{"id":26206,"date":"2006-11-30T10:51:09","date_gmt":"2006-11-30T10:51:09","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2006\/11\/30\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/"},"modified":"2006-11-30T10:51:09","modified_gmt":"2006-11-30T10:51:09","slug":"ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/","title":{"rendered":"Ir Tavio MS PhD, Sumbang Paten untuk Singapura"},"content":{"rendered":"<p>\u201dSaya menyadari sejak awal terhadap konsekuensi hasil kerja saya itu, karena memang saat menandatangani pemberian program beasiswa dari pemerintah Singapura, tertulis jelas pernyataan bahwa semua hasil kerja selama saya menerima beasiswa menjadi milik pemerintah Singapura. Maka jadilah dua paten dari hasil kerjanya untuk memperoleh gelar doktor dari Nanyang Technological University, Singapura itu kini menjadi milik pemerintah Singapura,\u201d katanya mengenang.<\/p>\n<p>Diungkapkan dosen Jurusan Teknik Sipil yang masih lajang ini, saat itu dirinya merasa perlu untuk mengembangkan ilmunya dalam bidang struktur beton dan berusaha mencari beasiswa ke sana ke mari, dan ternyata pemerintah Singapura menawarkan beasiswa yang dimaksud tanpa persyaratan. Artinya, setelah ia lulus, tidak terikat untuk menjalankan ikatan dinas atau kerja di sana. \u201dKarena keinginan saya begitu besar, maka saya pun kemudian mulai menjalankan berbagai tes. Ada tiga orang dari Indonesia yang ikut saat itu, dan saya kemudian terpilih untuk mengambil program doktor di Nanyang Technological University untuk bidang teknik struktur,\u201d kata penghobi olah raga tenis meja ini.<\/p>\n<p>Program doktor di NTU itu dijalani Tavio dalam waktu tiga tahun dengan predikat sebagai lulusan cumlaude dengan nilai indeks prestasi akademik (IPK) sempurna 4. \u201dAda dua hasil kerja saya dan menjadi dua paten selama saya menerima beasiswa untuk memperoleh gelar doktor di sana. Paten pertama tentang desain untuk struktur plat datar, dan kedua, paten desain beton bertulang plat datar untuk pra-tegang,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Diakui Tavio, kedua patennya punya spesifikasi yang memungkinkan sebuah proyek bangunan dikerjakan bisa lebih cepat dan efisien dalam hal pembiayaan. Paten pertama, katanya menjelaskan, memang benar-benar ide baru karena selama ini selalu bangunan bertingkat selalu disertai hadirnya kolom dan balok. Sementara pada paten ini tidak memerlukan balok dan bisa langsung menggunakan struktur beton datar atau plat datar, sehingga pengerjaannya lebih mudah dan murah. \u201dKelebihan lainnya, pada paten ini bisa digunakan untuk plat datar yang ireguler atau tidak beraturan, dimana jarak antar kolom tidak harus sama. Inisiatif bisa diterapkan pada bentuk ireguler datang dari bentuk arsitektur modern yang saat ini seringkali menempatkan kolom tidak pada jarak sama atau beraturan, sebagai bagian dari mempertahankan segi estetika bangunan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sedang paten kedua, kata Tavio yang menyelesaikan masa studinya di program sarjana, master dan doktornya berturut-turut meraih predikat cumlaude ini dan dua diantaranya memperoleh IPK sempurna 4, berkaitan dengan pengembangan paten pertama. Hanya bedanya digunakan untuk desain beton bertulang plat datar untuk pra-tegang dengan spesifikasi dapat digunakan pula pada bentuk ireguler. \u201dSaya rasa perusahan-perusahan beton di Indonesia belum ada yang memproduksi beton bertulang plat datar untuk keperluan ireguler. Kalau untuk keperluan biasa mungkin sudah banyak dan kita mampu,\u201d katanya.<\/p>\n<p><strong>Tahan Gempa<\/strong><br \/>Ditanya apakah tidak menyesal dengan keputusannya itu? Putra kedua dari empat bersaudara pasangan Lanny dan Benjamin Widjojo ini mengakui, perasaan menyesal itu pasti ada. Tapi ia selalu punya pikiran positif, bahwa ilmu tidak hanya sampai pada apa yang telah dipatenkan itu, tapi akan terus berkembang. \u201dSekarang saya sedang mengembangkan lebih jauh lagi dari paten itu, untuk desain struktur plat datar dengan beban gempa, dan desain beton bertulang plat datar untuk pra-tegang juga dengan beban gempa. Kebetulan Indonesia merupakan daerah paling banyak berkemungkinan terjadinya gempa, maka saya pun kini mengembangkannya ke sana,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Bagaimana caranya? Tentu, katanya menjelaskan, sangat berbeda seperti apa yang dilakukannya di Singapura. \u201dKalau di Singapura saya mulai mengumpulkan data membuat analisis, menyusun teori hingga bisa mewujudkannya dalam bentuk eksperimental di laboratorium dengan skala satu banding satu, di Indonesia dengan segala keterbatasan saya baru melakukannya melalui simulasi-simulasi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Kenapa itu bisa terjadi, kata Tavio bernada tanya dan kemudian dijawabnya sendiri, karena dana penelitian di sana sangat-sangat besar. Selain itu semua peralatan di laboratorium mendukung untuk berbagai uji atau tes. \u201dDi Indonesia dana penelitian terbatas dan kecil, sehingga seringkali baru sampai pada bentuk-bentuk simulasi, belum sampai pada tingkat eksperimental benda uji yang