Strategi STP Otomotif ITS Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik - ITS News

Strategi STP Otomotif ITS Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Published on
By
Manajer STP Otomotif ITS Prof Dr Bambang Sudarmanta ST MT dalam forum diskusi grup guna perkuat ekosistem kendaraan listrik dan lab uji baterai
Manajer STP Otomotif ITS Prof Dr Bambang Sudarmanta ST MT dalam forum diskusi grup guna perkuat ekosistem kendaraan listrik dan lab uji baterai

Kampus ITS, ITS News — Upaya mendukung percepatan transisi energi bersih dan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) nasional terus dilakukan. Sebagai kampus teknologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Science Techno Park (STP) Otomotif menggelar Focus Group Discussion (FGD) strategis, Rabu (22/7).

Diskusi tersebut berlangsung guna membahas peran laboratorium uji baterai terakreditasi dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Manajer STP Otomotif ITS Prof Dr Bambang Sudarmanta ST MT menyebut bahwa FGD kali ini menjadi wadah sinergi lintas sektor. Wadah diskusi ini berfungsi memetakan kebutuhan dan tantangan, serta perumusan peta jalan fasilitas pengujian baterai independen yang terakreditasi ISO/IEC 17025 di Indonesia. 

Bambang menyampaikan bahwa diskusi ini berlandaskan pada Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program KBLBB serta Permenhub No. 65 Tahun 2020 mengenai Konversi Kendaraan Bermotor BBM menjadi Listrik. “Kami ingin memetakan kebutuhan laboratorium uji baterai terakreditasi untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik,” ujarnya 

Salah satu peserta forum dari LBMM Mesin ITS dalam membahas keselamatan pengujian baterai independen yang terakreditasi ISO/IEC 17025 di Indonesia.
Salah satu peserta forum dari LBMM Mesin ITS dalam membahas keselamatan pengujian baterai independen yang terakreditasi ISO/IEC 17025 di Indonesia.

Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut menjelaskan, STP Otomotif ITS sedang bersiap untuk melangkah lebih jauh dalam mengembangkan desain baterai universal. Lembaga yang memiliki Bengkel Konversi Kendaraan Listrik Tipe A ini mendorong perumusan desain baterai yang fleksibel agar dapat digunakan di berbagai tipe kendaraan konversi. “Sebab tiap jenis kendaraan memiliki ruang baterai berbeda,” tuturnya.

Tantangan desain baterai universal ini membuka ruang diskusi untuk memetakan kemampuan laboratorium dan lembaga sertifikasi baterai di Indonesia. Mengingat setiap lembaga memiliki fasilitas pengujian yang berbeda, kolaborasi menjadi solusi efektif dalam memperluas layanan pengujian. Bambang menilai bahwa sinergi antar lembaga memungkinkan seluruh pengujian tetap terpenuhi tanpa membangun fasilitas serupa di tiap lokasi. 

Suasana peserta forum group discussion (FGD) STP Otomotif ITS
Suasana peserta forum group discussion (FGD) STP Otomotif ITS

Pakar bidang teknik pembakaran dan bahan bakar ITS tersebut turut menyoroti berbagai aspek lain yang tidak kalah penting. Salah satunya, aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam ruang diskusi strategis tersebut. Menurutnya, peningkatan fitur keselamatan seringkali berdampak pada kenaikan biaya produksi baterai. “Standar keselamatan tetap menjadi syarat utama dalam desain baterai ini, namun biaya pengujian tetap perlu ditekan,” tegasnya. 

Sebagai tindak lanjut, STP Otomotif ITS melalui forum yang berlangsung bersiap menyusun rekomendasi bagi pemerintah terkait pengembangan regulasi sumber energi kendaraan listrik. Hasil pemetaan juga akan dibagikan ke dalam forum untuk memperkuat kolaborasi dan mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Upaya yang telah dilakukan oleh STP Otomotif ITS tersebut menjadi bukti dalam mendukung terciptanya energi bersih dan terjangkau. Langkah ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-7 tentang energi bersih dan terjangkau. Selain itu, kolaborasi yang terbangun selaras dengan capaian SDGs poin ke-17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. (*)

 

Reporter: Syifa Rahmadina
Redaktur: Syahidan Nur Habibie Ash-shidieq

×