{"id":27714,"date":"2006-03-02T12:25:25","date_gmt":"2006-03-02T12:25:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2006\/03\/02\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/"},"modified":"2006-03-02T12:25:25","modified_gmt":"2006-03-02T12:25:25","slug":"dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/","title":{"rendered":"Dari Pulau Hingga Freeport: Sebuah Romantika"},"content":{"rendered":"<p>Kasus Freeport memang bukan hal baru. Sejak ditandatanganinya MoU antara pemerintah Indonesia dengan pihak manajemen Freeport di tahun 1967 terhitung banyak kasus yang terjadi. Mulai dari isu penembakan komunitas lokal hingga perusakan ekosistem. Sejak tahun itu juga, tidak terhitung berapa ribu trilyun kekayaan kita yang telah mereka keruk. Amin Rais dalam sebuah wawancara dengan sebuah majalah mengatakan bahwa Freeport telah merubah beberapa gunung di Papua menjadi danau lumpur yang jelek. Selain itu tak terhitung kerusakan ekosistem yang ditimbulkan oleh pembuangan limbah dan tailing di daerah sekitar penambangan. Dirilis sebuah situs bahwa penderitaan tujuh komunitas lokal yang berada di lahan tambang Freeport bukanlah hal yang remeh. Diantara tujuh komunitas lokal tersebut, komunitas Amungme dan Komoro-lah yang paling terancam eksistensi hidupnya.<\/p>\n<p>Lalu bagaimana penyimpangan Freeport yang sedemikian jauh ini bisa bertahan? Hal ini ditengarai karena ada <em>back up<\/em> oleh pihak penguasa dan militer. Sebagaimana diketahui bahwa Freeport menerapkan <em>security layer<\/em> yang direkrut dari pihak militer. Hubungan gelap antara Freeport dan militer ini sempat diungkap oleh Amien Rais hingga ia didepak dari keanggotaannya di ICMI saat era pemerintahan Soeharto. Bukan saja dengan militer, hubungan gelap Freeport pun terjalin manis dengan pihak pemerintah. Itu adalah alasan mengapa pemerintah seakan enggan untuk melepaskan Freeport yang terbukti telah menghina martabat kita secara nasional. <\/p>\n<p>***<br \/>Jika Anda mempunyai waktu luang, tidak ada salahnya mencoba membuka situs http:\/\/www.privateislandsonline.com\/indonesia.htm, dimana disana kita dapat menemukan sebuah pulau yang bernama pulau Sultan seluas 94 acre dijual kepada publik dengan harga 27.500.000 US dollar. Atau Anda ingin situs yang lain? Tak ada salahnya Anda membuka situs http:\/\/www.islandconcepts.com\/lands\/lul004\/index.php, dimana bisa kita lihat penawaran sebuah pulau di sekitar Uluwatu Bali dengan harga 58.050.000.000 US dollar. <em>Superb<\/em>! Sebuah negara archipelagos dengan ribuan pulau mengobral teritorinya sendiri. Mungkin Anda masih tidak percaya, tetapi faktanya ada tujuh pulau di Karimunjawa yang kini sedang ditawarkan oleh perusahaan properti asing VA Real Estate itu adalah P. Bengkoang (92 ha), P. Geleang (30 ha), P. Kembar (11,2 ha), P. Kumbang (8,8 ha), P. Katang (2,8 ha), P. Krakal Kecil (2,8 ha) dan P. Krakal Besar (2,8 ha).<\/p>\n<p>Jika kita ingat kembali masa-masa heroik penyelamatan kawasan Ambalat dari pencamplokan Malaysia nampaknya hal itu hanya menjadi sebuah plot dari sebuah film kolosal yang berjudul \u201cTragedi Negara Tanpa Teritori\u201d, atau \u201cIndonesia: Sold Out!\u201d, atau mungkin serial \u201cAzab Illahi: Negeri Bodoh Hancur Terhina\u201d bagus juga. Bagaimana?<\/p>\n<p>***<br \/>Saya sarankan, tanggal 17 Agustus nanti tidak usah ada perayaan kemerdekaan dengan segala euforianya. Tidak usahlah kita memasang bendera merah-putih di jalan-jalan, apalagi mengundang warga kampung untuk dangdutan tujuh hari tujuh malam tidak tidur misalkan. Karena sejatinya kita masih belum merdeka, kita masih asyik tidur dalam belaian selimut hangat dari Amerika dan sekutunya dengan nama \u201dbantuan hutang\u201d. Kita juga masih takut dengan anjing galak Paman Sam yang dipanggil \u201dembargo\u201d. Kita tidak tahu, mungkin esok hari kita telah menjadi warga AS, karena Jawa sudah terbeli dan dijadikan pangkalan militer Asia-Pasifik oleh Paman Sam.<\/p>\n<p>Ayos Purwoaji<br \/>Penulis adalah mahasiswa Despro  <\/p>\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sungguh saya begitu menikmati berita beberapa hari terakhir. Bukan karena berita politik yang selalu itu-itu saja, juga bukan kasus flu burung yang kian ditakuti. Sepintas, berita-berita mengenai penjualan pulau dan kasus Freeport menarik perhatian saya. Pertanyaannya: apakah kita memang benar-benar sudah merdeka?<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-27714","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dari Pulau Hingga Freeport: Sebuah Romantika - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari Pulau Hingga Freeport: Sebuah Romantika - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sungguh saya begitu menikmati berita beberapa hari terakhir. Bukan karena berita politik yang selalu itu-itu saja, juga bukan kasus flu burung yang kian ditakuti. Sepintas, berita-berita mengenai penjualan pulau dan kasus Freeport menarik perhatian saya. Pertanyaannya: apakah kita memang benar-benar sudah merdeka?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2006-03-02T12:25:25+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a\"},\"headline\":\"Dari Pulau Hingga Freeport: Sebuah Romantika\",\"datePublished\":\"2006-03-02T12:25:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/\"},\"wordCount\":484,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/\",\"name\":\"Dari Pulau Hingga Freeport: Sebuah Romantika - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"datePublished\":\"2006-03-02T12:25:25+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dari Pulau Hingga Freeport: Sebuah Romantika\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dari Pulau Hingga Freeport: Sebuah Romantika - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dari Pulau Hingga Freeport: Sebuah Romantika - ITS News","og_description":"Sungguh saya begitu menikmati berita beberapa hari terakhir. Bukan karena berita politik yang selalu itu-itu saja, juga bukan kasus flu burung yang kian ditakuti. Sepintas, berita-berita mengenai penjualan pulau dan kasus Freeport menarik perhatian saya. Pertanyaannya: apakah kita memang benar-benar sudah merdeka?","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2006-03-02T12:25:25+00:00","author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a"},"headline":"Dari Pulau Hingga Freeport: Sebuah Romantika","datePublished":"2006-03-02T12:25:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/"},"wordCount":484,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/","name":"Dari Pulau Hingga Freeport: Sebuah Romantika - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"datePublished":"2006-03-02T12:25:25+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dari-pulau-hingga-freeport-sebuah-romantika\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dari Pulau Hingga Freeport: Sebuah Romantika"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27714","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27714"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27714\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27714"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27714"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27714"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}