{"id":100930,"date":"2025-05-28T17:13:15","date_gmt":"2025-05-28T10:13:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?p=100930"},"modified":"2025-05-28T17:13:15","modified_gmt":"2025-05-28T10:13:15","slug":"polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/","title":{"rendered":"Polemik Data Kemiskinan Indonesia, Bukan Tentang Benar dan Salah"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_100931\" aria-describedby=\"caption-attachment-100931\" style=\"width: 736px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-100931 size-full\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/ddf5f95b-12e7-43b4-941c-8ba80011d215.jpeg\" alt=\"Kondisi kemiskinan\" width=\"736\" height=\"489\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/ddf5f95b-12e7-43b4-941c-8ba80011d215.jpeg 736w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/ddf5f95b-12e7-43b4-941c-8ba80011d215-300x199.jpeg 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/ddf5f95b-12e7-43b4-941c-8ba80011d215-355x236.jpeg 355w\" sizes=\"(max-width: 736px) 100vw, 736px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-100931\" class=\"wp-caption-text\">Kondisi kemiskinan di Indonesia (sumber: pinterest.com)<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p><b>Kampus ITS, Opini \u2014 <\/b><span style=\"font-weight: 400\">April lalu, Bank Dunia melaporkan bahwa sejumlah 60,3 persen penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Di Sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) justru melaporkan hanya 8,57 persen penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan. Kondisi ini menimbulkan kebingungan, mana yang benar dan mana yang salah.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebetulnya perbedaan ini datang dari perbedaan ambang batas yang digunakan sebagai batas kemiskinan. Bank Dunia sendiri menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">purchasing power parity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (PPP) sebagai standar, yaitu sebesar 6,85 US Dollar atau sekitar 40 ribu rupiah per orang. Standar ini merupakan batas yang diterapkan pada negara yang tergolong dalam berpendapatan menengah atas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di sisi lain, BPS menggunakan standar kemiskinan dengan pendekatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cost of basic needs <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(CBN) dan menetapkan bahwa garis kemiskinan\u00a0 Indonesia pada September 2024 adalah 595 ribu per bulan. Jika disimplifikasi, standar garis kemiskinan indonesia yang digunakan oleh BPS adalah 20 ribu rupiah per hari, meskipun sebenarnya ada perhitungan yang sedikit lebih kompleks dari itu. Perbedaan yang hampir dua kali lipat inilah yang menyebabkan terjadinya perbedaan antara Bank Dunia dan BPS.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_100932\" aria-describedby=\"caption-attachment-100932\" style=\"width: 794px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-100932\" src=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/persentase-angka-kemiskinan-indonesiapng.png\" alt=\"Perbandingan data BPS dan Bank Dunia\" width=\"794\" height=\"632\" srcset=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/persentase-angka-kemiskinan-indonesiapng.png 794w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/persentase-angka-kemiskinan-indonesiapng-300x239.png 300w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/persentase-angka-kemiskinan-indonesiapng-768x611.png 768w, https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/persentase-angka-kemiskinan-indonesiapng-355x283.png 355w\" sizes=\"(max-width: 794px) 100vw, 794px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-100932\" class=\"wp-caption-text\">Perbandingan angka kemiskinan menurut Bank Dunia dan BPS (sumber: goodstats.id)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Akan tetapi, terdapat sebuah tanda tanya besar yang muncul dari perbedaan ini, yakni mengenai angka wajar garis batas kemiskinan yang seharusnya diterapkan pada masa ini. Saat ini, teknologi sudah berkembang dengan pesat dan akhirnya mengubah porsi kebutuhan masyarakat. Contohnya seperti kebutuhan akan internet yang kini dapat dikatakan sudah menjadi bagian dari kehidupan dan hal serupa juga terjadi dengan bahan bakar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat ini, BPS masih menggunakan porsi pengeluaran masyarakat adalah 75 persen untuk makanan dan 25 persen untuk non makanan. Di zaman teknologi ini, rasanya porsi 60 persen untuk makanan dan 40 persen untuk non makanan rasanya menjadi lebih relevan. Akan tetapi, perubahan porsi ini bukan berarti jumlah pengeluaran untuk makannya diturunkan, melainkan jumlah pengeluaran non makanan yang harus ditambahkan jumlahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kondisi ini tentunya akan meningkatkan batas garis kemiskinan yang berimbas pada peningkatan persentase masyarakat miskin di Indonesia. Namun, kondisi ini justru lebih baik sebab data yang diperoleh menjadi jauh lebih menggambarkan kondisi riil masyarakat. Alhasil, tindakan yang dilakukan oleh pemerintah bisa mencakup kelompok-kelompok yang hidup dalam kesusahan, tetapi tidak masuk dalam kategori kemiskinan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Apalah gunanya memiliki persentase kemiskinan yang kecil secara statistik, tetapi masih banyak masyarakat yang tidak tergolong miskin yang hidup dalam serba kekurangan. Keindahan data tersebut tidak sebanding dengan derita yang dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, sudah seharusnya BPS mengkaji ulang standar garis kemiskinannya demi keadilan serta transparansi kondisi negara Indonesia. <\/span><b>(*)<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Ditulis Oleh:<br \/>\n<\/b><b>Mohammad Fariz Irwansyah<br \/>\n<\/b><b>Departemen Statistika<br \/>\n<\/b><b>Angkatan 2024<br \/>\n<\/b><b>Reporter ITS Online<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus ITS, Opini \u2014 April lalu, Bank Dunia melaporkan bahwa sejumlah 60,3 persen penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Di Sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) justru melaporkan hanya 8,57 persen penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan. Kondisi ini menimbulkan kebingungan, mana yang benar dan mana yang salah. Sebetulnya perbedaan ini datang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":467,"featured_media":100931,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[1965,3557],"class_list":["post-100930","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-dhi","tag-riz"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Polemik Data Kemiskinan Indonesia, Bukan Tentang Benar dan Salah - ITS News<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bank Dunia melapor bahwa Indonesia termasuk negara dengan penduduk termiskin sehingga harus ada upaya menguranginya dengan rasa kemanusiaan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Polemik Data Kemiskinan Indonesia, Bukan Tentang Benar dan Salah - ITS News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bank Dunia melapor bahwa Indonesia termasuk negara dengan penduduk termiskin sehingga harus ada upaya menguranginya dengan rasa kemanusiaan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ITS News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-28T10:13:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/ddf5f95b-12e7-43b4-941c-8ba80011d215.