TEP ITS Dampingi Nelayan Papua Barat Gunakan Fish Finder

Terbit pada

Jumat, 23 Oktober 2026

Anggota TEP menjelaskan cara menggunakan fish finder kepada para nelayan
Anggota TEP menjelaskan cara menggunakan fish finder kepada para nelayan

Ransiki, ITS News – Pencarian ikan di laut kerap bergantung pada pengalaman dan perkiraan nelayan terhadap kondisi perairan. Untuk membantu meningkatkan ketepatan pencarian, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menguji coba teknologi fish finder di Pantai Gunung Botak, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.

Ketua TEP ITS Dr Eng Ir Dhany Arifianto ST MEng dari Departemen Teknik Fisika ITS menjelaskan bahwa pencarian ikan tanpa informasi mengenai kondisi bawah air berpotensi membuat nelayan menghabiskan waktu dan bahan bakar tanpa hasil yang pasti. “Selama ini, nelayan banyak mengandalkan pengalaman untuk menentukan lokasi penangkapan ikan, maka dari itu kami ingin menghadirkan informasi mengenai kondisi perairan sebagai petunjuk agar pencarian ikan dapat dilakukan dengan lebih terarah,” ujarnya.

Tim yang terdiri dari lima personel tersebut menjalankan kegiatan ekspedisi sejak Agustus 2026. Salah satu kegiatan yang dilakukan ialah menerapkan dan menguji coba perangkat fish finder secara langsung bersama nelayan setempat. Pengujian pada Selasa (18/8) tersebut bertujuan memastikan kemampuan perangkat dalam mendeteksi indikasi keberadaan ikan pada kolom air (water column) sekaligus membaca kontur dasar perairan.

Bersama para nelayan, tim memasang alat fish finder di perahu
Bersama para nelayan, tim memasang alat fish finder di perahu

Sebelum turun ke laut, tim merangkai perangkat yang terdiri atas unit utama (head unit), kabel konektor, transducer, dan Global Positioning System (GPS). Seluruh sambungan diperiksa untuk memastikan keamanan penggunaan di lingkungan perairan. Tim juga menyesuaikan konfigurasi frekuensi sonar dengan kebutuhan pemindaian dasar laut dan kolom air. “Persiapan perangkat menjadi tahap penting karena setiap komponen harus terhubung dengan baik agar sistem dapat beroperasi selama pengujian,” jelas Dhany.

Perangkat fish finder, mesin kapal, bahan bakar, aki, dan perlengkapan memancing kemudian dibawa ke Pantai Gunung Botak untuk dipindahkan ke perahu nelayan. Transduser dipasang pada bagian samping perahu menggunakan tiang penyangga dan dihubungkan dengan unit utama serta sumber daya sebelum sistem dioperasikan.

Saat perahu bergerak, layar sonar menampilkan dua informasi utama, yakni garis dasar (bottom) yang menunjukkan kontur dasar laut serta kolom air (water column) di atasnya. Pada kolom air tersebut, sonar dapat menangkap indikasi target, seperti ikan, gelembung, dan objek lain yang memantulkan gelombang suara.

Tim sedang menguji coba fish finder sebelum disosialisasikan kepada para nelayan
Tim sedang menguji coba fish finder sebelum disosialisasikan kepada para nelayan

Untuk memeriksa hasil pembacaan perangkat, tim melakukan verifikasi langsung menggunakan teknik pancing ulur pada titik yang sama. Hasilnya, ikan berhasil diperoleh di area yang sebelumnya menunjukkan indikasi target pada layar sonar. Penerapan teknologi ini menjadi bukti awal bahwa informasi perangkat berpotensi membantu nelayan menentukan lokasi pencarian ikan.

Meski demikian, hasil tersebut masih terbatas pada pengujian awal di satu titik dan dalam rentang waktu tertentu. Karena itu, temuan ini belum dapat mewakili kondisi seluruh perairan Manokwari Selatan maupun situasi cuaca yang berbeda. Ke depan, TEP ITS berencana melanjutkan pengembangan dan pengujian sebelum teknologi tersebut benar-benar diserahkan kepada nelayan setempat.

Melalui penerapan teknologi fish finder, TEP ITS turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-14, yakni Ekosistem Lautan, melalui pemanfaatan teknologi untuk mendukung aktivitas perikanan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Upaya ini juga sejalan dengan SDGs ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya dalam mendorong produktivitas dan kesejahteraan nelayan melalui pemanfaatan inovasi teknologi.

Reporter : Restu Aisyah Rizki Permatasari

×