{"id":27741,"date":"2006-12-01T07:33:57","date_gmt":"2006-12-01T07:33:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2006\/12\/01\/pahlawan-tak-terlihat\/"},"modified":"2006-12-01T07:33:57","modified_gmt":"2006-12-01T07:33:57","slug":"pahlawan-tak-terlihat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/","title":{"rendered":"Pahlawan tak terlihat"},"content":{"rendered":"<p>Itulah sebagian kecil fenomena dalam kerasnya kehidupan jalanan. Sebuah perubahan atau tepatnya pengedukasian telah terjadi. Sebuah layar baru kehidupan jalanan sedikit demi sedikit terbuka, layar yang akan diisi oleh mimpi para penghuni jalanan yang dulu hanya merupakan angan. Mereka telah menemukan atau dan ditemukan oleh \u201cProyektor\u201d yang akan membuka layar  lebih lebar lagi. Setelah itu mereka akan mengisi lembaran-lembaran jalanan yang akan melengkapi sebuah keindahan suatu kompleksitas bangsa.<\/p>\n<p> Anak jalanan adalah salah satu elemen pelaku kehidupan jalanan itu sendiri. Terlepas dari menguntungkan atau merugikannya sebuah kehidupan jalanan, anak jalanan sebagai pelaku terbanyak\u2014di samping yang beranjak dewasa\u2014merupakan faktor yang paling menentukan karakteristik jalanan tersebut.<\/p>\n<p> Di beberapa negara Eropa, kehidupan jalanan sangatlah dihargai dan dihormati. Mereka diperhatikan oleh pemerintahannya dengan diberikannya kebebasan untuk mencurahkan keterampilan, bakat, dan kemampuan mereka di jalanan. Sebagai contoh kota Venesia, Italia, selain dikenal sebagai kota air karenanya sebagian besar kotanya dipenuhi sungai kecil dan kanal-kanal, kota ini juga mempunyai kehidupan jalanan yang menakjubkan. Dari mulai pemusik, pelukis sampai ke semir sepatu ada di jalanan. Tidak salah jika kehidupan jalanan menjadi ikon sebagai sebuah nilai tambah kota tersebut.<\/p>\n<p> Lain hal dengan Indonesia. Kehidupan jalanan dianggap momok yang mesti dibumi hanguskan dari jalanan itu sendiri. Pengecualian mungkin di Yoyakarta yang kehidupannya lebih tertata\u2014walau tidak semua\u2014dan lebih mendapat tempat sebagai aset kekhasan kota tersebut. Realitanya memang seperti itu. Kehidupan jalanan Indonesia sangatlah buruk sekali. Mulai dari berjubelnya pengemis, semrautnya pengamen, sampai tidak teraturnya penjaja koran. Jumlah \u201cpenghuni\u201d jalanan yang semakin meningkat, munculnya premanisme, dan berujung pada tindak kejahatan. Semua itu melengkapi buruknya \u201cmanajemen jalanan kita\u201d.<\/p>\n<p> Selama ini yang lebih banyak terjadi adalah bagaimana cara meniadakan mereka, membuat mereka hilang dari jalanan kota, membersihkan jalanan kota dari penghuni-penghuni yang merusak pengelihatan. Kita belum, bahkan mugking tidak berpikir bagaimana membuat mereka lebih tertata di jalanan, bagaimana mengubah hidup mereka lebih berkualitas di jalanan, dan lebih jauh lagi bagaimana menciptakan anak-anak jalanan mampu menghasilkan sesuatu sebagai aset bangsa yang besar.   <\/p>\n<p><strong> Pahlawan yang Tak Dikenal<\/strong><\/p>\n<p>Segelintir saja orang yang ikhlas terjun aktif ke tengah-tengah jalanan untuk mengetahui kejamnya kehidupan jalanan. Tapi lebih sedikit lagi orang yang peduli, tidak hanya mengamati untuk kepentingan individu mereka, kecil sekali bahkan bisa dihitung dengan jari orang-orang yang memikirkan kehidupan jalanan, berkontribusi untuk mereka (baca:anak jalanan), mengedukasi meereka, sampai membuat mereka menjadi penghuni jalanan berkualitas.<\/p>\n<p> Kali ini kita tidak akan mempermasalahkan tentang output dari gemblengan anak jalanan tersebut. Apakah mereka tetap di jalanan membentuk kehidupan yang berkualitas atau mengubah mereka menjadi manusia berguna yang tidak lagi menempati lingkungan jalanan. Point terpentingnya adalah mereka-mereka yang telah mengubah kualitas kehidupan para anak jalanan, mereka yang rela mengorbankan harta, raga, dan masanya untuk tidak melihat miris dan pilunya kehidupan jalanan kita, mereka yang telah memunculkan dan mengembangkan potensi-potensi yang ada di jalanan, dan mereka yang alih-alih tak terlihat, sebenarnya secara langsung turut mencerdaskan bangsa ini.<\/p>\n<p> Apa yang mereka\u2014dalam hal ini guru jalanan kalau boleh saya menyebut&#8211; lakukan tak ubahnya seperti seorang pengajar di sekolah. Bedanya, mereka yang mencari murid, mereka yang proaktif memberikan ilmu, keterampilan, dan pengalaman mereka untuk ditularkan pada anak-anak jalanan. Alasan mereka memilih anak-anak jalanan karena anak-nak ini adalah generasi muda yang penuh dengan harapan dan masih mempunyai semangat yang tinggi. Walaupun sudah ada lembaga yang mengurusi tentang anak-anak jalanan, kita tak dapat memungkiri bahwa peran seorang Guru Jalanan ini sangtalah istimewa. Mereka melakukan itu semua tidak untuk meraih keuntungan ataupun  menjadi terkenal, toh buktinya kita juga tidak begitu mengenal siapa-siapa saja mereka. Dengan dana dan waktu luang serta kemauan ekstra, tanpa mengharapkan suatu apapun, Guru Jalanan tetap memiliki semangat untuk mencurahkan segala kemampuan yang dia miliki demi keinginan melihat para anak jalanan memiliki sebuah harapan untuk maju, memiliki perasaan bahwa mereka(baca:anak jalanan) juga punya potensi, memiliki keyakinan bahwa mereka juga bisa berkarya, dan memiliki asa untuk lebih berguna lagi bagi bangsanya.