{"id":112644,"date":"2026-10-25T18:45:41","date_gmt":"2026-10-25T11:45:41","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?p=112644"},"modified":"2026-10-25T18:45:41","modified_gmt":"2026-10-25T11:45:41","slug":"dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/","title":{"rendered":"Dilema Motherhood Penalty dalam Menyandang Gelar Keibuan"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_112648\" aria-describedby=\"caption-attachment-112648\" style=\"width: 1052px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-112648\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/ioihgcxtbjqgngito0fk.jpg\" alt=\"Potret realitas beban ganda yang dihadapi oleh ibu pekerja (Sumber: kumparan.com)\" width=\"1052\" height=\"592\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/ioihgcxtbjqgngito0fk.jpg 640w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/ioihgcxtbjqgngito0fk-300x169.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 1052px) 100vw, 1052px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-112648\" class=\"wp-caption-text\">Potret realitas beban ganda yang dihadapi oleh ibu pekerja (Sumber: kumparan.com)<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p><b>Kampus ITS, Opini \u2014<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Kehadiran anak semestinya membawa kebahagiaan, bukan membatasi peluang perempuan dalam meniti karier di dunia kerja. Namun, fenomena <i>motherhood penalty<\/i> kerap terjadi dan memberikan kerugian profesional bagi perempuan setelah menjadi seorang ibu. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">motherhood penalty<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> pertama kali dicetuskan oleh sosiolog Michelle J. Budig dan Paula England pada 2001 melalui studi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Wage Penalty for Motherhood<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Penelitian tersebut menunjukkan adanya penalti upah yang berkaitan dengan status keibuan. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan jam kerja, berkurangnya akumulasi pengalaman kerja, serta bias pemberi kerja terhadap perempuan yang memiliki anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di Indonesia, tantangan tersebut mengakar pada stigma bahwa ibu pekerja memiliki komitmen yang lebih rendah. Kondisi ini diperparah oleh minimnya dukungan pembiayaan cuti melahirkan serta belum meratanya fasilitas pengasuhan anak. Alhasil, ketika beban pengasuhan sepenuhnya ditumpuk pada perempuan, peluang mereka untuk mempertahankan dan mengembangkan karier menjadi semakin terbatas. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fenomena ini turut melanggengkan budaya patriarki dan ketimpangan pembagian kerja rumah tangga. Konstruksi sosial yang menempatkan perempuan sebagai pengasuh utama menimbulkan beban ganda bagi ibu pekerja. Tanpa pembagian tanggung jawab yang setara antarpasangan, ibu pekerja harus membagi waktu dan energi antara pekerjaan profesional dan pengasuhan anak.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_112645\" aria-describedby=\"caption-attachment-112645\" style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-112645\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/3005121130.jpg\" alt=\"Potret nyata seorang ibu yang membawa anak nya bekerja akibat minimnya perlindungan maternal dan fasilitas daycare yang tak memadai (Sumber: Kompas.com)\" width=\"1200\" height=\"800\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/3005121130.jpg 1200w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/3005121130-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/3005121130-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/3005121130-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-112645\" class=\"wp-caption-text\">Potret nyata seorang ibu yang membawa anaknya bekerja akibat minimnya perlindungan maternal dan fasilitas daycare yang tak memadai (Sumber: Kompas.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tantangan lainnya muncul ketika ibu memilih menggunakan layanan penitipan anak. Prasangka bahwa menitipkan anak sama dengan mengabaikan kasih sayang menjadi tekanan tersendiri bagi ibu pekerja. Akibatnya, ibu pekerja menghadapi dilema antara melanjutkan karier di tengah tekanan sosial atau memprioritaskan pengasuhan anak dengan risiko terbatasnya peluang kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam pasar kerja, fenomena ini berdampak pada penurunan partisipasi angkatan kerja perempuan. Laporan Bank Dunia 2024 mencatat bahwa kehadiran anak berusia di bawah 12 bulan menurunkan tingkat partisipasi kerja ibu hingga 20 persen. Selaras dengan temuan tersebut, laporan Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) 2025 mencatat sekitar 40 persen perempuan terpaksa keluar dari sektor formal setelah melahirkan dan menjadi pekerja pengasuhan tak berbayar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain memengaruhi keberlanjutan karier, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">motherhood penalty<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> juga tercermin dalam kesenjangan upah. Riset Universitas Indonesia 2020 yang menggunakan data Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) menunjukkan bahwa kesenjangan upah antara ibu dan perempuan tanpa anak di Indonesia mencapai 10,4 persen. Kerugian ini paling dirasakan ibu pekerja informal yang memiliki keterbatasan perlindungan maternal dan akses terhadap layanan penitipan anak.