Terbit pada
Jumat, 18 September 2026

Oransbari, ITS News —Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menemukan persoalan distribusi menjadi salah satu kendala pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. Temuan tersebut mendorong tim untuk mengoptimalkan infrastruktur yang telah tersedia daripada membangun fasilitas baru.
Tim yang terdiri dari lima mahasiswa dan dipimpin oleh Dr Catur Arif Prastyanto ST MEng dari Departemen Teknik Sipil, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Distrik Oransbari sejak 2 Agustus 2026 hingga sekarang. Tim melakukan survei dan wawancara di sejumlah kampung untuk memetakan kondisi sumber air serta jaringan distribusinya.
Ketua tim menjelaskan temuan masalah yang ada di di beberapa kampung, seperti Sidomulyo, Oransbari, Watariri, Wandoki, Waroser, Muari, Akeju, dan Masabui I. “Kendala utama yang kami temukan bukan pada ketersediaan sumber air, melainkan bagaimana air tersebut dapat didistribusikan secara optimal hingga ke rumah warga,” ujar Catur.

Keberadaan sumber air yang ada di kampung-kampung ternyata belum sepenuhnya teralirkan secara optimal hingga ke rumah warga. Kondisi jaringan distribusi menjadi tantangan yang berbeda di setiap kampung.
Sejumlah pipa mengalami penyumbatan akibat lumpur, kebocoran, hingga terjepit. Aliran air juga menghadapi gangguan pada musim hujan maupun kemarau. Sementara itu, sebagian masyarakat masih mengandalkan sumur gali atau mengambil air secara manual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Untuk menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi lapangan, TEP ITS menerapkan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) atau analisis multi-kriteria. Metode tersebut digunakan untuk membantu menentukan prioritas lokasi pengembangan infrastruktur air bersih berdasarkan berbagai kondisi dan kebutuhan yang ditemukan.

Dari proses tersebut, tim memperoleh temuan bahwa pembangunan infrastruktur baru tidak selalu menjadi pilihan yang paling tepat. Infrastruktur yang sudah tersedia masih dapat dimanfaatkan dengan melakukan rehabilitasi, optimalisasi, maupun integrasi agar fungsinya kembali berjalan secara efektif. “Kami memilih mengoptimalkan infrastruktur yang sudah ada agar lebih efektif dan mudah dipelihara,” ujar ketua tim tersebut.
Berdasarkan kebutuhan di lapangan, TEP ITS akhirnya melakukan pembangunan bendung tambahan dan pengadaan pipa menggunakan anggaran desa. Pengerjaan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat bersama anggota TEP ITS dalam memperbaiki aliran pada jaringan pipa yang mengalami kendala.
Pengalaman TEP ITS di Oransbari menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat berbasis teknologi perlu diawali dengan pemahaman terhadap persoalan nyata di lapangan. Pemilihan solusi pun tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fasilitas baru, tetapi mempertimbangkan kondisi infrastruktur yang telah tersedia, kebutuhan masyarakat, efisiensi sumber daya, serta keberlanjutan pemeliharaannya.
Upaya optimalisasi jaringan distribusi air tersebut mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ke-6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak. TEP ITS mendorong pemanfaatan sumber air secara lebih optimal dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di DIstrik Oransbari, Papua Barat.
Reporter: Restu Aisyah Rizki Permatasari