{"id":27971,"date":"2009-03-15T10:44:27","date_gmt":"2009-03-15T10:44:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2009\/03\/15\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/"},"modified":"2009-03-15T10:44:27","modified_gmt":"2009-03-15T10:44:27","slug":"kak-jangan-jadi-si-doel-yah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/","title":{"rendered":"Kak, Jangan Jadi Si Doel Yah!"},"content":{"rendered":"<p>Bagi para pecinta sinetron bemutu, anda pasti ingat adegan tersebut. Aktor kawakan Benyamin S (Babe) dalam film Si Doel Anak Betawi (SDAB) dengan improvisasi luar biasa mampu menyihir penonton. Ia berhasil membungkam mulut orang banyak. Anak betawi sudah tidak ketinggalan jaman lagi dan sekarang jadi sangat berbudaya!. <\/p>\n<p>Saat itu, ia merasa bahwa seakan-akan kaumnya sudah naik derajat. Padahal hanya gara-gara si Doel yang dianggap representasi kaum pribumi ibukota yang terpinggirkan, meraih gelar sarjana teknik. Pantaslah ia bangga dengan Si Doel, sosok pemuda betawi yang apa adanya, rupawan, lugu, rajin sembahyang dan pandai mengaji. <\/p>\n<p>Tapi apa lacur, sampai wafatnya Babe (baik dalam sinetron maupun dunia nyata), apa yang ia cita-citakan belumlah tercapai. Si Doel belum bisa menjadi \u00e2\u20ac\u0153sebenar-benarnya insinyur\u00e2\u20ac\u009d. Saya mencoba mengajak anda untuk bernostalgia dengan salah satu episode terbaik (menurut saya) dari film SDAB. Mudah-mudahan anda ingat\u00e2\u20ac\u00a6<\/p>\n<p><strong>Judulnya kalau tidak salah: Ketauan belangnya!<\/strong><br \/>Ceritanya, Babe tahu kalau selepas lulus Si Doel segera bekerja pada sebuah perusahaan. Tapi, Babe baru tahu bahwa pekerjaannya di perusahaan tersebut ternyata <em>njomplang<\/em> dengan gelar yang ia sandang (insinyur) dan jauh dari harapan Babe.<\/p>\n<p>Babe segera masuk ke teras rumah. Ia menatap tajam wajah Doel yang tampak lelah setelah bekerja. Ia langsung menginterogasi Doel. \u00e2\u20ac\u0153Doel, Jadi <em>lu cuman <\/em>jadi supir <em>hah<\/em>?!\u00e2\u20ac\u009d tanyanya dengan nada tinggi sambil mengalungkan handuk di lehernya. \u00e2\u20ac\u0153<em>Iye<\/em> Beh\u00e2\u20ac\u00a6kan <em>cuman <\/em>sementara, nanti kalau ada tempat kosong, <em>aye <\/em>bisa <em>naek <\/em>jadi staff,\u00e2\u20ac\u009d Si Doel mengelak halus.<\/p>\n<p>Ia sudah paham kalau pilihannya akan benar-benar mengecewakan Babe. Tapi apa mau dikata, mencari pekerjaan di zaman sekarang ternyata rumit, walaupun ia sudah bermodal ijazah sarjana.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153Doel, <em>gua kagak <\/em><em>ngarti <\/em>apa yang <em>lu omongin<\/em>. <em>Lu tau gak <\/em>Doel, <em>gua <\/em>rela jual tanah supaya <em>lu <\/em>bisa sekolah yang <em>bener<\/em>!<em> <\/em>Jadi orang <em>pinter<\/em>!. Biar kagak jadi orang susah kayak Babe-<em>lu<\/em>, nyak-<em>lu<\/em>, <em>ngeblangsak <\/em>(terpuruk) <em>kayak <\/em>leluhurlu!. <em>Kagak <\/em>gampang <em>dibodo\u00e2\u20ac\u2122in <\/em>orang!&#8230;.Eh\u00e2\u20ac\u00a6tapi sekarang <em>lu <\/em>malah <em>cuman <\/em>jadi supir!,\u00e2\u20ac\u009d teriak Babe.<\/p>\n<p>Doel hanya mematung. Ia terus menunduk, tidak berani menyela satu kata pun. Sesekali ia pandangi guratan kekecewaan Babenya dengan kekhawatiran. Lalu Nyak dengan sifat keibuannya mencoba menenangkan. \u00e2\u20ac\u0153Wajar Beh..kan <em>namenye <\/em>orang mau <em>seneng <\/em>pasti <em>musti <\/em>susah dulu, kan yang tadi <em>cuman <\/em>sementara,\u00e2\u20ac\u009d tuturnya. <\/p>\n<p>Tak dinyana, perkataan itu malah membuat Babe tambah meradang. \u00e2\u20ac\u0153<em>Kagak<\/em>! <em>kagak pake\u00e2\u20ac\u2122 <\/em>sementara-sementaraan! <em>Gua udah bosen <\/em>jadi orang susah!\u00e2\u20ac\u009d. Babe membentak kencang disertai gebrakan meja.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153Doel\u00e2\u20ac\u00a6<em>lu<\/em> <em>tau <\/em>kan, <em>gua <\/em>sampai <em>nunda naek <\/em>haji demi <em>nyekolahin lu <\/em>Doel! Kalau <em>tau <\/em>begini, <em>mendingan gua <\/em>berangkat Haji <em>ama <\/em>Nyak-<em>lu<\/em>!