<\/p>\n<p> Maka, Sangatlah pantas jika para Guru Jalanan ini kita sebut sebagai  Pahlawan. Sedikit demisedikit mereka turut memecahkan permasalahan bangsa kita. Secara tidak kita sadari merekalah orang-orang yang tidak mencari popularitas dalam berkontribusi. Dan bukan tidak mungkin secara mengejutkan kita akan melihat populasi anak jalanan yang berkualitas dan yang mempunyaio visi. Merekalah seorang pahlawan yang tak terlihat.<\/p>\n<p><strong> Perubahan yang Diharapkan<\/strong><\/p>\n<p>Suatu pelajaran dapat diterima oleh murid dari seorang guru jika terjalin hubungan yang baik diantara keduannya dalam lingkup pengajaran itu. Inilah yang terjadi pada anak jalanan yang selalu haus, selalu ingin mencoba hal-hal baru seperti juga anak-anak yang lain. Kemauan kuat mereka untuk berubah ke arah yang lebih baik ditambah semangat seorang Guru Jalanan tadi, maka diharapkan sebuah perubahan berupa hasil yang optimal, terutama bagi komuniutas anak jalanan itu sendiri.<\/p>\n<p> Kelak kita menginginkan jalanan perkotaan tidak lagi semraut dengan pengemis, gelandangan, dan anak-anak jalanan yang tidak karuan. Kita mengharapkan jalanan terlihat apik tetapi juga tidak mengucilkan para \u201cpenghuninya\u201d. Harus ada yang mengelola para pengemis, gelandangan dan anak-anak jalanan tersebut. Kita masih butuh ribuan guru jalanan seperti yang sudah ada demi memperbaiki citra bangsa yang besar ini.<\/p>\n<p> Sudah saatnya kita memperhatikan mereka, dan lebih baik jika kita seperti mereka. Terima kasih kepada mereka yang telah mengurusi salah satu aset kita. Merekalah pahlawan jalanan kita, pahlawan bagi anak-anak yang ingin mewujudkan asanya dari jalanan. Anak-anak yang akan membuktikan kalau mereka juga berguna bagi bangsanya. Terima kasih Pahlawan yang tak terlihat.        <\/p>\n<p> Emal Zain MTB<br \/>Mahasiswa Teknik Sipil ITS<\/p>\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak sedikit kita lihat pengamen kecil yang berkelompok menyanyikan<br \/>\nlagu dengan hampir sempurna diiringi peralatan musik yang dapat dikatakan lengkap. Bahkan sudah ada kita menemui mereka di kafe-kafe ataupun acara formal lainnya. Sudah masuk ke telinga kita tentang<br \/>\nhasil-hasil karya anak jalanan, dari mulai hasil tangan untuk dipasarkan sampai karya-karya mereka yang dipamerkan. Dan belum hilang ingatan saya akan sebuah sekolah perfilman sekaligus rumah produksi yang muridnya adalah anak-anak jalanan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-27741","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pahlawan tak terlihat - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pahlawan tak terlihat - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tidak sedikit kita lihat pengamen kecil yang berkelompok menyanyikan lagu dengan hampir sempurna diiringi peralatan musik yang dapat dikatakan lengkap. Bahkan sudah ada kita menemui mereka di kafe-kafe ataupun acara formal lainnya. Sudah masuk ke telinga kita tentang hasil-hasil karya anak jalanan, dari mulai hasil tangan untuk dipasarkan sampai karya-karya mereka yang dipamerkan. Dan belum hilang ingatan saya akan sebuah sekolah perfilman sekaligus rumah produksi yang muridnya adalah anak-anak jalanan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2006-12-01T07:33:57+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a\"},\"headline\":\"Pahlawan tak terlihat\",\"datePublished\":\"2006-12-01T07:33:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/\"},\"wordCount\":877,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/\",\"name\":\"Pahlawan tak terlihat - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"datePublished\":\"2006-12-01T07:33:57+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pahlawan tak terlihat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pahlawan tak terlihat - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pahlawan tak terlihat - ITS News","og_description":"Tidak sedikit kita lihat pengamen kecil yang berkelompok menyanyikan lagu dengan hampir sempurna diiringi peralatan musik yang dapat dikatakan lengkap. Bahkan sudah ada kita menemui mereka di kafe-kafe ataupun acara formal lainnya. Sudah masuk ke telinga kita tentang hasil-hasil karya anak jalanan, dari mulai hasil tangan untuk dipasarkan sampai karya-karya mereka yang dipamerkan. Dan belum hilang ingatan saya akan sebuah sekolah perfilman sekaligus rumah produksi yang muridnya adalah anak-anak jalanan.","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2006-12-01T07:33:57+00:00","author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a"},"headline":"Pahlawan tak terlihat","datePublished":"2006-12-01T07:33:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/"},"wordCount":877,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/","name":"Pahlawan tak terlihat - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"datePublished":"2006-12-01T07:33:57+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pahlawan-tak-terlihat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pahlawan tak terlihat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27741","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27741"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27741\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27741"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27741"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27741"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}