{"id":26132,"date":"2006-03-17T12:31:23","date_gmt":"2006-03-17T12:31:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2006\/03\/17\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/"},"modified":"2006-03-17T12:31:23","modified_gmt":"2006-03-17T12:31:23","slug":"penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/","title":{"rendered":"Penyandang Tuna Rungu itu Kini S2"},"content":{"rendered":"<p>Prestasinya memang tidak cumlaude, tapi semangat belajarnya untuk bisa meraih gelar strata dua (S2), patut diacungi jempol dan dicontoh. Apalagi dirinya termasuk penderita tuna rungu ringan, dimana ia mengalami gangguan pendengaran dan jika berbicara kurang jelas atau gagap. Itulah sosok Saprizul Kamil, wisudawan Program Pascarsarjana Teknik Ligkungan ITS yang mendapat beasiswa dari Departemen Pekerjaan Umum.<\/p>\n<p>\u201dSaya menyadari akan kekurangan diri ini, tapi itu bukan berarti keinginan untuk terus belajar dan belajar jadi terhambat. Kalau ada kesempatan dan beasiswa lagi, saya masih ingin melanjutkan sampai ke program doktor,\u201d kata Kamil saat ditemui Kamis siang (16\/3) di Kampus ITS, bersama isteri dan seorang anaknya.<\/p>\n<p>PNS dari Pemda Indramayu yang ditempatkan di Kantor Lingkungan Hidup ini mengakui, hambatan pendengaran dan komunikasi memang acapkali mengganggu proses ia menerima materi kuliah, tapi berkat hobi membaca yang sangat luar biasa pada dirinya, hambatan-hambatan itu pun seolah tak ada. \u201dKemauan saya untuk belajar memang besar, sehingga hambatan apa pun seringkali saya abaikan. Apalagi para dosen dalam memberikan materinya selalu dilengkapi dengan hand out lewat visualisasi, sehingga saya lebih mudah untuk mengerti,\u201d kata ayah satu orang anak kelahiran Bandung, 11 April 1966 ini.<\/p>\n<p>Diungkapkan Kamil, tunga rungu yang ia alami itu, berawal ketika di usia balita ia terjatuh dari tempat tidur. Akibatnya pendengarannya terganggu sehingga akhirnya ia lambat dalam merespon pembicaraan orang. \u201dItulah sebabnya saat saya TK dan SD, orang tua memasukkan saya di sekolah SLB bagian B. Tapi setelah itu saya mencoba untuk melanjutkan ke SMP dan SMA umum. Karena saya ingin membuktikan kalau saya mampu,\u201d kata alumnus SMA Negeri 9 Bandung ini.<\/p>\n<p>Seusai SMA, Kamil pun melanjutkan ke Program Diploma Tiga Akademi Teknik Pekerjaan Umum Bandung, setelah itu ia alih jenjang ke Program S1 di Universitas Sahid, Jakarta, Jurusan Teknik Lingkungan, lulus tahun 1995. Sebelum diangkat menjadi PNS tahun 1997, ia pun menyempatkan diri pengikuti Program Diploma Satu Komputer. \u201dSaya sangat menikmati belajar, karena itu apa pun hambatan yang mengganjal, termasuk kondisi saya yang masuk kategori penderita tuna rungu ringan, tidak saya hiraukan. Kalau ada kesempatan lagi saya ingin melanjutkan ke program doktor,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Apa kunci suksesnya? \u201dUntuk belajar orang seperti saya, dibutuhkan kemauan yang kuat dan tidak minder dengan siapa pun dan mau membaca. Karena modal utama dengan kondisis pendengaran yang mengalami gangguan, meski sudah dibantu alat, adalah membaca,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sayangnya, katanya menambahkan, orang-orang tuna runggu malas untuk belajar membaca, sehingga selalu saja tertinggal jauh pengetahuannya dari orang normal. \u201dHal lainnya harus pandai-pandai beradaptasi dengan lingkungan. Ini penting, karena kalau kita minder akibat pengaruh lingkungan, maka nantinya akan menenggelamkan diri sendiri,\u201d kata Kamil yang pernah aktif di Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia).<br \/><strong><br \/>Isteri dan Dosen Bangga<\/strong><br \/>Bagaimana tanggapan sang Isteri, Nunung Setyawan, dengan prestasi yang telah diraih suaminya? \u201dSejak awal saya bangga dengan kelebihan yang dimiliki suami saya. Tidak sedikit pun saya minder berdampingan denganya, karena saya melihat kecerdasannya sangat luar biasa,\u201d kata Nunung.<\/p>\n<p>Diungkapkan ibu dari Azizah Zahra Kamillah ini, suaminya termasuk orang yang suka membaca, karena itu dalam waktu 1,5 tahun kuliah di ITS Surabaya, jumlah buku yang akan dikirim ke Bandung mencapai 3 kuintal lebih. \u201dDia orangnya memang suka membaca dan membeli buku. Di rumah tumpukan buku memenuhi sebagian dari luas rumahnya. Boleh dibilang gajinya hanya habis untuk keperluan membeli buku. Buku apa saja dari mulai buku agama, buku ekonomi dan sosial, termasuk buku dari ilmu yang diperdalamnya Teknik Lingkungan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Di mata sang isteri, Kamil termasuk suami yang sangat pengertian dan lemah lembut. Kelembutannya melebihi orang yang normal. \u201dUmumnya orang tuna rungu itu tempramental dan mudah tersinggung, tapi dia tidak. Terhadap anak juga demikian sangat perhatian dan hati-hati dalam mendidik,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sedang di mata dosen pembimbingnya, Dr Yulinah Trihadiningrum, Kamil termasuk sosok yang memiliki kemauan belajar sangat luar biasa. \u201dDi tengah keterbatasannya ia mau untuk mengganti proposal thesisnya yang memang dinilai tidak memenuhi syarat untuk peserta program beasiswa PU,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia cukup memenuhi ekspektasi yang diinginkan pembimbing. Misalnya, ungkap Yulinah, saat diminta untuk mengganti judul skripsinya, dan ia harus menunjukkan bagaimana melakukan observasi ke objek yang akan diteliti, Kamil hadir di tengah-tengah kegiatan ibu-ibu PKK yang sedang melakukan pelatihan dan pembinaan, demikian juga ia sering hadir diantara para motivator-motivator untuk pengelolaan sampah di daerah Jambangan. \u201dSungguh dia seorang peneliti yang ulet, kemauannya keras, dan mencoba untuk berhasil di tengah keterbatasannya,\u201d kata Yulinah yang mengaku untuk berkomunikasi dengannya lebih banyak menggunakan bahasa tangan dan gerakan bibir.