{"id":28007,"date":"2009-06-18T21:14:53","date_gmt":"2009-06-18T21:14:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2009\/06\/18\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/"},"modified":"2009-06-18T21:14:53","modified_gmt":"2009-06-18T21:14:53","slug":"suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/","title":{"rendered":"Suramadu Mengancam Lahan Basah Surabaya"},"content":{"rendered":"<p>Ekosistem lahan basah yang berada di dekat kawasan kaki jembatan Suramadu pastinya sangat diincar oleh banyak pemodal. Seperti halnya dengan para pengembang properti serta industri, dengan adanya jembatan Suramadu banyak dari mereka yang memang berniat mengembangkan usahanya hingga ke Madura.<\/p>\n<p>Bila diperhatikan, semenjak tahun 2003 sesaat proyek Suramadu ini baru berjalan, pembangunan Surabaya Timur juga menggeliat. Hal ini terlihat dari beberapa pengembang properti yang mulai berdatangan. <\/p>\n<p>Sekitar ITS misalnya, daerah lahan basah Keputih kini secara perlahan telah beralih fungsi menjadi lahan permukiman. Setidaknya ada beberapa kawasan perumahan lagi yang mereduksi lahan basah yakni; Laguna Indah, Pantai Mentari dan Perumahan Bumi Marina Emas. Kekhawatiran pun muncul bila kondisi seperti ini akan banyak terjadi seiring berfungsinya jembatan Suramadu nanti.<\/p>\n<p>Padahal, lahan basah merupakan salah satu komponen ekologi yang penting. Bahkan, sampai sekarang, setidaknya ada perjanjian internasional yang menekankan bahwa lahan basah merupakan salah satu ekosistem yang perlu dijaga, seperti dalam isi perjanjian Ramsar tahun 1971. <\/p>\n<p>Menurut Konvensi Ramsar, lahan basah didefinisikan secara luas sebagai daerah-daerah rawa, payau, lahan gambut, dan perairan; alami atau buatan; tetap atau sementara; dengan air yang tergenang atau mengalir; tawar, payau, atau asin; termasuk wilayah perairan laut yang kedalamannya tidak lebih dari 6 meter pada waktu air surut. <\/p>\n<p><strong>Arti Penting Lahan Basah<\/strong><br \/>Lahan basah sendiri secara ekologis memiliki peran yang penting. Dari berbagai kajian ekologi, lahan basah memiliki potensi penyumbang keanekaragaman hayati yang tinggi. Kawasan pantai timur Surabaya misalnya, sebagian areanya berupa hutan mangrove yang tiap tahun menjadi tujuan transit burung migran dari penjuru dunia bagian utara. <\/p>\n<p>Menurut pantauan dari tim studi burung liar Biologi ITS, Pecuk, daerah seperti hutan mangrove Wonorejo kerap terlihat burung migran seperti burung Biru Laut dan Gajahan Timur, yang menggunakan wilayah ini pada waktu tertentu. Burung-burung ini menempuh jarak yang amat jauh dengan jalur migrasi Asia Utara hingga ke Asia Tenggara dan Australia. <\/p>\n<p>Tujuan migrasi burung-burung ini masih banyak dikaji oleh para peneliti. Ada yang beranggapan bila mereka singgah ke lahan basah Surabaya untuk mencari makan dan bermigrasi meninggalkan musim dingin di belahan bumi utara. Ada pula yang mengatakan bila daerah lahan basah Indonesia juga dijadikan tempat untuk berkembang biak burung-burung migran tersebut.    <\/p>\n<p>Tak bisa dibayangkan bila pasca berfungsinya Suramadu dan para pengembang properti datang maka para burung migran ini juga akan kehilangan tempat untuk makan ataupun berkembang biak. Ini berarti perubahan lahan basah menjadi pemukiman akan mengurangi keanekaragaman hayati dunia, khususnya burung air migran.<\/p>\n<p>Selain itu, sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati, lahan basah Surabaya juga berperan dalam fungsi tata air kota. Reklamasi kawasan pesisir menjadi permukiman juga memicu dampak banjir di Kota Pahlawan ini. Ini merupakan pertanda serius jika lahan basah Surabaya memang sudah sepatutnya dijaga.<\/p>\n<p> <strong>Pembangunan Berkelanjutan Jawabannya<\/strong><br \/>Dari berbagai dampak dari pembagunan di lahan basah Surabaya, pemerintah kota sepatutnya sudah menganalisa dan memagari lahan basah Surabaya dari pengembang properti dan industri yang tak pro lingkungan.<\/p>\n<p>Pembangunan yang berkelanjutan adalah salah satu solusi yang perlu dikaji oleh pemerintah surabaya. Hal ini juga mensiasati rencana pembangunan yang akan dilaksanakan di sekitar kaki jembatan Suramadu sehingga keberadaannya nanti tak merusak lingkungan.