nyata,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ke depan, Tavio berharap, penelitiannya yang menekankan pada faktor keamanan tahan gempa bisa sampai pada tahap eksperimental dan dipatenkan untuk kepentingan bangsa Indonesia. (Humas\/ftr)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diam-diam ternyata dosen ITS ini telah menyumbangkan dua patennya untuk Singapura. Ir Tavio MS PhD, nama dosen muda kelahiran Surabaya, 27 Maret 1970 ini, memang mengaku meras rugi menyerahkan hasil kerjanya yang kemudian dipatenkan di Singapura begitu saja. Tapi katanya, ketika ditemui Rabu (29\/11) siang di Kampus ITS, apa yang ia lakukan itu karena memang tidak ada pilihan lain, setelah ia menandatangani penerimaan beasiswa tanpa syarat itu dari pemerintah Singapura pada awal tahun 2000 lalu.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26207,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-26206","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profil"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ir Tavio MS PhD, Sumbang Paten untuk Singapura - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ir Tavio MS PhD, Sumbang Paten untuk Singapura - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Diam-diam ternyata dosen ITS ini telah menyumbangkan dua patennya untuk Singapura. Ir Tavio MS PhD, nama dosen muda kelahiran Surabaya, 27 Maret 1970 ini, memang mengaku meras rugi menyerahkan hasil kerjanya yang kemudian dipatenkan di Singapura begitu saja. Tapi katanya, ketika ditemui Rabu (29\/11) siang di Kampus ITS, apa yang ia lakukan itu karena memang tidak ada pilihan lain, setelah ia menandatangani penerimaan beasiswa tanpa syarat itu dari pemerintah Singapura pada awal tahun 2000 lalu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2006-11-30T10:51:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/3213.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"130\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"102\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a\"},\"headline\":\"Ir Tavio MS PhD, Sumbang Paten untuk Singapura\",\"datePublished\":\"2006-11-30T10:51:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/\"},\"wordCount\":642,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/3213.jpeg\",\"articleSection\":[\"Profil\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/\",\"name\":\"Ir Tavio MS PhD, Sumbang Paten untuk Singapura - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/3213.jpeg\",\"datePublished\":\"2006-11-30T10:51:09+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/3213.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/3213.jpeg\",\"width\":130,\"height\":102},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ir Tavio MS PhD, Sumbang Paten untuk Singapura\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ir Tavio MS PhD, Sumbang Paten untuk Singapura - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ir Tavio MS PhD, Sumbang Paten untuk Singapura - ITS News","og_description":"Diam-diam ternyata dosen ITS ini telah menyumbangkan dua patennya untuk Singapura. Ir Tavio MS PhD, nama dosen muda kelahiran Surabaya, 27 Maret 1970 ini, memang mengaku meras rugi menyerahkan hasil kerjanya yang kemudian dipatenkan di Singapura begitu saja. Tapi katanya, ketika ditemui Rabu (29\/11) siang di Kampus ITS, apa yang ia lakukan itu karena memang tidak ada pilihan lain, setelah ia menandatangani penerimaan beasiswa tanpa syarat itu dari pemerintah Singapura pada awal tahun 2000 lalu.","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2006-11-30T10:51:09+00:00","og_image":[{"width":130,"height":102,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/3213.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a"},"headline":"Ir Tavio MS PhD, Sumbang Paten untuk Singapura","datePublished":"2006-11-30T10:51:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/"},"wordCount":642,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/3213.jpeg","articleSection":["Profil"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/","name":"Ir Tavio MS PhD, Sumbang Paten untuk Singapura - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/3213.jpeg","datePublished":"2006-11-30T10:51:09+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/3213.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/3213.jpeg","width":130,"height":102},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/ir-tavio-ms-phd-sumbang-paten-untuk-singapura\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ir Tavio MS PhD, Sumbang Paten untuk Singapura"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/a5bf1eca01435c866c557a894d40b06a","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26206","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26206"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26206\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26207"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26206"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26206"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26206"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}