<\/p>\n<p>Sekali lagi, kata Yulinah menambahkan, ia bangga dengan prestasi yang diperoleh Kamil. \u201dLebih bangga lagi ternyata dalam penguasaan bahasa Inggris-nya cukup baik. Ini terbukti ia bisa diwisuda dengan nilai TOEFL 477, sementara ada mahasiswa yang normal belum berhasil karena nilai TOEFL-nya tidak lulus,\u201d kata Yulinah. (Humas\/rin)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prestasinya memang tidak cumlaude, tapi semangat belajarnya untuk bisa<br \/>\nmeraih gelar strata dua (S2), patut diacungi jempol dan dicontoh.<br \/>\nApalagi dirinya termasuk penderita tuna rungu ringan, dimana ia<br \/>\nmengalami gangguan pendengaran dan jika berbicara kurang jelas atau<br \/>\ngagap. Itulah sosok Saprizul Kamil, wisudawan Program Pascarsarjana<br \/>\nTeknik Ligkungan ITS yang mendapat beasiswa dari Departemen Pekerjaan<br \/>\nUmum.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26133,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-26132","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profil"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Penyandang Tuna Rungu itu Kini S2 - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penyandang Tuna Rungu itu Kini S2 - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Prestasinya memang tidak cumlaude, tapi semangat belajarnya untuk bisa meraih gelar strata dua (S2), patut diacungi jempol dan dicontoh. Apalagi dirinya termasuk penderita tuna rungu ringan, dimana ia mengalami gangguan pendengaran dan jika berbicara kurang jelas atau gagap. Itulah sosok Saprizul Kamil, wisudawan Program Pascarsarjana Teknik Ligkungan ITS yang mendapat beasiswa dari Departemen Pekerjaan Umum.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2006-03-17T12:31:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/2665.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"150\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"143\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/219379777ccab19c738f6ea3cf543008\"},\"headline\":\"Penyandang Tuna Rungu itu Kini S2\",\"datePublished\":\"2006-03-17T12:31:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/\"},\"wordCount\":759,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/2665.jpeg\",\"articleSection\":[\"Profil\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/\",\"name\":\"Penyandang Tuna Rungu itu Kini S2 - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/2665.jpeg\",\"datePublished\":\"2006-03-17T12:31:23+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/2665.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/2665.jpeg\",\"width\":150,\"height\":143},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penyandang Tuna Rungu itu Kini S2\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/219379777ccab19c738f6ea3cf543008\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penyandang Tuna Rungu itu Kini S2 - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penyandang Tuna Rungu itu Kini S2 - ITS News","og_description":"Prestasinya memang tidak cumlaude, tapi semangat belajarnya untuk bisa meraih gelar strata dua (S2), patut diacungi jempol dan dicontoh. Apalagi dirinya termasuk penderita tuna rungu ringan, dimana ia mengalami gangguan pendengaran dan jika berbicara kurang jelas atau gagap. Itulah sosok Saprizul Kamil, wisudawan Program Pascarsarjana Teknik Ligkungan ITS yang mendapat beasiswa dari Departemen Pekerjaan Umum.","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2006-03-17T12:31:23+00:00","og_image":[{"width":150,"height":143,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/2665.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/219379777ccab19c738f6ea3cf543008"},"headline":"Penyandang Tuna Rungu itu Kini S2","datePublished":"2006-03-17T12:31:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/"},"wordCount":759,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/2665.jpeg","articleSection":["Profil"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/","name":"Penyandang Tuna Rungu itu Kini S2 - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/2665.jpeg","datePublished":"2006-03-17T12:31:23+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/2665.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/2665.jpeg","width":150,"height":143},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/penyandang-tuna-rungu-itu-kini-s2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penyandang Tuna Rungu itu Kini S2"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/219379777ccab19c738f6ea3cf543008","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26132","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26132"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26132\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26133"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}