Terbit pada
Jumat, 18 September 2026

Manokwari Selatan, ITS News — Ketergantungan terhadap bahan bakar diesel untuk mesin penggilingan padi masih menjadi tantangan utama bagi para petani. Terutama para petani di Kampung Margomulyo, Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan. Menjawab persoalan tersebut, Tim 13 Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mesin penggilingan padi.
Tim patriot yang diketuai oleh Prof Dr Ir Imam Robandi MT IPU mengungkapkan bahwa saat ini, Kampung Margomulyo saat ini hanya memiliki satu mesin penggilingan milik pribadi. Mesin yang ada juga memiliki keterbatasan kapasitas dalam operasionalnya. Kondisi itu memaksa sebagai petani untuk membawa hasil panen ke kampung lain untuk proses penggilingan.
Selain kapasitas yang terbatas, pria yang akrab disapa Iro itu mengungkapkan bahwa penggunaan bahan bakar diesel membuat biaya operasional yang relatif tinggi. Persoalan ini diperparah dengan ketersediaan bahan bakar yang sering kali sulit diperoleh, sehingga dinilai kurang ideal. “Dengan kondisi itu, mendorong tim kami merancang sistem energi alternatif berbasis tenaga surya untuk mendukung pemanfaatan mesin,” jelas Iro.
Lebih lanjut Iro menjelaskan bahwa sistem PLTS dirancang dengan kapasitas 5000 Watt Peak (Wp). Dengan daya tersebut, sistem mampu menopang mesin penggilingan padi berkapasitas 250 kilogram per jam secara optimal.

Melalui fasilitas ini, Iro berharap masyarakat di Kampung Margomulyo dapat memiliki alternatif sumber energi yang mandiri dan meningkatkan produktivitas petani. Ke depan, penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan sistem pengolahan hasil bumi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Tidak hanya untuk mengoperasikan mesin, pemanfaatan energi surya ini juga diperluas untuk penerangan jalan. Bersama timnya, Iro turut merancang pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan kapasitas 80 Wp. “Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas masyarakat pada malam hari sekaligus meningkatkan aksesibilitas dan keamanan lingkungan,” imbuh Guru Besar Teknik Elektro ITS itu.
Pada akhirnya, Iro menekankan bahwa rancangan PLTS dan penggilingan padi ini diproyeksikan sebagai langkah dalam membangun ekosistem pertanian yang mandiri. Upaya yang diinisiasi oleh tim patriot ITS di Distrik Oransbari itu sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Terutama SDGs poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau dengan pemanfaatan sinar matahari sebagai sumber energi alternatif. Pemanfaatan PLTS juga menjadi upaya penguatan produktivitas pertanian yang sejalan dengan SDGs ke-2 tanpa kelaparan.
Tidak hanya itu, sorotan yang diberikan untuk para petani mendukung terciptanya SDGs poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Penerapan teknologi dalam menjawab kebutuhan masyarakat juga wujud dukungan cita-cita SDGs poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.