{"id":104806,"date":"2025-11-01T22:21:55","date_gmt":"2025-11-01T15:21:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?p=104806"},"modified":"2025-11-01T22:22:34","modified_gmt":"2025-11-01T15:22:34","slug":"gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/","title":{"rendered":"Generasi Z di Persimpangan Teknologi dan Kesehatan Mental"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_104811\" aria-describedby=\"caption-attachment-104811\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-104811\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/gambar-genz-dan-gawai.jpeg\" alt=\"Gambar penggunaan gawai yang berdampak ke kesehatan mental\" width=\"1280\" height=\"853\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/gambar-genz-dan-gawai.jpeg 1280w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/gambar-genz-dan-gawai-300x200.jpeg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/gambar-genz-dan-gawai-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/gambar-genz-dan-gawai-768x512.jpeg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/gambar-genz-dan-gawai-355x237.jpeg 355w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-104811\" class=\"wp-caption-text\">Penggunaan platform digital yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mental (Sumber: freepik.com)<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p><b>Kampus ITS, Opini \u2014<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Di era digital, sebagian besar aktivitas manusia terhubung dengan gawai. Kondisi ini membuat batas antara produktivitas dan distraksi kabur sehingga menimbulkan fenomena ketergantungan teknologi. Hal ini dapat mengancam keseimbangan mental khususnya bagi Generasi Z, yakni kelompok yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fenomena ketergantungan teknologi atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">technology dependency <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah kondisi seseorang yang tidak bisa lepas dari penggunaan platform digital. Kondisi ini bisa berdampak serius karena efek ketergantungan dapat mengganggu keberlangsungan hidup seseorang. Dalam jangka panjang, hal ini berpengaruh pada kesehatan mental, antara lain menyebabkan stres, penurunan produktivitas, dan perasaan terisolasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di tengah fenomena ketergantungan teknologi, Generasi Z menjadi kelompok yang paling rentan terdampak. Berdasarkan laporan McKinsey Health Institute (2023), durasi penggunaan platform digital Generasi Z di Indonesia telah melebihi batas ideal harian. Tingginya intensitas akses platform digital meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sejumlah solusi hadir untuk menanggulangi dampak dari fenomena ini, salah satunya yaitu aplikasi pengatur waktu penggunaan platform digital. Namun, mayoritas masih mengandalkan pendekatan teknis seperti pembatasan durasi dan penguncian aplikasi. Alih-alih menumbuhkan kesadaran, cara ini justru memicu kebosanan dan rasa tertekan karena pengguna merasa dikontrol. Akibatnya, aplikasi tersebut kerap ditinggalkan dan gagal menciptakan perubahan perilaku yang bertahan lama.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_104808\" aria-describedby=\"caption-attachment-104808\" style=\"width: 1284px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-104808\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-01-211936.jpg\" alt=\"Visualisasi pendekatan Nudge Theory dan Behavioral Activation dalam manajemen kebiasaan digital (Sumber: eyezy.com)\" width=\"1284\" height=\"719\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-01-211936.jpg 1284w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-01-211936-300x168.jpg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-01-211936-1024x573.jpg 1024w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-01-211936-768x430.jpg 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-01-211936-355x199.jpg 355w\" sizes=\"(max-width: 1284px) 100vw, 1284px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-104808\" class=\"wp-caption-text\">Visualisasi pendekatan Nudge Theory dan Behavioral Activation dalam manajemen kebiasaan digital (Sumber: eyezy.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fenomena ketergantungan teknologi menuntut hadirnya pendekatan yang lebih halus dan manusiawi dalam mengubah kebiasaan digital. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Nudge Theory<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang digagas oleh Richard H. Thaler dan Cass R. Sunstein menawarkan solusi dengan mendorong perubahan perilaku melalui intervensi kecil tanpa paksaan. Pendekatan ini efektif karena tidak mengekang, melainkan mengarahkan pengguna secara perlahan menuju keputusan yang lebih bijak dan sehat secara emosional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di samping itu, teori <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Behavioral Activation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat menjadi pendamping ideal. Pendekatan ini menekankan pentingnya mengganti kebiasaan pasif dengan aktivitas bermakna yang memberi rasa pencapaian dan penghargaan diri. Melalui kombinasi dua teori tersebut, pengguna bukan hanya belajar menahan diri dari paparan digital berlebihan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran baru tentang keseimbangan antara dunia maya dan nyata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penerapan dua teori ini bisa tampak dari kebiasaan sederhana yang kini sudah banyak mulai dilakukan anak muda. Misalnya, menggunakan aplikasi kebugaran yang memberi penerapan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">nudge theory<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> lewat notifikasi lembut seperti \u201cwaktunya peregangan\u201d atau \u201cayo istirahat sejenak\u201d. Pesan kecil ini mampu mendorong pengguna berhenti dari layar sejenak untuk bergerak sekaligus membantu menyeimbangkan aktivitas digital dan fisik mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teknologi bukanlah musuh, melainkan alat yang harus digunakan dengan cara berinteraksi yang tepat. Mengembalikan kendali kepada pengguna merupakan langkah awal untuk menciptakan hubungan yang lebih sehat dengan dunia digital. Pendekatan berbasis perilaku dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang tengah mencari keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan mental. Karena pada akhirnya, manusia seharusnya mengendalikan teknologi, bukan sebaliknya<\/span><b>. (*)<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Ditulis oleh:<\/b><b><br \/>\n<\/b><b>Nabila Rahadatul Aisy Koestriyaningrum<\/b><b><br \/>\n<\/b><b>Departemen Sistem Informasi<\/b><b><br \/>\n<\/b><b>Angkatan 2023<\/b><b><br \/>\n<\/b><b>Reporter ITS Online<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus ITS, Opini \u2014 Di era digital, sebagian besar aktivitas manusia terhubung dengan gawai. Kondisi ini membuat batas antara produktivitas dan distraksi kabur sehingga menimbulkan fenomena ketergantungan teknologi. Hal ini dapat mengancam keseimbangan mental khususnya bagi Generasi Z, yakni kelompok yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Fenomena ketergantungan teknologi atau technology dependency adalah kondisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":417,"featured_media":104811,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[3211,1961],"class_list":["post-104806","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-nab","tag-sal"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Generasi Z di Persimpangan Teknologi dan Kesehatan Mental - ITS News<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di era digital, aktivitas manusia terus terhubung dengan gawai yang membuat batas produktivitas dan distraksi kabur\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Generasi Z di Persimpangan Teknologi dan Kesehatan Mental - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di era digital, aktivitas manusia terus terhubung dengan gawai yang membuat batas produktivitas dan distraksi kabur\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-01T15:21:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-01T15:22:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/gambar-genz-dan-gawai.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"itsnab\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"itsnab\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/\"},\"author\":{\"name\":\"itsnab\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/80bbc8722acd6d1f21e3e9099484074b\"},\"headline\":\"Generasi Z di Persimpangan Teknologi dan Kesehatan Mental\",\"datePublished\":\"2025-11-01T15:21:55+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-01T15:22:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/\"},\"wordCount\":477,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/gambar-genz-dan-gawai.jpeg\",\"keywords\":[\"nab\",\"sal\"],\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/\",\"name\":\"Generasi Z di Persimpangan Teknologi dan Kesehatan Mental - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/gambar-genz-dan-gawai.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-11-01T15:21:55+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-01T15:22:34+00:00\",\"description\":\"Di era digital, aktivitas manusia terus terhubung dengan gawai yang membuat batas produktivitas dan distraksi kabur\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/gambar-genz-dan-gawai.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/gambar-genz-dan-gawai.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":853,\"caption\":\"Penggunaan platform digital yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mental (sumber: freepik.com)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Generasi Z di Persimpangan Teknologi dan Kesehatan Mental\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/80bbc8722acd6d1f21e3e9099484074b\",\"name\":\"itsnab\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/05499724cfb7f8ae47f71ddc3b1ac6c2caa4f470dae51de871fe53040758a52d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/05499724cfb7f8ae47f71ddc3b1ac6c2caa4f470dae51de871fe53040758a52d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"itsnab\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsnab\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Generasi Z di Persimpangan Teknologi dan Kesehatan Mental - ITS News","description":"Di era digital, aktivitas manusia terus terhubung dengan gawai yang membuat batas produktivitas dan distraksi kabur","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Generasi Z di Persimpangan Teknologi dan Kesehatan Mental - ITS News","og_description":"Di era digital, aktivitas manusia terus terhubung dengan gawai yang membuat batas produktivitas dan distraksi kabur","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2025-11-01T15:21:55+00:00","article_modified_time":"2025-11-01T15:22:34+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/gambar-genz-dan-gawai.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"itsnab","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"itsnab","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/"},"author":{"name":"itsnab","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/80bbc8722acd6d1f21e3e9099484074b"},"headline":"Generasi Z di Persimpangan Teknologi dan Kesehatan Mental","datePublished":"2025-11-01T15:21:55+00:00","dateModified":"2025-11-01T15:22:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/"},"wordCount":477,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/gambar-genz-dan-gawai.jpeg","keywords":["nab","sal"],"articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/","name":"Generasi Z di Persimpangan Teknologi dan Kesehatan Mental - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/gambar-genz-dan-gawai.jpeg","datePublished":"2025-11-01T15:21:55+00:00","dateModified":"2025-11-01T15:22:34+00:00","description":"Di era digital, aktivitas manusia terus terhubung dengan gawai yang membuat batas produktivitas dan distraksi kabur","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/gambar-genz-dan-gawai.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/gambar-genz-dan-gawai.jpeg","width":1280,"height":853,"caption":"Penggunaan platform digital yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mental (sumber: freepik.com)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/gen-z-di-persimpangan-teknologi-dan-kesehatan-mental\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Generasi Z di Persimpangan Teknologi dan Kesehatan Mental"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/80bbc8722acd6d1f21e3e9099484074b","name":"itsnab","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/05499724cfb7f8ae47f71ddc3b1ac6c2caa4f470dae51de871fe53040758a52d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/05499724cfb7f8ae47f71ddc3b1ac6c2caa4f470dae51de871fe53040758a52d?s=96&d=mm&r=g","caption":"itsnab"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsnab\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104806","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/417"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104806"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104806\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":104810,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104806\/revisions\/104810"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104811"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104806"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104806"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104806"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}