{"id":22474,"date":"2016-02-22T14:30:20","date_gmt":"2016-02-22T14:30:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/2016\/02\/22\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/"},"modified":"2016-02-22T14:30:20","modified_gmt":"2016-02-22T14:30:20","slug":"kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/","title":{"rendered":"Kelas Ekonomi Kebangsaan Bahas pentingnya Kebijakan X"},"content":{"rendered":"<p>Acara yang digelar oleh Kementerian Perekonomian BEM ITS ini &nbsp;dihadiri oleh puluhan mahasiswa ITS ini. Dalam kegiatan tersebut, Maria, Kepala International Office ITS mengajak seluruh mahasiswa ITS untuk meningkatkan kompetensinya dalam segala bidang.<\/p>\n<p>&quot;<em>Engineer<\/em>&nbsp;tidak bisa menuju&nbsp;<em>top management<\/em>, karena kurangnya pengetahuan terhadap masalah kontemporer seperti ini,&quot; tukas Maria kepada peserta. Lebih dari itu, ia juga menghimbau kepada mereka untuk senantiasa meningkatkan produktivitas mahasiswa baik dalam segi&nbsp;<em>hard skill<\/em>&nbsp;maupun&nbsp;<em>soft skill.<\/em><\/p>\n<p>Menurut Maria, faktor pemerintah mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid X karena minimnya modal dalam negeri. Sehingga pemerintah memberikan kepemilikan 100 persen terbuka untuk asing.&nbsp;&quot;Walaupun uang asing, jika perputaran uangnya dalam negeri kita, maka itu akan di hitung sebagai pertumbuhan ekonomi indonesia,&quot; tuturnya.<\/p>\n<p>Selain itu, wanita yang mengenakan kacamata ini juga menuturkan jika perekonomian tumbuh sebesar satu persen maka akan terbuka 300.000 lapangan pekerjaan baru.&nbsp;Beberapa sektor yang terbuka sepenuhnya untuk modal asing adalah Bidang komunikasi, Sektor kesehatan, sektor pariwisata, sektor perindustrian dan sektor pekerjaan umum.<\/p>\n<p>Di sis lain, pembukaan kepemilikan 100 persen oleh asing diharapkan sebagai cambuk untuk UKM dan BUMN agar dapat berkembang.&nbsp;&quot;UKM itu terlalu dimanjakan oleh pemerintah,&quot; ujarnya. Pasalnya, selama ini UKM &#8211; UKM hanya mengadalkan sumbangan alat dan pelatihan dari pemerintah saja. Namun setelah difasilitasi, mereka tak kunjung berkembang.<\/p>\n<p>Bahkan menurutnya, pemerintah&nbsp;<em>over protective<\/em>&nbsp;terhadap BUMN. Ketika ia mengunjungi salah satu BUMN, ia mengaku cukup kaget dengan kondisinya saat itu. &quot;Jika diibaratkan mati segan hidup tak mau,&quot; tuturnya. Ia mengungkapkan keluhan dari para pimpinan hingga supervisornya adalah karena pendapat perusahaan mereka yang selalu minus.&nbsp;<\/p>\n<p>&quot;Setiap tahunnya pemerintah menggelontorkan dana hingga triliunan rupiah, tapi mereka tidak bisa menghasilkan,&quot; ujarnya. Agar dapat berkembang, faktor SDM tentu sangat berpengaruh. Sedangkan kualitas SDM Indonesia belum bisa dikatakan mampu bersaing dengan orang luar negeri.&nbsp;<\/p>\n<p>&quot;Disurabaya saja terdapat 120 perusahaan yang memperkejakan tenaga kerja asing,&quot; tuturnya. Kemampuan SDM Indonesia yang kurang mempuni, membuat beberapa perusahaan mempercayakan kepada tenaga kerja asing.&nbsp;<\/p>\n<p>Ia berharap setelah Paket Kebijakan Ekonomi X diresmikan, UKM dan BUMN dapat meningkatkan kinerjanya sehingga dapat bersaing dengan perusahaan Internasional dan tentu saja menguntungkan bagi negara. (bal\/ao)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejak diberlakukan pada 11 Februari 2016, Paket Kebijakan Ekonomi Jilid X ditekankan pada revisi daftar negatif investasi (DNI). Pemerintah mengungkapkan, revisi dari DNI bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Hal inilah yang dibahas dalam Kelas Ekonomi Kebangsaan bersama Maria Antiyasari ST ME PhD, Jumat (19\/2).<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22475,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-22474","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kelas Ekonomi Kebangsaan Bahas pentingnya Kebijakan X - ITS News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kelas Ekonomi Kebangsaan Bahas pentingnya Kebijakan X - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sejak diberlakukan pada 11 Februari 2016, Paket Kebijakan Ekonomi Jilid X ditekankan pada revisi daftar negatif investasi (DNI). Pemerintah mengungkapkan, revisi dari DNI bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Hal inilah yang dibahas dalam Kelas Ekonomi Kebangsaan bersama Maria Antiyasari ST ME PhD, Jumat (19\/2).