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_112646\" aria-describedby=\"caption-attachment-112646\" style=\"width: 1053px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-112646\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/fcc54283f0f3a6df13235195e7040202.jpg\" alt=\"Ilustrasi ketimpangan pembagian kerja di mana seorang ibu mengasuh bayi sementara pasangannya sibuk dengan hal lain (Sumber: abc.net.au)\" width=\"1053\" height=\"592\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/fcc54283f0f3a6df13235195e7040202.jpg 862w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/fcc54283f0f3a6df13235195e7040202-300x169.jpg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/fcc54283f0f3a6df13235195e7040202-768x432.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1053px) 100vw, 1053px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-112646\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi ketimpangan pembagian kerja di mana seorang ibu mengasuh bayi sementara pasangannya sibuk dengan hal lain (Sumber: abc.net.au)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fenomena ini memperlebar kesenjangan upah gender secara menyeluruh di tingkat nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Mei 2026 mencatat kesenjangan upah antara pekerja laki-laki dan perempuan mencapai 22 persen. Meskipun bukan satu-satunya penyebab, tanggung jawab perawatan tak berbayar yang lebih banyak ditanggung perempuan berkontribusi besar terhadap ketimpangan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dampak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">motherhood penalty <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tidak berhenti pada karier dan pendapatan individu, tetapi juga berpotensi memengaruhi perekonomian nasional. Akibatnya, potensi produktivitas mereka belum dimanfaatkan secara optimal. Menurut analisis Bank Dunia pada tahun 2023, perekonomian Indonesia berpotensi meningkat hingga 62 miliar dolar AS per tahun melalui investasi layanan pengasuhan anak yang terjangkau untuk mendorong partisipasi kerja perempuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Oleh karena itu, penanganan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">motherhood penalty<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> diperlukan agar perempuan dapat menjalankan peran pengasuhan tanpa mengorbankan karier. Pemerintah dan pemberi kerja perlu memperkuat perlindungan setelah melahirkan, menyediakan layanan pengasuhan yang terjangkau, serta menjamin kesempatan kerja yang setara. Dukungan keluarga dan masyarakat juga diperlukan untuk mendorong pembagian tanggung jawab pengasuhan yang lebih adil. <\/span><b>(*)<\/b><\/p>\n<p><b>Ditulis oleh:<br \/>\n<\/b><b>Naila Zalfa Hamidah<br \/>\n<\/b><b>Departemen Studi Pembangunan<br \/>\n<\/b><b>Angkatan 2025<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus ITS, Opini \u2014 Kehadiran anak semestinya membawa kebahagiaan, bukan membatasi peluang perempuan dalam meniti karier di dunia kerja. Namun, fenomena motherhood penalty kerap terjadi dan memberikan kerugian profesional bagi perempuan setelah menjadi seorang ibu. \u00a0 Istilah motherhood penalty pertama kali dicetuskan oleh sosiolog Michelle J. Budig dan Paula England pada 2001 melalui studi The [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":807,"featured_media":112648,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[3761,4,3687],"tags":[3984,3231],"class_list":["post-112644","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gender-equality","category-opini","category-work-economic-growth","tag-afa","tag-kai"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dilema Motherhood Penalty dalam Menyandang Gelar Keibuan - ITS News<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pekerja perempuan mengalami kerugian menjadi seorang ibu. Fenomena motherhood penalty menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang meluas.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dilema Motherhood Penalty dalam Menyandang Gelar Keibuan - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pekerja perempuan mengalami kerugian menjadi seorang ibu. Fenomena motherhood penalty menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang meluas.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-25T11:45:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/ioihgcxtbjqgngito0fk.