Putus Ketergantungan Cuaca, TEP ITS Kenalkan PLTS untuk Keringkan Padi

Terbit pada

Rabu, 21 Oktober 2026

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 14 ITS mencoba menggali persoalan yang dihadapi masyarakat setempat untuk merancang solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan

Manokwari Selatan, ITS News — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendapati bahwa pengeringan hasil panen masyarakat di kawasan transmigrasi, Margorukun, Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan sangat bergantung pada kondisi cuaca sehari-hari. Saat kondisi alam kurang mendukung, ditambah aliran listrik yang kerap terganggu menghambat proses pascapanen para petani di daerah Kabupaten Manokwari Selatan.

Setelah menggali persoalan yang dihadapi petani di daerah tersebut, tim dari ITS yang dipimpin oleh Muhammad Lukman Hakim ST MT itu berhasil memetakan kebutuhan lapangan masyarakat setempat. Tim yang bernama TEP 14 ITS ini pun menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi terbarukan bagi mesin pengering padi milik petani di daerah tersebut.

Lukman menerangkan bahwa PLTS dibangun dengan sistem off-grid. Sistem tersebut memungkinkan mesin tersebut beroperasi tanpa bergantung pada jaringan listrik umum. “Dengan sistem ini, PLTS dapat menjadi alternatif sumber energi untuk mendukung operasional mesin pengering padi di Kampung Margorukun,” terang Lukman.

Plt Kepala Distrik Oransbari, Manokwari Selatan I Gede Wisnu Wardana (pegang mic) mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan PLTS yang diinisiasi oleh TEP 14 ITS

Pada perancangannya, dosen Departemen Teknik Mesin Industri ITS itu juga menjelaskan bahwa PLTS yang akan dipasang nantinya memiliki kapasitas daya puncak sebesar 5 kilowatt-peak (kWp) atau sekitar 5.000 watt-peak (Wp). Kemudian, lanjut Lukman, PLTS akan dilengkapi juga dengan sembilan panel photovoltaic (PV).

Menurut Lukman, sistem dengan daya tersebut diperkirakan dapat mendukung mesin pengering padi berkapasitas hingga 2 ton. Kepala Laboratorium Perancangan Mekanik ITS tersebut menerangkan, daya listrik yang dihasilkan dalam penggunaan nyata bergantung pada intensitas sinar matahari. “Kemudian kondisi panel dan konfigurasi sistem juga memengaruhi daya yang dikeluarkan sesuai kebutuhan operasional,” paparnya.

Anggota TEP 14 ITS saat mendesain pembangunan gedung PLTS bersama dengan warga

Untuk mengawal kemampuan para petani dalam mengoperasikannya, tim ITS ini pun memfasilitasi kegiatan sosialisasi dan pelatihan terkait PLTS sebagai sumber energi terbarukan, Senin (19/10) lalu. Melalui sosialisasi dan pelatihan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan PLTS untuk mendukung kebutuhan energi secara mandiri.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Kampung Margorukun ini juga menghadirkan Elok Faizatul Hikmah, seorang insinyur kelistrikan yang berfokus pada sistem energi terbarukan. Selain itu, dihadirkan pula Volta Amcos Kusuma, seorang pakar di bidang teknik elektro yang memberikan materi pelatihan.

Para anggota TEP 14 ITS turut bergotong royong dengan warga mengecor lantai dasar gedung PLTS

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distrik Oransbari I Gede Wisnu Wardana menyambut baik pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan tersebut. “Apresiasi yang tinggi kami berikan atas terselenggaranya sosialisasi dan pelatihan untuk merencanakan, memasang, dan merawat sistem PLTS secara mandiri ini,” ungkapnya.

Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta poin ke-12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Pemanfaatan energi surya untuk mendukung pengeringan padi diharapkan dapat menjadi alternatif sumber energi bagi masyarakat sekaligus membantu menjaga keberlanjutan proses pascapanen ketika cuaca dan pasokan listrik menjadi kendala. (HUMAS ITS)

 

Reporter: Restu Aisyah Rizki Permatasari

 

×