SunChips Dorong Produktivitas Tani melalui IoT dan Energi Surya

Terbit pada

Selasa, 6 Oktober 2026

Pengenalan alat perajang otomatis oleh tim pengabdian kepada masyarakat (Abmas) sebagai salah satu komponen dari SunChips

Malang, ITS News — Kelompok Wanita Tani (KWT) Harapan 6 di Dusun Sobo, Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, masih menghadapi tantangan dalam proses produksi olahan hasil pertanian. Proses perajangan bahan  dan pemantauan penirisan yang dilakukan secara manual membutuhkan waktu serta tenaga yang cukup besar. Kondisi tersebut mendorong tim pengabdian kepada masyarakat (Abmas) dari Laboratorium Instrumentasi, Pengukuran, dan Identifikasi Sistem Tenaga (LIPIST) Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk meningkatkan efisiensi produksi melalui inovasi SunChips.

SunChips merupakan sistem terintegrasi yang memadukan mesin perajang otomatis, rak penirisan berbasis Internet of Things (IoT), serta sistem photovoltaic (PV) off-grid. Inovasi yang diimplementasikan oleh tim Abmas LIPIST ITS ini dirancang untuk membantu KWT Harapan 6 dalam mempercepat proses produksi, mempermudah pemantauan penirisan, dan menyediakan alternatif sumber energi yang lebih berkelanjutan.

Implementasi SunChips dilaksanakan pada Senin (10/8), melalui pemasangan seluruh perangkat di lokasi KWT Harapan 6. Ketiga sistem yang menjadi bagian dari SunChips, yaitu mesin perajang otomatis, sistem monitoring penirisan berbasis IoT, dan sistem photovoltaic, telah dipasang dan diuji coba. Setelah melalui pengujian, seluruh perangkat dinyatakan aman dan siap digunakan dalam kegiatan produksi.

Sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT) dapat memantau proses penirisan secara lebih mudah melalui perangkat digital

Mesin perajang otomatis menjadi salah satu bagian utama SunChips yang membantu menggantikan proses perajangan secara manual. Penggunaan mesin memungkinkan bahan
dipotong dengan lebih cepat dan menghasilkan potongan yang lebih seragam sehingga proses produksi dapat berlangsung secara lebih efektif dan rapi. Sementara itu, sistem monitoring berbasis IoT dirancang untuk membantu masyarakat memantau durasi proses penirisan secara lebih mudah melalui perangkat digital.

Sesi sosialisasi penggunaan SunChips kepada anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Harapan 6

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi kepada masyarakat sasaran, khususnya anggota KWT Harapan 6 yang diketuai oleh Atik Muda. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan secara langsung pada sistem SunChips, mulai dari cara pengoperasian mesin, pemantauan proses penirisan melalui sistem IoT, hingga pemanfaatan dan pemeliharaan sistem energi photovoltaic. Sosialisasi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi tepat guna dan energi terbarukan.

Penerapan SunChips memberikan perubahan pada proses produksi KWT Harapan 6. Proses yang sebelumnya dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu hingga 12 hari kini dapat dibantu dengan perangkat otomatis sehingga waktu produksi menjadi lebih singkat. Selain mempercepat proses perajangan, penggunaan mesin juga menghasilkan potongan yang lebih rapi dan seragam. Kehadiran sistem monitoring turut memberikan kemudahan dalam memantau proses produksi dibandingkan dengan pencatatan yang sebelumnya dilakukan secara konvensional.

Melalui implementasi SunChips, KWT Harapan 6 diharapkan dapat mengoperasikan dan merawat perangkat secara mandiri serta memanfaatkan teknologi digital dan energi terbarukan dalam kegiatan produksinya. Dengan demikian, penerapan SunChips dapat mendorong proses produksi yang lebih efisien sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi tepat guna. Hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) terutama pada poin ke-9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur serta poin ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. (*)

×