{"id":26665,"date":"2010-03-01T15:05:51","date_gmt":"2010-03-01T15:05:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2010\/03\/01\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/"},"modified":"2010-03-01T15:05:51","modified_gmt":"2010-03-01T15:05:51","slug":"ahli-senjata-gemar-berkereta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/","title":{"rendered":"Ahli Senjata Gemar Berkereta"},"content":{"rendered":"<p>Pakar senjata Subchan kembali ke Indonesia demi satu niat; menjadi bagian dari upaya besar memberesi urusan alat utama sistem senjata (alutsista) Tanah Air yang karutmarut.<\/p>\n<p>Penampilan Subchan sederhana saja. Tutur katanya santun dan wajahnya selalu dihiasi segaris senyum. Sehari-hari, matematikawan yang pakar persenjataan itu sibuk mengajar mahasiswanya di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Untuk mengajar, Subchan sudah berangkat dari rumahnya di Jombang pukul 05.00. Dia mengandalkan kereta rel diesel (KRD) jurusan Jombang-Surabaya sebagai transportasi seharihari. Sampai di Stasiun Gubeng, Surabaya, ia melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor menuju ITS.<\/p>\n<p>Barangkali, jika mau, pakar senjata yang sempat beken di Inggris itu bisa hidup nyaman di negara Ratu Elizabeth. Atau setidaknya, membeli mobil mewah lengkap dengan sopir. \u00e2\u20ac\u0153Ini adalah pilihan, tidak apa-apa tiap hari saya harus naik kereta, yang penting mahasiswa tetap bisa mendapatkan ilmu,\u00e2\u20ac\u009d kata Subchan. <\/p>\n<p>Lagi pula, dengan menggunakan KRD, Subchan mengaku dapat merasakan kondisi Indonesia yang sesungguhnya. \u00e2\u20ac\u0153KRD itu transportasi kelas bawah. Kita bisa lihat bagaimana mental orang Indonesia. Ya di bawah ataupun di atas, mentalnya sama saja,\u00e2\u20ac\u009d kata Subchan. <\/p>\n<p>Tidak jarang, ketika kereta terlambat dan jalanan sepanjang Jombang-Surabaya macet total, Subchan pun terpaksa kembali ke Jombang. Tugas mengajar ia serahkan kepada asisten dosen. \u00e2\u20ac\u0153Yang penting mahasiswa jangan sampai telantar,\u00e2\u20ac\u009d ujarnya. <\/p>\n<p><strong>Sukses di Inggris<\/strong><br \/>Subchan yang berkereta setiap hari demi mengajar itu ialah Subchan yang pernah meraih prestasi bergengsi di Inggris pada Agustus 2008. Saat itu, Subchan&#8211;masih menjalani studi doktoral di Cranfi eld University, Inggris&#8211;bersama timnya, Stellar, berhasil memenangi kompetisi Minister of Defence (MoD) Grand Challenge. Kompetisi yang digelar Kementerian Pertahanan Inggris itu tergolong bergengsi. Tujuannya mencari teknologi terapan dunia militer. Kala itu Stellar dinilai sukses mengembangkan Saturn (Sensing and Autonomous Tactical Urban Reconnaissance Network), sejenis robot militer yang membantu mendeteksi musuh.<\/p>\n<p>Saturn terdiri dari dua pesawat kecil dan satu kendaraan darat yang semuanya tidak berawak. Masing-masing dilengkapi dengan sensor radar, panas, dan visual dan terkoneksi ke sebuah pusat pengendalian terpadu. Perangkat ini ideal bagi pasukan di garis depan dalam perang di medan sulit. Bahkan Kementerian Pertahanan Inggris tertarik untuk mengembangkan.<\/p>\n<p>Lantaran itu nama Subchan melambung di Inggris. Dia sempat menulis buku Computational Optimal Control Tools and Practice bersama R Zbikowski dan diterbitkan pada Juli 2009 di Inggris. Suami Ama Imadatul Himmaty itu juga kerap menjadi pembicara di sejumlah konferensi kelas dunia. Hasil penelitian Subchan sering kali mengisi jurnal-jurnal internasional. Apalagi matematikawan itu sering bergabung dengan tim peneliti top di Inggris. <\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153Senjata boleh dibuat orang kimia, tentara boleh memiliki keahlian perang. Tapi, dalam merancang komponen senjata itu, orang matematika tetap diperlukan. Tidak ada satu pun persenjataan tercanggih di dunia yang tidak melibatkan orang matematika,\u00e2\u20ac\u009d kata Subchan yakin. Matematika, lanjut Subchan, ialah soko guru semua ilmu. <\/p>\n<p>Jauh sebelum menekuni persenjataan militer di Inggris, Subchan memang mendalami matematika. Dia lulus sarjana matematika ITS pada 1994 lantas diterima di IPTN. Anak kedua dari empat bersaudara pasangan Abdul Muin dan Djamilah tersebut ditempatkan di bagian Dinamika Fluida. Subchan juga ikut serta merancang dan mendesain pesawat jenis N-250 dan N-2130, serta mendesain sayap pesawat dan tempat mesin pesawat atau nacelle.