\u00e2\u20ac\u009d. Babe segera menunduk. Nadanya mulai merendah. Tatapan matanya pun pasrah seakan tidak percaya. Jujur, bagi saya ini adegan natural yang paling menyentuh. <\/p>\n<p>Kalau anda seorang Muslim, anda pasti sadar kalau Ibadah Haji itu menjadi idaman milyaran muslim di kolong jagat raya ini. Tapi tak sampai satu persennya yang beruntung dapat bersilaturahim kesana. Wajar, kalau Babe sangat kecewa atas hasil \u00e2\u20ac\u0153investasinya\u00e2\u20ac\u009d.<\/p>\n<p>Luapan kekecewaan belum berhenti juga. Babe melanjutkan, \u00e2\u20ac\u0153Daripada narik mobil orang, <em>noh lu <\/em>bawa <em>tuh <\/em>opelet, biar <em>kate jelek <\/em>juga milik sendiri!\u00e2\u20ac\u009d. Akhir kata, sebelum Babe <em>walk out<\/em>, ia berucap, \u00e2\u20ac\u0153Besok <em>lu balikin entu <\/em>mobil, Babe <em>nggak <\/em>suka <em>lu <\/em>kerja jadi supir!\u00e2\u20ac\u009d. <\/p>\n<p>Segera babe tak terlihat di persidangan lokal itu, Nyak mencoba menghibur dengan memegang pundak Doel, \u00e2\u20ac\u0153Doel\u00e2\u20ac\u00a6<em>lu <\/em>yang sabar <em>ye,<\/em>\u00e2\u20ac\u009d ujarnya. Si Doel pun masih terpaku. Di dalam hatinya, ia pasti sangat bersedih karena tidak bisa melunasi \u00e2\u20ac\u0153hutangnya\u00e2\u20ac\u009d. <\/p>\n<p>Episode ini benar-benar sebuah cerita penuh pesan moral realitas. Banyak orang yang terkesan dibuatnya. Apalagi kalau anda punya.televisi di dapur. Sekalian ambil pisau lalu segeralah potong bawang. Wah\u00e2\u20ac\u00a6Bisa <em>nangis <\/em>bombay. Kalau anda dalam posisi Doel (atau setidaknya dianalogikan), pasti anda tak mampu berkata-kata. Bahkan sampai akhir cerita SDAB, ketika si Doel ingin mencari kerja, ia selalu termenung dan teringat dengan harapan Babe pada dirinya.<\/p>\n<p>Padahal film itu dibuat sebelum abad 21. Nah, sekarang sudah abad 21. Masih banyak contoh orang tua-orang tua berpikiran maju seperti diatas. Alasannya, agar anaknya bisa memperoleh pendidikan yang lebih baik. Ada yang jual sawah, tanah, sapi, rumah, motor, kalung emas, sampai menunda berangkat haji. Pokoknya semua benda berharga dan cita-cita itu dikorbankan untuk memprioritaskan pendidikan anaknya. Luar biasa\u00e2\u20ac\u00a6<\/p>\n<p>Selama dua hari kemarin, ITS melepas lebih dari seribu kadernya. Kita pun menjadi saksi bagaimana bangganya orang tua ketika melihat anaknya memakai toga. Semoga kebanggaan itu bukan awal yang pahit seperti yang diceritakan diatas. <\/p>\n<p>Banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Jembatan Suramadu macet lagi, proyek tol Pantura pun masih kabar burung, perusahaan galangan kapal Indonesia masih megap-megap, solusi energi alternatif juga belum terpecahkan, dan belum lagi kita harus berhadapan dengan megaindustri otomotif dan teknologi informasi dari negara-negara maju.<\/p>\n<p><strong>Pesan untuk Kakak<\/strong><br \/>Terakhir, secuplik bait lagu berjudul Sarjana Muda dari Iwan Fals untuk kakak. Agar kakak bisa membuktikan bahwa apa yang didendangkan Bang Iwan hampir 30 tahun yang lalu itu salah total.<\/p>\n<p>Engkau sarjana muda&#8230;<br \/>Resah mencari kerja&#8230;<br \/>Tak berguna ijasahmu&#8230;<br \/>Empat tahun lamanya bergelut dengan buku&#8230;<\/p>\n<p>Sia-sia semuanya&#8230;<br \/>Setengah putus asa ia berucap, \u00e2\u20ac\u009dMaaf Ibu&#8230;\u00e2\u20ac\u009d <\/p>\n<p>Tenang saja kak, bangsa ini masih butuh sarjana-sarjana kreatif dari ITS. Itulah sebabnya mengapa YPTT Sepuluh Nopember \u00e2\u20ac\u009ddinaikkan pangkatnya\u00e2\u20ac\u009d oleh Ir Soekarno menjadi ITS. Mahasiswa ITS juga sudah terbiasa di-<em>pressing deadline<\/em> tugas atau kondisi-kondisi mendesak lainnya. Kata orang, kreativitas itu muncul karena keterdesakan. Kakak harus yakin bahwa kakak dengan aplikasi ilmunya dari ITS akan menjadi pondasi pembangunan bangsa.<\/p>\n<p>Kakak-kakakku para wisudawan, saya hanya mencoba menyebarkan pesan pada sebuah spanduk di pertigaan elekro.<br \/>\n\u00e2\u20ac\u0153Selamat berjuang para wisudawan 98, lanjutkan kerja kerasmu untuk nusa dan bangsa&quot;.<\/p>\n<p>Bahtiar Rifai Septiansyah<br \/>Mahasiswa Teknik Perkapalan <br \/>Inspirasi    : bastho.multiply.com<br \/>Foto        : e43its.wordpress.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lelaki gemuk itu berlari kegirangan menuju halaman rumah yang masih asri, disamping warung sederhana milik istrinya. Begitu kencang larinya sehingga membuat nafasnya tersengal-sengal. Tapi ia tak peduli. Ia meloncat bahagia, menari-nari gembira dan berteriak ke segala penjuru, \u00e2\u20ac\u0153Woiii..orang kampung <em>semue<\/em>!, sekarang anak <em>gua <\/em>jadi tukang insinyur!