{"id":22847,"date":"2016-04-21T20:30:48","date_gmt":"2016-04-21T20:30:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2016\/04\/21\/salah-siapa-wanita-memberontak\/"},"modified":"2016-04-21T20:30:48","modified_gmt":"2016-04-21T20:30:48","slug":"salah-siapa-wanita-memberontak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/","title":{"rendered":"Salah Siapa Wanita Memberontak?"},"content":{"rendered":"<p>Wanita yang hidup di jaman sekarang adalah wanita yang beruntung. Kita bebas menyulam gelar sepanjang mungkin, bebas memilih jadi petani hingga presiden, bebas memilih wakil rakyat, atau bahkan tidak memilih.<br \/>\nNamun apakah nasib wanita selalu begitu?&nbsp;<\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;>Pada tahun 1281, terdapat konferensi di Perancis yang<br \/>\nmembahas apakah wanita adalah manusia atau bukan. Di India, wanita dilarang<br \/>\nduduk di kursi seperti suaminya. Bahkan ketika Islam telah menyebar di negeri kita<br \/>\ndan di Kitab-nya telah tertulis jika wanita dan pria berderajat sama, budaya patriark<br \/>\n(laki-laki lebih superior dari wanita) masih subur mengikat para wanita yang<br \/>\ningin melihat dunia yang lebih besar dari <em>dapur,<br \/>\nsumur dan kasur<\/em>.<o:p \/><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;>Jika memang derajat pria dan wanita adalah sama, tidak akan<br \/>\nada Virginia Woolf yang mati-matian menulis kesetaraan lewat bukunya. Tidak ada<br \/>\nEmily Davidson yang harus dipenjara berkali-kali karena menganggap wanita dan<br \/>\npria harusnya punya hak suara yang sama. Jika memang derajat wanita dan pria<br \/>\ndianggap sama, Kartini tidak akan pernah menulis surat-surat kepada temannya di<br \/>\nBelanda mengenai emansipasi wanita.<o:p \/><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;>Kenyataannya, derajat wanita dan pria memang tidak sama.<br \/>\nKita sendiri yang berkata seperti itu. Tatanan sosial yang dibuat manusia telah<br \/>\nmembuat konvensi mengenai hal tersebut. Untuk itulah saya akan sangat<br \/>\nberhati-hati bila berbicara mengenai kodrat. Karena bisa jadi apa yang kita<br \/>\nanggap kodrat hanyalah sebuah konvensi dari tatanan sosial.<o:p \/><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;>Kesepakatan tidak tertulis tentang wanita yang paling<br \/>\nsering saya dengar adalah wanita harus lemah lembut. Hal lainnya adalah<br \/>\nlarangan bagi wanita untuk terlalu mandiri, wanita harus bergantung pada<br \/>\npria,&nbsp; dan banyak hal lain yang anda sudah pasti mendengarnya.<o:p \/><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;>Bahkan konvensi tersebut tergambar dari citra RA Kartini<br \/>\nyang tampil di lukisan yang dipajang di sekolah-sekolah dan film-film tentang Kartini.<br \/>\nDimana Kartini ditampilkan sebagai sosok yang keibuan dan kalem. Menurut saya<br \/>\nsangat Ironis bila kita memperingati hari Kartini dengan memakai kebaya dan<br \/>\ntampil se-feminin mungkin. Karena dalam masa hidupnya, Kartini berusaha<br \/>\nmenggebrak semua opini tersebut. Kenyataannya, Kartini adalah feminis pertama<br \/>\ndi Indonesia.<o:p \/><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;>Sayangnya kata feminis atau emansipasi adalah dua kata<br \/>\nyang&nbsp; takut diucapkan oleh para perempuan. Bagaimana tidak, feminisme sering<br \/>\nkali dianggap identik dengan pemberontakan, kebencian kepada pria hingga tidak<br \/>\nreligius. Siapa wanita yang suka dianggap seperti itu?<o:p \/><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;>Emansipasi wanita pada dasarnya adalah gerakan untuk<br \/>\nmelepaskan diri dari tatanan sosial yang saya sebut di atas. Tatanan sosial<br \/>\nyang dulu membelenggu wanita untuk cerdas dan berkembang. Jika ada seorang<br \/>\nwanita yang berkata dia menjunjung emansipasi dan mengabaikan keluarganya, yang<br \/>\nsalah bukan emansipasi wanitanya, tapi pelakunya.<o:p \/><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;>Banyak juga opini yang berkata jika wanita yang<br \/>\nbuka-bukaan, hingga kontes kecantikan yang mengekspos fisik wanita adalah efek<br \/>\nburuk dari emansipasi wanita. Menurut saya itu pendapat yang salah kaprah.<o:p \/><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;>Kontes atau komersial yang mengekspos fisik wanita justru<br \/>\nadalah musuh seorang feminis. Hingga saat ini, dunia hiburan hingga komersial<br \/>\nmasih sering mengeksploitasi wanita. Ini merupakan bukti bahwa budaya patriarki<br \/>\nsejak jaman Romawi dan Yunani yang menjadikan wanita sebagai obyek seksual<br \/>\nmasih kental di&nbsp; kehidupan kita.<o:p \/><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;>Lebih parah karena banyak orang yang memanfaatkan salah<br \/>\nkaprah ini untuk menyerang para feminis. Jadilah terbentuk opini bahwa semua<br \/>\nfeminis pasti membenci laki-laki dan mencoba lari dari kodratnya. Yang saya<br \/>\nrasa semua orang perlu pahami, feminisme membenci tatanan sosial yang<br \/>\nmenjadikan wanita sebagai penghuni kasta lebih rendah di hierarki sosial, bukan<br \/>\nlaki-laki.<o:p \/><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;>Mungkin sekarang tatanan sosial sudah melonggarkan<br \/>\nbelenggunya pada wanita. Namun belenggu itu masih terasa. Jika ada yang salah<br \/>\ndengan keluarga, yang disalahkan akan langsung wanita. Hal tersebut karena<br \/>\ntatanan sosial berkata anak adalah tanggung jawab wanita. Setahu saya, anak adalah tanggung jawab baik ayah dan ibu, bukan ibu-nya saja.