<\/p>\n<p>Di sana Subchan bertahan empat tahun. Saat kembali menjadi dosen di ITS, tawaran sekolah ke luar negeri berdatangan kepadanya. Pada 1998 Subchan berangkat ke Belanda. Dia melanjutkan program pascasarjana bidang matematika terapan di Technische Universiteit Delft, Belanda. <\/p>\n<p>Lulus S-2, dia terbang ke Inggris, menyambut tawaran program doktoral dari Cranfi eld University Inggris. Di sana, Subchan mendalami ilmu sistem panduan dan kendali di fakultas ilmu, teknologi dan manajemen militer. <\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153Sejak saya menekuni senjata nuklir di luar negeri, saya jadi suka dengan masalah senjata. Padahal awalnya sama sekali tidak pernah berpikir meneliti bidang senjata, apalagi latar belakang saya adalah matematika. Bahkan, sempat limbung, tidak mau melanjutkan lagi, karena rumit. Tapi tidak terasa masih tetap saja saya lanjutkan,\u00e2\u20ac\u009d ungkap ayah enam anak itu.<\/p>\n<p><strong>Alutsista Indonesia<\/strong><br \/>Sukses memenangkan hati Kementerian Pertahanan di Inggris tidak lantas membuat hati Subchan tertambat di Inggris. Tanah Air masih menjadi pilihan utama Subchan untuk mengembangkan penelitiannya. Obsesi Subchan, ingin mengembangkan alutsista Indonesia yang masih karut-marut dan tertinggal dari negara lain. <\/p>\n<p>Dia termasuk yang prihatin ketika mendengar terkuncinya sistem persenjataan pesawat Sukhoi buatan Rusia yang sudah dibeli Indonesia. \u00e2\u20ac\u0153Ini bisa terjadi karena memang kelemahan kita sendiri dalam bidang persenjataan. Saya berusaha membantu Indonesia untuk tidak kalah dengan negara lain,\u00e2\u20ac\u009d katanya.<\/p>\n<p>Menurut Subchan, payahnya persenjataan Tanah Air karena masih banyak komponen dalam yang harus diimpor. \u00e2\u20ac\u0153Indonesia hanya kebagian membuat komponen luar saja,\u00e2\u20ac\u009d katanya. <\/p>\n<p>Lagi pula, industri persenjataan di Indonesia belum menarik bagi investor. \u00e2\u20ac\u0153Masih banyak swasta yang enggan berinvestasi di bidang ini,\u00e2\u20ac\u009d ujarnya.<\/p>\n<p>Apalagi, masih banyak makelar senjata. \u00e2\u20ac\u0153Kalau tahu Indonesia mau beli kapal, makelar-makelar senjata langsung hijau matanya. Kalau mau, ya hilangkan dulu makelar-makelar itu,\u00e2\u20ac\u009d ungkapnya. <\/p>\n<p>Subchan menilai, sudah ada keinginan pemerintah untuk mengembangkan alat pertahanan lebih maju lagi.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153Lumayan. Misalnya sudah ada penandatanganan pemeliharaan kapal angkut minyak milik Pertamina dengan PT PAL,\u00e2\u20ac\u009d ujarnya memberi contoh.<\/p>\n<p>Subchan tidak menampik kenyataan, permasalahan persenjataan di Indonesia sungguh kompleks. Tantangan terberat ada pada sumber daya manusia. \u00e2\u20ac\u0153Banyak yang ke luar negeri, bergabung dengan Airbus, misalnya. Sebagian besar sudah mapan. Mengembalikan mereka ke Tanah Air bukan perkara mudah. Walaupun sebetulnya saya percaya masih banyak yang ingin kembali,\u00e2\u20ac\u009d jelas Subchan. <\/p>\n<p>Maka langkah awal harus dimulai. Kata Subchan, akhir tahun ini diharapkan sebuah seminar besar bisa menjadi upaya awal memetakan sumber daya manusia di bidang persenjataan. <\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153Kita perlu mapping awal. Dengan seminar itu mereka bisa presentasi keahlian masing-masing,\u00e2\u20ac\u009d tambahnya. <\/p>\n<p>Setelah pemetaan para ahli, barulah upaya sinergi perguruan tinggi dan kebutuhan pemerintah. \u00e2\u20ac\u0153Selama ini kan masalahnya di situ. Apa yang dilakukan para peneliti seolah tidak terarah,\u00e2\u20ac\u009d kata Subchan.<\/p>\n<p>Di sisi lain, pihak yang seharusnya membutuhkan juga seperti belum tahu maunya apa. \u00e2\u20ac\u0153Masalah di Indonesia dari A sampai Z, ada semua. Masalah sinergi saja luar biasa sulitnya,\u00e2\u20ac\u009d ujar Subchan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam Rangka merayakan ulang tahun ke-40 Media Indonesia (MI), MI menampilkan 40 sosok terpilih. Berikut ini ialah sosok ke-23, matematikawan yang pakar persenjataan. Dia pernah memenangi kompetisi bergengsi yang digelar Kementerian Pertahanan Inggris, namun memilih kembali ke Tanah Air untuk menularkan ilmu agar persoalan alat utama sistem senjata yang kacau-balau cepat terurai.