{"id":109159,"date":"2026-05-28T15:53:05","date_gmt":"2026-05-28T08:53:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?p=109159"},"modified":"2026-05-28T15:53:05","modified_gmt":"2026-05-28T08:53:05","slug":"gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/","title":{"rendered":"Gempa Yogyakarta dan Alarm Mitigasi bagi Jawa Timur"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_109161\" aria-describedby=\"caption-attachment-109161\" style=\"width: 1514px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-109161 size-full\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/05\/Screenshot-2026-05-28-155021.jpg\" alt=\"Kondisi Yogyakarta pasca gempa Mei 2006 (Sumber: AP)\" width=\"1514\" height=\"697\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/05\/Screenshot-2026-05-28-155021.jpg 1514w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/05\/Screenshot-2026-05-28-155021-300x138.jpg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/05\/Screenshot-2026-05-28-155021-1024x471.jpg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/05\/Screenshot-2026-05-28-155021-768x354.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1514px) 100vw, 1514px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-109161\" class=\"wp-caption-text\">Kondisi Yogyakarta pasca gempa Mei 2006 (Sumber: AP)<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p><strong>Kampus<\/strong><b> ITS, Opini \u2014<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Gempa bumi yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 27 Mei 2006 menjadi salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah Indonesia. Gempa berkekuatan magnitudo momen (Mw) 6,3 tersebut hanya berlangsung beberapa detik, tetapi menewaskan lebih dari 5.700 jiwa dan menghancurkan lebih dari 150 ribu rumah.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Besarnya dampak gempa itu memunculkan pertanyaan penting mengenai faktor yang menyebabkan gempa berkekuatan menengah dapat berubah menjadi bencana besar. Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bahwa kekuatan gempa bukan satu-satunya faktor penentu besarnya kerusakan dan korban jiwa. Kondisi inilah yang dapat menjadikan Gempa DIY 2006 sebagai pelajaran penting bagi daerah lain yang memiliki karakteristik serupa, termasuk Jawa Timur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Secara umum, gempa dengan magnitudo 6,3 tergolong gempa menengah dan tidak selalu menimbulkan kerusakan besar. Namun, kondisi geologi dan kerentanan wilayah DIY saat itu memperparah dampak bencana. Salah satu temuan penting pascagempa ialah keberadaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">blind fault<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau sesar tersembunyi yang tidak teridentifikasi di permukaan. Penelitian Walter dkk. (2008) menunjukkan, sumber gempa berada di timur Sesar Opak yang sebelumnya dianggap sebagai penyebab utama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa analisis bahaya gempa tidak cukup hanya mengandalkan pemetaan geologi permukaan. Masih terdapat kemungkinan keberadaan sesar aktif lain yang belum sepenuhnya teridentifikasi. Kondisi ini relevan bagi Jawa Timur yang memiliki banyak struktur sesar aktif, baik di darat maupun di wilayah lepas pantai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain faktor sumber gempa, tingkat kerusakan di DIY juga dipengaruhi kondisi tanah dan kualitas bangunan. Sebagian besar wilayah terdampak berdiri di atas endapan vulkanik yang mampu memperkuat getaran gempa. Di sisi lain, banyak rumah warga dibangun tanpa struktur tahan gempa sehingga mudah runtuh ketika menerima guncangan kuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Karakteristik serupa juga dimiliki sejumlah wilayah di Jawa Timur. Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik berada di atas sedimen aluvial tebal yang berpotensi memperkuat guncangan. Sementara itu, wilayah Malang memiliki endapan vulkanik hasil aktivitas gunung api di sekitarnya. Tidak hanya itu, sebagian rumah di daerah perkotaan maupun pedesaan masih menggunakan konstruksi non-rekayasa yang rentan mengalami kerusakan saat gempa terjadi.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_109160\" aria-describedby=\"caption-attachment-109160\" style=\"width: 1018px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-109160 size-full\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/05\/Screenshot-2026-05-28-154650.jpg\" alt=\"Sesar aktif di Pulau Jawa (Pusgen, 2024)\" width=\"1018\" height=\"701\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/05\/Screenshot-2026-05-28-154650.jpg 1018w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/05\/Screenshot-2026-05-28-154650-300x207.jpg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/05\/Screenshot-2026-05-28-154650-768x529.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1018px) 100vw, 1018px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-109160\" class=\"wp-caption-text\">Sesar aktif di Pulau Jawa (Pusgen, 2024)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Keberadaan Sesar Kendeng dan Zona Sesar Rembang\u2013Madura\u2013Kangean\u2013Sakala juga menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki potensi aktivitas seismik yang perlu diperhatikan serius. Data Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) menunjukkan, sejumlah segmen sesar di Jawa Timur masih aktif hingga saat ini. Beberapa kejadian gempa dalam beberapa tahun terakhir, seperti gempa Situbondo 2018 dan gempa Bawean 2024, menjadi bukti bahwa aktivitas tektonik di wilayah ini masih berlangsung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Meski demikian, keberadaan sesar aktif tidak serta merta membuat gempa besar akan segera terjadi. Hingga kini, gempa bumi belum dapat diprediksi secara pasti. Oleh karena itu, upaya pengurangan risiko menjadi langkah paling realistis untuk dilakukan. Pemerintah, akademisi, dan masyarakat perlu memperkuat mitigasi berbasis data dan kesiapsiagaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pengembangan riset geodesi, pemantauan seismik, hingga mikrozonasi wilayah perlu terus ditingkatkan agar karakteristik tanah dan potensi guncangan dapat dipetakan lebih rinci. Selain itu, penambahan instrumen pengukur getaran tanah juga penting untuk mendukung sistem peringatan dini yang lebih baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di sisi lain, kesiapsiagaan masyarakat tetap menjadi faktor utama dalam mengurangi korban jiwa. Edukasi kebencanaan, simulasi evakuasi rutin, serta penerapan standar bangunan tahan gempa harus menjadi perhatian bersama. Pengalaman DIY menunjukkan bahwa dampak bencana besar seperti gempa juga ditentukan oleh tingkat kesiapan wilayah dalam