\u00e2\u20ac\u009d. Ia terus mengulang kata-kata itu disertai tangis dan tawa bangga.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27972,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-27971","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kak, Jangan Jadi Si Doel Yah! - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kak, Jangan Jadi Si Doel Yah! - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lelaki gemuk itu berlari kegirangan menuju halaman rumah yang masih asri, disamping warung sederhana milik istrinya. Begitu kencang larinya sehingga membuat nafasnya tersengal-sengal. Tapi ia tak peduli. Ia meloncat bahagia, menari-nari gembira dan berteriak ke segala penjuru, \u00e2\u20ac\u0153Woiii..orang kampung semue!, sekarang anak gua jadi tukang insinyur!\u00e2\u20ac\u009d. Ia terus mengulang kata-kata itu disertai tangis dan tawa bangga.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2009-03-15T10:44:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5468.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"220\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/8111aa8ffd0592f58831229eec76ff50\"},\"headline\":\"Kak, Jangan Jadi Si Doel Yah!\",\"datePublished\":\"2009-03-15T10:44:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/\"},\"wordCount\":902,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5468.jpeg\",\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/\",\"name\":\"Kak, Jangan Jadi Si Doel Yah! - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5468.jpeg\",\"datePublished\":\"2009-03-15T10:44:27+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5468.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5468.jpeg\",\"width\":220,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kak, Jangan Jadi Si Doel Yah!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/8111aa8ffd0592f58831229eec76ff50\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kak, Jangan Jadi Si Doel Yah! - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kak, Jangan Jadi Si Doel Yah! - ITS News","og_description":"Lelaki gemuk itu berlari kegirangan menuju halaman rumah yang masih asri, disamping warung sederhana milik istrinya. Begitu kencang larinya sehingga membuat nafasnya tersengal-sengal. Tapi ia tak peduli. Ia meloncat bahagia, menari-nari gembira dan berteriak ke segala penjuru, \u00e2\u20ac\u0153Woiii..orang kampung semue!, sekarang anak gua jadi tukang insinyur!\u00e2\u20ac\u009d. Ia terus mengulang kata-kata itu disertai tangis dan tawa bangga.","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2009-03-15T10:44:27+00:00","og_image":[{"width":220,"height":180,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5468.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/8111aa8ffd0592f58831229eec76ff50"},"headline":"Kak, Jangan Jadi Si Doel Yah!","datePublished":"2009-03-15T10:44:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/"},"wordCount":902,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5468.jpeg","articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/","name":"Kak, Jangan Jadi Si Doel Yah! - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5468.jpeg","datePublished":"2009-03-15T10:44:27+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5468.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/5468.jpeg","width":220,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kak-jangan-jadi-si-doel-yah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kak, Jangan Jadi Si Doel Yah!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/8111aa8ffd0592f58831229eec76ff50","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27971","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27971"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27971\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27972"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27971"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27971"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27971"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}