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"360\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"naila\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"naila\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/\"},\"author\":{\"name\":\"naila\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/d56bd15b0d93195ccf790d76d8dd3ec9\"},\"headline\":\"Dilema Motherhood Penalty dalam Menyandang Gelar Keibuan\",\"datePublished\":\"2026-10-25T11:45:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/\"},\"wordCount\":579,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/ioihgcxtbjqgngito0fk.jpg\",\"keywords\":[\"afa\",\"kai\"],\"articleSection\":[\"Gender Equality\",\"Opini\",\"Work &amp; Economic Growth\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/\",\"name\":\"Dilema Motherhood Penalty dalam Menyandang Gelar Keibuan - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/ioihgcxtbjqgngito0fk.jpg\",\"datePublished\":\"2026-10-25T11:45:41+00:00\",\"description\":\"Pekerja perempuan mengalami kerugian menjadi seorang ibu. Fenomena motherhood penalty menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang meluas.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/ioihgcxtbjqgngito0fk.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/ioihgcxtbjqgngito0fk.jpg\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Potret realitas beban ganda yang dihadapi oleh ibu pekerja (Sumber: kumparan.com)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dilema Motherhood Penalty dalam Menyandang Gelar Keibuan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/d56bd15b0d93195ccf790d76d8dd3ec9\",\"name\":\"naila\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1cd34cfb95c30219f8e20d604e19e2bb84c1125dab2a5517268e9c25c12fc391?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1cd34cfb95c30219f8e20d604e19e2bb84c1125dab2a5517268e9c25c12fc391?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"naila\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/naila\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dilema Motherhood Penalty dalam Menyandang Gelar Keibuan - ITS News","description":"Pekerja perempuan mengalami kerugian menjadi seorang ibu. Fenomena motherhood penalty menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang meluas.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dilema Motherhood Penalty dalam Menyandang Gelar Keibuan - ITS News","og_description":"Pekerja perempuan mengalami kerugian menjadi seorang ibu. Fenomena motherhood penalty menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang meluas.","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2026-10-25T11:45:41+00:00","og_image":[{"width":640,"height":360,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/ioihgcxtbjqgngito0fk.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"naila","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"naila","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/"},"author":{"name":"naila","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/d56bd15b0d93195ccf790d76d8dd3ec9"},"headline":"Dilema Motherhood Penalty dalam Menyandang Gelar Keibuan","datePublished":"2026-10-25T11:45:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/"},"wordCount":579,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/ioihgcxtbjqgngito0fk.jpg","keywords":["afa","kai"],"articleSection":["Gender Equality","Opini","Work &amp; Economic Growth"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/","name":"Dilema Motherhood Penalty dalam Menyandang Gelar Keibuan - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/ioihgcxtbjqgngito0fk.jpg","datePublished":"2026-10-25T11:45:41+00:00","description":"Pekerja perempuan mengalami kerugian menjadi seorang ibu. Fenomena motherhood penalty menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang meluas.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/ioihgcxtbjqgngito0fk.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/ioihgcxtbjqgngito0fk.jpg","width":640,"height":360,"caption":"Potret realitas beban ganda yang dihadapi oleh ibu pekerja (Sumber: kumparan.com)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/dilema-motherhood-penalty-dalam-menyandang-gelar-keibuan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dilema Motherhood Penalty dalam Menyandang Gelar Keibuan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/d56bd15b0d93195ccf790d76d8dd3ec9","name":"naila","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1cd34cfb95c30219f8e20d604e19e2bb84c1125dab2a5517268e9c25c12fc391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1cd34cfb95c30219f8e20d604e19e2bb84c1125dab2a5517268e9c25c12fc391?s=96&d=mm&r=g","caption":"naila"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/naila\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112644","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/807"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112644"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112644\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":112849,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112644\/revisions\/112849"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112648"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112644"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112644"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112644"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}