<o:p \/><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;>Bahkan saya sering menjumpai wanita yang takut untuk<br \/>\nmengutarakan opininya, hanya karena takut dianggap terlalu pintar oleh<br \/>\nlaki-laki. Hal ini juga menunjukkan kalau korban tatanan sosial bukan hanya<br \/>\nlaki-laki, tapi juga perempuan.<o:p \/><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;>Opini publik tentang idealnya wanita selama ini<br \/>\nsering membuat berbagai tipe perempuan takut untuk menunjukkan jati dirinya.<br \/>\nSeorang wanita yang cerdas&nbsp; malah ditakuti laki-laki. Para wanita merasa<br \/>\nharus jadi seseorang yang rapuh dan lembut dan penurut seperti tipe wanita<br \/>\nideal tatanan sosial kita. Bahayanya, hal ini juga membuat wanita sering kali<br \/>\nberfikir kekerasan baik fisik maupun psikologis juga merupakan kodratnya.<o:p \/><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;>Untuk itulah sebagai masyarakat modern, kita perlu<br \/>\nbercermin kembali kepada sejarah dan bertanya: mana yang merupakan kodrat dan<br \/>\nmana yang hanya tatanan sosial. Saya percaya bahwa laki-laki tidak lebih baik<br \/>\ndari wanita, begitu pula sebaliknya. Pria dan wanita adalah<span class=&quot;apple-converted-space&quot;>&nbsp;<\/span><em>partner<\/em><span class=&quot;apple-converted-space&quot;>&nbsp;<\/span>dalam membangun peradaban. Untuk<br \/>\nitulah masing-masing perlu saling menghormati dan bekerjasama.<\/p>\n<p><strong>Saktia Golda S<\/strong><\/p>\n<p><strong>Mahasiswa Jurusan Desain Komunikasi Visual 2013<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pertamakali diposkan di:&nbsp;http:\/\/saktiagoldas-liskrafb.blogspot.co.id\/<\/strong><\/p>\n<p class=&quot;MsoNormal&quot;><span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;>&nbsp;<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bukankah emansipasi adalah kata yang sangat ironis? Tuhan berkata jika kedudukan pria dan wanita di mata-Nya adalah sama. Namun wanita harus merangkak jauh dari titik nadir untuk bisa berdiri sejajar dengan pria di masa sekarang. Lantas jika wanita kini &#8216;memberontak&#8217;, siapa yang harus disalahkan?<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-22847","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Salah Siapa Wanita Memberontak? - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Salah Siapa Wanita Memberontak? - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bukankah emansipasi adalah kata yang sangat ironis? Tuhan berkata jika kedudukan pria dan wanita di mata-Nya adalah sama. Namun wanita harus merangkak jauh dari titik nadir untuk bisa berdiri sejajar dengan pria di masa sekarang. Lantas jika wanita kini &#039;memberontak&#039;, siapa yang harus disalahkan?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-04-21T20:30:48+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/8111aa8ffd0592f58831229eec76ff50\"},\"headline\":\"Salah Siapa Wanita Memberontak?\",\"datePublished\":\"2016-04-21T20:30:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/\"},\"wordCount\":752,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/\",\"name\":\"Salah Siapa Wanita Memberontak? - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"datePublished\":\"2016-04-21T20:30:48+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Salah Siapa Wanita Memberontak?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/8111aa8ffd0592f58831229eec76ff50\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Salah Siapa Wanita Memberontak? - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Salah Siapa Wanita Memberontak? - ITS News","og_description":"Bukankah emansipasi adalah kata yang sangat ironis? Tuhan berkata jika kedudukan pria dan wanita di mata-Nya adalah sama. Namun wanita harus merangkak jauh dari titik nadir untuk bisa berdiri sejajar dengan pria di masa sekarang. Lantas jika wanita kini 'memberontak', siapa yang harus disalahkan?","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2016-04-21T20:30:48+00:00","author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/8111aa8ffd0592f58831229eec76ff50"},"headline":"Salah Siapa Wanita Memberontak?","datePublished":"2016-04-21T20:30:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/"},"wordCount":752,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/","name":"Salah Siapa Wanita Memberontak? - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"datePublished":"2016-04-21T20:30:48+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/salah-siapa-wanita-memberontak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Salah Siapa Wanita Memberontak?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/8111aa8ffd0592f58831229eec76ff50","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22847","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22847"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22847\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22847"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22847"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22847"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}