{"id":27713,"date":"2006-02-25T12:04:38","date_gmt":"2006-02-25T12:04:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2006\/02\/25\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/"},"modified":"2006-02-25T12:04:38","modified_gmt":"2006-02-25T12:04:38","slug":"pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/","title":{"rendered":"Pembatasan Media Sebagai Re-Orba-isasi"},"content":{"rendered":"<p>Sejak Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Sofyan Djalil mengumumkan untuk dilakukan registrasi ulang seluruh nomor telepon selular yang ada di Indonesia, saya mulai cemas. Pikiran saya melayang pada sebuah film yang berjudul Enemy of The States, dimana dalam film itu diceritakan mengenai penyadapan legal yang dilakukan pemerintah federal Amerika terhadap segala komunikasi yang dilakukan oleh rakyatnya. Beberapa pihak \u2013diperankan oleh Will Smith\u2014 merasa gerah dengan adanya penyadapan legal ini, bagi mereka penyadapan itu telah melanggar asas kebebasan berkomunikasi dan asas demokrasi yang dijunjung tinggi oleh bangsa Amerika. Pemerintah federal sendiri berdalih hal ini dilakukan sebagai pencegahan kegiatan terorisme.<\/p>\n<p>Hal serupa juga terjadi di China. Seperti dilansir situs BBC beberapa waktu lalu, pemerintah China memberlakukan proteksi untuk internet khususnya fasilitas search engine. Google sendiri sebagai search engine terbesar akan segera meluncurkan <em>censored versionnya<\/em> tidak lama lagi. Hal ini tentu mengundang reaksi keras dari berbagai pihak. Kebanyakan dari mereka berpendapat, di era saat ini sudah bukan saatnya pemerintah China memberikan batasan akses informasi, pembatasan itu hanya akan kembali mengingatkan publik China akan rezim-rezim diktator di masa lalu.<\/p>\n<p>Ada benarnya dilakukan pembatasan terhadap media saat ini, toh banyaknya media kurang diimbangi dengan kontrol sosial yang baik, hasilnya banyak media yang keluar dari aturan ketimuran. Bahkan euforia media ini hanya dirasa sebagai selebrasi budaya import yang semakin menggurita. Jika kita jeli memperhatikan, saat ini banyak media import yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Target marketing media-media <em>import-translated<\/em> ini juga tidak main-main, Anda dapat dengan mudah menemukan Men\u2019s Health di lapak-lapak kecil di pinggiran jalan. Atau jka ingin lebih, Anda dapat dengan sekali lirikan mata melihat gantungan majalah dewasa FHM bersanding dengan Kompas dan Jawa Pos. Hal ini dirasa sudah cukup dijadikan alasan untuk dilakukan pembatasan media, namun pembatasan akan informasi P2P akan sangat berlebihan.<\/p>\n<p>Akses P2P merupakan jenis akses yang sangat personal, tidak selayaknya akses ini dijadikan konsumsi pihak ketiga apalagi akses publik. Memang benar, para pelaku kejahatan pun memilih menggunakan media ini karena dirasa keamanannya jauh lebih terjamin. Namun yang harus dipikirkan adalah kinerja Badan Intelijen Negara (BIN) dalam menangani kasus seperti ini. Jika kejahatan maupun pencegahan akan terjadinya aksi terorisme menjadi alasan utama Menkominfo menetapkan aturan ini, maka dikhawatirkan akan terjadi overlapping dengan BIN, hal ini jelas dipertanyakan efektifitasnya.<\/p>\n<p>Kejadian Bom Bali II merupakan satu bentuk ketidakseriusan BIN dengan itikadnya untuk memerangi aksi terorisme. Kini saatnya BIN membuktikan eksistensinya dengan kerja nyata. Penyadapan media yang dilakukan hanya akan menambah panjang daftar PR yang harus dilakukan pemerintah, sedangkan efektifitasnya sendiri masih diragukan.<\/p>\n<p>Ayos Purwoaji<br \/>\nPenulis adalah mahasiswa Despro<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mungkin masa itu belum berakhir, atau bahkan bereinkarnasi menjelma menjadi sebuah bentuk baru yang lebih halus hingga dapat masuk pada ranah yang paling private sekalipun. Masa dimana media komunikasi menjadi sangat dibatasi, menjadi sangat kerdil dengan metode barunya PGP (peer-government-peer), bukan lagi P2P (peer-to-peer).<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-27713","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pembatasan Media Sebagai Re-Orba-isasi - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pembatasan Media Sebagai Re-Orba-isasi - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mungkin masa itu belum berakhir, atau bahkan bereinkarnasi menjelma menjadi sebuah bentuk baru yang lebih halus hingga dapat masuk pada ranah yang paling private sekalipun. Masa dimana media komunikasi menjadi sangat dibatasi, menjadi sangat kerdil dengan metode barunya PGP (peer-government-peer), bukan lagi P2P (peer-to-peer).\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2006-02-25T12:04:38+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a\"},\"headline\":\"Pembatasan Media Sebagai Re-Orba-isasi\",\"datePublished\":\"2006-02-25T12:04:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/\"},\"wordCount\":421,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/\",\"name\":\"Pembatasan Media Sebagai Re-Orba-isasi - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"datePublished\":\"2006-02-25T12:04:38+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pembatasan Media Sebagai Re-Orba-isasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pembatasan Media Sebagai Re-Orba-isasi - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pembatasan Media Sebagai Re-Orba-isasi - ITS News","og_description":"Mungkin masa itu belum berakhir, atau bahkan bereinkarnasi menjelma menjadi sebuah bentuk baru yang lebih halus hingga dapat masuk pada ranah yang paling private sekalipun. Masa dimana media komunikasi menjadi sangat dibatasi, menjadi sangat kerdil dengan metode barunya PGP (peer-government-peer), bukan lagi P2P (peer-to-peer).","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2006-02-25T12:04:38+00:00","author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a"},"headline":"Pembatasan Media Sebagai Re-Orba-isasi","datePublished":"2006-02-25T12:04:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/"},"wordCount":421,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/","name":"Pembatasan Media Sebagai Re-Orba-isasi - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"datePublished":"2006-02-25T12:04:38+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/pembatasan-media-sebagai-re-orba-isasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pembatasan Media Sebagai Re-Orba-isasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27713","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27713"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27713\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27713"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27713"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27713"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}