{"id":22787,"date":"2016-04-11T09:44:54","date_gmt":"2016-04-11T09:44:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2016\/04\/11\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/"},"modified":"2016-04-11T09:44:54","modified_gmt":"2016-04-11T09:44:54","slug":"indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/","title":{"rendered":"Indonesia Perlu Ruang Publik Ramah Anak"},"content":{"rendered":"<p>Menurut Baskoro Tedjo, sebenarnya waktu luang anak-anak Indonesia itu banyak. Dalam sehari terdapat 24 jam sedangkan waktu kerjanya yakni sekolah hanya 8 jam. Dalam seminggu pun, lanjutnya, waktu yang terpakai hanya lima hari. &quot;Nah, waktu luang ini jika tidak diberikan stimulus supaya waktu luangnya bisa digunakan dengan baik itu berbahaya,&quot; ujar Arsitek kondang lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.<\/p>\n<p>Memang faktanya, waktu luang yang paling disukai semua orang itu adalah dengan tidak melakukan apa-apa. Bahkan di kota-kota besar, ucap Baskoro, orang-orang lebih cenderung hanya berdiam diri di rumah. &quot;Tapi masa seluruh masyarakat Indonesia begitu? Akan jadi kentang nantinya kalo gitu terus,&quot; ketusnya. Oleh karena itu, imbuhnya, waktu luang harus segera diberikan solusi.<\/p>\n<p>Sehingga, sambungnya, ini lah tugas para arsitek untuk membentuk masyarakat yang bahagia dan sehat. Arsitek harus bisa menciptakan ruang-ruang yang dapat menstimulasi orang-orang untuk berada di lingkupnya dan menjadi bagian dari itu. &quot;Bisa dengan mengharuskan <em>user<\/em>-nya begerak, itu sangat bagus, apalagi tipikal orang Indonesia itu suka bermain,&quot; jelas peraih doktor di Osaka University ini.<\/p>\n<p>Senada dengan Baskoro, Achmad Tardiyana atau akrab disapa Apep mengutarakan, sulit menarik orang yang semula tidak berkeinginan datang ke ruang-ruang publik. Sehinggu perlu <em>treatment <\/em>tertentu. &quot;Jadi tidak hanya bermain ke <em>mall<\/em>, pusat perbelanjaan, dan tempat-tempat lainnya lagi,&quot; ucapnya.<\/p>\n<p>Melihat hal itu, Apep menilai penyebabnya adalah karena banyak ruang-ruang yang ada tidak begitu inspiratif dan terkesan pasif. Seharusnya ada berbagai jenis kegiatan yang bisa dilakukan di ruang publik jika ditata dengan baik. &quot;Jika ada revitalisasi, maka orang-orang akan keluar untuk bermain, padahal sebelumnya tidak ada hasrat sama sekali untuk bersinggungan,&quot; paparnya.<\/p>\n<p>Kebutuhan masyarakat akan ruang publik yang begitu tinggi semakin mendesak agar transformasi ruang dilakukan. Sebagai contoh di Alun-alun Bandung yang begitu berbeda keramaiannya saat sebelum dan sesudah dibenahi. Ada berbagai kalangan yang turut menikmati dan memanfaatkannya. <\/p>\n<p>Idenya yakni dengan kembali memasukkan gagasan permainan dalam setiap <em>public space<\/em> yang ada. Sehingga masyarakat akan merasa memiliki ruang tersebut dan turut untuk aktif memeliharanya. &quot;Adanya unsur <em>play <\/em>diharapkan bakal ada pengawasan dari penggunanya. Karena jika mengharap pemerintah saja sulit,&quot; tutur Apep. (owi\/mis)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Minimnya ruang publik yang nyaman dan menarik acap kali menjadi alasan utama mengapa orang-orang lebih memilih pergi ke <em>mall <\/em>dan pusat hiburan modern lainnya. Padahal, ruang publik tidak lagi sebatas menyokong fungsinya saja, melainkan harus ada integrasi antara ruang dan pengguna, khususnya anak-anak. Isu inilah yang diangkat oleh Departemen Archproject Himasthapati Arsitektur ITS, dalam menggelar Talkshow Arsitektural bersama Baskoro Tedjo dan Achmad Tardiyana, Minggu (10\/4).<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22788,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-22787","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Indonesia Perlu Ruang Publik Ramah Anak - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Indonesia Perlu Ruang Publik Ramah Anak - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Minimnya ruang publik yang nyaman dan menarik acap kali menjadi alasan utama mengapa orang-orang lebih memilih pergi ke mall dan pusat hiburan modern lainnya. Padahal, ruang publik tidak lagi sebatas menyokong fungsinya saja, melainkan harus ada integrasi antara ruang dan pengguna, khususnya anak-anak. Isu inilah yang diangkat oleh Departemen Archproject Himasthapati Arsitektur ITS, dalam menggelar Talkshow Arsitektural bersama Baskoro Tedjo dan Achmad Tardiyana, Minggu (10\/4).\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-04-11T09:44:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/100079.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"540\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"405\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/6eeec5cd2e572452622df4ead17d20f2\"},\"headline\":\"Indonesia Perlu Ruang Publik Ramah Anak\",\"datePublished\":\"2016-04-11T09:44:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/\"},\"wordCount\":352,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/100079.jpeg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/\",\"name\":\"Indonesia Perlu Ruang Publik Ramah Anak - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/100079.jpeg\",\"datePublished\":\"2016-04-11T09:44:54+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/100079.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/100079.jpeg\",\"width\":540,\"height\":405},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Indonesia Perlu Ruang Publik Ramah Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/6eeec5cd2e572452622df4ead17d20f2\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Indonesia Perlu Ruang Publik Ramah Anak - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Indonesia Perlu Ruang Publik Ramah Anak - ITS News","og_description":"Minimnya ruang publik yang nyaman dan menarik acap kali menjadi alasan utama mengapa orang-orang lebih memilih pergi ke mall dan pusat hiburan modern lainnya. Padahal, ruang publik tidak lagi sebatas menyokong fungsinya saja, melainkan harus ada integrasi antara ruang dan pengguna, khususnya anak-anak. Isu inilah yang diangkat oleh Departemen Archproject Himasthapati Arsitektur ITS, dalam menggelar Talkshow Arsitektural bersama Baskoro Tedjo dan Achmad Tardiyana, Minggu (10\/4).","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2016-04-11T09:44:54+00:00","og_image":[{"width":540,"height":405,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/100079.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/6eeec5cd2e572452622df4ead17d20f2"},"headline":"Indonesia Perlu Ruang Publik Ramah Anak","datePublished":"2016-04-11T09:44:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/"},"wordCount":352,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/100079.jpeg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/","name":"Indonesia Perlu Ruang Publik Ramah Anak - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/100079.jpeg","datePublished":"2016-04-11T09:44:54+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/100079.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/100079.jpeg","width":540,"height":405},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/indonesia-perlu-ruang-publik-ramah-anak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Indonesia Perlu Ruang Publik Ramah Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/6eeec5cd2e572452622df4ead17d20f2","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22787","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22787"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22787\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22788"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22787"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22787"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22787"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}