menghadapinya. <\/span><b>(*)<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Ditulis oleh:<\/b><b><br \/>\n<\/b><b>Kadek Hendrawan Palgunadi ST MSc PhD<\/b><b><br \/>\n<\/b><b>Dosen Departemen Teknik Geofisika ITS<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus ITS, Opini \u2014 Gempa bumi yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 27 Mei 2006 menjadi salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah Indonesia. Gempa berkekuatan magnitudo momen (Mw) 6,3 tersebut hanya berlangsung beberapa detik, tetapi menewaskan lebih dari 5.700 jiwa dan menghancurkan lebih dari 150 ribu rumah. Besarnya dampak gempa itu memunculkan pertanyaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":767,"featured_media":109161,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[1951],"class_list":["post-109159","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-ann"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Gempa Yogyakarta dan Alarm Mitigasi bagi Jawa Timur - ITS News<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Gempa bumi yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 27 Mei 2006 menjadi salah satu bencana paling mematikan di Indonesia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gempa Yogyakarta dan Alarm Mitigasi bagi Jawa Timur - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gempa bumi yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 27 Mei 2006 menjadi salah satu bencana paling mematikan di Indonesia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-28T08:53:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/05\/Screenshot-2026-05-28-155021.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1514\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"697\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"itsannn\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"itsannn\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/\"},\"author\":{\"name\":\"itsannn\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/08e657e241bd603af7f4fb80abf5538a\"},\"headline\":\"Gempa Yogyakarta dan Alarm Mitigasi bagi Jawa Timur\",\"datePublished\":\"2026-05-28T08:53:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/\"},\"wordCount\":552,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/05\/Screenshot-2026-05-28-155021.jpg\",\"keywords\":[\"ann\"],\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/\",\"name\":\"Gempa Yogyakarta dan Alarm Mitigasi bagi Jawa Timur - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/05\/Screenshot-2026-05-28-155021.jpg\",\"datePublished\":\"2026-05-28T08:53:05+00:00\",\"description\":\"Gempa bumi yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 27 Mei 2006 menjadi salah satu bencana paling mematikan di Indonesia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/05\/Screenshot-2026-05-28-155021.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/05\/Screenshot-2026-05-28-155021.jpg\",\"width\":1514,\"height\":697,\"caption\":\"Kondisi Yogyakarta pasca gempa Mei 2006 (Sumber: AP)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gempa Yogyakarta dan Alarm Mitigasi bagi Jawa Timur\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/08e657e241bd603af7f4fb80abf5538a\",\"name\":\"itsannn\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91f0588d72a1346f0496931f9d6f910f6053ac6e231c4a3ebac97398c031d179?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91f0588d72a1346f0496931f9d6f910f6053ac6e231c4a3ebac97398c031d179?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"itsannn\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsannn\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gempa Yogyakarta dan Alarm Mitigasi bagi Jawa Timur - ITS News","description":"Gempa bumi yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 27 Mei 2006 menjadi salah satu bencana paling mematikan di Indonesia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Gempa Yogyakarta dan Alarm Mitigasi bagi Jawa Timur - ITS News","og_description":"Gempa bumi yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 27 Mei 2006 menjadi salah satu bencana paling mematikan di Indonesia.","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2026-05-28T08:53:05+00:00","og_image":[{"width":1514,"height":697,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/05\/Screenshot-2026-05-28-155021.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"itsannn","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"itsannn","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/"},"author":{"name":"itsannn","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/08e657e241bd603af7f4fb80abf5538a"},"headline":"Gempa Yogyakarta dan Alarm Mitigasi bagi Jawa Timur","datePublished":"2026-05-28T08:53:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/"},"wordCount":552,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/05\/Screenshot-2026-05-28-155021.jpg","keywords":["ann"],"articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/","name":"Gempa Yogyakarta dan Alarm Mitigasi bagi Jawa Timur - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/05\/Screenshot-2026-05-28-155021.jpg","datePublished":"2026-05-28T08:53:05+00:00","description":"Gempa bumi yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 27 Mei 2006 menjadi salah satu bencana paling mematikan di Indonesia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/05\/Screenshot-2026-05-28-155021.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/05\/Screenshot-2026-05-28-155021.jpg","width":1514,"height":697,"caption":"Kondisi Yogyakarta pasca gempa Mei 2006 (Sumber: AP)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gempa-yogyakarta-dan-alarm-mitigasi-bagi-jawa-timur\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gempa Yogyakarta dan Alarm Mitigasi bagi Jawa Timur"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/08e657e241bd603af7f4fb80abf5538a","name":"itsannn","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91f0588d72a1346f0496931f9d6f910f6053ac6e231c4a3ebac97398c031d179?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91f0588d72a1346f0496931f9d6f910f6053ac6e231c4a3ebac97398c031d179?s=96&d=mm&r=g","caption":"itsannn"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsannn\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109159","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/767"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109159"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109159\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":109162,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109159\/revisions\/109162"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109161"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}