perlu berjuang melepas pakaian. Dan, untuk mengerti cinta yang agung, Romeo rela menenggak racun, Juliet pun bersedia menusuk diri dengan sebuah belati.<\/p>\n<p>Seingat saya, ada teori atom yang berbunyi,\u00e2\u20ac\u009dSuatu atom yang berada dalam keadaan stabil mempuyai energi terendah,\u00e2\u20ac\u009d. Teori kestabilan atom biasa disebut sebagai keadaan dasar. Sehingga, bila atom berada dalam posisi eksitasi (tidak stabil), energi atom membesar kemudian menampakkan cahaya benderang saat elektron kembali dari keadaan eksitasi menuju keadaan dasar.<\/p>\n<p>Tiba-tiba bayangan saya tertuju pada Ir Soekarno, Nelson Mandela, atau bahkan Aung San Suu Kyi. Mereka kembali dari keadaan penuh marabahaya menuju kemerdekaan sejati. Setelah bertahun-tahun diguncang ketidakstabilan dalam hidupnya, mereka kembali pada keadaan dasar dengan cahaya gilang-gemilang. Cahaya itu mampu mengilhami umat manusia yang membaca lembaran-lembaran kehidupannya, untuk kemudian berkesimpulan bahwa kondisi ketidakstabilan menciptakan energi sangat besar, lalu digunakan sebagai \u00e2\u20ac\u0153penerang jalan\u00e2\u20ac\u009d masyarakat luas.<\/p>\n<p>Memang siapa itu Bung Karno, Bung Hatta, dan Bung Syahrir? Mereka orang-orang yang seluruh hidupnya <em>nyerempet-nyerempet<\/em> bahaya seperti kisah Jackie Chan dalam setiap filmnya. Hidup mereka melayap dari penjara ke penjara. Mereka berani berteriak merdeka, dimana yang lain masih takut mengartikan kata tersebut. Saya yakin, sampai dunia kiamat, tidak ada lagi Presiden Indonesia yang pernah bergelar narapidana, kecuali para founding fathers. Insya Allah! <\/p>\n<p><strong>Hapus Jago Kandang<\/strong><br \/>Kalau sekarang IPB mengungguli kita dalam bidang Technopreunership. Kalau sekarang ITB unggul dalam bidang inovasi. Kalau sekarang UI unggul dalam lobby-lobby. Kalau sekarang Unhas mulai beraksi, menggugat singgasana kita sebagai sentra ilmu kelautan Indonesia. Mari kita buktikan bersama.<\/p>\n<p>Kirim kader-kader terbaik ITS untuk \u00e2\u20ac\u0153berperang\u00e2\u20ac\u009d di perlombaan-perlombaan yang digelar kampus-kampus lain. Bukankah, saat Amerika dan Rusia menjadi pemimpin dunia, disebabkan mereka aktif mengirim orang-orang terbaiknya? Membuktikan bahwa mereka memang pantas jadi negeri teladan dan pantas dijadikan tumpuan. Ekspansi institusi kiranya perlu untuk mengembangkan daya saing.<\/p>\n<p>Memang, siapa bilang kemajuan tidak butuh cost yang mahal? Siapa bilang pula kemasyhuran tidak butuh pengorbanan banyak orang? Maka, jangan sungkan-sungkan lagi, kita lebarkan sayap sekuat-kuatnya. Kalau kita punya bangunan megah, hanya keindahan yang bisa diingat. Tapi kalau kita punya prestasi brilian, maka seluruh civitas dalam institusi tersebut dan juga orang-orang di luarnya, selalu mengenang keharuman abadi, melebihi megahnya gedung yang 100 tahun kemudian bisa roboh. Bukankah para juara besar selalu diremehkan terlebih dulu di tempat pendaftaran?<br \/>&nbsp;<br \/>Tahun ini, tahun emas periode kedua, mari kita ikrarkan gerakan \u00e2\u20ac\u0153keluar kotak\u00e2\u20ac\u009d. Kita buktikan, jikalau di tingkat nasional, kita bukan warga kelas dua. Di umur 50, Apa kita ingin berkubang sebagai pribadi-pribadi menopause? Yang tidak lagi mendesah bergairah. Yang dingin-dingin saja walau dirangsang-rangsang. Yang tidak mampu lagi melahirkan ide-ide cemerlang. Yang selalu dirundung rasa takut atas perihnya menahan rahim yang mengerang. Yang juga tinggal menghitung detik-detik kematian.<\/p>\n<p>Bukanlah ombak tinggi yang membuat sebuah kapal tenggelam. Bila mesin tidak lagi mampu berputar, dan kapal berdiam diri di tempatnya, saat itulah kapten kapal sadar bahwa ia akan mati hanya karena riak berarus kecil. Sebab, kapal yang diam terombang-ambing di laut lepas, jauh lebih buruk ketimbang kapal yang bergerak menembus puluhan meter tinggi gelombang. <\/p>\n<p>***<br \/>Betapa susahnya hidup berbeda<br \/>Ramai orang berteriak di telinga<br \/>Kini, berbeda adalah berbahaya<br \/>Suara mayoritas jauh berharga<br \/>Minoritas? akan menambah masalah<\/p>\n<p>Semua orang anggap dia gila<br \/>Kerabat pun tak lagi mau mengenal<br \/>Puluhan tahun menyisakan tanda tanya<br \/>Ketika dia berhasil mengubah dunia<br \/>Para pencercalah yang kehilangan akal<\/p>\n<p>Sudah saatnya kita tidur seranjang dengan tantangan<br \/><em>Jer Basuki Mawa Bea<\/em>!