{"id":27763,"date":"2007-02-18T17:05:48","date_gmt":"2007-02-18T17:05:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2007\/02\/18\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/"},"modified":"2007-02-18T17:05:48","modified_gmt":"2007-02-18T17:05:48","slug":"etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/","title":{"rendered":"Etrepreneur, Jangan Lagi Dipandang Sebelah Mata"},"content":{"rendered":"<p>Hampir seluruh mahasiswa berpikiran sama saat mereka menempuh bangku perkuliahan, lulus dan melamar pekerjaan. Dapat memakai jas bagus, berdasi indah serta duduk di kursi yang empuk hampir menjadi impian sehari \u2013 hari. Dan dengan jalan duduk di bangku perkuliahan-lah sepertinya impian itu akan terwujud. <\/p>\n<p>Mendapatkan pekerjaan di perusahaan besar sepertinya juga hampir menjadi impian setiap mahasiswa. Bahkan tak jarang instansi \u2013 instansi pendidikan menampilkan nama \u2013 nama perusahaan besar dimana para lulusannya bekerja. Semakin populer perusahaan yang menerima lulusannya, maka semakin tinggi pula rating instansi pendidikan tersebut. Keberadaan lulusan yang bekerja di suatu perusahaan besar akan menambah \u201cdaya jual\u201d instansi pendidikan tersebut. <\/p>\n<p>Diantara kerasnya arus persaingan mencari pekerjaan, muncullah beberapa orang yang mencoba untuk mandiri. Berwirausaha, itulah yang mereka coba lakukan. Bahkan banyak wirausahawan yang muncul dengan semangat <em>bonek<\/em>, alias <em>bondo nekat<\/em>. Berbagai masalahpun muncul mengiringi usaha mereka. Mulai dari masalah modal, pemasaran, dan masih banyak lagi kendala yang mereka dapatkan. Selain itu, perhatian kepada mereka juga sedikit.   <\/p>\n<p>Perhatian kepada para <em>entrepreneur<\/em> saat ini sepertinya masih sedikit. Di bangku perkuliahan pun, jiwa \u2013 jiwa entrepreneur juga belum banyak dipupuk. Sehingga terkesan kuliah adalah tempat untuk mencari ilmu untuk perkembangan teknologi, dan masih mengesampingkan aspek \u2013 aspek kemampuan non akademis. Memang, tak dapat dipungkiri bahwa kampus adalah wahana ilmiah, dengan dipenuhi wacana-wacana perkembangan teknologi, keilimiahan, dan sebagianya. Namun tak hanya itu yang dibutuhkan mahasiswa. Mereka butuh banyak bekal, <em>skill<\/em>, dan kemampuan untuk dapat terjun di masyarakat. Dan di dunia kampuslah berbagai macam ilmu tersebut bisa diraih. <\/p>\n<p>Kampus ITS, yang berpredikat kampus perjuangan, telah mencetak SDM \u2013 SDM yang berkualitas tinggi. Tak sedikit pula melahirkan para <em>entrepreneur \u2013 entrepreneur <\/em>muda yang tangguh dan berdaya saing. Bahkan Raja Kebab yang  menjadi Pengusaha Terbaik Asia 2006 versi majalah <em>Business Week International<\/em> adalah jebolan ITS. Sudah waktunya <em>entrepreneur<\/em> tidak dipandang sebelah mata. Sebagai kekuatan ekonomi kerakyatan, <em>entrepreneur <\/em>hendaknya lebih diperhatikan, terutama oleh kalangan pendidikan tinggi. <\/p>\n<p>Mungkin hal ini bisa dimulai dengan mendatangkan para wirausahawan \u2013 wirausahawan yang sudah berhasil di bangku perkuliahan. Menggali dan mencari banyak ilmu dari mereka. Kemampuan non akademis inilah yang dibutuhkan para calon <em>entrepeneur<\/em> di masa yang akan datang.Saya yakin dengan begitu ketertarikan para mahasiswa akan naik terhadap dunia <em>entrepreneur<\/em>. Dan ini adalah awal yang baik untuk membangun ekonomi kerakyatan. <\/p>\n<p>Di ITS, geliat keinginan mahasiswa untuk berwirausaha cukup tinggi. Ini terbukti dengan munculnya berbagai usaha di sekitar kampus yang dimotori para mahasiswa.  Mulai warung makan, warnet, rental, toko, dan lainnya. Sebagai \u201corang tua kedua\u201d, semoga ITS bisa membantu perkembangan para <em>entrepreneur \u2013 entrepreneur <\/em>ini. Mungkin tak berbentuk modal, namun bisa dalam bentuk lain, misalnya saja dalam bantuan pembentukan jaringan. Hal itu akan mempermudah perkembangan para <em>entrepreneur<\/em> ini.