Tingkatkan Kompetensi Guru SD di Madura, Tim PISN ITS Hadirkan Pelatihan Mewarnai Berbasis Ilustrasi Budaya Madura - ITS News

Tingkatkan Kompetensi Guru SD di Madura, Tim PISN ITS Hadirkan Pelatihan Mewarnai Berbasis Ilustrasi Budaya Madura

Published on
By
Ketua TIM PISN ITS, Naufan Noordyanto, SSn MSn (tengah, berbatik biru) dan Sigit Purnomo, narasumber seniman mitra dari Pamekasan, bersama guru-guru SD yang menunjukkan karya hasil mewarnai

SUMENEP, ITS News — Transformasi pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) di tingkat Sekolah Dasar (SD) kini kian digencarkan melalui kolaborasi nyata antara dunia akademik dan masyarakat., Tim Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sukses menggelar pelatihan peningkatan kapasitas pedagogis guru di gedung SDN Pordapor II, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep (25/7).

Mengusung metode workshop partisipatif, kegiatan ini merangkul Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 01 Kecamatan Guluk-Guluk yang beranggotakan 98 guru dari 10 sekolah dasar. Acara dihadiri oleh 100 peserta, termasuk 10 kepala sekolah, guru kelas, serta Pengawas Sekolah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) merupakan skema pengabdian kepada masyarakat dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program ini dirancang khusus untuk mendorong penerapan dan pengembangan inovasi seni dari perguruan tinggi guna melestarikan budaya lokal, memperluas jejaring kolaborasi, serta memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Ketua TIM PISN ITS, Naufan Noordyanto, SSn MSn memberikan penjelasan program dan menunjukkan karya ilustrasi bermuatan budaya Madura yang dirancangnya

Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh persoalan mendasar di lapangan, di mana sebagian besar pengampu mata pelajaran SBK di kelas rendah (Fase A dan B) merupakan guru kelas berlatar non-seni rupa yang mengajar secara intuitif dan repetitif. Padahal, aktivitas mewarnai pada usia tersebut memegang peranan vital untuk merangsang motorik halus, regulasi emosi, dan kepekaan estetis siswa dalam bingkai Kurikulum Merdeka.

Menanggapi tantangan tersebut, tim PISN ITS dari Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (F-DKBD) yang diketuai oleh Naufan Noordyanto SSn MSn (Departemen Desain Komunikasi Visual/DKV), bersama anggota dosen Gunanda Tiara Maharany SDs MDs (Departemen Desain Produk), Mohamad Rijal Iskandar Zhulqurnain SM MComm (Departemen Manajemen Bisnis), serta dibantu tiga mahasiswa DKV ITS, menghadirkan solusi konkret dalam wujud inovasi seni, dari aspek sosial kemasyarakatan dan produksi.

Proses pengembangan media ini terbilang panjang dan penuh kehati-hatian. Pemetaan materi budaya, konsep visual, serta perencanaan karya telah disusun secara intensif sejak Maret 2026. Setelah penandatanganan kontrak dari Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, pengembangan ide dan sketsa mulai dieksekusi secara masif sejak Mei 2026. Selama prosesnya, karya ilustrasi ini melewati tahap revisi berkali-kali guna memastikan dua aspek krusial: ketepatan representasi muatan lokal Madura serta kesesuaian tingkat kesulitan garis dan komposisi bagi anak-anak usia SD kelas rendah.

Tahapan Pelaksanaan PISN ITS

Hasilnya, tercipta 10 karya ilustrasi edukatif berukuran A3 berbasis kearifan lokal Madura. Rangkaian karya tersebut mencakup ragam visual ikonik: Pacuan Karapan SapiSapi SonokPertunjukan Tari Topeng SumenepPè-sapèan (adu pacu miniatur karapan sapi), Pertunjukan MusikBelajar MembatikPameran Keris MaduraBekerja di Tambak GaramRokat Tasè’ / Petik Laut (tradisi larung laut), hingga Penjual Sate Madura. Seluruh karya juga divalidasi oleh budayawan Madura serta dieksplorasi teknik pewarnaannya bersama seniman Pamekasan. Sebelum diajarkan kepada guru, media gambar buatan tim ITS ini lebih dulu diuji coba (pilot project) pada siswa kelas 1–3 di SDN Pordapor II pada 17–19 Juni 2026. Para siswa menyambut media tersebut dengan antusiasme tinggi, membuktikan bahwa karya visual yang kontekstual mampu memantik semangat belajar mereka. Sebagai keterangan teks, media mewarnai ini memakai huruf (font) yang diproduksi oleh tim riset Fontcamp Type Foundry, Laboratorium Media Kreatif dan Digital, Departemen DKV ITS.

Dalam puncaknya di workshop guru, para peserta diajak langsung mempraktikkan teori warna mulai dari pengenalan ragam warna, campuran warna, teknik gradasi, hingga teknik kerik menggunakan crayon dan oil pastel. Suasana kebersamaan tampak kental saat para guru mewarnai secara berkelompok dalam meja besar di bawah bimbingan narasumber ITS. Guna memastikan keberlanjutan program, tim PISN ITS menyerahkan bantuan inventaris alat mewarnai seperti Silky CrayonOil Pastelpaper stumps, alat kerik, serta 5000 lembar media gambar cetak ke 10 sekolah mitra, yaitu anggota KKG Gugus 01 Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep.

Langkah ini berlanjut pada proses diseminasi karya ilustrasi budaya Madura karya ITS secara digital. File berformat PDF berisi lembar sampel palet warna, lembar mewarnai versi outline hitam-putih, hingga contoh hasil pewarnaan manual disebarluaskan secara gratis agar dapat diunduh dan direplikasi publik melalui tautan https://linktr.ee/fontcamp

Suasana pelatihan guru-guru SD oleh tim PSIN ITS

Pengawas Sekolah Kecamatan Guluk-Guluk, Mahmud MPd, mengapresiasi tinggi jalannya pelatihan dan berharap diseminasi media pendukung pembelajaran dari ITS ini dapat diterapkan secara konsisten oleh sekolah-sekolah. Ketua KKG Gugus 01, Ach Wachedi SPd juga merasa bersyukur karena guru-guru SD yang berlatar kompetensi non-seni rupa mendapatkan bekal teknis dan pengalaman langsung yang sangat aplikatif untuk pembelajaran SBK di kelas.

Naufan Noordyanto selaku ketua tim menyampaikan ucapan terima kasih mendalam kepada DPPM Kemdiktisaintek dan DRPM ITS atas dukungan penuhnya terhadap keberhasilan program ini. Ia menaruh harapan besar pada keberlanjutan pemanfaatan serta diseminasi media yang telah diciptakan.

Melalui kegiatan ini, Tim PISN ITS mengajak Bapak/Ibu Guru, orang tua, dan siswa untuk memanfaatkan fasilitas media mewarnai ini secara maksimal demi memajukan kepekaan estetis anak. Naufan berharap, lembar ilustrasi ini dapat menjadi alat bantu belajar visual yang esensial bagi pendidik sekaligus instrumen efektif dalam menanamkan benih cinta tanah air melalui nilai luhur kebudayaan yang ditampilkan. Media mewarnai ini dapat diunduh gratis oleh siapa pun untuk pembelajaran di sekolah maupun aktivitas di rumah melalui tautan yang disediakan dengan memasukkan data diri. “Semoga melalui warna-warna yang anak-anak goreskan, filosofi tradisi Madura dapat bersemi indah dalam jiwa mereka,” pungkas Naufan. (*)

HUMAS ITS

×