<br \/>Tiap keberhasilan, butuh pengorbanan<br \/><em>No Pain, No Gain<\/em>!<\/p>\n<p>Bahtiar Rifai Septiansyah<br \/>\u00e2\u20ac\u0153Selamat Tahun Baru, Bersama Marabahaya!\u00e2\u20ac\u009d <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Demokrasi terpimpin punya satu kekayaan. Tahun-tahun itu menjadi lahan tersubur bagi kosakata baru. Tentu saja, yang bikin tukang becak garuk-garuk kepala. Tiap harinya, bentrokan ideologi melahirkan warna-warni kata: Nasakom, Nekolim, Manipol-Usdek, Manikebu, Resopim, Gesuri, Trisakti, Jarek, Berdikari, Jas Merah, Tavip dan banyak lagi.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28273,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-28272","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Vivere Pericoloso! - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Vivere Pericoloso! - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Demokrasi terpimpin punya satu kekayaan. Tahun-tahun itu menjadi lahan tersubur bagi kosakata baru. Tentu saja, yang bikin tukang becak garuk-garuk kepala. Tiap harinya, bentrokan ideologi melahirkan warna-warni kata: Nasakom, Nekolim, Manipol-Usdek, Manikebu, Resopim, Gesuri, Trisakti, Jarek, Berdikari, Jas Merah, Tavip dan banyak lagi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2010-12-31T20:03:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/7874.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"220\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"165\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/8111aa8ffd0592f58831229eec76ff50\"},\"headline\":\"Vivere Pericoloso!\",\"datePublished\":\"2010-12-31T20:03:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/\"},\"wordCount\":878,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/7874.jpeg\",\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/\",\"name\":\"Vivere Pericoloso! - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/7874.jpeg\",\"datePublished\":\"2010-12-31T20:03:28+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/7874.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/7874.jpeg\",\"width\":220,\"height\":165},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Vivere Pericoloso!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/8111aa8ffd0592f58831229eec76ff50\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Vivere Pericoloso! - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Vivere Pericoloso! - ITS News","og_description":"Demokrasi terpimpin punya satu kekayaan. Tahun-tahun itu menjadi lahan tersubur bagi kosakata baru. Tentu saja, yang bikin tukang becak garuk-garuk kepala. Tiap harinya, bentrokan ideologi melahirkan warna-warni kata: Nasakom, Nekolim, Manipol-Usdek, Manikebu, Resopim, Gesuri, Trisakti, Jarek, Berdikari, Jas Merah, Tavip dan banyak lagi.","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2010-12-31T20:03:28+00:00","og_image":[{"width":220,"height":165,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/7874.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/8111aa8ffd0592f58831229eec76ff50"},"headline":"Vivere Pericoloso!","datePublished":"2010-12-31T20:03:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/"},"wordCount":878,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/7874.jpeg","articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/","name":"Vivere Pericoloso! - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/7874.jpeg","datePublished":"2010-12-31T20:03:28+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/7874.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/7874.jpeg","width":220,"height":165},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/vivere-pericoloso\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Vivere Pericoloso!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/8111aa8ffd0592f58831229eec76ff50","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28272","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28272"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28272\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28273"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28272"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28272"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28272"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}