\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-02-22T14:30:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/16120.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"540\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"405\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dadang ITS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dadang ITS\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/219379777ccab19c738f6ea3cf543008\"},\"headline\":\"Kelas Ekonomi Kebangsaan Bahas pentingnya Kebijakan X\",\"datePublished\":\"2016-02-22T14:30:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/\"},\"wordCount\":368,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/16120.jpeg\",\"articleSection\":[\"Berita Utama\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/\",\"name\":\"Kelas Ekonomi Kebangsaan Bahas pentingnya Kebijakan X - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/16120.jpeg\",\"datePublished\":\"2016-02-22T14:30:20+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/16120.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/16120.jpeg\",\"width\":540,\"height\":405},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kelas Ekonomi Kebangsaan Bahas pentingnya Kebijakan X\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/219379777ccab19c738f6ea3cf543008\",\"name\":\"Dadang ITS\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dadang ITS\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kelas Ekonomi Kebangsaan Bahas pentingnya Kebijakan X - ITS News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kelas Ekonomi Kebangsaan Bahas pentingnya Kebijakan X - ITS News","og_description":"Sejak diberlakukan pada 11 Februari 2016, Paket Kebijakan Ekonomi Jilid X ditekankan pada revisi daftar negatif investasi (DNI). Pemerintah mengungkapkan, revisi dari DNI bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Hal inilah yang dibahas dalam Kelas Ekonomi Kebangsaan bersama Maria Antiyasari ST ME PhD, Jumat (19\/2).","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2016-02-22T14:30:20+00:00","og_image":[{"width":540,"height":405,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/16120.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dadang ITS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dadang ITS","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/"},"author":{"name":"Dadang ITS","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/219379777ccab19c738f6ea3cf543008"},"headline":"Kelas Ekonomi Kebangsaan Bahas pentingnya Kebijakan X","datePublished":"2016-02-22T14:30:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/"},"wordCount":368,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/16120.jpeg","articleSection":["Berita Utama"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/","name":"Kelas Ekonomi Kebangsaan Bahas pentingnya Kebijakan X - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/16120.jpeg","datePublished":"2016-02-22T14:30:20+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/16120.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2017\/11\/16120.jpeg","width":540,"height":405},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/kelas-ekonomi-kebangsaan-bahas-pentingnya-kebijakan-x\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kelas Ekonomi Kebangsaan Bahas pentingnya Kebijakan X"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/219379777ccab19c738f6ea3cf543008","name":"Dadang ITS","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c2c42565b0c1e5c1707526aec338a8711f052dbed405d0e0267cfacb2ef8e2a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dadang ITS"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/root\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22474","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22474"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22474\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22475"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22474"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22474"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22474"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}