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26666,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-26665","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profil"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ahli Senjata Gemar Berkereta - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ahli Senjata Gemar Berkereta - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam Rangka merayakan ulang tahun ke-40 Media Indonesia (MI), MI menampilkan 40 sosok terpilih. Berikut ini ialah sosok ke-23, matematikawan yang pakar persenjataan. Dia pernah memenangi kompetisi bergengsi yang digelar Kementerian Pertahanan Inggris, namun memilih kembali ke Tanah Air untuk menularkan ilmu agar persoalan alat utama sistem senjata yang kacau-balau cepat terurai.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2010-03-01T15:05:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/6550.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"220\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"165\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/8111aa8ffd0592f58831229eec76ff50\"},\"headline\":\"Ahli Senjata Gemar Berkereta\",\"datePublished\":\"2010-03-01T15:05:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/\"},\"wordCount\":936,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/6550.jpeg\",\"articleSection\":[\"Profil\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/\",\"name\":\"Ahli Senjata Gemar Berkereta - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/6550.jpeg\",\"datePublished\":\"2010-03-01T15:05:51+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/6550.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/6550.jpeg\",\"width\":220,\"height\":165},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ahli Senjata Gemar Berkereta\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/8111aa8ffd0592f58831229eec76ff50\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ahli Senjata Gemar Berkereta - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ahli Senjata Gemar Berkereta - ITS News","og_description":"Dalam Rangka merayakan ulang tahun ke-40 Media Indonesia (MI), MI menampilkan 40 sosok terpilih. Berikut ini ialah sosok ke-23, matematikawan yang pakar persenjataan. Dia pernah memenangi kompetisi bergengsi yang digelar Kementerian Pertahanan Inggris, namun memilih kembali ke Tanah Air untuk menularkan ilmu agar persoalan alat utama sistem senjata yang kacau-balau cepat terurai.","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2010-03-01T15:05:51+00:00","og_image":[{"width":220,"height":165,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/6550.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/8111aa8ffd0592f58831229eec76ff50"},"headline":"Ahli Senjata Gemar Berkereta","datePublished":"2010-03-01T15:05:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/"},"wordCount":936,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/6550.jpeg","articleSection":["Profil"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/","name":"Ahli Senjata Gemar Berkereta - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/6550.jpeg","datePublished":"2010-03-01T15:05:51+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/6550.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/6550.jpeg","width":220,"height":165},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ahli-senjata-gemar-berkereta\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ahli Senjata Gemar Berkereta"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/8111aa8ffd0592f58831229eec76ff50","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26665","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26665"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26665\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26666"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26665"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26665"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26665"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}