<\/p>\n<p>Agak terasa unik memang, jika ada mahasiswa bidang teknik akan bergelut dengan dunia masak \u2013 memasak, dan bisa jadi itu akan menjadi mata pencahariannya.Itulah realita kehidupan. Salah satu episode kehidupan seorang anak manusia yang sedang menjemput rizkinya. <\/p>\n<p>Semoga para mahasiswa tidak hanya berperan sebagai \u201ctamu\u201d di universitasnya, yang datang dan kemudian pergi.Ada ikatan batin antara keduanya. Semoga dalam diri mahaiswa selalu ada&nbsp; rasa kebanggaan menjadi anak serta ada perhatian dari \u201csang ibu\u201d kepada anaknya.       <\/p>\n<p><em>\u201cHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu\u201d. (Q.S An Nisa 29). <\/em><\/p>\n<p>Marji Wegoyono<br \/>Jurnalist ITS Online<br \/>Mahasiswa D3 Computer Control<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lambannya pertumbuhan perekonomian di Indonesia, tak terlepas dari budaya serta perilaku masyarakat Indonesia. Budaya konsumtif yang tinggi, serta tingkat produktif yang rendah menyebabkan perekenomian Indonesia sulit untuk berkembang. Sebagai agent of change, sudah menjadi salah satu tugas mahasiswa untuk turut membangun perekonomian Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-27763","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Etrepreneur, Jangan Lagi Dipandang Sebelah Mata - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Etrepreneur, Jangan Lagi Dipandang Sebelah Mata - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lambannya pertumbuhan perekonomian di Indonesia, tak terlepas dari budaya serta perilaku masyarakat Indonesia. Budaya konsumtif yang tinggi, serta tingkat produktif yang rendah menyebabkan perekenomian Indonesia sulit untuk berkembang. Sebagai agent of change, sudah menjadi salah satu tugas mahasiswa untuk turut membangun perekonomian Indonesia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2007-02-18T17:05:48+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/30d3fdc35e7f8f31c41abfd28db2eeb9\"},\"headline\":\"Etrepreneur, Jangan Lagi Dipandang Sebelah Mata\",\"datePublished\":\"2007-02-18T17:05:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/\"},\"wordCount\":546,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/\",\"name\":\"Etrepreneur, Jangan Lagi Dipandang Sebelah Mata - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"datePublished\":\"2007-02-18T17:05:48+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Etrepreneur, Jangan Lagi Dipandang Sebelah Mata\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/30d3fdc35e7f8f31c41abfd28db2eeb9\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Etrepreneur, Jangan Lagi Dipandang Sebelah Mata - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Etrepreneur, Jangan Lagi Dipandang Sebelah Mata - ITS News","og_description":"Lambannya pertumbuhan perekonomian di Indonesia, tak terlepas dari budaya serta perilaku masyarakat Indonesia. Budaya konsumtif yang tinggi, serta tingkat produktif yang rendah menyebabkan perekenomian Indonesia sulit untuk berkembang. Sebagai agent of change, sudah menjadi salah satu tugas mahasiswa untuk turut membangun perekonomian Indonesia.","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2007-02-18T17:05:48+00:00","author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/30d3fdc35e7f8f31c41abfd28db2eeb9"},"headline":"Etrepreneur, Jangan Lagi Dipandang Sebelah Mata","datePublished":"2007-02-18T17:05:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/"},"wordCount":546,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/","name":"Etrepreneur, Jangan Lagi Dipandang Sebelah Mata - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"datePublished":"2007-02-18T17:05:48+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/etrepreneur-jangan-lagi-dipandang-sebelah-mata\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Etrepreneur, Jangan Lagi Dipandang Sebelah Mata"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/30d3fdc35e7f8f31c41abfd28db2eeb9","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27763","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27763"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27763\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27763"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27763"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27763"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}