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"736\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"489\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"itsriz\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"itsriz\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/\"},\"author\":{\"name\":\"itsriz\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/63d36f3042beb64133e1ea598df7578e\"},\"headline\":\"Polemik Data Kemiskinan Indonesia, Bukan Tentang Benar dan Salah\",\"datePublished\":\"2025-05-28T10:13:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/\"},\"wordCount\":435,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/ddf5f95b-12e7-43b4-941c-8ba80011d215.jpeg\",\"keywords\":[\"dhi\",\"riz\"],\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/\",\"name\":\"Polemik Data Kemiskinan Indonesia, Bukan Tentang Benar dan Salah - ITS News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/ddf5f95b-12e7-43b4-941c-8ba80011d215.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-05-28T10:13:15+00:00\",\"description\":\"Bank Dunia melapor bahwa Indonesia termasuk negara dengan penduduk termiskin sehingga harus ada upaya menguranginya dengan rasa kemanusiaan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/ddf5f95b-12e7-43b4-941c-8ba80011d215.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/ddf5f95b-12e7-43b4-941c-8ba80011d215.jpeg\",\"width\":736,\"height\":489,\"caption\":\"Kondisi kemiskinan di Indonesia (sumber: pinterest.com)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Polemik Data Kemiskinan Indonesia, Bukan Tentang Benar dan Salah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"name\":\"ITS News\",\"description\":\"Institut Teknologi Sepuluh Nopember\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization\",\"name\":\"ITS News\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg\",\"width\":98,\"height\":56,\"caption\":\"ITS News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/63d36f3042beb64133e1ea598df7578e\",\"name\":\"itsriz\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a3aec415d45634c34dbf875be1ebf8cf599e011abb7074e1d4993fdc245299f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a3aec415d45634c34dbf875be1ebf8cf599e011abb7074e1d4993fdc245299f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"itsriz\"},\"url\":\"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsriz\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Polemik Data Kemiskinan Indonesia, Bukan Tentang Benar dan Salah - ITS News","description":"Bank Dunia melapor bahwa Indonesia termasuk negara dengan penduduk termiskin sehingga harus ada upaya menguranginya dengan rasa kemanusiaan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Polemik Data Kemiskinan Indonesia, Bukan Tentang Benar dan Salah - ITS News","og_description":"Bank Dunia melapor bahwa Indonesia termasuk negara dengan penduduk termiskin sehingga harus ada upaya menguranginya dengan rasa kemanusiaan.","og_url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/","og_site_name":"ITS News","article_published_time":"2025-05-28T10:13:15+00:00","og_image":[{"width":736,"height":489,"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/ddf5f95b-12e7-43b4-941c-8ba80011d215.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"itsriz","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"itsriz","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/"},"author":{"name":"itsriz","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/63d36f3042beb64133e1ea598df7578e"},"headline":"Polemik Data Kemiskinan Indonesia, Bukan Tentang Benar dan Salah","datePublished":"2025-05-28T10:13:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/"},"wordCount":435,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/ddf5f95b-12e7-43b4-941c-8ba80011d215.jpeg","keywords":["dhi","riz"],"articleSection":["Opini"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/","name":"Polemik Data Kemiskinan Indonesia, Bukan Tentang Benar dan Salah - ITS News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/ddf5f95b-12e7-43b4-941c-8ba80011d215.jpeg","datePublished":"2025-05-28T10:13:15+00:00","description":"Bank Dunia melapor bahwa Indonesia termasuk negara dengan penduduk termiskin sehingga harus ada upaya menguranginya dengan rasa kemanusiaan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/ddf5f95b-12e7-43b4-941c-8ba80011d215.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/ddf5f95b-12e7-43b4-941c-8ba80011d215.jpeg","width":736,"height":489,"caption":"Kondisi kemiskinan di Indonesia (sumber: pinterest.com)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/polemik-data-kemiskinan-indonesia-bukan-tentang-benar-dan-salah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Polemik Data Kemiskinan Indonesia, Bukan Tentang Benar dan Salah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#website","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","name":"ITS News","description":"Institut Teknologi Sepuluh Nopember","publisher":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#organization","name":"ITS News","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","contentUrl":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/LOGO-ITS.svg","width":98,"height":56,"caption":"ITS News"},"image":{"@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/63d36f3042beb64133e1ea598df7578e","name":"itsriz","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a3aec415d45634c34dbf875be1ebf8cf599e011abb7074e1d4993fdc245299f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a3aec415d45634c34dbf875be1ebf8cf599e011abb7074e1d4993fdc245299f?s=96&d=mm&r=g","caption":"itsriz"},"url":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/author\/itsriz\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100930","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/467"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100930"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100930\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":101184,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100930\/revisions\/101184"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100931"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100930"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100930"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.its.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100930"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}