<\/p>\n<p>Selain itu, keputusan pemerintah kota Surabaya untuk menjadikan daerah Surabaya Timur sebagai kawasan konservasi sudah mengindikasikan niat pemerintah untuk menjaga kawasan pesisir dari reklamasi. Salah satu yang patut ditunggu adalah niat menjadikan kawasan mangrove di sekitar pantai timur menjadi kawasan ekowisata. <\/p>\n<p>Saya berandai-andai apabila pembentukan kawasan hijau ini bisa terlaksana, maka Surabaya akan menjadi kota ekowisata. Sebelum meluncur ke Madura, melewati Suramadu pun kita bisa mampir sejenak menikmati panorama pesisir dengan keindahan burung pantai dan kawasan mangrove yang berjajar rapi. <\/p>\n<p>Januar Indra Yudhatama<br \/>Mahasiswa Biologi ITS<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jembatan ini telah digagas sejak lama. Berdiri untuk menghubungkan dua pulau, Jawa dan Madura. Banyak orang memprediksi pertumbuhan ekonomi Surabaya dan Madura akan melaju pesat seiring berdirinya jembatan Suramadu ini.  Namun, tetap saja ada yang dikhawatirkan dari sebuah pembangunan, yakni kerusakan lingkungan, khususnya lahan basah Surabaya.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28008,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-28007","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Suramadu Mengancam Lahan Basah Surabaya - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Suramadu Mengancam Lahan Basah Surabaya - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jembatan ini telah digagas sejak lama. Berdiri untuk menghubungkan dua pulau, Jawa dan Madura. Banyak orang memprediksi pertumbuhan ekonomi Surabaya dan Madura akan melaju pesat seiring berdirinya jembatan Suramadu ini. Namun, tetap saja ada yang dikhawatirkan dari sebuah pembangunan, yakni kerusakan lingkungan, khususnya lahan basah Surabaya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2009-06-18T21:14:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5737.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"212\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"160\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/c029161286bb6f56baf7c8d9b5acbeaa\"},\"headline\":\"Suramadu Mengancam Lahan Basah Surabaya\",\"datePublished\":\"2009-06-18T21:14:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/\"},\"wordCount\":586,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5737.jpeg\",\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/\",\"name\":\"Suramadu Mengancam Lahan Basah Surabaya - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5737.jpeg\",\"datePublished\":\"2009-06-18T21:14:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5737.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5737.jpeg\",\"width\":212,\"height\":160},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Suramadu Mengancam Lahan Basah Surabaya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/c029161286bb6f56baf7c8d9b5acbeaa\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Suramadu Mengancam Lahan Basah Surabaya - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Suramadu Mengancam Lahan Basah Surabaya - ITS News","og_description":"Jembatan ini telah digagas sejak lama. Berdiri untuk menghubungkan dua pulau, Jawa dan Madura. Banyak orang memprediksi pertumbuhan ekonomi Surabaya dan Madura akan melaju pesat seiring berdirinya jembatan Suramadu ini. Namun, tetap saja ada yang dikhawatirkan dari sebuah pembangunan, yakni kerusakan lingkungan, khususnya lahan basah Surabaya.","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2009-06-18T21:14:53+00:00","og_image":[{"width":212,"height":160,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5737.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/c029161286bb6f56baf7c8d9b5acbeaa"},"headline":"Suramadu Mengancam Lahan Basah Surabaya","datePublished":"2009-06-18T21:14:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/"},"wordCount":586,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5737.jpeg","articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/","name":"Suramadu Mengancam Lahan Basah Surabaya - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5737.jpeg","datePublished":"2009-06-18T21:14:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5737.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5737.jpeg","width":212,"height":160},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/suramadu-mengancam-lahan-basah-surabaya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Suramadu Mengancam Lahan Basah Surabaya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/c029161286bb6f56baf7c8d9b5acbeaa","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28007","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28007"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28007\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28008"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28007"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28007"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28007"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}