{"id":27777,"date":"2007-04-19T09:33:45","date_gmt":"2007-04-19T09:33:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2007\/04\/19\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/"},"modified":"2007-04-19T09:33:45","modified_gmt":"2007-04-19T09:33:45","slug":"antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/","title":{"rendered":"Antara Budaya Kekerasan dan Loyalitas"},"content":{"rendered":"<p>STPDN yang berubah nama menjadi IPDN ternyata sama saja. Hanya sebatas dari nama Sekolah Tinggi yang diubah menjadi Institut. Ini karena bayang-bayang kekerasan di sana masih menjamur hingga sekarang. Ketika tahun 2003 kasus Wahyu Hidayat terkuak, publik pun bicara. Monitoring pun dijalankan. Namun, yang menjadi catatan, mengapa hingga sekarang kasus serupa dapat terulang  hingga beberapa kali? Sepertinya kekerasan sudah membudidaya di sana.<\/p>\n<p>Membaca dari pemerintahan saat ini, mungkin kita bisa mengangkat jempol. Ini karena sikap presiden yang langsung bertindak tegas merombak Institut yang melahirkan pejabat camat dan lurah tersebut. Mungkin, ketika dulu media sudah membukakan fakta (pada tahun 2003), tapi masih ada \u2019tangan-tangan\u2019 yang melindungi kebobrokan sistem sekolah kedinasan itu.<\/p>\n<p>Tak habis pikir, kekerasan fisik yang menimbulkan kematian berpuluh kali, terjadi di lembaga pendidikan, apalagi level sekolah kedinasan milik pemerintah yang mencetak \u2019pejabat\u2019. Pertanyaannya, apakah memang masyarakat perlu pemimpin dan tokoh panutan yang lebih mengedepankan ketangguhan fisiknya seperti tentara, daripada kejeniusan otaknya? Sehingga mereka harus \u2019dikoyak\u2019 dengan latihan tendangan bebas, atau sejenisnya? <\/p>\n<p>Padahal, tentara seperti ABRI pun tidak ada perlakuan seperti yang diterapkan di IPDN. Mereka lebih kepada latihan fisik seperti lari, merayap, dan sejenisnya; bukan pengeroyokan. Artinya, yang dilakukan di IPDN bukan yang dinamakan ketahahan fisik tapi penyiksaan. <\/p>\n<p>Dan seperti kebanyakan yang dipahami, kekerasan itu dilakukan senior kepada juniornya. Sehingga pada akhirnya sang junior tadi pun membalas hal serupa kepada angkatan dibawahnya. Balas dendam ini tak akan pernah berakhir. Jika, proses itu dihentikan, dari yang pernah mengalami dan belum terbalaskan, pasti tak akan merasa puas! Seperti yang dikatakan seorang teman ketika mengkader mahasiswa baru ITS, \u201dLho kok enak, mereka juga harusnya merasakan juga!\u201d.<\/p>\n<p>Apalagi, loyalitas yang dianut praja, dosen, birokrat dan komponen yang ada di IPDN; dapat dikatakan kebablasan. Mengutip istilah yang diberikan Ketua tim investigasi untuk IPDN, Ryaas Rasyid, dimana di sana sudah diterapkan loyalitas buta. Hal ini karena mereka telah dicuci otaknya untuk berbohong (-ungkap Ryaas-). Nah, sekarang, apakah patut kekerasan atau tindakan yang salah diloyalitaskan??? Hingga mereka sepakat bungkam menutup kejahatan yang terjadi? Layakkah dipertahankan, Layakkah dilindungi, Layakkah dibela? Doktrin yang ditanamkan seperti apakah yang membuat mereka bersikeras mengungkap kebenaran hingga menutup nurani? Atau mungkin ada pengekangan atau intimidasi?<\/p>\n<p>Mungkin, pendekatan agama yang harusnya mulai digalakkan secara intensif. Bisa jadi psikolog pun didatangkan, untuk meluruskan doktrin yang telah diterima. Sebab, harus ada upaya pemutusan mata rantai kekerasan ini. Juga tak lepas dari penghilangan rasa \u2019balas dendam\u2019 yang telah menjamur. Apalagi terdengar kabar dari berbagai media bahwa di kampus tersebut juga marak perilaku seks bebas dan narkoba. <\/p>\n<p>Penulis:<br \/>Thina Ardliana<br \/>Mahasiswa Mathematika angkatan 2003<br \/>Ketua Tim Media JMMI ITS<br \/>\u2018Barangsiapa yang melakukan kejahatan sebesar biji dzarah pun, akan diperhitungkan\u2019<br \/>Photo: courtesy of Kompas<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masih terbenang, hampir empat tahun silam, ketika awal masuk menjadi mahasiswa ITS. Saat itu, marak beredar kabar negatif tentang STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan dalam Negri). Ini karena kematian Wahyu Hidayat, salah satu praja dari sekolah tersebut pada tahun 2003. Tahun ini pun, tenyata tragedi itu kembali terulang dengan kasus tewasnya Cliff Muntu.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27778,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-27777","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Antara Budaya Kekerasan dan Loyalitas - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Antara Budaya Kekerasan dan Loyalitas - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Masih terbenang, hampir empat tahun silam, ketika awal masuk menjadi mahasiswa ITS. Saat itu, marak beredar kabar negatif tentang STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan dalam Negri). Ini karena kematian Wahyu Hidayat, salah satu praja dari sekolah tersebut pada tahun 2003. Tahun ini pun, tenyata tragedi itu kembali terulang dengan kasus tewasnya Cliff Muntu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2007-04-19T09:33:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/3563.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"160\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"120\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/30d3fdc35e7f8f31c41abfd28db2eeb9\"},\"headline\":\"Antara Budaya Kekerasan dan Loyalitas\",\"datePublished\":\"2007-04-19T09:33:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/\"},\"wordCount\":437,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/3563.jpeg\",\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/\",\"name\":\"Antara Budaya Kekerasan dan Loyalitas - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/3563.jpeg\",\"datePublished\":\"2007-04-19T09:33:45+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/3563.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/3563.jpeg\",\"width\":160,\"height\":120},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Antara Budaya Kekerasan dan Loyalitas\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/30d3fdc35e7f8f31c41abfd28db2eeb9\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Antara Budaya Kekerasan dan Loyalitas - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Antara Budaya Kekerasan dan Loyalitas - ITS News","og_description":"Masih terbenang, hampir empat tahun silam, ketika awal masuk menjadi mahasiswa ITS. Saat itu, marak beredar kabar negatif tentang STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan dalam Negri). Ini karena kematian Wahyu Hidayat, salah satu praja dari sekolah tersebut pada tahun 2003. Tahun ini pun, tenyata tragedi itu kembali terulang dengan kasus tewasnya Cliff Muntu.","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2007-04-19T09:33:45+00:00","og_image":[{"width":160,"height":120,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/3563.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/30d3fdc35e7f8f31c41abfd28db2eeb9"},"headline":"Antara Budaya Kekerasan dan Loyalitas","datePublished":"2007-04-19T09:33:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/"},"wordCount":437,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/3563.jpeg","articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/","name":"Antara Budaya Kekerasan dan Loyalitas - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/3563.jpeg","datePublished":"2007-04-19T09:33:45+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/3563.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/3563.jpeg","width":160,"height":120},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/antara-budaya-kekerasan-dan-loyalitas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Antara Budaya Kekerasan dan Loyalitas"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/30d3fdc35e7f8f31c41abfd28db2eeb9","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27777","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27777"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27777\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27778"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27777"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27777"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27777"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}